SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Ganti Rugi


__ADS_3

Ibu Tika mencoba menenangkan Indhira yang terus saja terisak. Dia melihat saat ini Indhira terlihat lusuh, Ibu Tika menyadari jika apa yang menimpa muridnya itu membuat Indhira down. Apalagi dia tahu jika Indhira merupakan anak yang mempunyai sikap introvert.


" Indhira, kamu tenang dulu. Ceritakan sama Ibu, apa yang sebenarnya terjadi sampai peristiwa itu kalian lakukan?" Dari potongan video yang beredar yang sempat dilihatnya. Ibu Tika melihat tidak adanya gerakan penolakan dari Indhira terhadap perbuatan yang dilakukan oleh Bagas. Hanya terdengar suara tangis Indhira. Wajah Indhira pun tidak terlalu jelas terlihat karena Indhira menutupi wajah dengan telapak tangannya. Namun, dari gelang yang dipakai oleh Indhira, menegaskan jika pemeran wanita di video itu memang benar Indhira. Mungkin untuk orang lain yang tidak mengenal Indhira, akan sulit mengenali jika Indhira adalah pelaku wanita video a susila tersebut.


" Ibu, maaf. Apa saya bisa bicara empat mata dengan Indhira?" Melihat Tante Marta bergeming tak mencoba menenangkan Indhira, Ibu Tika merasa gemas. Hingga dia meminta Tante Marta untuk meninggalkannya berdua dengan Indhira.


Dengan wajah masam akhirnya Tante Marta melangkah masuk ke dalam ruangan dalam rumah.


" Indhira, kalau kamu merasakan ada yang mengganjal di hati kamu, sebaiknya kamu ceritakan saja agar beban berat yang kamu rasakan sekarang ini terlepaskan." Dengan penuh kesabaran Ibu Tika mencoba menanangkan Indhira yang masih saja menangis tersedu.


" S-saya malu, Bu. Hiks ...."


Ibu Tika mengusap punggung Indhira. Dia bisa merasakan tekanan berat yang sedang dirasakan oleh Indhira saat ini.


" Ceritakan pada Ibu, apa yang sebenarnya terjadi? Apa Bagas memaksamu, Indhira?" Ibu Tika mesti hati-hati bertanya kepada Indhira agar Indhira mau terbuka dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


" Itu semua bukan salah Bagas, Bu. Saya juga salah. Seharusnya saya menolak diajak ke sana." Indhira tidak ingin menyalahkan Bagas seorang. Karena pada kenyataannya, dirinya pun sama bersalah, tak menolak saat Bagas membawanya masuk ke kamar Bagas hingga peristiwa itu bisa terjadi.


" Ibu sangat menyayangkan kejadian ini, Indhira. Ibu bahkan tidak menyangka jika kalian berdua melakukan hal tersebut. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Ibu berharap masalah ini tidak sampai berlarut-larut." Ibu Tika tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya.


" Bu, apa saya akan dikeluarkan dari sekolah?" tanya Indhira cemas.


" Semua itu Pak Marcel dan Pak Leo yang akan memutuskan. Seandainya beliau memberi kesempatan kamu untuk sekolah, kamu juga harus bisa menguatkan mental kamu untuk menghadapi teman-teman sekolahmu, Indhira. Tapi, Ibu harap kamu jangan patah semangat, ya!?" Ibu Tika menyadari, meskipun Indhira yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Namun, bukan berarti Indhira terbebas dari tindakan perundingan yang akan dilakukan oleh murid-murid di sekolah itu.


Indhira merenungi perkataan Ibu Tika. Dia juga tidak tahu apa dia sanggup menghadapi bully-an yang mungkin akan dia terima jika dia kembali ke sekolah itu. Mengingat hal tersebut membuat hatinya semakin sedih.


***


Bagas memarkirkan motornya di depan rumah Indhira. Matanya memperhatikan mobil yang dia kenal siapa pemiliknya kini terparkir di jalan depan rumah Indhira. Bagas segera berlari masuk ke rumah Indhira.

__ADS_1


" Assalamualaikum ... Ra, Bu Tika." Bagas menyapa Indhira dan Ibu Tika saat melihat gurunya dan Indhira duduk di sofa tamu.


" Waalaikumsalam, Bagas?" Ibu Tika membalas salam yang diucapkan oleh Bagas. Dia tidak menduga akan bertemu dengan Bagas di rumah Indhira.


" Ra ..." Setelah menyalami Ibu Tika, Bagas menghampiri Indhira. Dia melihat baju yang dipakai Indhira masih sama dengan baju yang dipakai saat dia temui pagi tadi. Sudah dapat dipastikan jika Indhira belum sempat membersihkan tubuhnya. Bagas merasa bersalah dan hanya bisa merasa bersalah saja tanpa dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk menolong Indhira.


" Kamu lihat, Bagas!? Indhira menjadi korban karena tindakan kamu. Kamu masih bisa tenang, kamu masih bisa datang ke sekolah. Tapi kau lihat bagaimana Indhira!? Dia sangat tertekan karena masalah ini! Kenapa kamu tidak memikirkan akibat dari perbuatanmu bagi Indhira? Indhira yang banyak dirugikan karena hal ini!" Ibu Tika menyesalkan tindakan Bagas, meskipun dia tahu jika Bagas adalah anak dari orang yang punya pengaruh kuat di yayasan tempatnya bekerja.


" Saya minta maaf, Bu. Saya benar-benar menyesal. Saya harus bagaimana untuk menebus kesalahan saya, Bu?" Bagas meminta solusi kepada Ibu Tika untuk membantunya menguatkan Indhira.


" Ibu harap kamu bisa mendampingi Indhira jika dia kembali ke sekolah. Jangan sampai Indhira menjadi korban perundungan teman-teman di sekolah. Kamu yang melakukan, kamu harus bertanggung jawab atas kejadian ini, Bagas!" Ibu Tika menekan Bagas agar membantu menaikan kepercayaan diri Indhira yang saat ini telah hancur berkeping-keping.


" Baik, Bu. Saya janji, saya akan melakukan hal itu!" tekad Bagas. Dia memang merasa perlu bertanggungjawab dalam kasus ini.


" Ya sudah, kalau begitu Ibu pamit pulang dulu. Semoga semua baik-baik saja." Ibu Tika kembali mengusap punggung Indhira. " Kamu jangan menangis terus, Indhira. Tetap berserah sama Allah SWT. Mohon petunjuk kepada-Nya, agar kamu dapat melalui cobaan ini." Ibu Tika menasehati Indhira agar Indhira tidak berkecil hati.


" Apa kamu bisa panggilkan Tantemu kembali, Indhira? Ibu ingin berpamitan." Ibu Tika ingin meninggalkan rumah Indhira.


" Baik, Bu." Indhira bangkit untuk memanggil Tante Marta keluar.


Tak lama kemudian Tante Marta keluar bersama Indhira.


"' Ibu, saya permisi dulu. Jangan lupa besok ditunggu kedatangannya di sekolah. Saya harap Ibu juga dapat mendampingi Indhira dalam masalah ini agar Indhira tidak menjadi down. Dia anak yang baik dan pintar. Sayang sekali kalau hal ini akan merusak masa depan Indhira." Ibu Tika mencoba memberi pengertian kepada Tante Marta agar Indhira tidak merasa tertekan dan terus terpuruk.


" Iya, Bu." Tante Marta menjawab dengan terpaksa permintaan Ibu Tika.


" Kalau begitu saya pamit dulu. Assalamualaikum ..." Ibu Tika berpamitan kepada Tante Marta.


" Waalaikumsalam ..." sahut Tante Marta, Bagas dan Indhira bersamaan.

__ADS_1


Setelah Ibu Tika pergi dari rumah Indhira, kini Bagas menatap Tante Marta yang sedang menatap Indhira dengan tatapan penuh kebencian. Dia ingat cerita Rissa yang mengatakan jika Tante Marta mengusir Indhira. Namun, nyatanya Indhira masih ada di rumah itu.


Bagas tidak menuduh Rissa berbohong ataupun mengada-ada soal pengusiran Indhira. Dia justru menduga Tante Marta yang sengaja mengatakan hal tersebut agar Rissa tidak dapat menemui Indhira.


" Tadi Rissa datang ke sini, kenapa Tante melarang Rissa menemui Indhira? Dan kenapa Tante mengatakan jika Tante mengusir Indhira dari sini? Ini rumah orang tua Indhira. Tante tidak berhak mengusir Indhira dari rumah ini!" Bagas merasa kesal dengan sikap Tante Marta.


" Rissa tadi ke sini?" Indhira terkejut saat mengetahui jika temannya itu tadi datang ke rumahnya.


" Teman kamu itu, sudah ucapannya tidak sopan, memfitnah pula! Kamu lihat sendiri, kan? Dia masih ada di rumah ini!" Tante Marta menyangkal tudingan Bagas bahkan mengatakan jika Rissa lah yang sudah memfitnah dirinya.


" Rissa tidak mungkin berbohong, Tante! Dia tidak mungkin berbual seperti itu jika memang tidak terjadi!" Bagas menentang apa yang dikatakan Tante Marta.


" Kamu jangan ikut-ikutan menyalahkan Tante, ya! Kamu yang sudah membuat Indhira terlibat masalah seperti ini. Kamu yang seharusnya bertanggung jawab terhadap Indhira karena kamu yang sudah merusak dia!" Kini Tante Marta menyalahkan Bagas.


" Saya pasti bertanggung jawab, Tante! Tante tidak usah mengkhawatirkan itu!" tegas Bagas.


" Tanggung jawab itu bukan hanya diucapkan! Kamu dengar sendiri yang dikatakan gurumu tadi, kalau Indhira yang paling dirugikan dalam hal ni. Seharusnya kamu dan keluarga kamu itu datang ke sini, minta maaf dan memberikan ganti rugi kepada kami!"


Indhira dan Bagas langsung membulatkan bola matanya saat mendengar Tante Marta membicarakan soal ganti rugi. Mereka berdua sudah pasti tahu apa yang dimaksud ganti rugi oleh Tante Marta.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2