SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Wanita Yang Baik


__ADS_3

Seorang wanita cantik menatap ke arah salah satu pria dari keluarga Adibrata Mahesa. Pria yang berada dalam tangkapan matanya adalah sosok Bagas. Terlihat dalam pandangannya Bagas terlihat sangat bahagia saat ini, berbeda dengan Bagas yang dia kenal dulu.


"Kamu jadi ikut meninjau proyek kita yang di Surabaya, Evelyn?" tanya Daffa, putra bungsu dari Dirga dan Kirania.


Sejak kunjungan dan pertemuan pertama kali antara Evelyn dan Daffa, kedua anak yang berasal dari dua keluarga pengusaha terkenal itu sering bertemu, karena Dirga meminta Daffa yang menghandle proyek besar yang diberikan oleh Nathael. Sementara Nathael sendiri menyerahkan urusan bisnisnya yang ada di Indonesia pada Evelyn.


Hal itu tentu saja tidak disia-siakan oleh Daffa untuk mendekati Evelyn. Titisan seorang Dirgantara sepertinya mengalir dalam diri Daffa, sehingga dalam waktu yang tak lama Daffa dapat mendekati Evelyn.


"Kapan rencana akan ke sana?" Kini Evelyn menoleh ke arah Daffa.


"Lusa. Kalau kamu ikut, nanti aku pesankan tiket pesawatnya sekalian," ujar Daffa.


"Apa aku harus ikut ke sana, Daffa?" tanya Evelyn.


"Mutlak harus ikut, biar aku ada yang menemani." Daffa menyeringai.


Evelyn tersenyum tipis, mendengar bualan Daffa.


"Memang harus ditemani?" tanya Evelyn kemudian.


"Wajib ditemani kamu tepatnya," sahut Daffa cepat.


"Ya sudah, aku ikut kalau begitu." Evelyn akhirnya menyanggupi ikut meninjau proyek pembangunan usaha yang ingin dikembangkan oleh Daddy nya di tanah air.


"Nah, gitu baru sip!" balas Daffa dengan mengembangkan senyum kemenangan. "Kita pergi sekarang?" tanya Daffa saat mereka sudah menyelesaikan menyantap hidangan makan siang mereka.


"Oke," jawab Evelyn kemudian bangkit dari kursi. "Daf, aku mau ke sana sebentar." Evelyn menunjuk arah meja keluarga Adibrata berada.


"Memangnya mereka itu siapa?" Saat melihat meja yang ditunjuk oleh Evelyn, Daffa melihat orang-orang yang berkumpul dalam satu meja yang dia duga adalah sebuah keluarga besar.


"Mereka kerabat Daddy ku." Evelyn lalu berjalan mendekat ke arah meja di mana keluarga Adibrata berkumpul, sehingga Daffa memutuskan mengikutinya dari belakang.


"Halo, Om, Tante, apa kabar?" Ketika sampai di meja tempat Adibrata berkumpul, Evelyn menyapa mantan calon mertuanya itu.


"Evelyn?" Sontak Adibrata dan Evelyn terperanjat saat melihat kemunculan Evelyn di hadapan mereka.


Tak cuma Adibrata dan Angel saja yang kaget. Bagas dan Kartika juga sama terkejutnya. Sedangkan Indhira yang mendengar mertuanya menyebut nama Evelyn seketika menolehkan pandangan ke arah wanita yang baru saja muncul di hadapannya saat ini.

__ADS_1


Indhira melihat sosok wanita cantik bagaikan bidadari saat melihat Evelyn. Sepertinya rasa penasarannya terhadap Evelyn seperti terjawab sudah. Benar yang dibilang oleh suaminya, jika Evelyn adalah sosok wanita cantik dan baik, setidaknya itu yang Indhira rasakan, walaupun baru melihatnya saja.


"Evelyn, kamu ada di sini? Dengan siapa kamu, Nak?" Adibrata bahkan langsung bangkit menyambut Evelyn.


"Aku sama rekan bisnis Daddy, Om." Evelyn mengenalkan Daffa kepada Adibrata sebagai rekan bisnis Daddy nya.


"Halo, Om. Saya Daffa." Daffa langsung bersalaman dengan Adibrata dan memperkenalkan dirinya.


"Sejak kapan kamu di Jakarta, Evelyn?" tanya Adibrata kembali.


"Ayo kalian duduk dulu." Angel menyuruh Evelyn dan Daffa bergabung dengan mereka.


"Tidak usah, Tante. Kebetulan kami mau pergi. Tadi aku melihat ada Om dan Tante di sini, jadi aku kemari untuk menyapa," tolak Evelyn. Kini tatapan Evelyn mengarah ke Bagas dan juga wanita di sebelah Bagas, yang dia yakini adalah Indhira.


"Hai, Bagas." Evelyn menyapa Bagas,


"Hai, Evelyn. Apa kabar?" Bagas bangkit dan menyalami Evelyn, dia pun lalu menoleh ke arah Daffa. "Hai, aku Bagas." Bagas mengulurkan tangan kepada Daffa dan memperkenalkan dirinya.


"Daffa." Daffa pun membalas.


"Senang bisa melihat kamu kembali, Evelyn." Sejujurnya, Bagas senang melihat Evelyn saat ini. Aura wajah wanita itu tidak lagi sendu seperti saat dia memutuskan mengakhiri pertunangan mereka. Dan kehadiran Daffa, dia merasakan jika ada yang spesial di antara Daffa dan Evelyn, meskipun Evelyn mengenalkan sebagai rekan bisnis dari Daddy nya.


"Ini pasti Indhira, ya? Hai, Indhira. Senang akhirnya bisa bertemu dengan kamu." Tak ada rasa dendam dari kalimat yang diucapkan oleh Evelyn saat menyapa Indhira.


"Yank, ini Evelyn. Aku pernah cerita tentang Evelyn. Kamu pernah tanya Evelyn itu seperti apa, kan? Sekarang orangnya ada di hadapan kamu." Bagas terkekeh pun memperkenalkan Evelyn pada Indhira, tentu saja hal itu membuat Indhira malu, karena ketahuan jika Indhira ingin tahu sosok Evelyn.


"Hei, kamu cerita apa tentangku, Bagas?" Evelyn melotot mendengar Bagas sering bercerita tentangnya pada Indhira.


"Tidak ada hal buruk yang aku ceritakan pada Indhira, kok." Bagas lalu membantu Indhira yang ingin bangkit dari kursi, karena ingin bersalaman dengan Evelyn.


Evelyn memperhatikan Bagas yang membantu Indhira yang hendak berdiri, hal itu mengingatkan saat Bagas merawatnya ketika kakinya merasa pegal pesta pertunangan mereka. Kala itu, Bagas memijat kakinya waktu dia mengeluh pegal. Evelyn mengerjapkan mata, mencoba menghilangkan bayangan itu yang tiba-tiba melintas dalam ingatannya.


"Hai, Evelyn." Indhira mendekati Evelyn dan mengajak berjabat tangan.


Evelyn terkesiap melihat perut Indhira yang terlihat sedikit membuncit.


"Kamu sedang hamil sekarang?" Evelyn sampai menutup mulut dengan tangannya.

__ADS_1


"Iya." Indhira tersipu malu. Sejujurnya, ada rasa tak enak hati pada Evelyn. Karena dia seperti merebut Bagas dari Evelyn.


"Kamu cantik sekali, Indhira. Pantas Bagas tidak bisa move on dari kamu." Dibarengi dengan terkekeh, Evelyn menyindir Bagas.


Indhira semakin tidak enak hati mendengar ucapan Evelyn yang sebenarnya hanya sebuah candaan.


"Kak Evelyn, aku 'kok tidak disapa!?" Kartika yang terlewat disapa oleh Evelyn langsung protes.


"Oh hai, Kartika. Sorry, Aku terpukau lihat kecantikan Kakak ipar kamu, jadi lupa menyapa." Evelyn terkekeh. "Hmm, aku pamit dulu, Om, Tante." Tak ingin berlama-lama berkumpul dengan keluarga Adibrata, Evelyn kemudian berpamitan pada keluarga Adibrata.


"Kok, buru-buru, Evelyn?" tanya Angel.


"Iya, Tan. Soalnya kami ada perlu ke tempat lain." Evelyn menghampiri Angel dan bercipika-cipiki dengan Angel.


"Salam buat Mommy kamu, Evelyn." ujar Angel.


"Iya, Tante. Nanti aku sampaikan," jawaban Evelyn.


"Aku duluan, ya." Evelyn berpamitan kepada yang lainnya. Dia pun lalu melingkarkan tangannya di lengan Daffa. "Ayo, Daffa." Evelyn mengajak Daffa pergi meninggalkan keluarga Adibrata.


"Itu pacar barunya Kak Evelyn, ya, Kak?" tanya Kartika melihat Evelyn berjalan dengan melingkarkan tangan di lengan Daffa.


"Tadi dia bilang rekan bisnis Daddy nya, kok." sahut Angel.


"Masa rekan bisnis pakai gandengan tangan kayak gitu!" Kartika memutar bola matanya.


"Bisa saja tadinya rekan bisnis Daddy nya lama-lama jadi pacarnya," ucap Angel kemudian.


Sementara Indhira yang sudah duduk kembali melirik Evelyn yang berjalan menjauh dari pandangannya. Dia menganggumi Evelyn, karena Evelyn sangat berbesar hati menerima takdirnya berpisah dengan Bagas.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2