Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Dalang Dibalik Kecelakaan.


__ADS_3

Siska yang di saat itu baru saja dari dapur mengambil minuman sendiri karena saat ini kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya, menuju ke kamar Diesa karena ingin melihat apa yang sedang dilakukan cucunya tersebut. Tetapi tidak sengaja ia malah mendengar Raisa sedang menelpon yang membuatnya begitu sangat terkejut, sehingga segera saja ia membuka pintu.


Akan tetapi di saat itu tiba-tiba saja dadanya terasa sakit, untuk itulah pintu terbuka dengan sangat keras hingga menimbulkan suara kebisingan, bahkan Diesa yang sedang tertidur terkejut dan menangis mendengar akan hal itu.


"Mama," ucap Raisa, ia benar-benar tidak menyangka jika ibu mertuanya itu akan mendengarnya.


Raisa ingin segera menolong Siska yang tampak lemah dan tubuhnya terhuyung, tetapi di satu sisi sang bayi sedang menangis kencang. Sehingga ia langsung saja menaruh ponsel yang masih dalam kondisi tersambung begitu saja di atas tempat tidurnya dan hendak menghampiri ibu mertuanya terlebih dulu.


"Nyonya, Nyonya kenapa Nyonya?"


Untungnya di saat itu Ayumi datang tepat waktu sehingga ia pun langsung saja menolong Siska dengan menangkap tubuhnya itu.


"Sus, bawa Mama ke sini Sus," titah Raisa.


Sehingga Ayumi pun menuntun nyonya-nya tersebut ke tempat tidur Diesa dan duduk di tepi ranjang.


"Rileks Nyonya, ambil nafas dan keluarkan lagi secara perlahan," ucap Ayumi sembari mengusap punggung Siska dengan lembut dan diikuti oleh wanita paruh baya itu.


"Apa Mama baik-baik saja?" Tanya Raisa di dalam kekhawatirannya sembari menenangkan sang bayi.


"Nyonya biar saya saja yang menenangkan baby Diesa," ucap Ayumi.


Di saat itu Maira juga datang ke kamar Diesa karena mencari Siska yang tidak ada di kamarnya.


"Nyonya Siska, Nyonya Raisa, maaf tadi saya ke belakang sebentar dan tidak tahu jika Nyonya Siska sudah bangun bahkan tidak ada di kamarnya," ucap Maira. "Nyonya Siska kenapa?" Tanyanya yang begitu panik.


"Tidak apa-apa Sus, Mama ada di sini dan memang saat ini kondisi Mama kurang baik," jawab Raisa.


Ayumi yang sudah mengambil Diesa dari gendongan Raisa, memberi gestur kepada Maira untuk mengikutinya keluar dengan membawa sang bayi. Ia ingin Raisa dan Siska berbicara berdua saja.


"Ada apa Sus? Kenapa Nyonya Raisa dan Nyonya Siska terlihat tegang seperti itu?" Tanya Maira.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu karena aku baru saja datang ke kamar ini dan aku melihat Nyonya Siska tadi hampir saja tumbang. Sepertinya dia mendengar atau mengetahui sesuatu yang sangat buruk," jawab Ayumi.


"Apa mungkin Nyonya Siska sudah mengetahui tentang kabar Tuan Diego?" Ujar Maira.


"Mungkin saja seperti itu, jadi biarkan saja mereka berbicara dulu. Ayo kita tenangkan baby Diesa dan bermain dengannya. Bagaimana kalau kita ke kamar Kak Denis saja," kata Ayumi.


"Ya sudah ayo Sus, jawab Maira menyetujui.


Lalu keduanya pun langsung menuju ke kamar Denis membawa bayi yang sudah tampak terdiam.


_____


"Raisa, jelaskan kepada Mama," pinta Siska.


"Halo Sayang, Ma, aku disini. Aku baik-baik saja."


Terdengar suara Diego dari seberang telepon, sehingga Siska pun langsung saja meraih ponsel tersebut dan melihat sang anak di sana.


"Ma, apa Mama baik-baik saja?" Tanya Diego.


"Aku minta maaf Ma, aku hanya tidak ingin Mama khawatir. Aku hanya mengalami kecelakaan kecil dan saat ini aku berada di Rumah Sakit Bandung, Mama jangan khawatir ya. Tadi Om Hermawan juga datang ke sini menjengukku," kata Diego.


"Bohong! Tidak mungkin Hermawan datang ke sana, kecuali dia memang mempunyai keperluan lain. Jadi kau jangan mengada-ngada Diego. Katakan kepada Mama dengan siapa kau berada di sana sekarang," kata Siska.


"Kemarin sore aku memang sempat menemui Om Hermawan Ma dan aku juga sudah menghubunginya untuk memberitahu kabarku saat ini tetapi kontaknya tidak aktif. Aku disini bersama dengan Kelvin dan Ramzi Ma, saat mereka sedang keluar karena ada urusan lain," ucap Diego.


"Urusan lain apa, memang apa kepentingan mereka di Bandung selain untuk menjagamu," hardik Siska.


"Ma, Mama tenang ya. Yang penting Kak Diego baik-baik saja. Aku hanya tidak mau memberitahu Mama karena takut Mama khawatir seperti ini," ucap Raisa.


"Iya Ma, benar apa yang Raisa katakan. Lagi pula Raisa merahasiakannya juga karena keinginanku, kondisi Mama 'kan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Percayalah Ma ini semua demi kebaikan Mama," Diego menimpali.

__ADS_1


"Apakah sehabis bertemu dengan Hermawan kau ada menyakiti hatinya? Ingat pesan Mama kau harus berhati-hati dengannya Diego, karena dia bisa melakukan apapun. Bahkan sampai saat ini kematian Ayahmu pun Mama merasa masih ada yang janggal bahwa itu semua adalah settingan," ucap Siska yang membuat Diego tiba-tiba teringat akan pertemuannya waktu itu dengan Hermawan.


*****


Keesokan hari, meskipun Diego sudah diperbolehkan untuk dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta dan mendapatkan perawatan di sana, tetapi ia menunda kepulangan itu karena masih ada urusan penting harus mereka urus di kota Bandung. Begitu juga dengan Kelvin dan Ramzi yang belum kembali ke Jakarta karena hendak membantu Diego. Tetapi tidak ada yang bisa Diego lakukan kecuali menghubungi dan mengkonfirmasi mereka berdua lewat telepon, karena saat ini kondisi Diego sangat tidak memungkinkan untuk keluar dari rumah sakit.


Tidak lama kemudian Kelvin mengabarkan jika dalang di balik kecelakaan saat ini sudah ditemukan dan berada di Kantor Polisi.


"Jemput aku sekarang atau aku akan pergi sendiri. Aku harus tahu dan melihat langsung siapa dalang di balik ini semua," kata Diego yang sangat ngotot.


"Tapi Diego pikirkan juga kondisimu, bagaimana jika nanti malah terjadi sesuatu denganmu," kata kelvin yang merasa khawatir.


"Aku baik-baik saja Kelvin, justru jika aku berada di rumah sakit ini tanpa tahu apapun, itu yang membuatku semakin menderita. Cepat jemput aku sekarang!" Bentak Diego.


Hingga pada akhirnya Ramzi pun menuju ke rumah sakit untuk menjemput Diego, sementara Kelvin sudah berada di Kantor Polisi untuk bertemu dengan orang yang sudah menyebabkan Diego dan supir taksi kecelakaan, bahkan sang supir meninggal dunia.


_____


Setelah meminta izin Dokter memperbolehkan Diego pergi dari rumah sakit sebentar dan harus kembali lagi dalam waktu 2 jam, dengan syarat Diego juga tidak boleh melakukan aktivitas berat.


"Brengsek! Aku tidak akan pernah memaafkan siapapun itu orangnya. Lihat saja, orang itu harus membayar apa yang sudah dia lakukan," umpat Diego saat berada di perjalanan.


Ramzi dapat melihat jika saat ini Diego terlihat sangat emosi dengan tatapannya yang begitu tajam, seperti harimau lapar yang hendak menerkam mangsanya. Sehingga ia juga tidak berani untuk mengatakan apapun.


"Apa kau tidak bisa lebih cepat lagi bawa mobilnya," imbuh Diego.


"Maaf Tuan," ucap Ramzi lalu menambah laju kecepatan mobilnya.


Hingga tidak membutuhkan waktu lama kini mereka pun telah tiba di Kantor Polisi, segera saja Ramzi membantu Diego untuk naik ke atas kursi roda dan dengan cepat pula ia membawa tuannya tersebut masuk ke dalam kantor untuk langsung menemui siapa dalang dibalik kecelakaan yang terjadi. Di sana juga sudah ada kelvin yang menunggu mereka.


"Diego, ini dia dalangnya. Apakah dia orang yang kau maksud?" Tanya Kelvin seraya menunjuk seorang pria paruh baya yang membelakanginya.

__ADS_1


Di saat itu pun Diego langsung saja mendekat serta melihat wajah orang tersebut, dan betapa terkejutnya Diego karena dalang dibalik kecelakaan yang dialaminya ternyata benar-benar orang yang tidak ia duga sebelumnya.


Bersambung …


__ADS_2