SKANDAL VIDEO MASA LALU

SKANDAL VIDEO MASA LALU
Mengawasi Rissa


__ADS_3

" Ris, aku mau bicara sama kamu!" Ketika Rissa sampai di depan pintu sekolah, tiba-tiba Benny muncul di hadapannya.


" Bicara apa?!" Dengan nada ketus Rissa bertanya. Namun, dia tetap melanjutkan langkahnya.


" Kamu tahu di mana Indhira sekarang berada?" tanya Benny. Benny memang mendapat tugas dari Bagas untuk mencari keberadaan Indhira. Dan tentu saja orang mungkin dapat memberi informasi seputar keberadaan Indhira adalah Rissa, karena Rissa adalah sahabat dekat Indhira.


Rissa menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap ke arah Benny dengan menatap tajam ke arah pria yang dia kenal sebagai sahabat Bagas itu.


" Mau apa kamu tanya-tanya Indhira? Kamu tahu sendiri, kan? Kalau Indhira itu sudah dikeluarkan dari sekolah ini karena perbuatan teman kamu yang breng sek itu!" geram Rissa seraya berkacak pinggang.


" Aku mengerti kalau kamu masih marah sama Bagas. Tapi, saat ini Indhira tidak ada di rumahnya, Ris! Katanya Indhira kabur dari rumahnya. Bagas sangat mencemaskan kondisi Indhira. Dia menyuruh aku mencari keberadaan Indhira, karena dia takut Indhira berada dalam bahaya sekarang ini." Benny mencoba menjelaskan kepada Rissa agar Rissa tidak terus salah paham kepada Bagas.


" Jika Indhira sedang dalam masalah, semua itu karena teman kamu penyebabnya! Apa teman kamu itu pernah berpikir, akibat dari perbuatannya kepada Indhira?! Sekolah Indhira tidak tamat, hidupnya hancur, sekarang dia kabur dari rumah! Sementara teman kamu itu enak-enakan di rumah malah menyuruh kamu yang harus repot mencari Indhira!" Rissa masih belum bisa menerima apapun alasan tentang Bagas. Baginya Bagas adalah orang yang paling bertanggung jawab atas penderitaan yang dialami Indhira saat ini.


" Ris, kamu jangan menjudge seperti itu pada Bagas, dong! Bagas memang salah, tapi dia sudah menyesali perbuatannya! Dia bukan tidak ingin mencari Indhira sendiri, tapi dia memang tidak diijinkan keluar dari rumahnya! Bahkan kami saja teman-temannya dilarang menemui Bagas oleh bodyguard yang menjaga di rumahnya." Melihat Rissa selalu menyalahkan Bagas, Benny merasa tidak terima.


" Kamu dengar, ya! Dan bilang sama temanmu itu juga! Tidak usah mengusik kehidupan Indhira lagi! Sudah cukup dia membuat Indhira menderita!" Rissa menegaskan agar Bagas tidak usah mengganggu kehidupan Indhira lagi.


" Kamu tahu di mana Indhira sekarang, kan?" Dari perkataan yang diucapkan oleh Rissa, Benny curiga jika Rissa tahu keberadaan Indhira saat ini.


" Kalau aku tahu pun, aku tidak akan memberitahukan di mana Indhira saat ini berada pada kalian!" Rissa bergegas meninggalkan Benny, karena dia takut Benny curiga jika dia tahu keberadaan Indhira yang saat ini ada di rumahnya.


Benny menatap langkah Rissa yang berjalan menjauh darinya. Dia merasa jika Rissa menyembunyikan sesuatu darinya.


Benny segera mengambil ponsel dan menghubungi Bagas untuk menyampaikan kecurigaannya pada Rissa yang dia duga sedang menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


" Halo, Gas. Aku sudah bicara pada Rissa. Dia tidak memberitahu kebaradaan Indhira. Tapi, aku curiga kalau dia itu sebenarnya tahu di mana Indhira sekarang berada. Karena dia sama sekali tidak kaget waktu aku bilang Indhira kabur dari rumah." Benny menjelaskan sikap Rissa yang tidak menunjukkan keterkejutannya saat dia beritahu jika Indhira kabur.


" Kalau begitu, kau awasi Rissa terus, Ben. Kalau dia tahu keberadaan Indhira, dia pasti akan menemui Indhira." Bagas menyuruh Benny mengikuti Rissa.


" Maksudmu, aku harus menguntit Rissa?" tanya Benny.


" Cuma itu satu-satunya cara agar aku bisa mendapatkan informasi tentang Indhira, Ben." Bagas berharap Benny dapat membantunya.


" Kau harus membayar mahal aku untuk menjalankan tugas ini, Gas!" Benny terkekeh mengatakan hal itu.


" Berapapun kamu minta, Ben. Akan aku kasih!" sahut Bagas menanggapi ucapan temannya itu.


" Hahaha kamu mau bayar aku uang dari mana, Gas? Uang kamu 'kan sudah ludes untuk kamu kasih ke Indhira." Benny tahu cerita soal kartu ATM milik Bagas yang dititipkan ke Ibu Tika untuk diserahkan kepada Indhira.


" Ya aku hutang dulu, deh! Nanti kalau tabunganku sudah isi lagi aku ganti," balas Bagas.


Teeettt


" Sudah dulu ya, Gas! Sudah bel, nih!" Benny berniat mengakhiri sambungan telepon mereka


" Oke, Ben. Thanks, Ben." balas Bagas sebelum Benny menutup teleponnya.


***


Benny menghentikan motornya di sebelah rumah Rissa. Setelah bel pulang sekolah berbunyi, dia memang bergegas membawa motornya ke keluar gerbang sekolah untuk bersiap mengikuti Rissa. Benny berharap Rissa akan pergi ke tempat Indhira bersembunyi. Namun, Rissa justru pulang ke rumahnya.

__ADS_1


" Halo, Gas. Aku sudah mengikuti Rissa. Tapi, dia tidak ke mana-mana. Dia justru pulang ke rumahnya." Benny segera melaporkan kepada Bagas.


" Apa menurutmu Indhira ada di rumah Rissa, Ben?" tanya Bagas berpendapat jika saat ini Indhira berada di rumah Rissa.


" Bisa jadi, Gas." sahut Benny. " Lalu apa yang harus aku lakukan, Gas?" tanya Benny kemudian.


" Kamu tunggu saja di sana, Ben. Siapa tahu kamu bisa mencari informasi dari orang-orang di sana tentang Indhira." Bagas meminta Benny mengawasi rumah Rissa sampai mendapatkan informasi tentang Indhira.


" Ck, kau ini, Gas! Harusnya kau sewa detektif untuk melakukan tugas ini!" keluh Benny karena Bagas justru memintanya mengawasi rumah Rissa. " Ini komplek perumahan, Gas! Ada kamera cctv. Dan aku ini orang asing di sini! Kalau warga curiga karena aku mengawasi salah satu rumah di komplek ini dan mereka menganggap aku ini orang jahat bagaimana?" komplain Benny mencoba berpikir secara logika.


" Kamu bilang saja kalau kamu ini temannya Rissa. Masa begitu saja kamu tidak dapat memberi alasan!? Kalau aku bisa keluar dari rumah saja aku tidak akan minta bantuanmu, Ben!" Bagas yang kalut karena mendengar kabar Indhira kabur tentu saja merasa kesal dengan alasan Benny yang sebenarnya masuk akal.


" Iya, iya, aku paham, Gas!" sahut Benny menatap ke arah rumah Rissa. Dan saat ini pandangannya menatap sosok yang keluar di teras balkon rumah Rissa. Terlihat olehnya Rissa yang masih memakai seragam sekolah terlihat berbincang dengan seseorang.


" Gas, nanti aku hubungi kamu lagi! Aku lihat Rissa di teras balkon sedang berbicara dengan seseorang. Tapi, tidak terlihat siapa yang sedang berbicara dengan Rissa itu." Benny segera memutuskan panggilan telepon dengan Bagas karena dia ingin fokus mencari tahu siapa yang berbicara dengan Rissa saat ini di teras balkon rumah Rissa.


Benny mengarahkan kamera ponselnya ke arah balkon rumah Rissa untuk mengetahui orang yang sedang bersama Rissa yang dia duga adalah Indhira, hingga akhirnya terlihat olehnya siapa yang sedang berbicara serius dengan Rissa. Benny langsung mengabadikan foto percakapan mereka berdua dan mengirimkan foto itu kepada Bagas dan kembali menghubungi nomer ponsel Bagas.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2