SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Kunjungan Elma


__ADS_3

Dari jarak lima puluh meter, motor yang dikendarai Bimo berhenti di warung yang berada di seberang jalan Alexa Boutique. Dia tidak tahu apa tujuan Bagas datang ke butik tersebut. Bimo mengikuti Bagas, karena menurut informasi dari Elma, Bagas selalu pergi makan siang di luar hotel, karena itulah sejak jam sebelas tadi dia sudah menunggu Bagas keluar dari hotel itu di waktu istirahat.


Sekitar lima belas menit menunggu, terlihat Bagas kembali keluar dari dalam butik itu ditemani oleh seorang wanita dengan melingkarkan tangannya ke pundak wanita itu. Bimo menduga jika wanita yang bersama Bagas adalah istri dari Bagas.


Bimo mengarahkan kamera ponsel ke arah Bagas dan Indhira untuk mengabadikan aktivitas mereka lalu mengirimkan pada Elma. Setelah mengirimkan beberapa gambar pada Elma, Bimo kemudian mengikuti kembali motor yang dikendarai oleh Bagas dan Indhira hingga kini berhenti di sebuah kedai baso.


Bimo mengerutkan dahinya melihat tempat yang dipilih oleh Bagas untuk tempat makan bersama Indhira. Walaupun terlihat bersih, namun untuk ukuran orang yang berposisi sebagai General Manager hotel besar, rasanya tempat makan yang dipilih itu terbilang terlalu sederhana. Namun, saat mengingat jika Bagas saja menggunakan kendaraan roda dua untuk pergi bekerja, tidak aneh juga melihat Bagas saat ini hanya memilih sebuah kedai bukan restoran mahal. Menurutnya, Bagas seperti sedang menyamarkan statusnya.


Setengah jam lebih Bimo menunggu hingga Bagas dan Indhira selesai menikmati makan siang mereka, dan Bagas kembali mengantar Indhira ke butik tempat wanita itu dijemput, membuat Bimo berpikir jika butik itu adalah tempat istri dari Bagas bekerja. Satu informasi penting yang sudah Bimo temukan dari penyelidikkannya hari ini.


" Bang, numpang tanya. Kalau butik itu tutup jam berapa, ya?" tanya Bimo pada penjaga warung di seberang butik milik Azkia itu. Karena dia berniat mengikuti ke mana Bagas dan istrinya itu akan pulang.


" Biasanya sebelum Maghrib sudah tutup, Mas. Tidak sampai malam bukanya," jawab penjaga warung.


" Sering lihat orang itu jemput salah satu karyawan butik itu tidak, Bang?" tanya Bimo menujuk ke arah Bagas yang masih berbincang dengan Indhira.


" Wah, saya tidak memperhatikan, Mas." sahut penjaga warung kemudian.


" Oh, ya sudah, terima kasih." Bimo kemudian meninggalkan warung itu setelah melihat Bagas pergi meninggalkan Alexa Boutique. Bimo tidak berniat mengikuti Bagas karena dia merasa jika selanjutnya Bagas akan kembali ke hotel. Bimo berencana kembali ke butik sekitar jam lima untuk mengikuti Bagas dan Indhira pulang kerja, sehingga dia dapat mengetahui di mana tempat mereka tinggal.


Sementara itu, di hotel barunya, Elma sedang mencari informasi seputar Alexa Boutique, setelah dia mendapatkan informasi dari Bimo di mana tempat Indhira bekerja sekarang.


" Ternyata wanita si alan itu bisa bekerja di butik besar yang punya banyak cabang. Baiklah, aku tidak akan membiarkan si pendosa itu bisa hidup tenang karena sudah menghancurkan hubunganku dengan Bagas." tekad Elma ingin membalaskan rasa sakit hatinya yang dia pendam bertahun-tahun karena menganggap jika Indhira lah yang menyebabkan hubungan asmaranya dengan Bagas kandas.


" Okelah, Bagas. Kalau kamu sudah mendepak aku dari posisiku di hotel lama, aku juga bisa membuat istrimu itu didepak dari tempat kerjanya. Bukan hanya itu saja, aku juga bisa mempermalukan dia di depan rekan kerjanya." Seringai di sudut bibir Elma terbentuk, ketika dia sudah mempunyai rencana untuk mengusik Indhira.


" Tapi, kapan aku bisa ke sana, ya? Kalau waktu istirahat atau pulang, Bagas pasti akan menjemput ke sana. Aku juga tidak mungkin bisa libur karena baru di hotel ini." Elma berpikir kapan dia bisa pergi menemui Indhira.


" Hmmm, sebaiknya aku menunda waktu istirahat, jadi besok aku bisa ke butik itu setelah Bagas dan wanita itu pulang makan siang." Elma akhirnya dapat mengambil waktu istirahatnya setelah jam istirahat berakhir untuk menemui Indhira di Alexa Boutique. Tanpa dia sadari kalau pemilik butik itu adalah keponakan kesayangan bos besarnya sendiri, Gavin Richard.


***


" Yank, nanti weekend aku bikin janji bertemu dengan Odie di La Grande. Kamu nanti ikut, ya?" Bagas menyampaikan rencananya bertemu dengan sahabat lamanya di cafe milik Raffasya kepada Indhira.


" Ketemu Odie? Di La Grande? Aku malu, Mas." Bertemu dengan orang yang tahu masa lalunya tentu saja membuat Indhira tidak nyaman.


" Kenapa harus malu? Kamu tidak usah khawatir, Yank. Ada aku di samping kamu." Bagas mencoba meyakinkan Indhira agar tidak rendah diri.

__ADS_1


" Tapi Odie pernah lihat video aku 'kan, Mas?" Bertemu kembali dengan orang-orang yang pernah melihat tubuhnya tanpa busana, walaupun melalui video tentu membuat Indhira malu dan tidak percaya diri. Seandainya bisa, dia ingin tidak dipertemukan kembali dengan teman-teman sekolahnya dulu.


" Kita harus melupakan hal itu, Yank. Kita sama-sama sudah bertobat. Jangan jadikan masa lalu kita sebagai penghalang untuk kita bisa berhubungan baik dan bersilaturahi dengan orang lain. Apa yang sudah terjadi di masa lalu harus kita tutup rapat-rapat." Bagas menasehati Indhira agar istrinya tidak selalu mengingat kesalahan di masa lalu mereka.


" Lagipula Odie itu sahabatku, dia tidak akan membully kamu, Yank." lanjut Bagas.


" Ya sudah kalau begitu. Aku terserah Mas saja." Indhira pasrah dengan keputusan suaminya yang akan mengajaknya bertemu dengan sahabat lamanya itu.


" Nah, itu baru istri pintar." Bagas memeluk Indhira. Bagas tidak berminat menceritakan pertemuannya dengan Tante Marta siang tadi saat ingin menjemput Indhira, karena dia tidak ingin istrinya itu cepat-cepat bertemu dengan Tante Marta. Bagas masih bisa melihat jika sikap Tante Marta masih sama seperti dahulu dan tidak berubah sedikit pun, dan hal itu tentu bukanlah berita baik untuk Indhira. Bagas memang ingin menjauhkan Indhira dari lingkungan yang hanya akan membuat kenyamanan rumah tangganya terusik, termasuk dari keluarga-keluarga mereka sendiri.


Sedangkan Elma sendiri baru saja mendapatkan informasi dari Bimo soal tempat tinggal Bagas dan Indhira yang mengontrak di sebuah rumah yang tidak jauh dari hotel tempat Bagas bertugas.


" Ternyata mereka tinggal tidak jauh dari hotel itu." Elma kaget saat melihat rumah kontrakan Bagas dan Indhira, sangat jauh dari perkiraannya.


" Apa kamu sudah bangkrut, Bagas? Sampai mengontrak rumah kecil seperti itu?" Elma mencibir karena rumah miliknya lebih besar dan lebih bagus dari rumah kontrakan Bagas saat ini.


" Bo dohnya kamu, Bagas! Mungkin kamu akan menjadi raja jika menikahi tunanganmu itu, tapi kamu memilih menjadi gem bel demi menikahi wanita itu." Elma masih tidak habis pikir dengan jalan pikiran Bagas yang memilih bersusah payah bekerja di tempat orang daripada bekerja di perusahaan milik keluarganya sendiri.


***


Dengan mobil miliknya, Elma mengunjungi butik tempat bekerja Indhira. Setelah keluar dari dari mobilnya. Elma berjalan menuju arah pintu masuk butik. Dia memindahkan kaca mata hitamnya lalu menaruh di atas kepalanya.


" Saya mau tanya, Pak. Apa ada pegawai di sini yang bernama Indhira?" Elma bertanya kepada Pak Didit, security yang berjaga di depan butik.


" Mbak Indi? Oh, ada, Mbak." sahut Pak Didit.


" Dia kerja bagian apa di butik ini, Pak?" tanya Elma kembali.


" Mbak Indi itu asisten pribadinya Ibu Kia, pemilik butik ini, Mbak." Pak Didit memberitahukan posisi yang ditempati oleh Indhira di butik itu.


" Oh, dia Aspri, ya?" Elma tersenyum sinis mendengar pekerjaan Indhira. Walaupun sama-sama asisten, namun tentu saja posisinya lebih bergengsi, menurutnya.


" Benar, Mbak? Maaf, Mbak ini siapa, ya?" Pak Didit menanyakan siapa Elma yang sudah bertanya tentang Indhira.


" Saya Elma, saya ingin bertemu dengan Indhira, Pak. Saya dulu teman lamanya Indhira. Saya juga ingin bertemu dengan pemilik butik ini, Pak. Apa Bapak bisa memberitahu Indhira jika saya ingin bertemu?" Elma mengaku sebagai teman lama Indhira agar dapat bertemu dengan Indhira.


" Oh, sebentar saya beritahu dulu Mbak Indi nya, Mbak." Pak Didit langsung menghubungi Wanda yang berada di lantai yang sama Indhira.

__ADS_1


Di ruang kerja Azkia


Tok tok tok


" Maaf, Mbak. Ada tamu di depan. Dia mengaku temannya Indi, Ingin bertemu dengan Indi dan Mbak Kia." Wanda melaporkan informasi yang didapat dari Pak Didit soal kedatangan Elma di butik mereka.


" Teman saya siapa, Mbak?" Indhira berpikir, siapa orang yang mengaku sebagai temannya dan ingin bertemu dengan Azkia.


" Istrinya Adam mungkin, Ra." Azkia justru mengira jika orang yang dimaksud oleh Wanda. Karena temannya Indhira yang mengenal dirinya hanya Rissa.


" Apa orang itu memberitahu namanya, Mbak Wanda?" tanya Indhira.


" Katanya sih namanya Ema ..." Nama Elma yang tertangkap di telinga Wanda yang disebutkan Pak Didit adalah Ema.


" Ema? Ema siapa, ya?" Indhira bingung karena merasa tidak mempunyai teman yang bernama Ema.


" Ya sudah, suruh masuk saja, Mbak Wan. Daripada bikin penasaran." Azkia menyuruh Wanda untuk mempersilahkan tamu yang masih belum diketahuinya itu untuk masuk ke dalam ruangannya.


" Baik, Mbak." Wanda kembali keluar dari ruang kerja Azkia untuk menghubungi Pak Didit dan menyuruh tamu yang ingin bertemu dengan Indhira dengan Azkia itu naik ke atas.


Berselang waktu kurang dari lima menit, Wanda sudah masuk ke dalam ruang Azkia dengan membawa Elma bersama.


" Mbak, ini tamu yang mencari Indi sama Mbak Kia." Wanda menunjuk ke arah Elma di sampingnya.


Indhira mengerutkan keningnya menatap ke arah Elma. Sejujurnya dia tidak pernah bertemu dengan Elma, dia juga tidak tahu wajah Elma, mantan kekasih Bagas itu, sehingga dia tidak menyadari jika wanita yang berada di hadapannya saat ini adalah mantan kekasih suaminya.


" Hai, Indhira. Apa kabar?" sapa Elma kepada Indhira.


" Maaf, Mbak ini siapa, ya?" tanya Indhira mendekat ke arah Elma. Sedangkan Azkia hanya memperhatikan tamu yang datang ke butiknya itu.


" Kamu tidak kenal saya? Tapi saya tidak pernah lupa dengan kamu. Saya adalah Elma. Saya Elma, mantan kekasih Bagas dulu. Apa kamu lupa kalau kamu dulu merebut Bagas dari saya?" Dengan percaya diri dan tanpa rasa malu Elma memperkenalkan dirinya kepada Indhira.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading ❤️


__ADS_2