Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Sulit Menerima.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju ke restoran, Raisa terlihat hanya diam saja yang membuat suasana di dalam mobil menjadi canggung.


"Raisa, soal tadi aku-"


"Oh, iya Kak. Aku minta maaf ya kalau tadi kesannya aku sudah memanfaatkanmu. Sebenarnya aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu, tapi menurutku tadi adalah kesempatan supaya Diego tidak lagi mengharapkanku. Apalagi aku juga tidak tahu dari mana Diego bisa tahu tentang kehamilanku Kak, bagaimana kalau dia bertanya-tanya siapa ayah dari anak yang aku kandung? Aku benar-benar minta maaf ya," ucap Raisa yang memotong pembicaraan Kelvin.


"Iya Sa tidak apa-apa. Aku mengerti kok, lagipula aku senang bisa membantumu," ucap Kelvin.


"Iya Kak, terima kasih banyak ya Kak. Aku yakin wanita yang akan menjadi pendampingmu nanti pasti akan menjadi wanita yang sangat beruntung. Kau harus segera mencari jodoh Kak, jangan sampai gara-gara kau bekerja dengan Ayahku kau jadi tidak memikirkan masa depanmu. Apalagi umurmu saat ini juga sudah memasuki 32 tahun 'kan, kau sudah harus memikirkan untuk mencari pendamping. Memangnya kau tidak bosan sendiri terus? Dan aku ingin jika kau nanti sudah menikah, kau dan istrimu harus tinggal di rumah Ayah, jadi aku akan mempunyai teman," ucap Raisa yang hanya ditanggapi senyuman oleh Kelvin.


"Seandainya kau bersedia menjadi istriku, aku tidak akan mencari wanita lain Raisa," batin kelvin yang ternyata diam-diam sudah menaruh hati kepada anak tuannya tersebut, entah sejak kapan.


------


Hingga tanpa terasa kini mereka pun telah tiba di restoran bebek goreng yang diinginkan oleh Raisa, lalu segera saja keduanya turun dari mobil.


"Raisa kenapa kau tidak tinggal di mobil saja, biar aku yang membelikan bebek gorengnya," tukas Kelvin.


"Tapi tiba-tiba aku ingin makan di sini saja Kak, kau mau 'kan menemani aku makan di sini? Terus apakah Ayah tidak marah jika kau lama-lama menemaniku?" Tanya Raisa.


"Aku rasa tidak, karena Tuan Sastro sendiri yang mengatakan jika hari ini aku harus menemanimu, kemanapun kau mau pergi. Kalau kau tidak percaya kau boleh menghubungi Ayahmu langsung," kata Kelvin.


"Hm … aku takut mengganggu pekerjaan Ayah Kak. Ya sudah yuk, kau mau 'kan menemani aku?" Tanya Raisa lagi.


"Ya pastilah aku mau, apalagi sebenarnya aku juga lapar," ungkap Kelvin.


"Ya ampun Kak, kenapa tidak bilang dari tadi Kalau kau lapar. Ya sudah ayo kita masuk," ajak Raisa.


Lalu keduanya pun masuk ke dalam restoran tersebut dan memesan makanan sesuai yang mereka inginkan.

__ADS_1


Raisa tampak lahap memakan Bebek goreng yang memang sangat diinginkannya sejak tadi malam. Sudah 3 bulan ia mengalami morning sickness dan tidak bisa makan apapun, sehingga di saat ia sudah bisa menikmatinya lagi, tentu saja Raisa tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Hal tersebut pun membuat Kelvin merasa sangat senang melihatnya dan tidak lupa ia memberikan laporan kepada tuannya tentang kondisi anaknya saat ini.


*****


Ting …


Saat mendapati ada pesan masuk pada ponselnya, Sastro pun langsung saja membaca pesan yang ternyata dikirim oleh Kelvin. Di mana secara diam-diam asistennya itu telah merekam video anaknya yang tengah lahap sedang makan.


"Kau temani saja Anakku, buat dia senang. Hari ini kau tidak perlu datang ke kantor."


Sastro pun mengirim pesan kepada asistennya tersebut tentunya dengan suatu harapan di dalam hatinya.


"Semoga saja dengan seperti ini kau bisa merasa bahagia Sayang. Ayah sangat ingin jika kau bisa berjodoh dengan Kelvin, bagaimanapun juga Kelvin adalah pria yang sudah lama Ayah kenal, Ayah tahu siapa Kevin dan dia sangat cocok untukmu," gumam Sastro.


Lalu Sastro pun melanjutkan pekerjaannya kembali dengan tenang setelah ia tahu bahwa kondisi anaknya saat ini baik-baik saja.


Meskipun ia sudah lama tidak pergi ke perusahaan, tetapi bukan berarti pekerjaannya tidak ada. Apalagi saat ini ia sudah meminta Kelvin untuk menemani anaknya, sehingga pekerjaannya akan lebih banyak karena tanpa bantuan sang asisten. Akan tetapi itu sama sekali tak menjadi masalah bagi Sastro, karena ia juga yang memerintahkan Kelvin untuk menemani dan selalu menjaga anaknya.


*****


"Maaf ya Ma aku terlambat, tadi ada urusan sebentar. Ini obatnya," ucap Diego sembari memberikan obat yang tadi telah ia ambil di rumah sakit.


Meskipun Diego sudah berusaha untuk menghapus air matanya dan bersikap biasa saja, tetapi pada kenyataannya sebagai seorang ibu tentunya Siska tahu jika saat ini anaknya sedang menutupi masalah.


"Ada apa Sayang?" Tanya Siska.


"Tidak ada apa-apa Ma. Aku ke kamar dulu ya, aku capek dan mau istirahat," kata Diego.


"Diego, kau jangan membohongi Mama. Mama tahu jika kau sedang menyembunyikan sesuatu dari Mama, iya 'kan?" Ujar Siska.

__ADS_1


"Tidak Ma, aku sama sekali tidak menyembunyikan apapun. Aku hanya ingin beristirahat," kata Diego.


"Ya sudah kalau memang kau beristirahat dan terima kasih ya obatnya. Oh iya nanti malam Clarissa mengajak kita makan malam di restoran A, Mama harap kau mau ikut," kata Siska.


"Iya Ma, aku ikut saja," kata Diego, lalu ia pun pergi dari hadapan ibunya tersebut.


Meskipun sedikit aneh, tetapi Siska senang karena Diego yang biasanya menolak mati-matian, kali ini ia sama sekali tak menolak sedikitpun, bahkan ia langsung menyetujuinya.


------


Diego merebahkan tubuhnya yang sangat lelah di atas kasur king size miliknya. Bukan hanya tubuhnya saja, tetapi hati dan pikiran juga sama. Ia terus saja memikirkan kenangan indah yang pernah dilaluinya bersama Raisa, tetapi saat ini berubah menjadi butiran debu yang tidak ada artinya lagi setelah apa yang baru saja ia lihat dan dengar secara langsung.


Meskipun Diego mengira jika Raisa benar-benar sudah melupakannya dan berpaling dengan pria lain, tetapi sangat sulit baginya untuk menerima kenyataan pahit ini.


"Raisa, kenapa kau tega sekali menyakiti hatiku Raisa. Padahal aku masih sangat mencintaimu dan berharap kita akan bersama lagi," gumam Diego yang tanpa sadar mengeluarkan bulir bening dari sudut matanya.


*****


Malam yang dinanti pun telah tiba, selain Siska, Diego dan Clarissa yang mengunjungi Restoran A untuk menikmati makan malam bersama, ternyata di saat itu Sastro, Raisa dan juga Kelvin pergi ke restoran yang sama. Dan siapa juga yang menyangka jika mereka akan bertemu saat hendak memasuki di restoran tersebut.


Tentunya baik Siska maupun Clarissa cukup heran karena setelah lama tidak bertemu dengan Raisa, saat ini melihat wanita itu bisa bersama dengan Sastro, bahkan terlihat begitu dekat dengan Kelvin. Berbeda dengan Diego yang sudah tahu tentang hubungan Raisa dan Kelvin, sehingga wajar saja jika saat ini Raisa bersama dengan Sastro.


"Wah … sudah lama sekali kita tidak bertemu, ternyata saat ini kau sudah bersama dengan pria lain ya. Bahkan yang aku lihat sepertinya perutmu sedikit membuncit, apa kau hamil?" Tukas Clarissa yang membuat Siska pun langsung melihat ke arah perut Raisa dan membenarkan ucapan wanita tersebut.


"Sama sekali tidak ada urusannya denganmu," ujar Raisa.


"Ya benar. Oh iya, aku lupa kalau kau ini 'kan perempuan ja lang ya, pasti saat ini kau tidak tahu 'kan sedang hamil anak siapa?" Hina Raisa.


"Tutup mulutmu! Jangan pernah menghina Anak saya seperti itu, atau saya akan membawa hal ini ke jalur hukum," bentak Sastro yang membuat Siska, Diego, maupun Clarissa begitu terkejut mendengarnya.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2