Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Membutuhkan Donor Darah.


__ADS_3

Saat itu juga Kelvin langsung memutuskan panggilan telepon karena tidak sanggup untuk menjelaskannya kepada Raisa dan sudah bisa dipastikan jika ia akan marahi habis-habisan oleh adiknya angkatnya tersebut karena sudah merahasiakan kondisi ayahnya, ditambah lagi karena ia tidak bisa menjaga dengan baik sehingga menyebabkan ayahnya itu terluka.


Sedangkan Diego juga terlihat sangat ketakutan melihat sang istri yang menatap dengan tajam dan berjalan mendekatinya. Sehingga Diego memilih menghindarinya dengan kembali masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu dengan rapat.


"Buka pintunya, jangan coba-coba menghindariku," teriak Raisa.


Tok … tok … tok …


"Kak Diego, cepat buka pintunya! Jelaskan padaku apa yang terjadi dengan Ayah, kenapa kalian tega sekali menyembunyikannya dariku?" Tanya Raisa dengan nada suara yang terdengar sangat kecewa.


Sehingga Diego pun membuka pintu kamar mandi lalu menatap istrinya tersebut, "Aku minta maaf," ucapnya.


"Ada apa ini? Kenapa kau menghindariku Kak, apa yang terjadi dengan Ayah? Kenapa kalian menyembunyikannya dariku, ada apa?" Tanya Raisa meminta penjelasan.


"Sayang, tenang ya sayang. Aku minta maaf, tapi aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu. Aku-"


"Tidak bermaksud bagaimana? Kalian berdua sudah sengaja bersekongkol untuk tidak memberitahuku dan kau bilang tidak bermaksud, apanya yang tidak bermaksud hah!" Tukas Raisa yang menyela ucapan Diego begitu saja juga dengan suara lantang.


Sehingga di saat itu terdengar suara Diesa yang menangis, mungkin karena mendengar suara Raisa yang begitu keras.


"Sayang, jangan marah-marah ya. Lihat anak kita jadi bangun dan menangis, mungkin karena dia terkejut mendengar suaramu," ucap Diego.


"Jadi sekarang kau menyalahkanku, iya? Kalau kau tidak membuat masalah dulu aku juga tidak akan marah-marah seperti ini Kak," hardik Raisa.


"Tidak, aku tidak menyalahkanmu Sayang," ucap Diego.


Lalu terdengar lagi suara tangisan Diesa yang semakin kuat, sehingga Raisa pun mendekati sang bayi dan menggendongnya dengan perasaan yang sangat tidak tenang. Raisa yakin jika saat ini telah terjadi sesuatu dengan ayahnya, tetapi ia tidak tahu apa itu.


Sementara itu Diego kembali masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Raisa menenangkan baby Diesa terlebih dulu dan bersabar menunggu Diego selesai mandi untuk meminta penjelasan darinya.

__ADS_1


*****


"Maaf Tuan Kelvin, rumah sakit telah kehabisan stok darah sementara Tuan Sastro belum cukup menerima darah tersebut karena benar-benar sudah kehilangan banyak darah akibat luka tusuk itu. Saya sudah menanyakan stok darah di PMI juga tidak ada, apakah ada keluarganya yang bisa mendonorkan darah? Kita tidak bisa menunda lama-lama, takut kondisi Tuan Sastro akan semakin memburuk," ucap dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU dan menghampiri Kelvin di depan ruangan tersebut.


Saat ini Sastro dalam keadaan koma, sehingga ia berada di ruangan ICU.


Tubuh Kelvin rasanya begitu lemah tak berdaya saat mendengar kabar tersebut, tentu saja ia tidak mau hal buruk terjadi kepada ayah angkatnya. Kelvin tahu betul jika satu-satunya orang yang bisa menolong Sastro saat ini hanya Raisa, ya Raisa lah yang memiliki golongan darah yang sama dengan Sastro. Kelvin ingat betul saat Sastro melakukan operasi waktu itu dan membutuhkan donor darah, Raisa lah yang telah menolong ayahnya itu. Hal itu juga yang menyebabkan Sastro curiga bahwa Raisa adalah anak kandung yang selama ini dicarinya dan ternyata dugaannya itu benar.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa Diego sudah memberitahu Raisa tentang kondisi Ayah kepada Raisa. Kalau sudah seperti ini, Raisa memang harus tahu," batin Kelvin di dalam kebimbangannya.


"Tuan, bagaimana? Kita tidak bisa menundanya lebih lama lagi Tuan. Bukankah Tuan Sastro memiliki seorang anak, pasti anaknya memiliki darah yang sama dan mau menolong Tuan Sastro," kata dokter.


"Iya Dokter, kalau begitu saya akan menghubunginya sekarang juga," jawab Kelvin.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu," ucap dokter dan berlalu.


*****


Sementara itu Diego baru saja selesai mandi dan menggunakan pakaiannya, ia pun menghampiri sang istri yang sedang menyu sui sang bayi di atas tempat tidur. Saat melihat Diego sudah berada di dekatnya dan terlihat baby Diesa yang sudah tertidur lagi, Raisa pun meletakkan bayinya tersebut ke dalam baby box kembali lalu menarik tangan Diego sedikit menjauh dari sang bayi karena ini berbicara dengannya.


"Sekarang jelaskan padaku Kak, apa yang terjadi dengan Ayah?" Tanya Raisa yang kali ini berbicara dengan sedikit pelan.


"Sayang, lebih baik kau langsung ke rumah sakit saja ya melihat Ayah. Aku tidak tahu harus menjelaskannya bagaimana," ucap Diego.


"Apa penyakit ayah kambuh lagi dan sekarang lebih parah? Harus dioperasi?" Tanya Raisa di dalam kepanikannya.


"Bukan itu Sayang, tapi-" Diego menghentikan ucapannya karena benar-benar tidak tega untuk memberitahu Raisa.


"Tapi apa Kak, jangan membuat aku penasaran dan takut seperti ini," ucap Raisa.

__ADS_1


Diego tampak menghela nafas panjang dan menghembuskannya lagi secara perlahan, lalu ia pun menceritakan kronologi kejadiannya sampai Sastro ditusuk oleh preman.


Raisa merasa jantungnya berhenti berdetak dan memegangi dadanya yang terasa sesak, ia terduduk lemas di sofa karena benar-benar merasa sangat syok mendengar apa yang terjadi dengan sang ayah. Bahkan Raisa pun menangis, sehingga Diego mendekati istrinya itu dan memeluknya.


"Aku benar-benar minta maaf Sayang, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyembunyikannya darimu. Tapi aku takut, aku takut kau akan menjadi seperti ini," ucap Diego.


Di saat itu pun ponsel Raisa berdering ada panggilan masuk dari seseorang, segera saja Raisa meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja dan melihat jika Kelvin yang menghubunginya. Sehingga dengan terburu-buru Raisa menjawab telepon tersebut.


"Maaf Raisa, apakah kau sudah mendengar tentang kondisi ayah saat ini dari Diego?" Tanya Kelvin.


"Kalian berdua benar-benar tega menyembunyikan masalah ini dariku, sekarang juga aku akan ke rumah sakit untuk melihat kondisi Ayah," ucap Raisa.


"Maafkan aku Raisa karena sudah gagal menjaga Ayah dan saat ini kau memang harus ke ke rumah sakit, Ayah membutuhkanmu," ucap Kelvin.


"Ada apa Kak, kenapa dengan Ayah?" Tanya Raisa yang merasa sangat khawatir.


Lalu Kelvin pun mengatakan kepada Raisa bahwa saat ini Ayahnya membutuhkan donor darah seperti yang dokter katakan tadi.


"Baik Kak, katakan pada dokter aku akan segera ke sana," ucap Raisa dan mengakhiri telepon tersebut.


"Ada apa Sayang?" Tanya Diego.


"Aku harus ke rumah sakit sekarang Kak," kata Raisa dan mengatakan apa yang Kelvin sampaikan tadi padanya.


"Ya sudah ayo, aku akan mengantarmu ke sana. Lebih baik titipkan saja Diesa kepada Suster Maira sampai nanti Suster Ayumi datang," ucap Diego.


Raisa menganggukkan kepalanya, lalu ia pun bersiap-siap ala kadarnya saja tanpa mandi terlebih dulu karena sudah sangat terburu-buru ingin melihat dan menolong sang ayah. Setelah menitipkan sang bayi dan juga berpamitan kepada sang ibu, segera saja Diego dan Raisa pergi meninggalkan kediaman Abimana menuju ke rumah sakit.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2