
Tanpa sepengetahuan Bagas dan Indhira Angel berniat datang ke hotel Bagas untuk bertemu dengan Dahlia. Meskipun Indhira sudah mengatakan jika sudah memaafkan kesalahan Tantenya, namun tidak dengan Angel. Dia rasa dia perlu memberi pelajaran kepada keluarga Indhira itu. Apa yang sudah dibuat Om dan Tante Indhira harus mendapatkan balasan. Apalagi saat ini Indhira adalah menantunya. Dia tidak akan diam saja dan membiarkan mereka tidak mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka kepada Indhira selama ini.
Angel meminta Pak Zul untuk mengantarnya ke hotel. Setelah tahu Angel pindah ke apartemen, Adibrata memang menyuruh Zul untuk stand by di apartemen jika sewaktu-waktu istrinya itu butuh supir untuk pergi.
" Mama mau pergi?" tanya Indhra saat melihat Angel keluar dari kamar dan nampak rapih dengan handbag di tangannya.
" Iya, Ra. Kamu tidak apa-apa Mama tinggal sebentar, kan?" tanya Angel.
" Tidak apa-apa, Ma. Mama mau pergi ke mana?" tanya Indhira karena dia juga harus memberitahu suaminya jika Mama mertuanya pergi keluar.
" Mama mau ada perlu sebentar, Ra. Kamu tunggu di sini saja. Jangan ke mana-mana. Jangan banyak melakukan aktivitas yang berbahaya. Duduk atau tiduran saja menonton televisi. " Sebelum pergi, Angel berpesan kepada menantunya untuk tetap berada di apartemen.
" Iya, Ma. Mama pergi dengan siapa? Diantar Pak Zul?" tanya Indhira kembali.
" Iya, si Zul yang antar Mama, Ya, sudah, Mama pergi dulu, ya!" Angel lalu berjalan meninggalkan apartemen menuju parkiran mobil di lantai delapan apartemen sewaannya itu.
Sepeninggal Mama mertuanya, Indhira bergegas menghubungi Bagas untuk memberitahu soal kepergian Angel.
" Assalamualaikum, Mas. Mas Mama pergi ke luar, apa Mama sudah ijin sama Mas?" tanya Indhira saat panggilan telepon dia tersambung dengan Bagas.
" Waalaikumsalam, Mama pergi? Ke mana?" Bagas justru tidak tahu soal kepergian Mamanya.
" Katanya sih, ada perlu. Memang Mama tidak ijin sama Mas kalau akan pergi?" tanya Indhira.
" Mama tidak bilang apa-apa sama aku, Yank. Lalu, Mama pergi sama siapa?" tanya Bagas kembali.
" Diantar Pak Zul, Mas." jawab Indhira.
" Ya sudah, nanti aku hubungi Mama, tanya Mama mau ke mana. Kamu tidak apa-apa sendirian di apartemen, Yank?" Bagas mengkhawatirkan Indhira karena Indhira saat ini sendirian menunggu di apartemen yang mereka sewa selama satu bulan ke depan.
" Tidak apa-apa, Mas."
" Ya sudah, aku tutup dulu teleponnya kalau begitu, Yank. Aku mau telepon Mama dulu. Assalamualaikum ..." Bagas ingin mengakhiri percakapan telepon mereka.
" Waalaikumsalam ..." Indhira lalu menutup panggilan telepon dan menaruh ponselnya di atas meja di dalam kamar, karena dia ingin melaksanakan sholar Azhar.
***
__ADS_1
" Kita ke mana, Bu?" tanya Pak Zul saat Angel masuk dan duduk di dalam mobil.
" Kita ke hotel Bagas, Zul." perintah Angel pada Pak Zul, supir pribadinya.
" Baik, Bu." Zul pun mulai menjalankan mobil yang biasa dia pakai untuk mengatar Angel pergi.
" Ibu kenapa tidak pulang ke rumah? Kasihan Bapak, Bu. Sendirian di rumah terus." Pak Zul tidak tahu apa permasalahan yang terjadi pada majikannya. Dia hanya menyampaikan apa yang dia lihat selama Angel tidak pulang ke rumah, Adibrata terlihat lesu dan tak bersemangat. Sikap garang pria itu pun terlihat mulai mengikis.
" Biarkan saja, Zul. Bapak itu harus dibuat merasakan, kalau jauh dari anak dan istri itu tidak enak! Biar Bapak itu bisa berubah sikapnya, tidak marah-marah terus. Tidak memaksakan kehendak sama anak-anakknya. Bagas itu bisa kabur dari rumah karena sikap Bapak yang tidak mau mengalah terhadap anaknya!" Angel mengatakan hanya ingin membuat suaminya tersadar akan pentingnya sebuah keluarga. Tidak mungkin dia mengatakan jika hal yang menyebabkan dirinya kabur adalah soal perselingkuhan suaminya. Bagaimanapun juga dia harus menutupi aib yang sudah dilakukan oleh suaminya itu, apalagi di hadapan pegawai-pegawai mereka sendiri
" Saya harap itu bisa berhasil, Bu. Soalnya kalau saya lihat sekarang-sekarang ini sikap Bapak mulai berubah." Pak Zul dapat melihat perubahan sikap Adibrata belakangan ini, khususnya setelah kepergian Angel.
" Syukurlah kalau begitu, Zul." Angel tidak ingin terus membahas soal suaminya.
Ddrrtt ddrrtt
Angel merogoh tasnya karena saat ini tasnya itu berbunyi. Dia melihat nama Bagas yang muncul di layar ponselnya saat ini.
" Pasti Indhira yang kasih tahu Bagas." Angel menduga jika Indhira telah memberitahu Bagas soal kepergiannya itu.
" Halo, Bagas. Ada apa?" tanya Angel.
" Mama mau ada perlu, Bagas." Angel beralasan.
" Apa Mama mau bertemu teman-teman Mama?" tanya Bagas kembali..
" Tidak, Mama tidak pergi menemui teman-teman Mama. Mama sudah bosan kumpul-kumpul dengan mereka." Sejak tinggal bersama Bagas dan Indhira, tak sekalipun Angel pergi berkumpul dengan teman-temannya.
" Lalu Mama mau ke mana?" Bagas makin penasaran karena Angel tidak menyebut tujuan kepergiannya.
" Mama ada perlu, Bagas. Kamu jangan khawatir, Mama tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh, kok!" Angel tidak mau mengatakan jika kepergiannya ingin menemui Dahlia.
" Ada perlu apa sih, Ma? Aku jadi penasaran, nih. Jangan-jangan Mama ada janji ketemu sama Papa, ya?" Bagas malah meledek sang Mama dengan mengatakan Angel menyembunyikan rencana pertemuan dengan Adibrata.
" Siapa juga yang mau bertemu Papamu!?" sewot Angel.
" Hehe, aku bercanda, Ma. Jangan marah, dong!" Bagas langsung minta maaf, saat mendengar nada sewot sang Mama.
__ADS_1
" Mama rencana perginya lama tidak?" tanyanya kembali.
" Tidak, kok. Mama hanya sebentar saja," sahut Angel.
" Ya sudah, Mama hati-hati, ya! Assalamualaikum ..." Bagas mengakhiri panggilan teleponnya.
" Waalaikumsalam ..." jawab Angel kaget karena Bagas mengakhiri panggilan telepon dengan mengucapkan salam. Sudah pasti ini adalah pengaruh kuat Indhira yang banyak menanamkan kebaikan pada diri Bagas.
Tak butuh waktu lama untuk Pak Zul sampai ke hotel Bagas karena jarak yang sangat dekat antara apartemen dengan hotel.
Angel turun dari mobil lalu berjalan masuk ke lobby hotel.
" Selamat sore, Bu." Security menyapa Angel saat melihat kedatangan Angel yang dia tahu adalah ibu dari bosnya.
" Pak, saya mau tanya. Kalau di sini ada pegawai yang namanya Dahlia?" Angel menanyakan keberadaan Dahlia pada security.
" Dahlia ada, Bu. Itu yang di meja resepsionis, Bu." Security menunjuk arah meja resepsionis.
" Oke, Pak. Makasih." Angel lalu melenggang masuk ke dalam hotel setelah menemukan orang yang dia cari. Hingga dia berhenti di depan meja resepsionis.
" Selamat sore, Bu." Tiga orang pegawai resepsionis menyapa Angel. Mereka sudah tahu jika Angel adalah ibu dari Bagas.
" Kamu yang bernama Dahlia?" tanya Angel pada Dahlia setelah melihat name tag di seragam Dahlia.
" I-iya, Bu. Saya Dahlia. Ada apa ya, Bu?" tanya Dahlia ketakutan.
" Kamu ikut saya." Angel menyuruh Dahlia untuk ikut dengannya.
Baik Dahlia, Farah dan Fiska yang ada di meja resepsionis saling pandang saat Angel menyuruh Dahlia ikut dengannya. Mereka kaget sekaligus bingung, namun ada tambahan rasa takut di hati Dahlia. Karena Dahlia tahu jika Angel adalah Mama dari Bagas dan Bagas sendiri sangat membencinya.
*
*
*
Bersambung ..
__ADS_1
Happy Reading❤️