Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Menyenangkan Istri.


__ADS_3

Tanpa mampir terlebih dulu, Diego dan Raisa langsung pulang ke rumah setelah mengantar ayahnya tersebut dan saat ini mereka sudah di dalam perjalanan menuju ke kediaman Abimana.


"Kak nanti kau pergi ke perusahaan lagi ya setelah mengantarku pulang?" Tanya Raisa.


"Iya Sayang, aku masih banyak pekerjaan. Kau juga tahu sendiri 'kan banyak pekerjaan yang tertunda karena waktu itu," jawab Diego.


"Iya Kak aku tahu. Tapi kau harus makan dulu ya baru boleh ke kantor lagi," kata Raisa.


"Iya, aku pasti makan dulu. Lagi pula mana bisa sih aku membantah ucapanmu," kata Diego.


"Bagus kalau memang seperti itu, apalagi ini 'kan untuk kebaikanmu sendiri juga. Apa kau tahu Kak, aku seperti mengurus 3 anak bayi dan kau adalah bayi besar yang paling susah diatur," ujar Raisa yang menyindir suaminya itu.


"Bayi besar yang paling manja 'kan Sayang," ucap Diego tersenyum.


"Iya, paling bandel juga," jawab Raisa.


"Iya Sayang aku tahu kok, maka dari itu saat ini aku selalu menuruti perkataanmu. Oh ya Sayang, dua hari lagi aku akan keluar kota karena mau langsung menemui klien yang saat itu sudah membatalkan kerjasamanya karena perusahaan sempat ditutup. Beliau ingin aku menemuinya langsung. Kau tidak masalah 'kan?" Kata Diego.


"Iya Kak, apa kau pergi ke sana sendiri?" Tanya Raisa.


"Tidak, aku akan pergi bersama Ken. Kalau kau tidak percaya, takut aku macam-macam di sana, kau boleh ikut. Kita bawa Diesa, bisa sekalian liburan juga," kata Diego.


"Tidak Kak, siapa bilang aku tidak percaya padamu. Aku percaya, justru aku tidak percaya jika kau pergi sendiri. Jangan pergi berdua dengan Ken saja Kak, tapi ajak salah satu Bodyguard kita. Di manapun kau berada, bisa saja kau menjadi incaran para musuh jika mereka tahu kau sendirian Kak. Meskipun saat ini Carlos dan Karen sudah ditangkap Polisi, kita juga tidak tahu 'kan Kak masih ada lagi atau tidak di luar sana para penjahat itu," ucap Raisa yang merasa khawatir.


"Iya Sayang, tapi aku bisa menjaga diriku dan menurutku Ken saja sudah cukup. Keamanan di sini yang harus lebih terjaga, jadi biarkan saja tiga Bodyguard ada di rumah. Kau tenang saja ya, jangan terlalu khawatir. Lagi pula aku hanya pergi selama satu hari, tidak lama-lama," ucap Diego yang meyakinkan istrinya tersebut.


"Ya sudah kalau memang seperti itu Kak, yang penting kau harus tetap berhati-hati ya. Aku tidak mau kau kenapa-napa Sayang," ucap Raisa yang terlihat lesu.


"Sayang, kau kenapa. Hei, aku akan baik-baik saja Sayang," kata Diego sembari menggenggam tangan istrinya tersebut.


"Aku hanya berpikir, akhir-akhir ini kau selalu sibuk Kak, pulang malam dan dua hari lagi kau mau meninggalkanku dan Anak-Anak ke luar kota," tukas Raisa.


"Sayang, aku hanya pergi satu hari saja. Anggap saja seperti aku kerja ke kantor," ujar Diego.


"Kalau kau di kantor aku masih bisa bertemu denganmu Kak dan malam harinya kita sudah bertemu lagi. Kalau ini beda Kak, satu hari satu malam kita tidak akan bertemu. Dan saat kau pulang nanti, pasti kau akan langsung ke perusahaan lagi," ucap Raisa dengan wajah yang tampak murung.

__ADS_1


"Sepertinya kau sangat merindukanku. Kalau begitu nanti malam aku akan memberikanmu kenangan supaya kau tidak terlalu merindukanku," kata Diego menggoda sang istri, sehingga Raisa pun mengernyitkan dahinya menatap suaminya itu.


"Kau ini benar-benar tidak bisa diajak serius ya Kak, pikiranmu langsung ke mana-mana," tukas Raisa sembari melepaskan tangannya dari genggaman tangan Diego.


"Aku tidak bercanda sayang, tidak ada salahnya 'kan," ucap Diego yang mengerlingkan matanya tetapi tidak digubris oleh istrinya tersebut.


*****


Malam hari sebelum pergi ke luar kota, Diego mengajak Raisa berjalan-jalan dengan alasan sudah lama mereka tidak berkencan dan jalan berdua. Tentu saja anak mereka yang besar sudah bisa ditinggalkan karena sudah besar dan juga banyaknya orang yang berada di kediaman Abimana, sehingga bisa mengawasinya. Sedangkan sang bayi dititipkan kepada Suster Ayumi yang tentunya terhitung lembur di malam hari.


"Kak, seharusnya kau itu tidak perlu mengajakku berjalan-jalan ke mall seperti ini, kita bukan anak ABG lagi," ujar Raisa saat mereka sudah berada salah satu mall terbesar di kota tersebut.


"Memangnya kenapa, apa salah jika aku ingin menghabiskan waktu bersama denganmu dengan berkencan di luar seperti ini?" Tanya Diego.


"Ya tidak salah Kak. Tapi kau itu sangat sibuk dengan pekerjaanmu akhir-akhir ini, seharusnya saat ada waktu kau gunakan untuk beristirahat saja di rumah. Apalagi besok kau akan akan pergi ke luar kota," kata Raisa yang tidak ingin melihat suaminya itu kelelahan.


"Sayang, hari ini aku pulang cepat karena pekerjaan di kantor sudah cukup dan untuk besok sudah aku serahkan kepada Bunga. Malam ini, sebelum aku pergi selama dua hari satu malam aku ingin menghabiskan waktuku bersama denganmu. Aku tahu Sayang, kau itu sudah lelah seharian di rumah menjaga keluarga, termasuk juga sibuk mengurus bayi besar sepertiku dengan mengantar makanan ke kantor, menyiapkan segala keperluanku. Aku tahu kau itu sama saja dengan para istri lainnya yang membutuhkan refreshing di luar, butuh jalan-jalan bersama suaminya, jadi tidak salah 'kan jika aku hanya ingin menyenangkan istri, istriku sendiri," ucap Diego.


Raisa menatap Diego dengan sendu, ia benar-benar sangat tersentuh dengan ucapan Diego yang membuatnya sangat bahagia dan rasanya ingin terbang melayang ke langit ke tujuh.


"Lalu aku harus mengorbankan waktu ini untuk siapa lagi kalau bukan untukmu, untuk keluargaku. Sayang, sudah ya jangan mempermasalahkan ini lagi ataupun menolaknya. Ayo kita ke sana, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," ucap Diego yang menggandeng lembut dengan istrinya tersebut, hingga mereka telah tiba di sebuah toko perhiasan.


"Kita mau apa Kak ke sini?" Tanya Raisa.


"Ayo masuk saja," ajak Diego.


Lalu keduanya pun masuk ke dalam toko perhiasan tersebut dan langsung disambut hangat oleh salah satu pelayan di sana.


"Selamat malam Tuan, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan tersebut.


"Tolong perlihatkan kalung edisi terbaru dan limited edition, aku ingin membelinya untuk istriku," ucap Diego.


"Kebetulan baru saja hari ini masuk kalung belian edisi terbaru dan terbatas. Saya pastikan belum ada satupun yang memilikinya di kota ini, tetapi tentu saja harganya juga sangat mahal Tuan," kata pelayan itu.


"Berapapun harganya akan aku bayar, asalkan istriku suka," sahut Diego.

__ADS_1


"Baik Tuan, tunggu sebentar akan saya ambilkan," ucap pelayan.


"Kak Diego tidak usah, sudah pelayan itu katakan harganya sangat mahal Kak," tolak Raisa yang merasa sangat tidak enak meskipun Diego adalah suaminya sendiri.


"Tidak masalah Sayang dan aku mohon jangan menolaknya," ucap Diego yang memang tidak pernah mempermasalahkan soal uang, yang terpenting ia bisa menyenangkan istri yang dicintainya itu.


Tidak lama kemudian pelayan telah kembali dengan membawa seutas kalung berlian yang sangat indah, bahkan membuat Raisa begitu terpesona melihatnya.


"Sayang, apa kau menyukainya?" Tanya Diego.


"Tidak ada satu wanita pun yang mengatakan tidak menyukai kalung ini Kak," jawab Raisa apa adanya.


"Kalau begitu aku akan membelikannya untukmu," kata Diego.


"Tidak usah Kak, kau sudah sering membelikanku perhiasan," tolak Raisa.


"Tidak masalah, kau bisa berganti-ganti memakainya. Aku mohon jangan menolaknya ya, lagi pula bukankah rezeki suami itu semakin mengalir jika sering menyenangkan istri," ucap Diego, berharap Raisa tidak menolaknya lagi.


"Dalam rangka apa? Aku tidak sedang berulang tahun dan hari ini juga bukan anniversary kita," kata Raisa.


"Memberi hadiah tidak harus di hari anniversary 'kan, yang penting kau suka maka aku akan membelinya," tukas Diego yang sudah tidak mau lagi mendengar penolakan istrinya tersebut.


"Ya sudah Kak terserah kau saja. Aku suka, justru aku sangat menyukainya. Tapi ini harganya sangat mahal Kak, kau harus pikir-pikir lagi," ucap Raisa.


"Tolong dibungkus ya Nona, saya mau yang ini dan ini untuk pembayarannya," ucap Diego seraya menyerahkan kartu kredit berwarna hitam kepada pelayan tersebut, tanpa menggubris ucapan Raisa lagi.


Setelah pembayarannya selesai, pelayan langsung menyerahkan kalung tersebut kepada Diego dan mengembalikan kartu kredit miliknya. "Terima kasih banyak Tuan," ucapnya dan ditanggapi anggukan kepala oleh Diego.


"Sayang, apa kau mau aku memakaikannya langsung?" Tanya Diego.


Raisa menganggukkan kepalanya tanda setuju, sehingga langsung saja Diego mengalungkan perhiasan tersebut ke leher Raisa yang terlihat sangat cantik menggunakan kalung tersebut.


"Nyonya begitu cantik dan sangat cocok sekali dengan Tuan," ucap pelayan yang membuat Raisa tersenyum malu, serta Diego yang merasa sangat bangga.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2