
Clarissa masih tanpa uring-uringan sendiri karena ia masih terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Hingga tidak berapa lama kemudian, lampu lalu lintas pun kembali hijau dan Clarissa segera melaju untuk kembali mengejar taksi tersebut. Akan tetapi pada kenyataannya ia gagal karena taksi itu telah menghilang entah ke mana. Ia pun merasa sangat putus asa dan memutuskan untuk kembali ke kediamannya dengan perasaan sangat yang kecewa.
Sementara itu Siska yang tadi menggunakan taksi online sudah tiba di rumah sakit dan langsung saja menuju ke tempat di mana menantunya itu berada, yaitu ruang IGD.
"Ma, Mama datang ke sini dengan siapa? Kenapa tidak menunggu supir?" Tanya Diego karena supirnya itu memang belum lama pergi dari rumah sakit.
"Memangnya jam berapa supir pulang? Bahkan Mama saja tidak sempat bertemu dengannya. Lagipula tidak ada salahnya Mama naik taksi online 'kan, Mama baik-baik saja dan selamat sampai di sini," ujar Siska.
"Oh iya Ma supir memang baru pulang, tapi syukurlah Mama baik-baik saja," ucap Diego.
"Bagaimana keadaan Raisa, apa yang terjadi sampai Raisa bisa seperti ini?" Tanya Siska.
"Raisa sedang istirahat di dalam Ma. Kondisinya masih lemah, tapi Dokter mengatakan setelah diinfus dan dirawat minimal 3 hari pasti kondisinya akan membaik. Kondisi jadinya juga lemah meskipun selamat," ucap Diego, lalu menceritakan apa yang telah terjadi.
Di saat itu pula terlihat Sastro yang baru tiba di rumah sakit dan Diego juga menceritakan kronologi kejadian yang menimpa istrinya tersebut.
"Benar-benar kurang ajar! Masih ada saja jambret yang berkeliaran dan ingin mencelakai ibu hamil. Ini tidak bisa dibiarkan," ucap Sastro.
"Ya begitulah orang-orang zaman sekarang yang tidak bisa mencari uang halal dan malah menghalalkan segala cara, bahkan tidak memikirkan resiko apa yang akan dialami oleh orang lain," ujar Siska yang sebenarnya sangat khawatir terhadap keadaan Raisa.
"Ya Anda benar dan saya pasti akan mencari tahu siapa orang-orang yang sudah sengaja menyakiti anak saya," ucap Sastro.
"Oh ya? Lalu kasus yang kemarin apa Anda sudah bisa menemukan siapa yang sengaja ingin mencelakai Raisa waktu di toilet restoran?" Tanya Siska yang membuat Diego tersentak.
"Aku sudah menemukannya, tapi aku masih mencari bukti yang akurat dulu," sahut Diego sehingga membuat Sastro dan Siska pun menatap ke arahnya.
Akan tetapi mereka tak sempat untuk bertanya karena tiba-tiba terdengar suara Raisa yang memanggil suaminya. Sehingga baik Diego, Sastro maupun Siska langsung saja masuk ke dalam ruang IGD untuk melihat Raisa.
"Raisa, kau kenapa? Apa yang sakit Sayang?" Tanya Diego yang terlihat begitu cemas karena Raisa terlihat memegangi perutnya.
"Kak, perutku sakit sekali," rintih Raisa dengan keringatnya yang bercucuran dari kening.
Sastro yang mendengar akan hal itu pun langsung saja memanggil dokter agar cepat menangani anaknya. Sedangkan Siska yang juga terlihat sangat khawatir, langsung menghampiri menantunya tersebut.
"Raisa, kau yang bersabar sebentar ya. Sebentar lagi Dokter akan memeriksa keadaanmu," ucap Siska seraya menggenggam erat tangan menantunya itu.
__ADS_1
Raisa dapat merasakan jika Siska masih menyayanginya seperti dulu, hanya saja mungkin ibu mertuanya itu masih butuh waktu untuk mengembalikan rasa kepercayaannya. Diego sendiri merasa sangat senang melihat akan hal itu, sehingga tanpa sengaja ia pun tersenyum lalu kembali bersedih melihat kondisi istrinya terus saja merintih.
Kini dokter dan suster pun telah tiba dan akan langsung memeriksa keadaan Raisa. Sehingga keluarga diminta untuk keluar agar dokter bisa bekerja dengan maksimal.
"Tidak Dokter, aku akan tetap berada di sini menemani istriku," ucap Diego.
"Tapi Tuan-" ucapan suster terhenti di kala dokter memotong ucapannya.
"Biarkan saja Suster, cukup Tuan Diego saja yang berada di sini," ujar Dokter, sehingga Diego pun tetap berada di di dalam ruang IGD untuk memberikan Raisa semangat dan kekuatan.
Sedangkan ayah dan ibu mertua Raisa keluar dan menunggu kabarnya.
Karena saat ini bertepatan dengan waktunya istirahat di kantor, Sastro pun menghubungi asistennya dan memberitahu kabar Raisa saat ini. Ia juga meminta Kelvin untuk mencari tahu tentang para penjambret yang berada di tempat Raisa tadi celaka.
Sehingga Kelvin pun tak mau membuang waktu lagi, ia yang di saat itu merasa pekerjaannya sudah tidak banyak dan bisa ditinggal, langsung saja bergegas menuju ke lokasi yang dimaksud oleh tuannya.
*****
Di saat Clarissa sedang kebingungan menatap jendela kamar di kediaman Darrel, di saat itu ponselnya berdering ada panggilan masuk dari sang pemilik rumah. Lalu ia pun langsung saja menjawab telepon tersebut.
"Untuk apa kau menelponku? Jika tidak ada kabar penting lebih baik jangan menggangguku," ucap Clarissa ketus.
"Apa?" Tanya Clarissa.
"Aku sudah mendapatkan alamat rumah sakit tempat Raisa dirawat. Bagaimana, apakah kau senang?" Tanya Darrel.
"Hah kau serius, tentu saja aku senang. Sekarang cepat beritahu aku di mana alamatnya," pinta Carissa.
"Ups, tidak bisa segampang itu dong Sayang. Kau harus memberikanku imbalan dulu, baru aku akan memberikan alamatnya," ucap Darrel.
"Cih, sudah kuduga kau itu kalau ada apa-apa pasti akan mengambil kesempatan. Memangnya kapan aku tidak memberikanmu? Lagipula bukankah aku sudah memutuskan untuk menjalin hubungan denganmu," ujar Clarissa.
Ya saat ini Clarissa dan Darrel sudah menjalin hubungan, baru saja kemarin Clarissa menerima cinta Darrel karena ia sangat ingin mendapatkan alamat tersebut. Sehingga dengan bersusah payah akhirnya Darrel mendapatkan di mana alamat rumah sakitnya karena diam-diam mengikuti Diego.
"Kau memang pintar Sayang. Oke kalau begitu kita bertemu sekarang, bagaimana?" Ucap Darrel.
__ADS_1
"Tidak masalah, sekarang aku juga sudah berada di rumahmu. Kau hanya tinggal pulang saja ke sini," ujar Clarissa yang rasanya sudah tak sabar lagi untuk mendapat alamat tersebut.
Berbeda halnya dengan Darrel yang sudah tak sabar lagi ingin mendapatkan pelayanan dari sang kekasih. Kebetulan hari juga sudah sore dan sudah waktunya pulang bekerja, Darrel pun bergegas meninggalkan perusahaan dan pulang ke kediamannya.
*****
"Sayang, tinggal sedikit lagi nih. Kau harus menghabiskan makanannya," ucap Diego yang sedari tadi tampak menyuapi dan memaksa istrinya tersebut untuk makan.
Karena Raisa terlihat sangat malas untuk makan alias tidak berselera.
"Kak sudah ya, aku benar-benar sudah tidak nafsu lagi untuk makan," ucap Raisa.
"Sayang, kau tidak boleh egois seperti itu. Oke sekarang kau tidak berselera makan karena sedang tidak enak badan, tapi apa aku tidak memikirkan anak di dalam perutmu? Kau tidak memikirkan kesehatan Anak kita, bagaimana kalau dia merasa kelaparan karena ibunya tidak mau makan," ujar Diego yang membuat Raisa pun terdiam.
"Kak, kapan ya aku bisa pulang? Aku bosan Kak sudah 2 hari ada di rumah sakit," ucap Raisa mengalihkan ke arah pembicaraan lain.
"Kau boleh pulang kalau keadaanmu sudah pulih. Kalau kau tidak makan bagaimana keadaanmu bisa pulih," ujar Diego yang ujung-ujungnya meminta Raisa untuk makan kembali.
"Ya sudah Kak kalau begitu aku mau makan lagi," ucap Raisa yang membuat Diego pun merasa senang lalu kembali menyuapi istrinya.
Akan tetapi baru saja suapan pertama masuk ke dalam mulut Raisa, tiba-tiba ia merasa sanga mual dan langsung memuntahkan seluruh isi di dalam perutnya.
"Kak maafkan aku ya, kau jadi terkena muntahanku 'kan. Sudah aku bilang aku sudah tidak berselera dan aku mual Kak, kalau seperti ini ujung-ujungnya keluar semua 'kan yang aku makan," ucap Raisa.
"Ya sudah tidak apa-apa, daripada kau muntah tetapi perutmu tidak ada isi lebih baik seperti ini 'kan?" Ujar Diego seraya memberikan Raisa air minum lalu membersihkan muntahan tersebut.
"Ya sudah, kalau begitu aku mau istirahat saja ya," ucap Raisa.
"Iya Sayang, ya sudah kau istirahat saja," ucap Diego lalu Raisa pun membaringkan tubuhnya kembali dan Diego menyelimuti tubuh istrinya tersebut.
Setelah itu Raisa mencoba memejamkan matanya hingga terlelap, sedangkan Diego tampak setia menemani Raisa dengan duduk di sampingnya.
_____
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB, saat jam besuk sudah habis, baik Sastro maupun Siska yang tadi juga berada di sana untuk melihat Raisa kini mereka semua telah kembali. Tadinya Sastro juga kekeh ingin menemani anaknya untuk menginap di rumah sakit, tetapi Diego mengatakan jika malam ini biar ia saja karena besok pagi ada pekerjaan yang sangat penting jadi Diego meminta ayahnya yang menjaga Raisa. Sehingga Sastro pun menyetujuinya.
__ADS_1
Di saat itu tiba-tiba saja Diego sangat ingin ke toilet, mau tak mau ia pun meninggalkan istrinya yang sedang tidur. Saat Diego baru saja keluar dari ruang rawat inap Raisa, Di saat itu pula terlihat seseorang yang menggunakan pakaian suster tetapi sangat mencurigakan masuk ke dalam ruang rawat inap tersebut.
Bersambung …