SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Salah Langkah


__ADS_3

Indhira memperhatikan wanita cantik yang masuk ke dalam ruang kerja Azkia bersama dengan Wanda. Dia mencoba mengingat siapa wanita yang ingin bertemu dengannya itu. Namun, dia masih tidak mengingat siapa wanita itu, lalu kenapa orang itu datang dan mengaku sebagai temannya? Itu pertanyaan di benak Indhira.


Tapi, ketika Elma memperkenalkan dirinya sebagai mantan kekasih Bagas, seketika itu juga Indhira langsung membelalakkan matanya. karena terperanjat. Apalagi Elma sendiri sampai menegaskan jika dirinya penyebab hubungan asmara antara Elma dengan Bagas berakhir. Dan yang membuat dirinya heran, dari mana Elma tahu tentang keberadaan di butik itu? Sementara dia sendiri tidak permah bertemu dengan Elma.


Tak beda dengan Indira, Azkia yang mendengar pengakuan wanita yang menjadi tamunya itu pun terkejut. Namun dia dapat menebak jika tujuan kedatangan Elma ke butiknya itu tidak berniat baik. Dia pun merasa perlu untuk bertindak, karena dia menyadari jika Indhira tidak akan mampu menghadapi wanita licik seperti Elma itu.


" Maaf, lalu ada urusan apa kamu menemui kami?" Azkia lalu bangkit dari kursinya lalu berjalan ke arah Elma. Dia sengaja memancing maksud dan tujuan Elma datang ke butiknya.


" Begini, Bu. Saya hanya ingin memberitahu soal masa lalu asisten pribadi Ibu ini. Apa Ibu tahu, jika dia ini dulu pernah terlihat skandal video me sum bersama pacarnya? Video saat mereka melakukan hubungan in tim layaknya sepasang suami istri saat mereka masih SMA. Video itu sempat viral dan membuat dia di drop out dari sekolah karena telah mencoreng nama baik sekolahnya." Elma membeberkan bagaimana keburukan masa lalu Indhira pada Azkia karena dia berpikir jika bos dari Indhira tidak mengetahui soal video itu.


Indhira terperanjat saat Elma menceritakan masa lalunya kepada Azkia. Walaupun Azkia sudah tahu masa lalunya, tapi tetap hatinya merasa sakit ketika ada orang yang masih saja menjadikan kesalahan masa lalunya untuk mengusik kehidupannya. Ini kedua kalinya setelah kejadian di La Grace Caffe, Indhira didatangi orang yang sengaja ingin menyebarkan keburukan masa lalu Indhira untuk menye rangnya.


Indhira tidak tahu harus menyangkal bagaimana cerita Elma tadi. Video a susila tentang dirinya dan Bagas memang benar pernah terjadi. Air mata Indhira langsung jatuh berderai membasahi pipinya. Dia tidak tahu kenapa orang begitu tega mengusik kehidupannya, padahal dia tidak pernah berniat menyakiti mereka. Walaupun Bagas meninggalkan Elma saat Bagas mendekatinya, semua itu bukan atas kemauannya. Dia juga tidak pernah menggoda Bagas hingga membuat Bagas jatuh cinta kepadanya.


Sedangkan Azkia sudah memperkirakan tujuan Elma datang menemui Indhira untuk apa. Sama seperti Indhira, dia juga sebenarnya heran kenapa Elma bisa menemukan Indhira di butiknya? Padahal hubungan asmara mereka sudah lama berlalu.


" Dari mana kamu tahu jika Indhira bekerja di butik ini?" Sebelum memberi pelajaran kepada Elma karena Elma sudah berani mengusik Indhira, Azkia ingin mengorek informasi dari Elma lebih dahulu, dari mana Elma tahu keberadaan Indhira? Tidak mungkin secara kebetulan Elma tahu Indhira bekerja di tempatnya jika bukan karena sudah direncanakan dan ada keterlibatan pihak lain.


" Hmmm, saya ... saya dapat informasi dari teman saya." Elma gugup menjawab pertanyaan Azkia. Tidak mungkin dia memberitahu hal yang sejujurnya jika dia menyewa jasa orang untuk mencari keberadaan Indhira.


" Dari teman kamu? Aneh sekali, ya!? Itu kejadian bertahun-tahun lalu, kenapa tiba-tiba ada yang datang ke sini menemui Indhira, mengaku sebagai teman Indhira. Sementara Indhira sendiri tidak mengenali kamu." Azkia mencurigai Elma sedang memata-matai Indhira.


Ucapan Azkia yang penuh curiga membuat Elma salah tingkah. Respon dari Azkia atas cerita masa lalu Indhira sungguh di luar perkiraannya. Bukannya menekan Indhira, Azkia justru seperti menyalahkan dirinya.


" Lalu apa tujuan kamu menceritakan masa lalu Indhira kepada saya?" tanya Azkia dengan nada tidak bersahabat. " Kamu ingin saya berterima kasih dengan informasi yang kamu sampaikan itu?" Azkia melipat tangannya di dada.


" Saya ... saya hanya tidak ingin nama baik butik ini tercemar karena mempekerjakan wanita seperti dia, Bu." Elma beralasan jika apa yang dilakukannya demi menjaga nama baik Alexa Boutique.

__ADS_1


" Nama baik butik saya? Kamu ingin mempermalukan Indhira? Kamu ingin saya memecat Indhira karena masa lalunya itu?" Pertanyaan demi pertanyaan penuh intimidasi dilontarkan Azkia pada Elma.


" Apa karena Bagas meninggalkan kamu, lalu kamu tega membuka aib Indhira untuk mempermalukan Indhira?" Azkia lalu memperhatikan tali name tag yang menggantung di leher Elma, walaupun name tag nya tersembunyi dibalik blazer Elma, yang tidak dilepas Elma saat pergi dari hotel.


Azkia melihat tali name tag itu bertuliskan Richard Fams Hotel, menandakan jika Elma adalah salah seorang pegawai di hotel milik Uncle nya itu, meskipun dia tidak tahu di cabang mana Elma bertugas.


Pikiran Azkia pun langsung mengarah kepada Bagas. Dia curiga jika kedatangan Elma ada hubungannya dengan Bagas yang juga kini bekerja di hotel milik Gavin.


" Kamu dengar, ya! Saya sudah tahu semua tentang masa lalu Indhira. Dan saya tidak perduli dengan hal itu. Lagipula nama baik butik saya ini tidak ada sangkut pautnya dengan kamu! Jadi, untuk apa kamu ikut pusing memikirkannya!?" ketus Azkia menyindir Elma, karena dia tahu, tujuan Elma bukan demi nama baik butik miliknya.


" Kalau tujuan kamu kemari hanya ingin membuat keributan di butik ini, sebaiknya kamu cepat pergi dari sini. Atau ..." Tangan Azkia mengambil tali name tag hingga name tag yang tersembunyi di balik blazer Elma terlihat. Dan Azkia dapat membaca jelas identas Elma.


...Richard Fams Hotel...


...Elma Joseline...


Azkia kini berjalan ke arah mejanya untuk mengambil ponsel miliknya, lalu dengan nada penuh ancaman dia berkata, " Atau kau ingin saya melaporkan kepada Uncle Gavin tentang perbuatan kamu kepada Indhira?" Azkia langsung menyambungkan panggilan telepon dengan Gavin. Dia sengaja ingin memberi efek jera kepada Elma yang sudah berani datang ke butiknya dengan tujuan ingin membuat keributan dengan membuka aib Indhira. Untung saja hal itu belum sampai terdengar oleh karyawannya yang lain. Kasihan jika Indhira harus jadi bahan pergunjingan pegawai butiknya.


Ancaman yang dilontarkan oleh Azkia, sontak membuat Elma terbelalak. Dia sama sekali tidak menyangka jika bos dari Indhira adalah keponakan dari bos besar sekaligus pemilik hotel di tempatnya bekerja. Tentu saja hal tersebut membuat Elma syok, jika sampai benar Azkia melaksanakan ancamannya, melaporkan dirinya ke Gavin, kemungkinan besar dia bisa diberhentikan secara tidak hormat dari pekerjaannya selama ini.


" Asal kamu tahu! Saat telepon saya tersambung dengan Uncle Gavin, lalu saya meminta Uncle Gavin memecat kamu, saat ini juga nafas kamu di hotel milik Uncle Gavin langsung berhenti." Kembali Azkia mengancam Elma.


" Jangan, Bu! Saya mohon jangan laporkan saya ke Pak Gavin." Elma langsung memohon pada Azkia mengetahui nasibnya terancam didepak dari tempat kerjanya saat ini.


" Halo, assalamuaaikum, Kia. Ada apa, Nak?" Suara Gavin langsung terdengar dari ponsel Azkia karena Azkia sengaja menyalakan loud speaker di ponselnya.


" Waalaikunsalam, Uncle. Uncle, kalau Kia minta Uncle memecat salah satu karyawan di hotel Uncle karena orang itu melakukan kesalahan fatal, apa Uncle akan menyetujuinya? Dia sudah mengusik ketenangan Kia, Uncle." Azkia melirik sinis ke arah Elma yang terlihat ketakutan mendengar suara Gavin di ponsel Azkia.

__ADS_1


" Siapa yang mengganggu kamu, Kia? Katakan saja pada Uncle, nanti Uncle akan langsung memecatnya. Kamu tahu jika Uncle tidak suka siapa pun mengusik keluarga Uncle!" Suara Gavin terdengar geram karena mengetahui ada orang yang mengusik keluarganya.


Indhira, terlebih Elma langsung terbelalak mendengar ucapan Gavin yang berkata akan memecat karyawannya yang berani membuat Azkia marah. Wajah Elma sendiri seketika memucat mengetahui nasibnya seakan di ujung tanduk saat ini.


" Bu, maafkan saya.Tolong jangan laporkan saya pada Pak Gavin." Elma kembali memohon belas kasihan Azkia agar tidak memecat dirinya. Elma tentu saja tidak ingin begitu saja kehilangan karirnya di hotel milik Gavin, apalagi jabatan yang dia tempati lumayan bergengsi.


" Bu, tolong jangan pecat dia. Kasihan, Bu." Meskipun sudah didzolimi oleh Elma, namun Indhira masih berbaik hati dengan meminta Azkia tidak melaporkan apa yang dilakukan oleh Elma terhadapnya. Jika sampai Elma dipecat dari tempat kerjanya, dia rasa hal tersebut tidak akan memperbaiki keadaan. Karena Elma pasti akan semakin membencinya.


Azkia menatap ke arah Indhira. Dia tidak habis pikir, orang sebaik dan setulus Indhira, masih saja ada orang yang membencinya dan mengusik masa lalu Indhira. Padahal setahunya, Indhira tidak pernah mengganggu hidup orang lain.


" Ra, dia itu sudah berbuat jahat terhadap kamu, biarkan saja dia menerima balasan atas perbuatannya itu!" Azkia tidak sependapat dengan Indhira, dia merasa perlu mengambil tindakan tegas terhadap orang-orang macam Elma agar tidak ada lagi orang yang berani mengganggu Indhira.


" Jangan, Bu. Tolong maafkan dia. Jika dia sampai dipecat, dia akan semakin membenci saya. Saya tidak ingin punya banyak musuh, Bu." Indhira menjelaskan alasannya kepada Azkia kenapa dirinya tidak ingin Elma ditindak tegas oleh Azkia. Karena Indhira sebenarnya menginginkan kedamaian bukan permusuhan.


" Kia, apa yang kamu katakan tadi, Nak? Siapa yang sudah berbuat jahat pada Indhira? Cepat beritahu Uncle, Kia. Biar Uncle langsung pecat orang itu!" Kembali suara Gavin terdengar dari ponsel Azkia.


Suara Gavin terdengar sangat menyeramkan bagi Elma. Sungguh dia tidak menduga jika Indhira punya kedekatan spesial dengan keluarga besar Gavin, bos di tempat dirinya bekerja. Hal itu bisa dia rasakan dari ucapan Gavin yang mengatakan akan memecat orang yang telah menyakiti Indhira. Seketika itu juga seraymsa seluruh isi dunia jatuh menerpa dirinya. Elma merasa jika dirinya telah salah langkah mendatangi tempat Indhira bekerja. Dia sungguh tidak menduga rencananya mempermalukan Indhira di tempat Indhira bekerja justru berujung petaka bagi karirnya di Richard Fams Hotel yang sudah dia geluti beberapa tahun ini. Dan Azkia, saat ini dia merasa jika sosok bos dari Indhira itu layaknya seorang algojo yang siap untuk mengekse kusi dirinya. Sementara dirinya tidak dapat melakukan pembelaan apa-apa, karena merasa telah terjebak di pihak lawan. Kunjungannya ke tempat kerja Indhira ibarag dia menyerahkan nyawa ke pihak lawan.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2