
Untuk menghilangkan rasa penasarannya tentang hubungan yang dimiliki oleh Kelvin dan Raisa, akhirnya Diego pun mengikuti mereka masuk ke dalam rumah sakit. Ia juga merasa penasaran saat ini keduanya ke rumah sakit sudah pasti karena Raisa yang sakit, untuk itulah Kelvin mengantar wanita tersebut. Sehingga membuat Diego ingin tahu apa penyakit yang sedang diderita oleh Raisa saat ini.
Saat Kelvin dan Raisa sedang berjalan memasuki rumah sakit, tiba-tiba saja Kelvin menghentikan langkah kakinya tersebut, yang membuat Raisa pun kebingungan.
"Ada apa Kak?" Tanya Raisa.
"Seperti ada yang mengikuti kita," ujar kelvin yang melihat ke arah belakang dan sekitarnya, tetapi tak menemukan siapapun yang mencurigakan.
"Tidak mungkin lah Kak, mungkin itu hanya perasaan Kakak saja," jawab Raisa.
"Ya, mungkin juga seperti itu. Ya sudah yuk kita lanjut saja," ajak Kelvin.
Lalu mereka pun melanjutkan berjalan hingga tiba di depan loket pendaftaran. Kelvin juga tampak setia menemani Raisa mendaftar dan setelah itu mereka segera menuju ke tempat di mana seharusnya mereka berada.
Betapa terkejutnya Diego saat melihat mereka ada di depan ruangan Dokter Kandungan, yang membuat Diego benar-benar tak menyangka dan mempercayainya. Ya memang usia kehamilan Raisa yang baru saja memasuki usia 12 minggu, tentunya membuat perutnya itu tak terlalu terlihat buncit, sehingga Diego tidak tahu jika saat ini Raisa sedang mengandung.
"Raisa hamil? Apa mungkin mereka sudah menikah? Aku benar-benar tidak menyangka Raisa, ternyata kau bukan hanya berpacaran dengannya tetapi kalian berdua sudah menikah, bahkan saat ini kau sedang hamil. Selamat Raisa, kau benar-benar sudah menghancurkan hatiku, hancur sehancur-hancurnya," gumam Diego seraya menggenggam erat kedua tangannya dan menatap tajam ke arah keduanya. Setelah itu pun ia kembali menuju ke mobil.
------
Tidak berapa lama kemudian, Raisa telah selesai memeriksa kandungannya dan keluar dari ruang pemeriksaan. Kelvin yang menunggunya di depan ruang pemeriksaan itu pun langsung saja menghampiri nonanya tersebut.
"Nona Raisa bagaimana kondisi kandunganmu, apa baik-baik saja?" Tanya Kelvin.
"Kak Kelvin, sudah aku katakan jangan memanggilku dengan sebutan Nona, panggil saja namaku. Lagipula Ayah juga tidak keberatan 'kan," ucap Raisa mengingatkan.
__ADS_1
"Oh iya, maaf Raisa terkadang aku masih suka lupa. Karena bagaimanapun juga kau adalah anak dari Tuanku," ucap Kelvin. "Lalu bagaimana kondisinya?" Kelvin mengulangi pertanyaannya itu.
"Iya Kak, baik-baik saja kok. Kenapa kau tidak pergi duluan saja Kak, aku bisa pulang sendiri kok. Pasti kau mempunyai pekerjaan lain 'kan?" Tukas Raisa.
"Tidak Raisa, karena aku sudah dipesan oleh Tuan Sastro untuk terus menjagamu di sini. Sampai kau selesai dan aku juga harus menemanimu kemanapun kau mau pergi setelah ini. Sekarang kau sudah selesai 'kan, waktunya kita pulan. Kalau kau ingin makan sesuatu kita bisa langsung mampir untuk mencarinya," kata Kelvin.
"Apa kau benar-benar tidak keberatan Kak jika aku mengajakmu untuk mampir sebentar?" Tanya Raisa.
"Tentu saja tidak, aku sudah ditugaskan untuk menjagamu hari ini, jadi apapun yang kau inginkan pasti akan aku turuti," jawab Kelvin.
"Oke kalau begitu. Aku ingin makan bebek goreng yang ada di restoran Z," ucap Raisa.
"Oh jadi kau lagi ingin makan bebek, ya sudah ayo kita ke sana," kata Kelvin.
"Terima kasih ya kak," ucap Raisa tersenyum yang membuat hati Kelvin begitu menghangat, serta membalas senyuman tersebut.
------
Ternyata di saat itu Diego masih berada di parkiran mobil, ia sengaja tidak pulang dulu karena menunggu Raisa dan Kelvin dan ingin menanyakan hal yang sebenarnya kepada mereka berdua. Setelah melihat orang yang ditunggunya tersebut sudah keluar dari rumah sakit dan hendak menuju ke parkiran mobil, segera saja Diego turun dari mobilnya dan menghampiri mereka.
"Apa kabar Raisa, Kelvin," sapa Diego yang membuat keduanya pun tersentak.
Terutama Raisa, sudah 3 bulan mereka tidak bertemu dan saat ini ia melihat Diego ada di hadapannya, membuatnya benar-benar canggung dan gugup tidak tahu harus berkata apa. Akan tetapi Raisa pun mencoba untuk bersikap biasa saja, tak ingin pria yang masih sangat dicintainya itu merasa curiga dengan kondisinya saat ini.
"Tuan Diego, tidak menyangka kita bertemu di sini. Aku baik-baik saja, Tuan sendiri bagaimana keadaannya?" Tanya Kelvin balik.
__ADS_1
"Ya aku baik-baik saja seperti yang kau lihat dan kau Raisa, bagaimana keadaanmu?" Tanya Diego yang ini beralih kepada mantan kekasihnya itu.
"Aku baik-baik saja," jawab Raisa.
"Ya, aku bisa melihatnya. Sudah lama kita tidak bertemu ternyata kalian berdua sudah menikah, bahkan saat ini kau sedang hamil 'kan? Selamat atas pernikahan kalian dan kehamilan Raisa, semoga kalian berdua menjadi keluarga yang bahagia selamanya," ucap Diego menahan perih di dadanya.
Mendengar hal tersebut, tentu saja membuat Raisa dan Kevin tersentak dan tak menyangka jika Diego akan salah paham terhadap kedekatan mereka saat ini. Membuat Kelvin pun merasa tak enak hati dengan pria tersebut, tetapi tidak dengan Raisa yang menganggap jika ini adalah kesempatan yang bagus.
"Tuan Diego, sebenarnya-"
"Oh, iya. Terima kasih banyak ya, semoga kau juga selalu berbahagia dengan pasanganmu saat ini Tuan Diego," ucap Raisa yang langsung saja menggandeng tangan Kelvin dan memotong ucapannya tersebut, membuat Kelvin pun terdiam dan mengikuti sandiwara yang saat ini dilakukan olehnya.
"Sayang, kita pergi saja yuk sekarang. Aku sudah tidak sabar lagi ingin makan bebek goreng itu," rengek Raisa sembari bergelayut manja di lengan suami bohongannya itu.
Kelvin merasa jantungnya saat ini berdebar tak karuan saat ia digandeng dan dipanggil sayang oleh Raisa, bahkan Raisa juga bersikap manja padanya yang membuat Kelvin merasa sangat bahagia dan menganggap seperti kenyataan. Meskipun pada kenyatannya itu semua hanyalah kepura-puraan semata di depan mantan kekasihnya Raisa.
Sedangkan Diego merasakan sangat panas dan sakit hati yang luar biasa atas apa yang dilihat dan didengarnya saat ini. Diego masih sangat berharap jika ialah pria yang berada di samping Raisa, bukan Kelvin.
"Ya sudah kalau begitu kita pergi sekarang ya," ucap Kelvin. "Tuan Diego, maaf ya kami harus pergi sekarang. Istriku sudah sangat menginginkan makan bebek goreng, kasihan Anak kami jika tidak segera dipenuhi," ucap Kelvin yang menyempurnakan sandiwara.
"Oh, iya silahkan," ucap Diego hingga keduanya pun segera saja masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Diego.
"Andai kau tahu Raisa, sampai saat ini bahkan aku tidak bisa melupakanmu sedikitpun dan masih berharap jika suatu saat nanti kita akan bersama. Tapi ternyata kau sudah bahagia dengan pria lain. Oke, mulai sekarang aku akan melupakanmu selamanya," gumam Diego, tak tahu lagi bagaimana menggambarkan rasa sakit hati dan kecewanya saat ini.
Lalu segera ia masuk ke dalam mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi tak tentu arah ke mana tujuannya.
__ADS_1
Bersambung …