SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
One Night Stand


__ADS_3

Bagas memperhatikan beberapa recycle bag berisi belanjaan yang Mamanya belikan untuknya, terutama untuk Indhira. Dia sempat terkejut saat masuk ke dalam rumah, Indhira memberirahu jika sang Mama tadi datang ke rumah kontrakan mereka tanpa sepengetahuannya. Namun, sungguh dia merasa senang dengan perhatian Mamanya itu terhadap Indhira.


Bagas menghitung ada enam kantong belanjaan di depannya ditambah dua yang ada di dapur karena beberapa barang sudah ada yang dimasukan ke dalam kulkas.


" Kamu kok tidak kabari aku waktu Mama ke sini, Yank?" tanya Bagas mengeluarkan satu persatu barang belanjaan dari recycle bag besar itu.


" Aku tidak sempat menghubungi Mas, soalnya Mama juga tidak lama di sini, cuma kasih itu terus pulang." Indhira memberi penjelasan kenapa dia tidak memberi kabar sang suami.


" Mama bicara apa saja?" Bagas khawatir ada perkataan Mamanya yang menyinggung hati Indhira. Walaupun jika dilihat dari aura wajah istrinya tidak menampakkan kesedihan.


" Tidak bicara apa-apa, Mas. Hanya bilang kenapa tidak ada sofa saja," ungkap Indhira menceritakan apa yang dipermasalahkan Mama mertuanya.


" Pasti ngomel-ngomel, ya?" tebak Bagas lagi.


" Biasa saja, tidak ngomel-ngomel juga," bantah Indhira.


" Lalu kamu kasih alasan apa ke Mama?" tanya Bagas lagi.


" Sesuai pendapat kita, kita tidak mau repot jadi rencana belinya nanti kalau sudah pindah ke rumah baru," jelas Indhira.


" Respon Mama gimana?" tanya Bagas penasara.


" Ya gitu, deh!" Indhira tidak ingin menyampaikan apa yang diucapkan oleh Mama mertuanya.


" Aku tidak sangka Mama akan datang kemari, lho, Yank." ucap Bagas.


" Apalagi aku, Mas. Aku tadi lagi sholat, terus dengar ada yang ketuk pintu, pas aku buka ternyata Mama yang datang, bawa banyak barang belanjaan lagi." Indhira pun sama excited nya menanggapi kedatangan sang Mama mertua.


" Itu tandanya Mama sayang sama kamu, Yank." Bagas tersenyum menatap sang istri.

__ADS_1


" Iya, Mas. Aku tidak menyangka Mama bisa menerima aku sebagai istri Mas." Rasa haru kembali menyeruak di hati Indhira atas perlakuan yang dia terima dari Angel, yang sangat bertolak belakang dengan sikap Adibrata kepadanya.


" Kamu sabar saja, Yank. Lambat laun Papa juga pasti akan bisa berubah dan dapat menerima kamu seperti Mama, apalagi saat ini kamu sedang mengandung cucu pertamanya. Aku harap kehadiran bayi ini nanti bisa meluluhkan kekerasan hati Papa." Bagas meminta Indhira untuk tidak berkecil hati.


" Aamiin, Mas. Aku juga selalu berdoa seperti itu," sahut Indhira.


" Ngomong-ngomong, ini banyak sekali makanannya, Yank. Ini stok untuk setahun?" Bagas terkekeh melihat barang belanjaan yang dibeli oleh Mamanya.


" Mana aku tahu, Mama yang belanja ..." Indhira tiba-tiba ingat pesan dari Bu Zaebab dan Bu Aswi yang ingin dibagi makanan yang dibeli Angel tadi.


" Oh ya, Mas. Tadi waktu Mama ke sini, tetangga pada tahu Mama belikan aku banyak belanjaan. Aku boleh kasih mereka, tidak? Soalnya Bu Zaenab sama Bu Aswi bilang boleh dikirim ke mereka kalau stok makanannya melimpah." Indhira meminta ijin kepada suaminya dulu sebelum memutuskan.


" Ya sudah, bagikan saja. Ini juga banyak banget. Paling kamu saja yang makan." Bagas mengijinkan.


" Lho, memangnya Mas tidak makan makanan yang Mama beli?" tanya Indhira.


" Aku makannya kamu saja." Bagas merangkul Indhira dan merengkuhnya kemudian seperti biasa pria itu selalu menghadiahi kecupan di pipi sang istri.


" Salah kamu sendiri bikin aku kayak gini." Bagas terkekeh lalu mengacak rambut sang istri.


" Mas Bagas mandi dulu saja, bereskan ininya nanti saja kalau sudah mandi." Indhira lalu bangkit ingin mengambilkan handuk dan menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu.


***


Angel memperhatikan sang suami yang serius dengan laptop di pangkuannya, padahal saat ini suaminya itu sudah keluar dari ruang kerjanya, namun masih saja sibuk dengan laptopnya.


Angel menoleh jam di dinding, saat ini sudah menunjukkan pu kul sepuluh malam. Tapi suaminya masih bergeming, tak juga beranjak ke peraduan. Angel lalu bangkit mematikan beberapa lampu yang ada di ruangan itu terutama yang berada tepat di atas tempat tidurnya lalu berjalan kembali ke arah tempat tidur.


Adibrata melirik ke arah istrinya yang kembali menbaringkan tubuh di atas tempat tidur membelakanginya. Lalu ekor matanya melirik jam dinding.

__ADS_1


Ddrrtt ddrrtt


Adibrata hendak mematikan laptop dan bergabung dengan sang istri di atas tempat tidur saat tiba-tiba teleponnya berbunyi. Adibrata mengambil ponselnya dan membaca sebuah pesan masuk dari aplikasi sosial media chatting nya.


" Hai, Om Adi. Apa kabar? Masih ingat aku? Aku Kyle, yang pernah ketemu di club' executive HK. Aku baru sampai di Jakarta, kalau Om butuh aku, Om bisa hubungi aku."


Sebuah pesan dari nomer telepon dengan foto profil bergambar wanita cantik dan sek si masuk ke dalam ponselnya.



Adibrata ingat wanita itu adalah wanita yang dia jumpai saat dia bertemu dengan klien bisnis di Hong Kong. Kala itu, melihat dirinya datang tanpa didampingi Angel, klien bisnisnya mengajak Adibrata bersantai di sebuah club executive yang banyak dikunjungi para pebisnis, terutama para pebisnis yang datang dari luar negeri, untuk bersenang-senang, melepas stres karena kepenatan yang mereka rasakan. Tapi, Adibrata sendiri terheran, dari mana wanita itu mendapatkan nomer teleponnya, padahal dia tidak pernah memberikan nomer teleponnya kepada wanita itu.


Adibrata langsung menoleh ke arah Angel yang tidur membelakanginya. Keperginannya ke Hong Kong kemarin adalah pertama kalinya dia diajak oleh rekan-rekan bisnisnya itu pergi mencari hiburan dan ditemani oleh wanita, yang saat ini menghubunginya. Karena sebelumnya, Adibrata selalu didampingi oleh Angel, sehingga membuat mereka tidak berkutik tak bisa mengajak Adibrata bergabung dengan mereka.


Adibrata bangkit dari duduk dan menaruh laptop di atas meja kemudian berjalan ke luar dari kamarnya kembali ke ruangan kerjanya.


Adibrata menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Dia menatap langit-langit memikirkan kesalahan yang sudah dia buat pada istrinya. Saat di Hong Kong beberapa waktu lalu, ketika dia disodorkan seorang wanita oleh rekan bisnisnya itu, dia tergoda hingga akhirnya dia terlena dengan kemolekan fisik wanita itu.


Adibrata langsung memblokir nomer wanita yang sempat memberikan kesenangan sesaat saat dia di Hong Kong. Dia tidak ingin wanita itu mengusiknya dan beresiko menghancurkan rumah tangganya bersama Angel.


Sementara di kamarnya, Angel langsung menoleh ke belakang saat dia mendengar pintu kamar dibuka. Dia sudah tidak mendapati suaminya duduk di sofa tadi. Dia menduga jika sang suami kembali melanjutkan pekerjaannya di ruangan kerja, tanpa dia sadari jika ternyata sang suami sudah mengkhianati pernikahannya, walaupun hanya melakukan one night stand dengan seorang wanita penghibur saat melakukan perjalanan tugas di Hong Kong.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2