Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Ketahuan Berbohong.


__ADS_3

Satpam juga terlihat sangat lemah karena dihajar habis-habisan oleh tiga orang misterius itu, meskipun ia tidak diserang menggunakan benda tajam. Di saat itu ia berusaha untuk bangun dan menolong Sastro karena melihat darah yang semakin deras mengucur dari perutnya. Karena belum berhasil bangun, satpam itu pun menggeserkan tubuhnya hingga bisa menggapai tangan Sastro.


"Tuan Sastro, Tuan yang kuat ya. Saya akan membantu Tuan," ucap Satpam lirih.


Sastro hanya menganggukkan kepalanya karena sudah tak sanggup lagi untuk mengucap kata, membuat satpam itu pun semakin merasa cemas. Jika dibiarkan keadaan Sastro pasti akan semakin memburuk.


Sehingga dengan sekuat tenaga satpam mencoba untuk bangun hingga ia berhasil dan berjalan sempoyongan menuju ke pos keamanan. Lalu segera saja satpam tersebut menghubungi Kelvin melalui ponsel yang ia letakkan di dalam laci, karena telepon yang berada di pos sudah dirusak oleh para preman yang menyerang mereka tadi.


Untungnya meskipun di saat itu Kelvin sudah tertidur, tetapi mendengar ada panggilan dari satpam itu pun membuat Kelvin langsung terbangun dan perasaannya tiba-tiba saja menjadi tidak enak, merasakan ada sesuatu yang terjadi. Sehingga saat menjawab telepon dari satpam, Kelvin juga melihat dari jendela kamarnya yang berada di lantai atas itu ke arah bawah, tepatnya ke arah pos keamanan.


"Apa yang terjadi Pak?" Tanya Kelvin.


"Tuan, Tuan Sastro Tuan," ucap satpam yang berjalan tertatih mendekati Sastro, hingga di saat itu ia pun terjatuh di samping tuannya itu.


Betapa terkejutnya Kelvin karena baru menyadari jika ayahnya tergeletak di atas lantai meskipun ia belum melihat jelas apa yang terjadi dengannya. Tak mau membuang waktu Kelvin pun langsung saja berlari dan keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi.


_____


"Ayah, Ayah … bangun Ayah … !" Teriak Kelvin karena melihat ayahnya tersebut sudah tak lagi sadarkan diri dengan benda tajam yang masih tertancap dan juga darah yang mengalir tanpa henti.


"Pak, apa yang terjadi dengan Ayah Pak. Bapak juga bapak belur seperti ini, sebenarnya ada apa?" Tanya Kelvin yang merasa sangat takut, cemas, khawatir, panik, bercampur aduk menjadi satu.


"Tadi ada 3 preman yang menyerang saya Tuan. Tiba-tiba Tuan Sastro keluar dan preman itu malah menyerangnya dengan senjata tajam. Ma-ma-maafkan-"


"Sudah Pak nanti saja menjelaskannya, sekarang yang penting kalian berdua harus mendapatkan pertolongan. Apalagi kondisi Ayah sudah parah seperti ini," ucap Kelvin yang menyela ucapan satpam karena terlihat sudah tak sanggup lagi untuk berbicara.


Karena tak mungkin membawa dua orang sekaligus menuju ke rumah sakit, Kelvin pun membangunkan supir lalu meminta bantuannya untuk segera membawa Sastro dan juga satpam ke rumah sakit, ia juga membangunkan satpam yang tadi berjaga siang untuk menggantikan satpam yang terluka menjaga keamanan malam ini.


Kelvin benar-benar tidak tenang dengan apa yang terjadi dengan ayahnya saat ini, ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Sastro dengan baik sampai pria itu terluka. Jika Raisa mengetahuinya sudah pasti ia akan sangat terkejut dan marah padanya, tetapi ia juga tidak mungkin merahasiakan hal ini dari adik angkatnya itu. Sehingga ia memutuskan untuk menghubungi Diego terlebih dulu saat nanti sudah berada di rumah sakit.


*****


Drt … drt … drt …

__ADS_1


Beberapa kali ponsel Diego bergetar di atas nakas tepat di samping tempat tidurnya itu tetapi Diego belum juga terbangun, mungkin karena tidurnya yang sangat nyenyak. Begitu juga dengan Raisa yang sama sekali tak menyadarinya meskipun terdengar jelas suara getaran ponsel suaminya itu.


Lalu ponselnya itu pun kembali bergetar karena sang penelpon terus saja berusaha menghubunginya, sehingga Diego pun terbangun dan langsung meraih ponselnya tersebut dengan mata yang masih setengah terbuka.


"Kelvin, ada apa dia menghubungiku malam-malam seperti ini?" Batin Diego dengan perasaan yang tidak enak.


Di saat itu Diego melirik Raisa yang sedang tidur nyenyak dengan sang bayi, sehingga dengan perlahan ia turun dari atas tempat tidur agar tidak mengusik tidur istrinya tersebut, lalu keluar dari kamar dan menjawab telepon tersebut.


Setelah menjawab telepon tersebut, Diego pun kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil hoodie serta memakai celana panjang, lalu meraih kunci mobil yang berada di atas meja TV. Setelah itu ia kembali melangkahkan kaki secara perlahan dan keluar dari kamar, lalu pergi meninggalkan rumah.


_____


Tidak berapa lama kemudian, Diego telah tiba di rumah sakit karena tadi kelvin yang mengabarinya tentang kondisi Sastro saat ini. Sehingga ia pun bergegas menuju ke ruang UGD tempat di mana ayahnya saat ini berada. Di saat itu Diego melihat Kelvin dengan wajah cemas dan tampak mondar-mandir di depan ruang dengan tersebut, lalu Digo berjalan mendekati pria itu.


"Bagaimana keadaan Ayah Vin? Apa yang terjadi dengan Ayah?" Tanya Diego saat sudah berada di samping Kelvin.


"Ayah masih ditangani Dokter, aku benar-benar takut Diego, aku takut terjadi sesuatu dengan Ayah," ucap Kelvin dengan mata yang berkaca-kaca dan juga tubuh yang bergetar karena merasa sangat takut.


"Sabar Kelvin, kau harus tenang. Aku juga tidak mau terjadi sesuatu dengan Ayah, kita doakan semoga Ayah baik-baik saja. Brengsek! Siapa sebenarnya yang telah berani melakukan ini? Lalu bagaimana dengan Satpam?" Tanya Diego.


"Iya, tapi kita harus menunggu kondisi Pak satpam sedikit lebih baik. Aku akan segera melaporkan hal ini kepada Polisi. Aku benar-benar penasaran siapa yang sebenarnya sudah melakukan hal ini, mereka benar-benar sudah bertindak jauh. Oh ya Kelvin, lebih baik Raisa tidak usah tahu dulu masalah ini. Dia pasti akan merasa sangat syok setelah mengetahuinya," kata Diego.


"Kau benar Diego, maka dari itu aku tidak mengabarinya. Tapi bagaimana jika nanti Raisa sadar kau pergi dari rumah malam-malam seperti ini?" Ujar Kelvin.


"Kau tenang saja, aku sudah mengatur semuanya," ucap Diego.


"Ba ji ngan! Lihat saja, siapapun yang melakukan hal ini aku tidak akan pernah melepaskannya," kata Kevin.


"Kau tenang saja Kelvin, aku juga tidak mungkin tinggal diam. Apalagi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan Ayah, aku pasti akan menghabiskan mereka semua," ucap Diego dengan tatapan tajam.


*****


Raisa mengerjap-ngerjapkan matanya dan meraba-raba di samping sang anak, ia menyadari jika Diego sudah tak ada di sampingnya. Sehingga Raisa pun membuka mata dan mencari di sekeliling tetapi tidak menemukan suaminya itu. Lalu ia pun beranjak dari tempat tidur dan memindahkan sang bayi yang masih tidur ke dalam baby box supaya lebih aman.

__ADS_1


Setelah itu Raisa mencari Diego di kamar mandi tetapi tidak juga menemukannya dan saat ia hendak keluar kamar, di saat itu pula Diego membuka pintu dan masuk ke dalam. Hingga keduanya saling bertatapan dan membuat Diego terlihat gugup melihat sang istri yang menatapnya penuh dengan tanda tanya.


"Apa yang harus aku katakan kepada Raisa sekarang?" Batin Diego.


"Kau dari mana Kak? Tumben jam segini kau sudah bangun, kau dari luar?" Tanya Raisa.


"Oh ini Sayang, aku tadi hanya ke bawah sebentar, minum," jawab Diego asal saja, hanya itu yang terlintas di dalam otaknya saat ini.


"Oh ya? Tapi itu air minum 'kan masih ada Kak, kenapa harus mengambil minuman di bawah," tukas Raisa yang menatap curiga.


"Ya tidak apa-apa lah Sayang, aku hanya ingin minum air dingin saja. Tiba-tiba aku merasa sangat haus dan ingin minum air es, sudah ya Sayang tidak usah dipermasalahkan. Aku mau mandi dulu karena hari ini masih ada urusan yang harus aku selesaikan," kata Diego.


"Ya sudah kalau begitu. Aku titip Diesa sekalian ya, nanti kalau sudah bangun bawa turun saja. Aku mau siapkan sarapan dulu," kata Raisa.


"Iya Sayang," jawab Diego lalu Raisa pun keluar dari kamar.


"Huft, untung saja," ucap Diego yang bernafas lega.


Untungnya tadi ia meninggalkan hoodie dan juga celana panjangnya di dalam mobil sehingga hanya menggunakan boxer dan juga kaos oblong yang digunakannya saat tidur tadi malam.


Akan tetapi siapa yang menyangka, di saat Diego sudah berada di dalam kamar mandi, di saat itu pula Raisa masuk kembali ke dalam kamar dan meraih ponsel sang suami yang diletakkannya di atas nakas.


"Sepertinya ada yang aneh, tadi aku tidak melihat ponsel kak Diego ada di sini. Masa iya sih hanya minum saja harus membawa ponsel. Aku mau lihat apa yang sedang kau sembunyikan dariku Kak," batin Raisa.


Lalu Raisa membuka password ponsel Diego yang memang ia ketahui dan melihat ada beberapa panggilan masuk dari kelvin, yang membuatnya semakin merasa curiga.


"Kak Kelvin, untuk apa dia menghubungi Kak Diego malam-malam seperti itu? Apakah Kak Diego baru saja keluar menemui Kak Kelvin?" Raisa bertanya-tanya di dalam hatinya.


Untuk menghilangkan rasa penasarannya itu, Raisa pun menghubungi Kelvin menggunakan ponsel suaminya tersebut dan langsung saja terdengar suara kakak angkatnya itu dari seberang telepon.


"Diego apa kau sudah sampai rumah? Bagaimana dengan Raisa dia tidak curiga 'kan? Jangan sampai Raisa mengetahui tentang kondisi Ayah saat ini."


"Apa yang terjadi dengan Ayah?" Tanya Raisa yang membuat kelvin merasa sangat terkejut mendengar suara adiknya itu.

__ADS_1


Begitu juga dengan Diego yang saat itu keluar dari kamar mandi karena hendak mengambil sesuatu, merasa terkejut melihat istrinya yang sedang menggunakan ponselnya itu. Iya sudah seperti maling yang tertangkap basah oleh sang istri, karena ketahuan berbohong.


Bersambung …


__ADS_2