SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Bertemu Kyle


__ADS_3

Malam ini Adibrata benar mengajak Angel pergi dinner di semua restoran mewah di hotel bintang lima. Mereka seperti pasangan muda yang sedang berkencan. Dan Angel merasa sangat senang dengan kencan yang mereka lakukan, karena suaminya sudah jarang mengajaknya pergi sekedar untuk menyenangkan hatinya.


" Mama senang?" tanya Adibrata menatap Angel dengan tangan menggenggam tangan sang istri.


" Tentu saja Mama senang, Pa." Wajah Angel sejak tadi terlihat berseri-seri. " Kita sudah jarang melakukan hal ini. Bahkan di momen perayaan ulang tahun saja kita tidak pernah melakukan dinner berdua seperti ini lagi, karena Papa terlalu sibuk," ungkap Angel.


" Maaf, kalau Papa jarang mengajak Mama menikmati waktu berdua," sesal Adibrata merasa bersalah. Dia lalu mengeluarkan sesuatu dari paper bag yang dia bawa sejak turun dari mobil.


" Sebagai permintaan maaf Papa, Papa kasih hadiah ini untuk Mama." Adibrata menyodorkan kotak perhiasan yang siang tadi dia beli untuk istrinya.


Angel membulatkan bola matanya melihat kotak yang sudah pasti dia tahu apa isinya.


" Ini Papa beli buat Mama?" Angel segera menerima dan membuka kotak perhiasan itu.


" Mama suka tidak perhiasan yang Papa beli? Itu model terbaru," tanya Adibrata senang melihat sang istri terlihat bahagia menerima pemberiannya.


" Suka, dong, Pa!" sahut Angel dengan cepat. Dia lalu melirik ke arah suaminya dengan memicingkan matanya. " Ada apa, nih? Papa tiba-tiba memanjakan Mama kayak gini?" tanya Angel dengan terkekeh. Untung saja Angel menanyakannya dengan bercanda, jika saja Angel mengatakannya dengan serius, dapat dipastikan Adibrata akan kesulitan menjawab.


" Kalau Mama senang, Papa akan usahakan kita melakukan hal ini sesering mungkin," janji Adibrata akan selalu menyediakan waktu berdua seperti saat ini.


Angel terdiam mendengar janji yang diucapkan oleh sang suami. Sebenarnya dia senang, namun dia sedih karena sebenarnya dia mengharapkan bisa berkumpul, bukan hanya dengan suaminya saja, tapi juga dengan kedua anak-anaknya.


" Kok' Mama kelihatan sedih gitu?" tanya Adibrata terheran.


" Mama senang bisa menghabiskan waktu dengan Papa seperti ini. Tapi, Mama lebih senang jika kita bisa berkumpul bersama anak-anak, Pa." Angel seolah mengeluhkan apa yang dia rindukan selama ini. Berkumpul bersama keluarga tercinta dengan penuh kehangatan.


" Ya sudah, lain waktu kita ajak Kartika ikut dinner juga," janji Adibrata kembali.


" Anak kita bukan hanya Kartika saja, Pa." sahut Angel, karena suaminya itu masih tidak menganggap keberadaan Bagas dalam keluarganya.


Adibrata menatap tajam Angel. Dia tahu maksud kalimat Angel kali ini. Dan tentu saja hal itu tidak disukai oleh Adibrata.


" Sudahlah, Ma! Jangan memikirkan anak itu! Dia hanya memikirkan dirinya sendiri daripada keluarganya! Untuk apa Mama masih mengharapkan dia!?" Adibrata seolah tak menyadari jika sebenarnya kalimat yang dia ucapkan lebih tepat ditujukan pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Angel menghempas nafas kasar. Dia tidak menyangka suaminya akan sekeras hati ini. Dia pikir dengan perubahan sikap Adibrata, dapat meluluhkan hati Adibrata soal Bagas, namun suaminya itu masih mempertahankan egonya.


" Ma, tolong jangan merubah suasana bahagia ini dengan mengingatkan tentang anak itu!" Adibrata mengingatkan agar sang istri tidak menyinggung soal Bagas.


" Sampai kapan Papa akan terus berselisih paham dengan Bagas, Pa? Apa Papa tidak senang jika berkumpul dengan keluarga yang utuh bersama anak-anak Papa?" tanya Angel berharap sang suami sadar jika sikapnya selama ini pada Bagas salah.


" Jika Mama sudah selesai makan, sebaiknya kita pulang saja." Adibrata memilih untuk kembali pulang ke rumahnya daripada meneruskan perdebatan tentang Bagas dengan istrinya.


Dengan mendengus kasar akhirnya Angel mengikuti apa yang diperintahkan oleh suaminya. Karena sejujurnya dia juga takut jika menghadapi suaminya yang sedang marah jika menyinggung soal Bagas.


Kini mereka berdua berjalan ke luar dari restoran mewah yang ada di sebuah hotel bintang lima. Dan menunggu di pintu lift untuk turun ke bawah.


Ting


Pintu lift terbuka, dari dalam lift memperlihatkan seorang wanita muda cantik keluar dari lift. Wanita itu nampak terkejut saat melihat Adibrata, begitu juga sebaliknya.


" Oh hai, Om Adi." sapa wanita yang tak lain adalah Kyle.


Wajah Adibrata menegang saat melihat sosok wanita yang dia temui bahkan sampai mengajaknya beraktivitas di atas ranjang saat di Hong Kong.


" Tidak menyangka bisa bertemu Om Adi di sini." Senyuman langsung mengembang di bibir Kyle. Wanita itu lalu melirik ke arah Angel yang sedang memperhatikannya dengan lekat.


" Ini istri Om Adi?" tanya Kyle pada Adibrata yang masih terpaku seakan tidak menyangka akan mendapatkan masalah harus bertemu kembali dengan Kyle ketika dia sedang bersama Angel.


" Iya, saya istrinya. Memang kamu ini siapa?" Melihat suaminya hanya terdiam tak menjawab pertanyaannya atau pun pertanyaan Kyle, membuat Angel menanyakan siapa sebenarnya sosok Kyle itu.


" Oh perkenalkan, saya Kyle, Tante. Saya yang pernah menemani Om Adi saat di Hong Kong kemarin." Kyle dengan percaya diri memperkenalkan siapa dia.


Kening Angel seketika mengerut mendengar Kyle mengatakan menemani suaminya di Hong Kong. Tatapan curiga pun mulai dia arahkan pada suaminya.


" Oh ya, Om. Kemarin aku chat Om Adi, kenapa tidak dijawab? Malah, nomer aku Om blokir. Apa pelayanan aku saat di Hong Kong kurang memuaskan bagi Om? Sampai Om tidak ingin pakai aku lagi? Padahal saat di Hong Kong kemarin, Om sampai minta nambah berkali-kali." Kyle secara gamblang menjelaskan soal aktivitasnya bersama Adibrata saat di Hong Kong.


Adibrata dan juga Angel terperanjat mendengar ucapan Kyle. Pandangan Angel kini semakin tajam menatap pada Adibrata yang terlihat menegang dan salah tingkah.

__ADS_1


" Pa, apa maksud kata-kata perempuan ini!?" tanya Angel dengan hati yang mulai terbakar. Dia mulai mencium suatu hal yang tidak baik dari suaminya berhubungan dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.


" Angel ..." Lidah Adibrata terasa kelu. Dia yang dikenal tegas dan sulit untuk dibantah, kini seolah tak sanggup berkata satu kata pun.


" Apa maksud perkataannya tadi, Pa!?" Angel menuntut jawaban dari suaminya, bahkan kata-katanya pun terdengar dengan penuh penekanan.


" Saya bantu jawab, Tante. Mungkin Om Adi malu mengatakannya. Jadi, saat di Hong Kong kemarin, saya membantu memperlancar pekerjaan Om Adi, Tante. Setelah penat melakukan perbincangan seputar bisnis, biasanya para pebisnis itu butuh hiburan dan bersenang-senang. Melepas penat ditemani wanita membuat pikiran stress jadi fresh, Tante. Yaaa, biasalah, Tan. Bukan hal yang aneh bagi mereka melakukan one night stand dengan wanita yang menemaninya, dan kebetulan aku yang mendapatkan kesempatan menemani Om Adi bersenang-senang, karena kebetulan kita satu negara. Ternyata Om Adi naf sunya masih besar, ya, Tan. Tidak pernah puas, minta nambah lagi dan lagi. Untung aku bisa mengimbangi naf su bi rahi Om Adi." Kyle memaparkan apa yang sesungguhnya terjadi dengannya dan Adibrata tanpa merasa malu, padahal saat ini Kyle sedang berhadapan dengan istri sah Adibrata sendiri.


Jantung Angel terasa hampir terlepas dari tempatnya. Bahkan ribuan sembilu seperti tetan cap di hatinya mendengarkan cerita yang diungkap oleh Kyle. Tubuhnya pun seakan melemas, mendengar pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya. Air mata bahkan mulai jatuh berderai di pipinya.


" Apa benar yang dikatakan perempuan ini, Pa?" Dengan setengah berteriak Angel bertanya pada Adibrata.


" Angel, biar aku jelaskan dulu ..." Adibrata mencoba menenangkan Angel yang terlihat sangat marah kepadanya. Dia merasa bersalah dan menyesal atas perbuatannya yang sudah menyakiti hati Angel.


" Jadi ini alasan Papa bersikap manis kepada Mama!? Papa tega mengkhianati Mama, hahh??" Tak terbendung tangis Angel langsung pecah.


Buugghh


Secara bersamaan Angel melemparkan hadiah perhiasan mewah berharga ratusan juta rupiah yang baru saja dia dapatkan dari Adibrata ke tubuh Adibrata dan berlari pergi meninggalkan suaminya dengan hati yang terluka.


" Angel, tunggu! Dengarkan aku dulu, Angel!!" Adibrata hendak mengejar istrinya namun tangannya lebih dulu dicengkram Kyle.


" Kalau istri Om masih mengambek, Om bisa menghubungi aku," ucap Kyle dengan senyum culas.


" Wanita sia lan, kau!!" geram Adibrata murka dan mendorong tubuh Kyle hingga tangan Kyle terlepas dari lengannya. Dia pun lalu berlari menyusul Angel.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2