Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Berlibur ke Bali.


__ADS_3

"Sayang bagaimana, apakah Om Erros mau mendengarkan semua penjelasan Ayah?" Tanya Raisa saat pria itu sudah kembali ke kediamannya.


"Iya Sayang, bahkan mereka berdua sudah berdamai. Apa kau tahu tadi Om Erros juga meminta maaf padaku dan juga kau," ucap Diego, lalu menceritakan bagaimana pertemuan mengharukan tadi di rutan hingga mereka saling berpelukan, bahkan sampai menangis yang terlihat sangat tulus dari dalam lubuk hati yang paling dalam.


"Syukurlah, aku senang kalau memang seperti itu. Akhirnya keinginanku agar Om Erros dan Ayah bisa baikan terwujud juga, memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini," ucap Raisa.


"Iya Sayang, siapa yang tahu jika pada akhirnya hati Om Erros bisa melunak juga," ujar Diego.


"Iya Kak. Oh ya Kak tentang rencana liburan memangnya kapan kita mau pergi?" Tanya Raisa.


"Kemungkinan sekitar satu atau minggu lagi, karena masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu. Memangnya kenapa Sayang?" Tanya Diego pula.


"Hm … kira-kira kau mau membawaku dan Anak-Anak ke mana Kak?" Tanya Raisa lagi.


"Ada dua pilihan sih dan ini rekomendasi yang aku lihat di internet. Kalau tidak ke Korea, ke Jepang," jawab Diego.


"Oh … seperti itu ya Kak," kata Raisa yang terlihat tidak semangat.


"Ada apa Sayang? Apa kau memiliki rekomendasi negara lain, katakan saja. Sudah kukatakan kemanapun kau mau pergi aku pasti akan mengikutimu," kata Diego.


"Sebenarnya aku baru terpikir sih Kak, tapi ini tidak ke luar negeri," kata Raisa.


"Oh ya, memangnya kau mau ke mana Sayang?" Tanya Diego.


"Bagaimana kalau kita liburan ke Bali saja. Untuk apa juga sih kita harus liburan sampai ke luar negeri, menurutku lebih baik kita menikmati keindahan yang ada di negeri kita sendiri. Jujur aku belum belum pernah mempunyai keinginan untuk liburan ke luar negeri, tapi aku ingin ke Bali Kak. Aku pernah ada keinginan pergi ke sana tapi itu sudah lama, jadi boleh tidak kalau aku mewujudkannya sekarang," ucap Raisa.


"Tentu saja boleh Sayang, oke kalau begitu kita berlibur ke Bali. Benar apa katamu, lebih baik kita itu berkeliling mengunjungi tempat-tempat wisata di negeri kita sendiri baru setelah itu kita ke luar negeri. Lagi pula Bali pun tidak kalah bagusnya kok dengan luar negeri, buktinya banyak turis-turis dari luar negeri mengunjungi Bali. Jadi kenapa kita tidak," ucap Diego menyetujui.

__ADS_1


"Terima kasih ya Sayang," ucap Raisa lalu mencium sekilas bibir suaminya itu.


"Kau jangan memancingku ya Sayang," ucap Diego dengan senyuman menggoda.


"Aku tidak memancingmu Kak. Memangnya salah aku menciummu sebagai rasa terima kasihku, kau saja yang pikirannya selalu kemana-mana. Lebih baik sekarang kau mandi dulu karena ini sudah sore, aku mau ambil Diesa dulu, dia lagi main dengan Sus Ayumi dan Kak Denis di ruang bermain," kata Raisa.


"Iya Sayang sama-sama. Ya sudah kalau begitu jangan lama-lama ya kembali ke kamar, aku merindukanmu," ucap Diego dan hanya ditanggapi senyuman saja oleh istrinya tersebut.


*****


Satu minggu pun telah berlalu, kini Raisa dan Diego sudah mempersiapkan segala perlengkapan mereka untuk berlibur ke Bali. Perlengkapan Anak-Anak mereka juga sudah dipersiapkan oleh Raisa, hanya tinggal berangkat saja keesokan harinya.


"Kak Denis, bagaimana apakah kau senang karena kita akan pergi berlibur ke Bali besok?" Tanya Raisa yang berada di dalam kamar anak sulungnya tersebut, begitu juga dengan Diego yang tampak bermain dengan anak-anaknya itu.


"Senang dong Ma, aku sudah tidak sabar lagi. Papa dan Mama sangat pintar mengambil waktu liburannya karena kebetulan hari libur sekolah aku juga," ucap Denis begitu antusias.


"Hore … terima kasih banyak ya Pa, Ma, aku sayang sama Mama dan Papa." Denis bersorak gembira lalu mencium pipi ayah dan ibunya itu.


"Mama dan Papa juga sayang sama Kak Denis, sama Adik Diesa juga," ucap Raisa, lalu mereka pun tampak tersenyum bahagia. "Ya sudah kalau begitu sekarang Kak Denis tidur ya, besok pagi-pagi kita sudah berangkat." titahnya.


"Iya Ma. Selamat tidur Mama, Papa dan Adik," ucap Denis.


"Selamat tidur jagoan Papa," ucap Diego.


"Selamat tidur juga sayangnya Mama," ucap Raisa pula.


Lalu Denis pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan mata, Raisa menyelimuti anaknya tersebut sementara Diego menggendong anak bungsu mereka. Setelah itu Raisa mematikan lampu kamar lalu mereka bertiga pun keluar dari kamar Denis dan menuju ke kamar mereka yang berada di lantai atas.

__ADS_1


*****


Siapa yang tidak tahu Bali, sebuah wilayah provinsi yang terletak di Indonesia. Ibu kotanya adalah Denpasar dan terletak di bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara.  Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan asing. Tak dipungkiri banyak juga warga negara Indonesia sendiri yang datang dari berbagai macam daerah karena Pulau Bali terkenal sangat indah.


Saat ini Diego beserta istri dan kedua anaknya sudah berada di pulau Bali, setelah menaruh barang-barang di penginapan dan berganti pakaian, segera saja mereka menuju ke pantai untuk menikmati keindahan di pulau tersebut. Mereka tampak berfoto-foto dengan menyewa jasa fotografer untuk mengabadikan momen kebahagiaan di sana.


Bukan hanya Denis saja, bahkan Diesa yang baru pertama kali merasakan bermain di laut itu merasa sangat senang dengan didampingi oleh Diego. Tak henti-hentinya anak berusia 1 tahun itu tertawa karena bermain dengan ayah dan kakaknya, yang membuat Raisa begitu sangat bahagia melihatnya.


"Terima kasih Tuhan karena sudah memberikanku kebahagiaan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Aku merasa sangat bersyukur memiliki Ayah, Ibu mertua, suami dan juga Anak-Anak yang begitu mencintai dan aku cintai," ucap Raisa di dalam hatinya.


"Mama, ayo dong Ma kita buat istana pasir," ajak Denis sembari menggandeng tangannya, yang membuat Raisa tersadar dari lamunan. Karena di saat itu Raisa memang sedang berdiri melihat suami dan anak-anaknya yang sedang duduk di tepi pantai bermain pasir.


"Oh iya Sayang, ya sudah ayo kita buat," jawab Raisa.


_____


Tidak lama kemudian mereka pun mengakhiri bermain di tepi pantai karena waktu sudah hampir sore dan kini mereka sudah kembali ke penginapan untuk segera membersihkan diri dan beristirahat. Apalagi Diesa juga sudah terlihat rewel, mungkin karena merasa lelah setelah melewati perjalanan dari Jakarta ke Bali dan langsung menghabiskan waktu bermain di tepi pantai.


"Kak, lebih baik kita pesan makan malam saja dan minta antar ke sini. Tidak usah keluar lagi karena sepertinya Anak-Anak sudah sangat lelah," ucap Raisa.


"Iya Sayang, bukan Anak-Anak saja tetapi kita juga lelah 'kan. Lagi pula lebih baik kita menghabiskan waktu di kamar, apalagi Anak-Anak sudah tidur, ini adalah kesempatan kita," ucap Diego sembari mengerilngkan matanya, menggoda sang istri.


"Kau ini ya Kak, selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan. Ya sudah kalau begitu aku mau mandi dulu, sudah sangat gerah. Aku titip Anak-anak ya," ucap Raisa dan bergegas menuju ke kamar mandi.


Sedangkan Diego menemani dua anaknya yang di saat itu sudah tampak tertidur nyenyak di atas tempat tidur, setelah tadi Raisa memandikan mereka terlebih dulu.


Diego menatap wajah kedua anaknya yang polos dan tidak berdosa, ia juga tersenyum dan sama halnya dengan Raisa merasa sangat bersyukur dengan kebahagiaan yang terjadi di dalam hidupnya saat ini, memiliki istri dan juga dua anak yang sangat dicintainya.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2