
Kelvin dan seorang wanita yang saat ini berada di depan kediaman Abimana pun saling bertanya, mereka sama-sama terkejut karena tak menyangka akan bertemu lagi di sini.
"Aku datang ke sini karena ingin melihat anak sahabatku, Raisa. Ini tempat tinggal Raisa 'kan. Aku tidak mungkin salah karena aku sudah pernah ke sini sebelumnya," kata wanita tersebut.
"Iya kau benar dan Raisa itu adalah Adik angkatku," ucap Kelvin.
"Oh, jadi kau Kak Kelvin?" Tanya wanita itu yang membuat Kelvin pun kebingungan.
"Dari mana kau tahu namaku? Kau siapa?" Tanya Kelvin, karena memang ia tidak pernah mengetahui siapa sahabat Raisa.
"Kenalkan, aku Nada. Sepertinya tadi kita tidak sempat berkenalan," ucap Nada seraya menjulurkan tangannya.
Kelvin pun langsung menyambut juluran tangan Nada, "Aku Kelvin," ucapnya.
"Iya, 'kan aku sudah tahu," jawab Nada, membuat Kelvin menjadi salah tingkah dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kenapa lama sekali tamunya disuruh masuk, siapa yang datang Kak?" Tanya Raisa yang di saat itu menghampiri keduanya.
"Hai Raisa," sapa Nada.
"Hai Nad, ternyata benar kau yang datang. Maaf ya Kakakku tidak langsung menyuruhmu masuk, ayo masuk," ajak Raisa yang langsung saja menarik tangan Nada dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Sementara Kelvin terlihat tersenyum bahagia, lalu ia pun segera menuju ke mobilnya.
"Kalian berdua sedang berbicara apa di depan? Kau mengenal Kak Kelvin?" Tanya Raisa.
"Ya, kebetulan baru saja kenalan," jawab Nada.
"Wow ternyata Kak Kelvin secepat itu ya langsung mengajakmu berkenalan. Padahal yang aku tahu dia itu sangat pemalu," kata Raisa.
"Pemalu?" Tanya Nada yang mengulangi ucapan Raisa.
"Iya, bahkan tadi itu ya dia bercerita ditolong oleh seorang wanita saat di mall, wanita itu membantu memilih hadiah untuk Diesa, mereka juga sempat mengobrol tetapi Kak Kelvin lupa untuk berkenalan dan juga lupa meminta nomor ponselnya. Padahal dia berjanji akan mengajak wanita itu sekedar ngopi atau makan bersama untuk mengucapkan terima kasih karena tadi mereka sama-sama terburu-buru, konyol 'kan? Sudah pasti itu karena dia terlalu gugup," ucap Raisa yang meledek kakak angkatnya itu.
"Raisa, jadi sebenarnya-"
__ADS_1
"Ayo kita masuk, di dalam juga ada Ayahku," kata Raisa saat mereka sudah berada di pintu ruang keluarga, sehingga Nada pun tidak jadi meneruskan apa yang ingin ia ucapkan.
Lalu keduanya melangkahkan kaki mendekati Sastro, Denis, Suster Ayumi dan juga Diesa yang berada di ruangan tersebut.
"Ayah, kenalkan ini sahabatku Nada yang pernah aku ceritakan kepada ayah waktu itu," ucap Raisa yang memperkenalkan sahabatnya di hadapan Sastro.
"Oh iya, saya Sastro ayahnya Raisa," ucap Sastro.
"Halo Om, aku Nada," ucap Nada sembari menyalami orang tua sahabatnya itu.
"Silahkan duduk Nada," ucap Sastro.
"Terima kasih banyak ya Om," ucap Nada yang langsung saja mendudukkan dirinya di samping Raisa.
Di saat itu pun Raisa meminta di Bibi membuat minuman 1 lagi untuk sahabatnya tersebut dan juga membawakan brownies yang tali telah dibuat olehnya. Setelah itu mereka tampak menikmatinya sambil mengobrol.
Tidak lama kemudian terlihat kelvin yang sudah masuk kembali ke dalam dan duduk di samping Sastro, tepatnya di hadapan Nada.
"Kak Kelvin ini sahabatku Nada, sebelumnya aku juga pernah 'kan mengatakan padamu dan Ayah kalau aku mempunyai sahabat saat dulu aku masih bekerja sebagai cleaning service di sebuah perusahaan. Hanya saja aku belum cerita ke Kak Kelvin siapa nama sahabatku ini, tetapi kalau Ayah sudah tahu," ucap Raisa.
"Kak Kelvin, kenapa kau melamun? Aku tahu kau pasti malu 'kan. Tapi bukannya tadi kalian berdua sudah berkenalan? Sudahlah Kak, daripada kau memikirkan wanita yang tadi menolongmu di mall dan kau tidak sempat untuk berkenalan dan juga meminta nomor ponselnya, lebih baik kau ngobrol-ngobrol saja dengan Nada. Ya siapa tahu nanti kalian berdua bisa sama-sama tertarik," goda Raisa.
"Raisa, kau ini bicara apa sih. Oh iya Sa maaf ya aku tidak bisa berlama-lama sini. Sebenarnya hari ini aku kerja shift malam, tetapi karena tadi mendadak ada yang pulang karena sakit, jadi aku diminta untuk menggantikannya dan jam 18.00 WIB aku harus sudah berada di restoran. Seperti yang aku katakan kemarin kalau sekarang aku bekerja di sebuah restoran. Tapi aku janji, nanti kalau ada waktu aku akan mampir ke sini lagi," ucap Nada.
"Oh begitu, ya sudah tidak apa-apa. Terima kasih ya sudah menyempatkan datang ke sini," ucap Raisa.
"Raisa, Ayah juga harus pulang sekarang. Lain kali ayah akan datang ke sini lagi," ucap Sastro pula.
"Kalau begitu kalian sama-sama saja. Nad, kau bekerja di Restoran Rainbow 'kan, itu searah loh dengan rumah Ayah. Bolehkan Yah kalau Nada sekalian ikut Ayah dan Kak Kelvin," kata Raisa.
"Tentu saja boleh, Ayah sama sekali tidak keberatan. Nada apa kau mau ikut bersama dengan kami?" Jawab Sastro dan bertanya.
"Terima kasih banyak Om tawarannya, tapi tidak usah. Aku tidak mau merepotkan, aku naik taksi saja nanti," tolak Nada yang merasa tidak enak.
"Nada, lebih baik kau ikut Ayah dan Kak Kelvin saja. Nanti kau bisa terlambat kalau harus mencari taksi dulu. Lagi pula searah kok, tidak ada yang merepotkan," kata Raisa.
__ADS_1
"Tapi Sa-"
"Nada, apa yang Raisa katakan benar. Lebih baik kau ikut kami saja. Apa salahnya, kita 'kan searah," ujar Kelvin yang menyela ucapan Nada dan membuat wanita itu tampak berpikir.
"Sudahlah Nada, jangan banyak berpikir. Lagi pula ada yang gratis kenapa juga harus cari yang bayar, irit," kata Raisa seraya mengerlingkan matanya.
Sehingga pada akhirnya Nada pun menyetujuinya, kini mereka bertiga segera saja pergi meninggalkan kediaman Abimana. Begitu juga dengan Suster Ayumi, karena memang sudah saatnya ia pulang bekerja.
*****
Karena baby sister Diesa hanya bekerja dari pagi sampai sore hari saja, sehingga saat makan malam Diego dan Raisa sudah terbiasa membawa putri kecil mereka dan meletakkannya di dalam stroller baby.
"Sayang, kau diam dulu ya di sini, Mama, Papa dan Kakak mau makan dulu," ucap Raisa.
Lalu ia pun menyodokkan nasi serta lauk pauknya dan memberikannya terlebih dulu untuk Diego.
"Terima kasih ya Sayang," ucap Diego.
"Iya Sayang, sama-sama," jawab Raisa. "Kak Denis mau makan lauk apa?" Tanyanya yang kini beralih pada sang anak.
"Aku mau makan lauk ayam goreng saja Ma," jawab Denis.
"Oke deh," jawab Raisa. Lalu ia pun menyendokkan nasi serta ayam goreng untuk putranya itu.
"Terima kasih ya Ma," ucap Denis.
"Sama-sama Sayang. Ya sudah ayo sekarang kita makan," ucap Raisa.
Keluarga kecil itu pun tampak menikmati makan malam bersama dengan sangat lahap. Sedangkan sang bayi hanya terlihat diam saja meskipun ia tidak sedang tidur.
Lalu di mana Siska? 2 hari yang lalu Siska pergi ke Bandung karena ia mengikuti pengobatan tradisional agar jantungnya lebih sehat dan terasa rileks. Karena Siska memiliki penyakit jantung, yang menyebabkannya selalu mengalami tekanan darah rendah jika kelelahan dan stres. Sehingga Diego pun harus selalu siap siaga membantu istrinya untuk menjaga sang anak pada malam hari.
Saat sedang menikmati makan malam bersama, tidak sengaja Denis menyentuh gelasnya hingga gelas tersebut pun jatuh dan hancur berkeping-keping di atas lantai, yang membuat Diesa terkejut dan menangis. Sehingga Raisa pun menghentikan aktivitas makannya, lalu menggendong Diesa untuk menenangkan bayinya itu. Sedangkan Diego langsung menatap anak sulungnya tersebut dengan sangat tajam, membuat Denis merasa ketakutan.
Bersambung …
__ADS_1