SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Jangan Berbuat Macam-Macam


__ADS_3

Angel memperhatikan sepasang keluarga, ayah, ibu dan anak yang berjalan menghampirinya dengan wajah tertunduk. Terlihat jelas ketakutan di wajah tiga orang di hadapannya itu.


Angel menatap dengan sorot mata sinis orang-orang yang sudah berbuat kejam terhadap Indhira.


" Jadi kalian ini keluarga menantu saya?" tanya Angel dengan nada dingin.


Tante Marta menaikkan pandangan menatap Angel yang sedang menatap tajam kepadanya. " I-iya, Nyonya." sahutnya menurunkan kembali pandangannya.Tatapan sinis Angel membuatnya ketakutan, apalagi dia tahu jika orang yang ada di hadapannya saat ini adalah orang kaya dengan dana yang kuat dan sanggup melakukan apa saja yang diinginkan.


" Kalian tidak tahu malu, ya!? Sudah menumpang hidup. Memperlakukan Idhira dengan buruk, ditambah makan harta anak yatim pula!" sindir pedas Angel.


Tante Marta dan Om Ferry saling pandang saat mendengar Angel menyindir perbuatan mereka dulu kepada Indhira. Tidak ada yang berani membantah perkataan Angel. Mereka harus menerima, bukan hanya kata-kata setajam belati dari Angel, tapi juga tatapan mata warga sekitar yang memperhatikan mereka dengan bertanya-tanya, ada apa gerangan dengan kekuarga Om Ferry? Kemunculan Angel dengan mobil mewahnya di tempat itu sudah pasti menarik perhatian warga sehingga ingin tahu apa yang sedang terjadi di sana.


" Kalian tahu, saya bisa menyewa pengacara mahal untuk menjebloskan kalian ke penjara!" Angel menebar ancaman memberi efek jera kepada Om dan Tante Indhira.


Ancaman Angel tentu saja membuat mereka bertiga tersentak kaget, mereka pun sama-sama ketakutan mendengar ancaman Angel.


" Tolong jangan lakukan itu, Nyonya! Kami mengaku salah, kami menyesal, kami minta maaf. Tolong jangan penjarakan kami." Tante Marta membungkuk tubuhnya memohon kemurahan hati Angel agar tidak melaksanakan ancamannya tadi.


" Kami berjanji, kami tidak akan melakukan hal seperti itu lagi, Nyonya." Om Ferry menimpali.


" Coba saja kalian berani melakukan hal itu lagi pada menantu saya! Saya langsung jebloskan kalian ke penjara!!" ancam Angel kembali.


" Tidak, Nyonya. Tidak! Kami tidak akan melakukan hal itu lagi!" tegas Om Ferry.


" Kalian tahu, kalau bukan karena kemurahan hati anak dan menantu saya, anak kalian ini sudah dipecat dari pekerjaannya sekarang ini! Untung saja menantu saya itu berhati baik dan bijaksana, tidak mempermasalahkan apa yang sudah kalian lakukan kepadanya. Seharusnya kalian itu malu! Kalian sudah berlaku buruk terhadapnya, tapi Indhira masih menghormati kalian." Suara Angel dengan volume tinggi membuat warga semakin banyak berkumpul.


" Tapi orang seperti kalian, tidak bisa seenaknya saja dibebaskan, tanpa ada rasa tanggung jawab atas perbuatan kalian dulu kepada menantu saya." Angel tentu tidak ingin melepas mereka begitu saja, tanpa memberi hukuman yang layak untuk mereka. Namun, dia juga tidak tahu akan memberi hukuman apa kepada Om dan Tantenya Indhira itu.

__ADS_1


" Maaf, ada apa ini pada kumpul di sini?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul di antara kerumunan warga. Pria itu lalu menatap keluarga Om Ferry lalu menatap ke arah Angel.


" Ada apa Pak Ferry?" tanyanya kepada Om Ferry. " Maaf, kalau saya boleh tahu, Ibu ini siapa? Kebetulan saya ketua RT di sini. Ibu bukan warna kampung sini, kan?" tanya pria yang mengaku sebagai ketua RT di sana menanyakan siapa Angel.


" Maaf, Pak RT. Saya hanya ingin bicara dengan mereka. Mereka itu keluarga menantu saya, dia itu sudah makan harta menantu saya. Menumpang hidup, menjual rumah orang tua menantu saya, dan yang lebih bi adab, dia hampir menjual keponakannya sendiri ke pria hidung belang." Angel sengaja membuka kelakuan Om Ferry dan Tante Marta di depan Pak RT dan beberapa warga yang berkumpul di sana.


" Mereka juga sempat memeras uang satu milyar kepada anak saya yang saat itu masih duduk di bangku SMA." Tidak tanggung-tanggung, Angel membuka sikap buruk keluarga Om Ferry dari yang dia dengar lewat Bagas.


Fakta yang dibeberkan Angel soal Tante Marta dan Om Ferry seketika membuat gempar orang yang ada di sana.


Mereka benar-benar tidak menyangka dengan perilaku buruk Om Ferry dan Tante Marta. Tidak sedikit dari mereka melirik dan mencibir Tante Marta dan Om Ferry dan mengatakan pasangan suami istri itu pasangan yang tak berperikemanusiaan.


" Oh, sebaiknya kita bicarakan ini di rumah saya saja, Bu. Tidak enak bicara di depan gang seperti ini." Pak RT mencoba mendinginkan suasana dan mengajak Tante Marta dan Om Ferry untuk bicara di tempatnya.


" Tidak perlu, Pak RT. Saya datang ke sini hanya ingin tahu tampang-tampang orang yang sudah memperlakukan menantu saya dengan buruk. Saya juga hanya ingin mereka tahu, agar tidak berbuat macam-macam dengan menantu saya jika mereka tidak ingin mendekam di penjara!" Bahkan di depan Pak RT pun, Angel berani menebar ancamannya.


" Sore, Pak. Sudah mau pulang, Pak?" sapa Pak Slamet saat Bagas keluar dari hotel.


" Iya, Pak. Saya duluan, Pak." Dengan menepuk pundak Pak Slamet, Bagas berpamitan pulang.


" Tadi Ibu Pak Bagas datang kemari, Pak." ucap Pak Slamet memberitahu perihal kedatangan Angel.


Bagas menahan langkahnya, hingga dia memutar tubuhnya saat mendengar ucapan security yang mengatakan jika Angel tadi datang ke hotel, sementara Angel tidak mengatakan apa-apa kepadanya. Bahkan Angel pun tidak menemuinya di ruang kerjanya. Lalu, untuk apa Angel datang ke hotel itu? Itu yang membuat Bagas bertanya-tanya.


" Tadi Mama saya ke sini, Pak?" Bagas mencoba meyakinkan jika pendengarannya tidak salah menangkap kalimat yang diucapkan Pak Slamet.


" Iya, Pak Bagas. Tapi tidak lama, lalu pergi bersama Dahlia." Pak Slamet pun menjelaskan apa yang dilakukan oleh Angel di hotel itu.

__ADS_1


Bola mata Bagas melebar saat Pak Slamet mengatakan jika Angel pergi dari hotel itu membawa Dahlia. Dari mana Angel tahu soal Dahlia? Dan ke mana Mamanya itu membawa Dahlia pergi? Bagas semakin dibuat pusing dengan ulah Mamanya itu. Dia juga merasa khawatir jika sang Mama saat ini sedang berada dalam bahaya.


" Mama saya membawa Dahlia pergi, Pak Slamet? Ke mana?" tanyanya.


" Saya kurang tahu, Pak Bagas. Soalnya kata orang di resepsionis juga cuma bilang, Bu Angel meminta Dahlia untuk ikut dengan Bu Angel, Pak Bagas." Pak Slamet menyampaikan apa yang dia tahu saja.


" Oke, oke. Terima kasih untuk infonya, Pak Slamet." Bagas kembali menepuk pundak Pak Slamet kemudian meninggalkan Pak Slamet menuju motornya.


Bagas mengambil ponsel untuk menghubungi Angel dan mencari tahu apa yang sudah dilakukan Mamanya itu pada Dahlia.


" Halo?"


" Assalamualaikum, Mama ada di mana sekarang?" Bagas langsung menanyakan keberadaan Mamanya, sejujurnya dia takut jika Mamanya itu bersinggungan dengan keluarga Dahlia.


" Waalaikumsalam, Mama sedang jalan pulang ke Apartemen. Ada apa, Nak?" sahut Angel.


" Ya sudah, kita ketemu di apartemen, Ma. Aku juga sudah mau jalan ke apartemen. Assalamualaikum ..." Mengetahui Mamanya sedang dalam perjalanan pulang, Bagas memutuskan menanyakan apa yang Mamanya dengan Dahlia lakukan, saat mereka sudah sampai di aparyemen saja.


" Waalaikumsalam, Nak." Suara Angel masih sempat terdengar sebelum Bagas mengakhiri percakapan teleponnya.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2