
"Bagaimana Kak, apa kau sudah puas setelah menelpon Papa? Apa rasa rindumu untuk Papa sedikit berkurang?" Tanya Raisa kepada anak laki-lakinya.
"Sudah Ma, aku senang bisa berbicara dengan Papa meskipun lewat telepon," ungkap Denis.
"Syukurlah kalau seperti itu. Ya sudah ayo keluar, Kak Denis harus tidur siang dan Mama juga mau membawa Adik ke kamar Mama dulu. Nanti sore baru kita main, bagaimana?" Kata Raisa.
"Hore … iya Ma aku mau," jawab Denis yang begitu antusias. Lalu mereka pun keluar dari kamar baby Diesa.
Raisa mengantar anak sulungnya itu ke kamar terlebih dulu, baru setelah itu ia membawa sang bayi menuju ke kamarnya.
*****
Sore hari setelah dari lokasi tempat pembangunan proyek, Diego pun langsung pergi menuju ke salah satu restoran di Bandung untuk bertemu dengan adik sepupu ibunya yang mengajaknya untuk bertemu.
Saat tiba di restoran tersebut, Diego melihat om-nya yang bernama Hermawan itu sudah berada di sana menunggunya. Sehingga langsung saja ia melangkahkan kaki menghampiri pria paruh baya itu.
"Maaf Om aku terlambat," ucap Diego yang saat ini sudah berdiri di hadapan Hermawan.
"Diego, silahkan duduk! Kau sama sekali tidak terlambat, Om juga baru 5 menit yang lalu sampai di sini," jawab Hermawan.
Lalu Diego pun duduk di kursi seberang Hermawan dan langsung menyeruput minuman yang memang dipesan untuknya.
"Terima kasih Om minumannya, kebetulan aku memang sangat haus dari lokasi proyek tadi dan belum ada minum sama sekali," ucap Diego.
"Iya Diego sama-sama, ternyata minuman kesukaanmu masih sama seperti yang dulu," ucap Hermawan.
"Jadi ada apa Om mengajakku bertemu di sini? Kenapa tidak lewat telepon saja jika memang sangat urgent Om," tanya Diego.
"Pertama-tama Om mau mengucapkan terima kasih karena kau sudah mau menemui Om di sini Om. Om hanya tidak enak saja jika berbicara lewat telepon, lebih baik bertemu langsung seperti ini," ucap Hermawan.
__ADS_1
"Katakan ada apa Om?" Tanya Diego yang tak suka berbasa-basi.
"Om mau meminjam uang padamu, tidak banyak hanya 1 M saja. Karena saat ini perusahaan Om benar-benar sedang membutuhkan dana, Om baru saja kena tipu dan untuk saat Om rugi besar. Kalau Om tidak mendapatkan uang itu maka perusahaan Om akan terancam bangkrut," ucap Hermawan.
"Apa? 1 M Om mengatakan tidak banyak? Apa Om pikir aku ini pencetak uang. Dua bulan yang lalu aku baru saja mentransfer uang ke Om dengan alasan yang sama dan jumlahnya itu juga tidak sedikit. Sekarang Om malah tidak segan minta uang lagi denganku. Om tahu 'kan perusahaanku sendiri saja sedang ada masalah Om dan aku ke sini sekarang, jauh-jauh demi bekerja sama dengan klien di sini karena aku ingin membangkitkan perusahaanku yang hampir bangkrut karena masalah-masalah yang terjadi. Apa Om pernah peduli atau sekedar bertanya bagaimana kondisi perusahaanku di sana saat aku sedang terkena masalah? Sama sekali tidak pernah Om, yang Om tahu hanya meminta uang dan meminta uang," tukas Diego yang merasa jika selama ini ia hanya dimanfaatkan oleh saudara ibunya itu.
Bagaimana tidak, di saat ibunya berada di Rumah Sakit Bandung om-nya itu hanya datang sekali saja dan itu karena mengutarakan niatnya ingin memimpin perusahaan miliknya yang berada di Jakarta. Hermawan sama sekali tidak peduli dengan kondisi ibunya, bahkan istri dan anaknya juga sama sekali tidak ada yang menjenguk Siska waktu itu. Menanyakan kabarnya sampai sekarang pun tidak ada, yang membuat Diego benar-benar sudah sangat muak.
"Ya ampun Diego, uang segitu bagimu pasti jumlah yang kecil 'kan? Kau itu banyak uang, jangan membohongi Om. Lagi pula Om tidak memintanya tapi Om pinjam dan nanti jika kondisi perusahaan Om sudah stabil pasti Om akan mengembalikan uang itu," kata Hermawan.
"Oh ya? Tapi buktinya apa, dua bulan yang lalu Om juga meminjam uang, bahkan sebelum itu Om juga mengatakan meminjamnya. Apakah Om ada membayarnya? Sama sekali tidak ada. Tapi aku tidak pernah meminta karena Om juga sama sekali tidak pernah berniat untuk membayarnya," tukas Diego.
"Kau ini benar-benar keterlaluan ya, dengan Om-mu sendiri saja kau perhitungan. Jangan mentang-mentang sekarang kau sudah kaya, sukses, kau menjadi sombong dan tidak mau membantu saudaramu sendiri," hardik Hermawan yang mendadak emosi.
"Aku akan membantu orang yang benar-benar membutuhkan bantuan, tidak peduli mau itu saudaraku ataupun orang yang tidak aku kenal sama sekali. Jika Om memang membutuhkan uang untuk perusahaan, berusahalah sendiri. Bukan aku tidak mau membantu Om, aku sendiri juga membutuhkan banyak uang untuk perusahaanku. Jadi aku minta maaf kali ini tidak bisa membantu Om," ucap Diego yang langsung saja beranjak dari tempat duduk dan pergi meninggalkan Hermawan di restoran.
Hermawan tak mengucap kata apapun, ia mengepal erat kedua tangannya dan menatap punggung kepergian Diego dengan tatapan tajam, penuh emosi.
*****
Setelah beberapa minggu tidak bertemu dan pertemuan terakhir mereka saat Nada mengunjungi Sastro di rumah sakit, saat ini karena sedang memiliki waktu luang Kelvin pun menghubungi Nada dan mengajaknya untuk makan malam serta jalan-jalan bersama. Kebetulan di saat itu Nada juga bekerja di shift pagi, sehingga malam harinya ia memiliki waktu luang.
Kelvin tampak sudah rapi menggunakan kemeja berwarna hitam celana hitam dan juga terlihat begitu tampan. Ia tersenyum menatap dirinya di cermin, merasa sangat bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan wanita pujaannya. Ya Kevin merasa jika saat ini ia benar-benar sudah memiliki perasaan terhadap Nada yang ia yakini jika perasaan itu adalah perasaan cinta.
Lalu Kelvin keluar dari kamarnya, menghampiri sang ayah yang berada di ruang baca untuk berpamitan.
"Apakah kau mau mengejar cintamu?" Tanya Sastro to the point.
"Ayah, kenapa Ayah begitu tahu?" Tanya Kelvin pula.
__ADS_1
"Tentu saja Ayah tahu, Ayah juga pernah muda. Semoga kau berhasil, kejarlah kebahagiaanmu Kelvin. Adikmu sudah menikah dan memiliki anak, Ayah juga berharap kau segera menikah dan memberikan cucu lagi untuk Ayah. Tapi Ayah ingin setelah menikah nanti kau tetap tinggal di sini supaya rumah ini tidak sepi. Siapapun wanita pilihanmu, Ayah tidak pernah melarangnya. Yang penting dia baik untukmu," ucap Sastro.
"Terima Kasih Ayah. Aku juga tidak pernah berniat untuk meninggalkan Ayah dan aku yakin jika wanita ini yang terbaik. Dia juga sangat baik terhadap Ayah dan Raisa," kata Kelvin.
"Apakah itu Nada?" Tanya Sastro yang menebaknya dengan benar.
"Doakan aku ya Ayah, semoga aku berhasil," ucap Kelvin tanpa menjawabnya, karena sudah pasti hal itu adalah benar.
*****
Setelah makan malam bersama, kini Kelvin pun mengajak Nada ke suatu tempat yang ramai dikunjungi oleh para muda-mudi maupun yang sudah berumur, ada yang hanya sekedar menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan atau berkencan di sana.
Kini Kelvin dan Nada sedang berada di sebuah jembatan yang terletak di atas danau, melihat bulan dan bintang di langit yang terlihat sangat Indah.
"Kak Kelvin, sebenarnya ada apa kau mengajakku ke sini?" Tanya Nada karena tadi Kelvin mengatakan ada sesuatu yang ingin disampaikannya.
"Oh iya, aku ingin berbicara sesuatu denganmu Nada. Hal yang sangat penting," ucap Kelvin.
"Iya Kak katakan saja," ucap Nada.
"Nada, kau tahu sendiri 'kan bagaimana selama ini aku tidak pernah menyukai wanita selain Raisa. Karena memang aku selalu sibuk bekerja dan pertama kali dekat dengan wanita yaitu Raisa. Tapi Raisa sudah menikah dan aku sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi dengannya, apalagi Raisa adalah Adikku. Setelah itu aku bertemu denganmu, dari awal aku sudah merasakan sesuatu yang berbeda. Semakin lama kita dekat, aku merasa jika cinta itu kembali tumbuh dan itu hanya untukmu. Nada, aku mencintaimu, apakah kau mau menerima cintaku?" Tanya kelvin yang akhirnya mengungkapkan isi hatinya.
Nada merasa sangat terkejut dan tampak terdiam, tidak langsung menjawab pertanyaan Kelvin. Ia benar-benar tak menyangka jika kakak angkat sahabatnya itu akan menyatakan perasaan padanya.
"Nada maaf jika aku sudah lancang dan ini terlalu terburu-buru untukmu, tapi aku sudah memikirkan dan meyakinkan perasaan ini sejak beberapa bulan ini Nada, menurutku ini adalah waktunya. Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, kapanpun kau sudah siap kau boleh menghubungiku," ucap Kelvin.
"Maaf aku tidak bisa."
Terdengar jawaban Nada yang membuat Kelvin merasa terkejut sekaligus merasa kecewa.
__ADS_1
Bersambung …