Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Teman Lama.


__ADS_3

Betapa terkejutnya Raisa saat melihat bahwa wanita yang tadi telah disakiti oleh pria kasar itu adalah teman lamanya yang bernama Nada. Ya teman Raisa saat dulu bekerja di salah satu perusahaan sebagai cleaning service.


"Nada, kau baik-baik saja 'kan?" Tanya Raisa


"Raisa, kau benar-benar Raisa?" Tanya Nada yang terlihat tak mempercayainya.


Wajar saja jika Nada bersikap seperti itu, karena Raisa yang dulu sangat berbeda dengan Raisa yang sekarang, terlihat lebih elegan apalagi saat ini perut Raisa juga tampak membesar dengan kehamilannya itu. Membuat Nada pun sedikit pangling terhadap teman lamanya.


"Iya Nada, ini aku Raisa," jawab Raisa, lalu keduanya pun saling berpelukan erat.


Sementara itu, setelah menangani pria yang sudah bersikap semena-mena kepada wanita dan saat ini pria itu pun tampak melarikan diri dan pergi menjauh karena ia takut dikeroyok oleh massa yang tadi sempat melihat sifat kasarnya, Diego pun langsung saja menghampiri istri dan temannya tersebut.


"Sayang, kenapa kau ada di sini? Sudah aku katakan kau tunggu di mobil saja," tukas Diego.


"Kak, aku hanya ingin memastikan bagaimana keadaan wanita yang disakiti oleh pria tadi dan ternyata ini adalah Nada Kak. Dia teman lamaku," ucap Raisa.


Meskipun Diego belum mengenal dan bertemu langsung wanita tersebut, tetapi ia ingat jika Raisa memang pernah menceritakan tentang masa lalunya saat masih berteman dengan Nada. Bahkan Nada jugalah yang memperkenalkan Mami Sheila kepada Raisa. Sehingga atas permintaan Raisa, kini Diego dan Raisa pun membawa Nada pulang ke rumah karena takut jika situasi di luar masih sangat berbahaya.


*****


"Ayo Nada masuk ke dalam, aku ingin bercerita banyak denganmu," ajak Raisa saat sudah berada di depan kediaman Abimana, tetapi terlihat Nada hanya diam saja.


"Tapi Raisa, lebih baik tidak usah ya, aku pulang saja," tolak Nada yang merasa tidak enak dengan Raisa, mengingat bagaimana dulu ia telah mengkhianati temannya itu.


"Loh memangnya kenapa? Sudah jangan malu-malu, ayo ikut saja," ajak Raisa lagi.


"Nada, lebih baik kau ikuti saja apa kata istriku. Kau lihat 'kan saat ini istriku sedang hamil besar, jika permintaannya tidak diikuti maka dia pasti akan sangat marah. Perasaan ibu hamil sangat sensitif, pasti kau pernah mendengarnya 'kan," ujar Diego.

__ADS_1


Sehingga Nada pun mengangguk dan menyetujuinya. Lalu mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan Nada dipersilahkan untuk duduk di ruang tamu.


"Siapa dia Diego, Raisa?" Tanya Siska saat melihat Nada.


"Oh itu Nada Ma, teman lamaku. Tadi tidak sengaja kami bertemu di supermarket karena dia sedang disakiti oleh mantan suaminya yang memaksa untuk mengajak kembali, tapi Nada tidak mau karena pria itu sangat kasar. Bahkan aku dan Kak Diego tadi sudah melihatnya langsung bagaimana kasarnya pria itu yang mencengkram tangan Nada sampai berbekas dan di sudut bibinya juga terdapat luka, sepertinya sehabis ditampar," terang Raisa lirih, membuat Siska pun merasa nyeri membayangkannya dan juga kasihan terhadap Nada


"Oh ya sudah kalau begitu. Lalu kalian berdua mau ke mana, kenapa tamunya malah ditinggal?" Tanya Siska.


"Aku hanya mau ke dapur meminta Bibi untuk membuatkan minuman saja Ma," jawab Raisa.


"Aku mau menaruh tas kerjaku sekaligus mandi Ma, gerah rasanya," jawab Diego.


"Ya sudah Diego, kau lanjut saja dan Raisa kau temani saja dulu temanmu, biar Mama yang akan meminta Bibi untuk membuatkan minuman," kata Siska.


"Iya Ma, terima kasih banyak ya," ucap Raisa dan Siska hanya menanggapinya dengan anggukkan kepala.


Meskipun tadi Nada sudah sempat bercerita di jalan mengenai masalahnya, tetapi itu hanya intinya saja, sehingga Raisa masih ingin mendengar banyak cerita dari teman lamanya itu.


"Jadi setelah menikah dengan pria tadi, siapa namanya?" Tanya Raisa.


"Anjas Sa," jawab Nada.


"Nah iya Anjas, kau berhenti bekerja?" Tanya Raisa.


"Iya Sa, aku berhenti bekerja karena Mas Anjas tidak suka aku bekerja di luar. Katanya aku sering bertemu dengan pria lain, dia sangat cemburuan. Tapi setelah aku di rumah dia malah enak-enakan, makan, tidur, pergi sesuka hatinya, mabuk-mabukan, judi. Jika kalah judi pasti dia marah-marah dan akan memukuliku. Sifatnya benar-benar 100% berubah, tidak seperti saat sebelum menikah. Mas Anjas merupakan orang yang pekerja keras, dia sangat baik dan perhatian padaku, dia juga selalu memberikanku hadiah-hadiah istimewa, untuk itu aku percaya padanya. Aku tidak tahu jika setelah menikah semuanya akan berubah secepat kilat Sa. Bagaimana aku bisa tahan dengan suami seperti itu," terang Nada yang memendam kepedihan di dalam hatinya karena harus menceritakan pengalaman pahit di dalam hidupnya, tetapi ia juga merasa lega karena tidak memendamnya sendirian lagi.


"Yang sabar ya Nad, pilihanmu untuk berpisah dengan pria brengsek itu adalah pilihan yang tepat," ucap Raisa.

__ADS_1


"Aku jadi iri denganmu Sa. Kau sangat beruntung sekali memiliki suami yang baik, kaya dan saat ini kau sedang mengandung, pasti kau sangat bahagia 'kan," ujar Nada.


"Nada sebenarnya ada suatu hal yang ingin aku ceritakan padamu. Jadi Kak Diego suamiku itu adalah pria yang waktu itu tidak sengaja aku temui dan itu semua juga karena kau Nada," kata Raisa.


"Maksudmu bagaimana Sa?" Tanya Nada kebingungan.


Lalu Raisa pun menceritakan bagaimana awal mula pertemuannya dengan Diego hingga akhirnya mereka menikah. Itu semua berawal karena Nada lah yang mempertemukannya dengan Mami Sheila, sehingga kondisinya menjadi seperti sekarang ini.


"Hah kau serius Sa? Jadi Tuan Diego adalah pelanggan pertamamu waktu itu, yang kau katakan duda anak 1 'kan?" Tanya Nada yang terlihat begitu terkejut.


"Ya kau benar Nada, Aku adalah duda anak 1. Jadi aku dan Raisa waktu itu bertemu sama-sama untuk pertama kalinya karena maksud tertentu. Tapi kita berdua tidak melakukan apapun, hingga akhirnya jodoh telah mempersatukan kami menjadi pasangan suami istri," ucap Diego yang sudah selesai mandi dan berpakaian rapi, lalu kembali menemui Raisa dan Nada.


"Aku minta maaf Tuan Diego, Raisa. Semua itu gara-gara aku, aku yang sudah menjerumuskan Raisa ke jalan yang tidak benar dan perlu kalian berdua ketahui waktu itu Mami Sheila menanyakan di mana keberadaan Raisa, aku terpaksa memberitahu karena aku takut. Aku takut diancam oleh Mami Sheila, bagaimanapun juga dulu Mami Sheila pernah menolongku waktu aku masih menjadi tetangganya. Untuk itulah aku takut dengan Mami Sheila, aku takut dia menyakitiku. Dia tidak menjadikanku wanita kupu-kupu malam saja aku sudah merasa bersyukur. Aku minta maaf Raisa, Tuan," ucap Nada yang terlihat begitu menyesal.


"Sudahlah Nada, lagipula waktu itu aku juga selamat kok karena bantuan Kak Diego. Dan apa kau tahu justru saat ini aku mau berterima kasih padamu, karena kaulah aku bisa bertemu dengan Kak Diego. Ya memang semua itu tidak semulus dan seindah yang kau katakan tadi. Aku dan kak Diego tentunya pernah mengalami hal-hal tersulit di dalam hubungan kami, bahkan kami pernah berpisah karena tiba-tiba orang tua Kak Diego tidak merestui hubungan kami karena tahu masa lalu yang pernah aku jalani, Mami Sheila dan mantan istri Kak Diego lah yang sudah membongkarnya. Pasalnya mantan istri Kak Diego itu tidak terima aku bersatu dengan Kak Diego karena dia masih mencintai dan ingin balikan dengan Kak Diego lagi. Sampai sekarang juga masih ada kok cobaan-cobaan yang kami hadapi, tapi kami selalu mencoba untuk bersabar dan menghadapinya. Selagi kami bersatu masalah-masalah itu pasti akan selesai. Terkait masalah tidak direstui orang tua ada akhirnya Mama kak Diego mengetahui fakta yang sebenarnya dan kita sekarang bisa bersama lagi. Seperti yang kau lihat aku sedang mengandung, sebentar lagi aku juga akan melahirkan," ucap Raisa.


"Syukurlah Sa, aku ikut senang. Itu semua karena kebaikan dan ketulusanmu hingga akhirnya kau menemukan cinta yang sesungguhnya, tidak seperti aku. Aku hanyalah manusia yang sok suci, munafik, aku berpura-pura baik di depanmu tapi di belakangmu aku malah menjerumuskanmu. Maafkan aku Raisa," ucap Nada diiringi air matanya yang mengalir.


"Jangan menangis Nad, aku tidak pernah menyalahkanmu, aku mengerti kok. Sudah aku katakan justru aku sangat berterima kasih padamu karena tanpa sengaja kau telah mempertemukan aku dan Kak Diego, pria yang begitu tulus mencintaiku," ucap Raisa yang tanpa sadar juga mengeluarkan air matanya.


"Apa yang dikatakan oleh istriku itu benar. Meskipun awalnya aku merasa marah padamu setelah mendengar pengakuan ini, kau yang sudah membuat Raisa waktu itu terancam karena kejahatan Mami Sheila, kau memberitahu di mana keberadaannya, padahal Raisa sudah bersusah payah untuk bersembunyi. Tetapi bagaimanapun juga aku tetap berterima kasih padamu, karena kau yang telah mempertemukan kami, kau yang telah membuat aku menemukan istri sebaik Raisa setelah sekian lama aku menutup pintu hati untuk wanita. Terima kasih ya Nada dan kau tenang saja untuk masalahmu dengan mantan suamimu itu, aku pasti akan membantu membereskannya. Pria itu tidak akan mungkin berani mengganggumu lagi," ucap Diego.


Aku yang harusnya berterima kasih karena Tuan Diego dan Raisa sudah menolongku," ucap Nada.


Lalu Raisa dan Nada pun kembali berpelukan. Keduanya sama-sama merasa sangat bahagia karena bisa bertemu teman lama, apalagi bagaimanapun juga Raisa memang tidak pernah memiliki teman dekat kecuali Nada yang dari dulu memang selalu menjadi teman curhatnya dan ia sangat mengerti kenapa Nada waktu itu bisa sampai mengkhianatinya. Itu semua hanya karena rasa takut.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2