Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Merasa Tidak Pantas.


__ADS_3

Mendengar ucapan Sastro tentu saja Siska hanya diam saja dan tidak mau ikut campur. Sedangkan Raisa yang mendengar akan hal itu pun merasa sangat senang, karena menurutnya ayahnya tersebut sudah mengambil keputusan yang sangat tepat.


"Ya ampun Ayah membuatku terkejut saja, aku pikir tadi ada apa. Kalau seperti itu sih aku sangat setuju," ucap Raisa. "Kak Kelvin, kenapa kau bengong, apa kau tidak suka?" Tanyanya yang melihat Kelvin tampak syok.


"Bukan seperti itu, tapi Ayah, Raisa, aku merasa tidak pantas untuk menerima ini semua," ucap kelvin yang merasa sangat sungkan.


"Kenapa tidak pantas Kelvin, kau juga Anak Ayah. Tidak peduli mau itu anak angkat atau anak kandung tetap saja kau adalah Anak Ayah. Apa kau merasa tidak sanggup karena Ayah akan memberikan beban perusahaan padamu? Selama ini kau sudah bekerja dengan baik, kau sudah menjadi asisten Ayah. Kau bisa mengerjakan semua pekerjaan kantor dengan sangat mudah, bahkan tanpa Ayah pun kok sanggup untuk menyelesaikan beberapa proyek yang sudah Ayah berikan langsung padamu tanpa campur tangan ayah sedikitpun. Ayah ini sudah Tua Kelvin, Ayah juga sakit-sakitan, apa kau tega melihat Ayah terus mengurusi perusahaan. Sudah saatnya Ayah pensiun, Ayah ingin tenang bermain bersama cucu-cucu Ayah. Jadi Ayah mau perusahaan kau yang melanjutkannya, hanya kau yang bisa. Apalagi kau sudah sangat tahu seluk-beluk perusahaan Ayah," ucap Sastro.


"Tapi Ayah, aku benar-benar merasa tidak pantas. Apalagi selain anak, Ayah 'kan juga memiliki cucu," ujar Kelvin.


"Ayah memang memiliki cucu laki-laki dan perempuan, tapi Denis nantinya sudah pasti akan menuruni perusahaan ayahnya. Sedangkan Diesa dia seorang perempuan, Ayah tidak yakin kalau dia mau memimpin perusahaan, sama dengan ibunya. Walaupun mau tetapi saat ini mereka masih kecil, kita tidak tahu apa yang terjadi nanti ke depannya dan untuk masalah itu kita bisa membahasnya lagi nanti. Lagi pula tidak perlu khawatir, Ayah juga sudah membaginya untuk mereka yang sudah ada jatahnya masing-masing. Untuk lebih lanjut kita bicarakan saja nanti di rumah, tidak enak berlama-lama berbicara di depan rumah sakit seperti ini," ucap Sastro.


"Kelvin, lebih baik kau terima saja tawaran Ayah. Benar kata Ayah hanya kau yang pantas menerimanya. Nanti kalian bisa lanjutkan lagi berbicara di rumah, sekarang bagaimana kalau kita pulang dulu, supaya Mama dan Ayah bisa istirahat," kata Diego.


"Ya kau benar Diego. Maaf Nyonya Siska gara-gara Saya Nyonya jadi harus ikut mendengarkannya di sini," ucap Sastro.


"Tidak apa-apa Tuan, saya senang bisa menjadi bagian pendengar di sini. Meskipun pendapat saya sama sekali tidak dibutuhkan di sini, tetapi jujur saya sangat setuju dengan pemikiran dan keputusan Tuan Sastro," ucap Siska yang membuat Sastro tersenyum, entah kenapa rasanya begitu senang mendengar Siska menyetujuinya.


Siska yang biasanya selalu tidak sependapat dengan Sastro sehingga menimbulkan perdebatan di antara mereka, tetapi kali ini mereka terlihat akur. Mungkin karena keduanya sadar sudah tua, jadi sudah tidak pantas lagi untuk mempeributkan hal-hal yang tidak penting.


"Jangan berkata seperti itu Nyonya. Pendapat Nyonya Siska juga sangat penting di sini dan terima kasih karena sudah menyetujui keputusan saya," ucap Sastro.


"Saya tidak melakukan apapun Tuan, jadi tidak perlu mengucapkan terima kasih," ujar Siska.


Kini mereka semua pun masuk ke dalam mobil masing-masing dan setelah itu pergi meninggalkan rumah sakit.


*****


"Kira-kira Kak Aron sudah di mana ya? Apa dia sudah sampai rumah Kak?" Tanya Raisa saat mereka di perjalanan pulang.


"Aron belum mengabariku. Tapi sebentar, biar aku menghubunginya dulu dan menanyakan di mana keberadaannya sekarang," kata Diego sembari merogoh ponsel di dalam saku celananya, lalu ia pun menghubungi bodyguard-nya tersebut.


"Ya halo, kau ada di mana?"


"Oh, kami baru saja pulang dari rumah sakit dan Jason yang menjemput. Kau hati-hati."


"Baiklah."


Diego mengakhiri telepon tersebut lalu menyimpan ponselnya kembali.

__ADS_1


"Bagaimana Kak, Kak Aron sudah sampai di mana?" Tanya Raisa, bagaimanapun juga ia tetap mengkhawatirkan Aron yang pulang sendirian dari Bandung ke Jakarta.


"Sudah berada di Jakarta tapi masih di perjalanan pulang ke rumah. Kau tidak perlu khawatir Sayang," jawab Diego.


"Syukurlah, berarti Kak Aron memang terkena macet ya Kak. Untunglah kita naik pesawat, kalau naik mobil mana mungkin kita sudah sampai Jakarta, sudah ke rumah sakit pula," ujar Raisa.


"Iya Sayang, kalau perjalanan Bandung-Jakarta menggunakan mobil jarang sekali tidak terkena macet. Maka itu aku lebih memilih kita naik pesawat daripada mobil," kata Diego.


*****


Meskipun baru sehari berada di rumah, tetapi Diego tak memilih untuk beristirahat karena ia sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan. Sehingga keesokan harinya ia langsung saja bersiap-siap akan pergi bekerja, walaupun tak bisa dipungkiri jika tubuhnya terasa sangat lelah.


"Kak, kau yakin akan pergi bekerja? Apa tidak bisa istirahat dulu di rumah walaupun hanya 1 hari saja," kata Raisa.


"Tidak ada waktu untuk beristirahat sekarang Sayang, kau 'kan tahu sendiri kita sudah terlalu lama di Bandung, sudah banyak pekerjaan yang aku tinggalkan. Sementara aku tidak memiliki asisten yang bisa menanganinya, sekretarisku juga sudah cukup kewalahan karena banyaknya meeting yang harus tertunda," kata Diego.


"Oh … seperti itu. Ya sudah tapi kau sarapan dulu ya Kak, paling tidak isi perutmu supaya tidak sakit dan kau bisa lebih fokus untuk bekerja," kata Raisa.


"Sayang, aku benar-benar minta maaf. Aku harus pergi sekarang mengejar meeting pagi ini, karena ada klien yang seharusnya 2 hari yang lalu meeting bersamaku dan batal begitu saja. Tetapi untungnya tadi malam aku bisa membujuknya lewat telepon dan dia memberikan kesempatan pagi ini sebelum berangkat ke luar negeri, jadi aku benar-benar tidak sempat lagi untuk sarapan. Belum lagi nanti terkena macet di jalanan, aku harus menunjukkan keseriusanku kali ini, aku harus tiba tepat waktu," ucap Diego.


Meskipun Raisa sangat khawatir, tetapi ia juga sangat mengerti dengan kondisi suaminya saat ini.


"Ya sudah Kak kalau begitu, aku akan menyiapkan sarapannya di tempat bekal dan kau harus membawanya ya. Nanti saat di mobil atau selesai meeting kau bisa memakannya," kata Raisa.


"Sama-sama Kak dan sama sekali tidak repot kok," jawab Raisa lalu ia pun terburu-buru menuju ke ruang makan dan memindahkan sarapan yang telah ia buat untuk Diego ke wadah bekal.


Setelah menerima sarapan tersebut, Diego langsung saja berpamitan kepada keluarganya dan segera pergi dari rumah karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB dan ia janji rapat dengan klien pukul 07.00 WIB.


_____


Berbeda dengan Diego, sedangkan Denis belum masuk sekolah karena Raisa sudah meminta izin kepada gurunya. Sehingga Raisa pun memilih untuk tidak membangunkan anaknya itu dan membiarkannya untuk beristirahat terlebih dulu.


Ting … tung …


Setelah mengantar Diego ke depan rumah dan hendak melangkahkan kakinya menuju ke dapur karena sedang membuatkan bubur untuk ibu mertuanya, tiba-tiba saja terdengar suara bel pintu rumah. Sehingga Raisa pun langsung saja membukakan pintu tersebut karena kebetulan ia yang berada tidak jauh dari pintu ruang tamu.


Ternyata yang datang adalah seorang perawat yang sudah dipekerjakan khusus dari rumah sakit untuk merawat Siska.


"Ayo silahkan masuk Sus," ucap Raisa.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Nyonya," ucap suster dan langsung masuk ke dalam rumah.


Tak lupa pula suster tersebut memperkenalkan diri dan Raisa langsung membawa Suster tersebut ke kamar Siska, karena di saat itu kondisi Siska terbilang cukup lemah, sehingga hanya beristirahat saja di dalam kamar.


"Ma ini adalah Suster Maira yang akan merawat Mama di rumah dan Suster Maira, ini adalah ibu mertua saya Mama Siska yang harus Suster rawat. Saya sedang membuatkan bubur untuk Mama, nanti setelah siap Suster bisa langsung memberikan Mama sarapan dan obatnya," ucap Raisa yang juga menjelaskan apa saja tugas yang harus suster itu lakukan.


"Baik Nyonya Raisa," jawab Suster Maira.


"Iya sama-sama Sus. Terima kasih juga Sus karena sudah datang untuk merawat Mama. Kalau begitu saya tinggal dulu ya Sus, nanti biar Bibi yang mengantar buburnya ke sini. Karena saya mau mengurus anak-anak dulu," ucap Raisa.


"Iya Nyonya Raisa," jawab Suster Maira.


"Ma aku tinggal dulu ya, Mama istirahat saja di kamar. Sekarang sudah ada Suster Maira yang menjaga Mama, kalau ada apa-apa minta tolong Suster dan nanti kalau Mama bosan minta antar Suster saja Mama mau ke mana. Jangan pergi sendiri ya, kondisi Mama masih lemah," ucap Raisa.


"Iya Sayang, terima kasih ya. Kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkan Mama," ucap Siska.


"Iya Ma sama-sama, aku tidak akan khawatir kok kalau Mama mau menuruti apa kata Suster Maira," jawab Raisa tersenyum, lalu keluar dari kamar ibu mertuanya tersebut.


Setelah menitipkan bubur yang tadi telah ia masak kepada Bibi yang saat itu berada di dapur, kini Raisa melangkahkan kakinya menuju ke kamar untuk melihat sang bayi yang tadi ia titipkan kepada salah satu Asisten Rumah Tangga, sedangkan sang pengasuh anak belum datang karena memang belum waktunya.


"Terima kasih banyak ya Bi," ucap Raisa saat sudah berada di kamar dan terlihat anaknya yang masih tertidur.


"Iya sama-sama Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu," ucap bibi dan segera keluar dari kamar tuannya tersebut.


*****


"Huft … ."


Pada akhirnya Diego bisa bernafas dengan lega dan merasa sangat bahagia karena rapat telah berakhir dan klien bersedia untuk bekerjasama dengannya. Meskipun klien tersebut sempat merasa kecewa karena 2 hari yang lalu ia sudah membatalkan rapat begitu saja, tetapi setelah mendengar penjelasannya klien tersebut pun memberikan Diego kesempatan. Diego merasa sangat tenang sekarang karena ia bisa mengatasi masalah pekerjaannya, meskipun saat ini banyak sekali masalah di dalam hidupnya.


Kruk … kruk …


Terdengar suara dari dalam perut Diego yang merasa sangat lapar, karena saat ini ia hanya memesan minuman saja. Dan di saat itu Diego mengingat bekal yang dibawakan oleh Raisa, lalu ia pun segera saja menuju ke mobil dan memakan beberapa potong sandwich yang dibuatkan oleh istrinya tersebut. Setelah dirasa cukup kenyang, Diego pun kembali menyimpan bekalnya dan ia menyalakan mesin mobilnya hendak melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan.


Akan tetapi baru saja ia menjalankan mobilnya tersebut, tiba-tiba saja …


"Akh … !"


Cheat …

__ADS_1


Diego memberhentikan mobilnya secara mendadak karena terdengar teriakan seseorang tepat di depan mobilnya, sehingga membuatnya pun merasa terkejut dan langsung saja turun dari mobil. Di saat itu terlihat seorang wanita yang sudah terduduk di depan mobilnya dan mengaku jika ia tertabrak mobil, meskipun ia tidak merasa menabrak apapun saat itu.


Bersambung …


__ADS_2