
Diego melajukan mobilnya langsung menuju ke kediaman Sastro. Meskipun sebenarnya ia masih bingung kenapa tiba-tiba saja ibunya itu berubah pikiran, tetapi ia tak ingin banyak bertanya karena ini adalah hal yang sangat bagus dan ini juga yang ia inginkan, sehingga membuatnya pun merasa sangat bahagia.
"Ma, terima kasih banyak ya Ma. Aku benar-benar tidak menyangka karena pada akhirnya Mama berubah pikiran, Mama mau merestui hubunganku dengan Raisa," ucap Diego seraya menatap ibunya sejenak.
"Iya sama-sama, kalau memang itu yang membuatmu bahagia, maka Mama akan merestuinya," ucap Siska.
"Iya Ma, hanya Raisa satu-satunya wanita yang aku inginkan dan tentunya hanya Raisa juga yang bisa membuat aku bahagia. Sekali lagi terima kasih banyak ya Ma, aku yakin pasti Raisa akan merasa sangat senang karena Mama sudah merestui hubungan kami. Raisa sangat menyayangi Mama dan dia sangat sedih sewaktu Mama tiba-tiba saja marah dan membencinya, padahal aku dan Raisa sudah menjelaskannya," ucap Diego.
"Sudahlah Diego, jangan membahas soal itu lagi. Oh iya apa kau sama sekali tidak ada niat mampir dulu sekedar membeli oleh-oleh untuk calon istri dan calon mertuamu?" Tanya Siska.
"Aku rasa tidak perlu Ma, karena aku sudah menyiapkan semuanya di dalam bagasi mobil," ucap Diego.
"Ternyata kau benar-benar sudah mempersiapkannya ya. Oh ya Mama lupa, bahkan kau saja ingin pergi meskipun tanpa restu Mama," cibir Siska.
"Aku minta maaf ya Ma, tapi keputusanku benar-benar sudah bulat dan aku juga tidak mau mengecewakan Raisa lagi," ucap Diego.
"Ya Mama mengerti. Lagipula laki-laki itu harus bisa dipegang janjinya, kalau dalam berjanji saja kau mengingkarinya bagaimana untuk hal lain," tukas Siska.
"Iya Ma, aku tahu itu kok. Mama juga yang selalu mengajariku untuk selalu menjadi pria yang bertanggung jawab. Apalagi soal berjanji, aku tidak akan mengingkarinya Ma," ucap Diego.
"Ya baguslah jika memang seperti itu. Ayo lebih cepat lagi, kasihan Raisa dan ayahnya sudah menunggu kita," ucap Siska.
Diego menganggukkan kepalanya, lalu ia pun kembali fokus menyetir hingga mereka tiba di kediaman Sastro.
*****
"Ma, Mama?" Ucap Raisa yang di saat itu tidak percaya melihat Siska ada di hadapannya.
Diego sendiri mendadak mengetahui jika ibunya itu akan ikut, sehingga dengan sengaja tidak memberitahu Raisa ataupun Sastro untuk memberi mereka kejutan.
__ADS_1
"Raisa, apakah kau akan membiarkan calon suami dan mertuamu ini tetap berada di luar? Apa kau tidak mempersilahkan kami untuk masuk?" Tanya Siska yang membuat Raisa pun tersadar dari lamunannya.
"Maaf Ma, Kak Diego, aku benar-benar terkejut karena melihat Mama tiba-tiba saja ada di sini. Karena Kak Diego tidak memberi kabar apapun sebelumnya," ucap Raisa.
"Tapi bukankah aku sudah mengatakan jika Mama setuju maka aku akan membawanya ke rumahmu malam ini dan sekarang aku sudah membawa Mama, itu artinya Mama setuju," ujar Diego.
Sudah-sudah, kenapa jadi mengobrol di luar. Ayo masuk Diego, Nyonya Siska," ucap Sastro mempersilahkan.
Setelah menyalami Siska, Raisa pun menggandeng tangan calon mertuanya itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Akan tetapi meskipun Siska sudah merestui hubungan Raisa dengan anaknya, ia terlihat tidak terlalu menyukai Raisa seperti saat pertama dulu. Kendati demikian, Raisa memakluminya saja, mungkin karena Siska belum bisa percaya 100% padanya.
Kini mereka berempat pun sudah berada di ruang keluarga untuk membahas soal hubungan Raisa dan Diego selanjutnya.
*****
"Terima kasih Sayang, kau selalu saja membuatku merasa puas atas pelayananmu itu," ucap Darrel saat keduanya baru saja selesai bermain kuda-kudaan seperti yang telah disepakati.
"Maafkan aku Sayang, aku sama sekali tidak bermaksud melakukannya dengan syarat. Tapi hanya itu yang bisa aku lakukan agar kau mau bersamaku, aku terlalu merindukanmu dan tidak bisa jika berlama-lama tidak melakukannya bersamamu, kau sudah terlanjur membuatku candu. Soal itu kau tenang saja, aku tidak akan mungkin mengingkarinya Sayang. Apalagi kau juga sudah berjanji jika aku berhasil maka kau akan menikah denganku, tentu saja itu membuatku sangat bersemangat," ucap Darrel.
"Aku juga tidak akan mengingkari janji itu," ucap Clarissa pula.
"Bagus, aku percaya padamu baby," ucap Darrel.
"Ya sudah kalau begitu tunggu apa lagi, sekarang kau pergi dan aku mau menumpang untuk beristirahat dulu di sini. Tubuhku benar-benar sangat lelah karena permainan gilamu tadi," gerutu Clarissa.
"Maafkan aku Sayang, sudah aku katakan aku selalu bersemangat jika sedang bersamamu. Oke tidak masalah, aku sama sekali tidak pernah melarangmu untuk berada di sini karena rumah ini memang khusus aku belikan untuk bersama denganmu. Bahkan Diego saja tidak tahu alamat rumah ini," ucap Darrel.
Clarissa hanya tersenyum tipis, lalu Darrel pun mencium kening Clarissa seperti biasa saat ia hendak berpergian, setelah itu baru ia pergi meninggalkan wanita tersebut di kamar.
__ADS_1
"Oke, untuk saat ini aku ikuti saja dulu permainanmu ini Darrel. Tapi di saat nanti Raisa dan Diego benar-benar sudah berpisah dan tidak akan mungkin bisa bersama lagi, aku pastikan kau juga tidak akan pernah lagi menyentuhku," batin Clarissa.
*****
"Terima kasih banyak Nyonya Siska karena Anda sudah mau merestui hubungan Raisa dan Diego. Lalu apakah Nyonya Siska setuju jika pernikahan Anak-Anak kita akan diadakan bulan depan? Seperti yang Nyonya ketahui jika saat ini Raisa sedang mengandung, jadi tidak baik jika harus menundanya terlalu lama," ucap Sastro.
"Iya sama-sama Tuan dan untuk kapan diadakan pernikahan itu saya setuju kapan saja, saya juga mengerti kondisinya. Tapi Tuan Sastro, Raisa dan juga kau Diego perlu mengetahui satu hal, meskipun saat ini saya merestui hubungan Raisa dan Diego tapi bukan berarti saya sudah 100% mempercayai Raisa," ucap Siska yang membuat Diego, Raisa dan Sastro tak mengerti.
"Ma, maksud Mama apa berbicara seperti itu? Jadi untuk apa Mama merestui hubungan kami kalau Mama belum mempercayai Raisa, bukankah itu sama saja Mama tidak tidak memberikan restu untuk kami?" Ujar Diego.
"Kak Diego sabar Kak, dengarkan dulu penjelasan Mama," ucap Raisa.
"Jadi seperti ini maksud saya, saya memang tidak pernah mengajarkan Diego untuk menjadi pria pecundang yang lari dari tanggung jawab. Seandainya memang benar yang sedang dikandung Raisa itu adalah anak Diego, sudah pasti saya akan memintanya untuk bertanggung jawab. Tetapi masalahnya ini belum pasti 'kan, Raisa juga tidak bisa membuktikan apapun," ucap Siska.
"Maaf Nyonya Siska, maksud Anda berkata seperti itu apa ya? Apa Anda masih menuduh jika Anak saya ini adalah perempuan yang tidak benar karena dulunya dia pernah berurusan dengan mucikari?" Tanya Sastro.
"Ya, itu Tuan sendiri tahu. Bukan hanya saya saja, saya yakin orang lain juga pasti akan berpendapat hal sama dengan saya," ujar Siska.
"Tapi Ma bukankah aku dan Raisa sudah menjelaskannya kepada Mama, Mama saja yang tidak bisa mempercayainya. Padahal Mama tahu bagaimana sifat Raisa, tidak mungkin Raisa melakukannya dengan sengaja jika bukan karena terpaksa Ma. Lagipula Raisa juga tidak sempat menjadi wanita penghibur karena akulah orang pertama yang ditemui oleh Raisa," ucap Diego yang berulang kali menjelaskannya.
"Anda ini benar-benar keterlaluan Nyonya Siska. Padahal Anda dululah yang mengenal Raisa, tapi kenapa saya bisa mempercayai Raisa dan Anda malah bersikap seperti itu," ujar Sastro.
"Itu karena Anda adalah ayah kandung Raisa dan Anda tidak melihat bukti-buktinya waktu itu," ucap Siska.
"Bukti-bukti apa? Bukti-bukti dari 2 orang yang sudah jelas-jelas tidak menyukai Raisa, iya? Seharusnya Anda berpikir jika orang-orang itu hanya ingin menghancurkan hubungan Raisa dan Diego, orang-orang tersebut tidak menyukai Raisa karena mempunyai masalahnya masing-masing," ujar Sastro yang rasanya sangat geram terhadap calon besannya itu.
"Sudah, cukup, tidak perlu berdebat lagi. Sekarang aku mau tanya sama Mama, jadi apa Mama mengizinkan aku menikah dengan kak Diego?" Tanya Raisa.
"Pertanyaan yang bagus, jadi saya akan tetap merestui hubungan Diego dan Raisa, kalian tetap boleh menikah tetapi dengan syarat di saat anak itu lahir, kau harus segera melakukan tes DNA. Jika terbukti itu bukan anak Diego, maka kau dan Diego harus berpisah," ucap Siska, sehingga membuat Diego tersentak dan tak habis pikir dengan pikiran ibunya.
__ADS_1
Diego benar-benar tak menyangka ternyata ibunya tersebut merestui hubungannya dengan Raisa bukan dengan tulus, tetapi dengan syarat darinya.
Bersambung …