SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Memberi Kesempatan Pada Papa


__ADS_3

Bagas membuka pintu kamar hotel, dia melihat Indhira sedang duduk di tepi tempat tidur dengan wajah pucat, sementara sang Mama berdiri sambil menyeka peluh di kening Indhira.


" Indhira kenapa, Ma?" tanya Bagas berjalan mendekati kedua orang wanita itu.


" Istrimu ini mengalami morning sickness, Bagas." Angel menoleh ke arah Bagas. " Kamu dari mana?" tanyanya kemudian.


" Aku dari ruang kantorku, Ma." Bagas ikut mengusap wajah Indhira. " Kamu sakit, Yank?" tanya Bagas pada istrinya. Yang dijawab dengan gelengan kepala Indhira.


" Itu hal yang biasa terjadi pada ibu hamil. Coba kamu ambilkan air hangat atau minta buatkan teh herbal untuk istrimu." Angel meminta Bagas menyuruh pegawai hotel untuk membuatkan teh herbal untuk Indhira.


" Iya, Ma." Bagas segera menghubungi pihak resto untuk menyunruh salah seorang pegawainya mengerjakan apa yang Mamanya perintahkan tadi.


" Bagas, memangnya berapa gaji yang kamu terima sampai pagi buta seperti ini sudah stand by di ruangan kerja?" Setelah Bagas menghubungi pihak restoran, Angel menanyakan kenapa Bagas pagi-pagi sekali sudah berada di ruang kerjanya.


" Aku tidak beraktivitas pekerjaan di sana, Ma. Aku hanya menumpang tidur di ruang kerja," sahut Bagas menjawab seperti yang disampaikan pada Indhira.


" Istrimu sedang hamil, Bagas. Jangan jauh-jauh dari dia, apalagi malam hari." Angel menyarankan putranya agar tidak meninggalkan Indhira.


" Aku tidak jauh, Ma. Masih di lingkungan hotel ini. Lagipula, ada Mama di sini yang menemani Indhira, kan?" Bagas mengulum senyumnya, menggoda Mamanya yang tanpa disadari mulai perhatian pada Indhira.


" Hmmm, ya kebetulan ada Mama, kalau tidak ada, gimana? Istri kamu mual-mual kayak tadi, kamu tidak ada menemani!" Angel tetap menyalahkan putranya.


" Iya, iya, yang sudah mulai perhatian sama menantunya, anaknya sendiri sampai dimarahi ..." sindir Bagas pada sang Mama dengan menyeringai.

__ADS_1


Angel melirik ke arah Indhira lalu berganti melirik ke arah Bagas. Dia pun langsung menepis jika berkata seperti tadi adalah sebagai bentuk kepeduliannya pada Indhira.


" Ini bukan soal Mama perduli atau tidak. Tapi, itu sudah kewajiban kamu sebagai suami!" Angel menasehati Bagas.


Bagas memperhatikan Mamanya yang sedang berbicara. Suara Mamanya masih parau dengan mata sembab, Bagas senang, ada perubahan sikap dari sang Mama. Dan itu ditunjukkan Mamanya kepada Indhira meskipun selalu disangkal.


Dulu dia selalu menganggap sang Mama tidak perduli pada anak-anak, karena membebaskan anaknya ingin berbuat apa pun juga selama dia dan Kartika tidak mengganggu kesenangan Angel berkumpul dengan rekan-rekan sosialitanya.


" Bagaimana perasaan Mama saat ini? Apa sudah lebih tenang?" Bagas menanyakan suasana hati Angel yang sudah tidak menangis seperti semalem lagi.


" Mama masih marah dan kecewa terhadap Papa kamu!" Angel lalu duduk di tepi tempat tidur dengan wajah memberengut.


" Aku akan menemui Papa di kantor Papa." Semalaman berpikir, Bagas memutuskan untuk menemui Papa dan membicarakan soal keinginan sang Mama yang memutuskan untuk bercerai.


" Kartika bilang Papa sampai senewen kehilangan Mama. Papa gelisah karena Mama masih belum ditemukan. Apa Mama tidak kasihan melihat Papa seperti itu?" tanya Bagas meminta Mamanya mempertimbangkan keputusannya.


" Kasihan? Apa Papamu itu kasihan pada Mama saat bersenang-senang dengan wanita ja lang itu!? Apa Papa memikirkan Mama saat melakukan pengkhianatan itu?" Angel merasa keputusannya memilih untuk berpisah sudah cukup tepat, dan setimpal atas pengkhianatan Adibrata kepadanya.


" Apa Mama yakin akan berpisah dari Papa? Papa dan Mama benar-benar akah hidup berpisah? Tidak bersama lagi!?" Bagas memastikan keinginan Angel. Selama ini Angel selalu bersama Adibrata. Sekeras apa pun sikap Adibrata, Angel selalu mendampinginya, bahkan dia takut bertemu dengannya karena takut akan mendapat sanksi dari Adibrata, yang artinya Angel selalu tunduk terhadap suaminya.


Angel terdiam, sejujurnya dia tidak siap berpisah dari suaminya itu, apalagi selama ini Adibrata selalu memberikan apa yang dia inginkan dalam hal materi. Namun, dia tidak rela diduakan cintanya apalagi dengan wanita penghibur seperti Kyle itu.


" Kalau Mama memutuskan untuk berpisah dari Papa, itu tidak hanya menyakiti hati Papa dan Mama saja, tapi menyakiti hati aku dan Kartika juga, Ma." Bagas duduk di samping Angel mencoba memberi pengertian kepada Mamanya.

__ADS_1


" Aku tahu ini sangat sulit untuk Mama, bahkan mungkin sangat menyakitkan. Tapi, setiap manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna, Ma. Kita pasti punya kesalahan. Dari kesalahan itu kita bisa belajar, apa kita bisa memperbaiki diri kita hingga tidak terjadi lagi hal seperti itu kembali." Dengan sabar Bagas memberi pengertian pada Angel.


" Sama seperti aku dulu, Ma. Dulu aku pernah berbuat salah dan dosa, tapi aku mencoba memperbaiki diri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Dan Alhamdulillah, Tuhan masih sayang terhadapku. Aku bisa hidup bahagia dengan Indhira, diberi pekerjaan yang mapan, dan sekarang semakin lengkap dengan kehamilan Indhira. Intinya kita bertobat dan tidak melakukan kesalahan yang sama seperti dulu lagi," tutur Bagas mengambil contoh dirinya sendiri.


" Aku ingin bicara dengan Papa, apa yang Papa inginkan setelah kejadian ini? Jika Papa memang merasa bersalah dan bertobat lalu berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi, aku rasa tidak ada salahnya Mama memberikan kesempatan pada Papa untuk memperbaiki kesalahan yang sudah Papa buat." Bagas menasehati Mamanya untuk bisa mempertimbangkan keputusannya untuk berpisah, karena bagaimanapun juga kedua orang tuanya itu sudah lama hidup bersama. Tidak akan mudah jika mereka harus berpisah.


" Mama tidak tahu, Bagas. Mama masih sakit hati terhadap Papamu." Tidak mudah bagi Angel untuk menerima kenyataan suaminya berselingkuh. Rasanya sulit untuk memaafkan apa yang sudah suaminya perbuat.


" Keputusan untuk bercerai adalah keputusan yang sangat besar, Ma. Efeknya bukan hanya ke Mama saja, tapi ke anak-anak dan keluarga besar juga, termasuk ke teman-teman sosialita Mama. Apa kata mereka setelah tahu Mama akan bercerai dari Papa?" Bagas menyebutkan dampak perceraian Angel dan Adibrata dapat mempengaruhi anggapan dan perlakuan mereka terhadap Mamanya. Tentu saja Angel yang seorang istri pengusaha kaya raya, dengan Angel yang mantan istri Adibrata pasti akan berbeda.


" Tapi, bagaimana jika berita perselingkuhan Papamu yang kencan dengan wanita ja lang itu tercium media juga? Apa teman-teman Mama tidak akan membully Mama? Mama malu, Bagas!" keluh Angel.


" Papa bisa menutupi kasus yang menimpaku dulu, aku rasa Papa juga punya cara bagaimana menghadapi wanita itu agar tidak terus memanfaatkan kesalahan Papa." Bagas kini duduk bersimpuh di depan Mamanya dengan menggenggam tangan Angel.


" Ma, percayalah. Walaupun aku memutuskan untuk meninggalkan rumah Papa, bukan berarti aku tidak perduli pada Papa dan Mama. Sebagai anak, aku punya kewajiban untuk melindungi kalian berdua. Dan jika wanita itu masih berusaha mengusik kehidupan Papa dan Mama, aku tidak akan tinggal diam, aku akan bertindak." Bagas yakin, jika Papanya memang menyesali perbuatannya, karena itu dia berusaha agar rumah tangga kedua orang tuanya tetap terjaga.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2