
Ketiganya masih tampak terkejut dan tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Sastro, serta menatapnya seakan meminta penjelasan.
"Ayah, seharusnya Ayah jangan berbicara seperti itu," bisik Raisa yang masih tak ingin identitasnya diketahui.
"Sudahlah Raisa, kau tidak perlu mencegah Ayah. Mereka semua harus tahu supaya tidak menindasmu lagi. Apa tidak cukup selama ini mereka menindasmu, selalu menyalahkanmu tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi," tukas Sastro.
"Maaf Tuan Sastro, apa ya maksud Anda berkata seperti itu?" Tanya Siska yang kini pun ikut angkat bicara.
"Maaf Nyonya Siska jika ucapan saya tadi telah menyinggung perasaan Nyonya Siska. Tetapi memang itu 'kan kenyataannya? Dan saya harus menjelaskan kepada kalian semua bahwa selama Raisa menghilang dari hadapan kalian itu karena Raisa ada bersama dengan saya. Saya adalah Ayah kandung Raisa," ucap Sastro yang membuat Siska, Clarissa dan juga Diego bertambah terkejut.
"Bagaimana bisa jika Tuan Sastro adalah ayah Raisa?" Tanya Diego yang tak mempercayainya.
Tentu saja bisa, karena hasil tes DNA yang menyatakan bahwa kami berdua adalah sedarah, bahwa Raisa adalah Anak kandung saya. Untuk apa penyebabnya kenapa saya bisa sangat yakin jika Raisa adalah anak saya sehingga melakukan tes DNA, saya rasa kalian sudah tahu tetapi itu sama sekali bukan urusan kalian bertiga. Kalian bukan siapa-siapa dan seperti yang kalian lihat sendiri, saat ini Raisa juga sudah bersama dengan Kelvin, asisten saya. Itu artinya Tuan Diego sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mendekati Raisa. Maaf saat ini kami juga sedang terburu-buru, sudah tidak ada waktu lagi untuk meladeni kalian," ucap Sastro yang mengajak Raisa dan Kelvin masuk ke dalam.
Kelvin pun menggenggam erat tangan Raisa, lalu mereka bertiga masuk ke dalam restoran.
Sedangkan Diego terlihat menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan dan perasaan dan sangat sulit untuk dijelaskan. Ia masih tak bisa menerima kenyataan bahwa Raisa telah menikah dengan Kelvin dan sekarang harus menerima fakta bahwa Raisa adalah anak dari klien lamanya.
Begitu juga dengan Siska, ia tak menyangka jika Raisa, wanita yang terakhir kali dihinanya, menganggap jika Raisa adalah wanita tidak baik, ternyata anak dari pria terhormat. Bahkan beliau adalah teman lama dari mendiang suaminya.
__ADS_1
Lantas apa yang dipikirkan Clarissa? Tentunya ia merasa sangat takut karena ternyata Raisa adalah anak orang penting. Raisa adalah anak dari keluarga terhormat, sudah pasti Clarissa takut jika nantinya Sastro akan mencari tahu hal yang sebenarnya terjadi, Sastro malah akan membalas semua perbuatan Clarisa terhadap anaknya tersebut.
"Ck, Sombong sekali pria itu. Memangnya dia pikir anaknya itu siapa. Sekali murahan tetap saja murahan," ucap Siska.
"Ma, sudah aku katakan Raisa bukan wanita seperti itu. Kenapa sih Mama masih juga menghina Raisa. Sudah lah Ma, sekarang Raisa juga sudah bersama pria lain 'kan? Jadi Mama tidak usah lagi menjelek-jelekan Raisa. Sampai kapanpun aku juga tidak akan pernah kembali lagi dengannya," kata Diego yang langsung mengembalikkan badannya dan berjalan hendak menuju ke mobil.
"Diego, kau mau ke mana? Kita belum makan," kata Clarissa.
"Aku tidak nafsu, kalian berdua saja yang makan," jawab Diego yang langsung masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobilnya tersebut. Lalu ia melajukan mobil pergi meninggalkan restoran.
"Tante bagaimana ini, apa kita masih tetap akan makan tanpa Diego?" Tanya Clarissa.
*****
Raisa berbaring di atas kasur King size empuk miliknya, bukan lagi kasur single yang waktu itu digunakan saat masih tinggal bersama sang nenek, karena saat ini kehidupannya benar-benar berubah drastis sejak mengetahui jika ia adalah anak dari pengusaha yang kaya raya, Sastro. Ia menatap langit-langit kamarnya yang tampak gelap karena sedari tadi belum dapat memejamkan matanya, meskipun saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Padahal sejak di restoran tadi Raisa sudah menguap, merasakan kantuk yang luar biasa.
Penyebabnya karena saat ini Raisa terus saja memikirkan sosok Diego, ayah dari anak yang dikandungnya dan masih sangat dicintainya itu. Padahal ia sudah bersusah payah melupakan pria tersebut, tetapi kenapa setelah ia keluar dari rumah malah langsung bertemu dengannya, seakan hatinya telah goyah.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana jika akhirnya Kak Diego tahu jika semua ini adalah bohong? Pernikahanku dan Kak Kelvin hanyalah pura-pura, hanya bersandiwara di depannya. Bagaimana kalau Kak Diego tahu bahwa anak yang ada di dalam kandunganku ini sebenarnya adalah anaknya, apakah Kak Diego akan memintaku untuk menikah dengannya? Tapi bagaimana dengan Clarissa Yang aku lihat hubungan mereka sudah dekat. Ya meskipun aku tahu mereka belum menikah, karena sama sekali tidak ada cincin yang melingkar di jari mereka," gumam Raisa yang tadi memang sempat melirik ke arah jari keduanya.
__ADS_1
"Sayang, maafkan Mama ya. Mama dan Papa kamu memang ditakdirkan tidak akan mungkin bisa bersama selamanya. Untuk itulah Mama memilih untuk menghindar, ini adalah yang terbaik. Mudah-mudahan kita bisa kuat untuk menjalani ini berdua ya Sayang," gumamnya lagi sembari mengusap perutnya dengan lembut, seolah berbicara dengan sang anak.
Lalu ia pun mencoba untuk memejamkan matanya kembali dan tanpa sadar ia terlelap, hingga terbangun keesokan harinya.
*****
Diego melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Meskipun seminggu telah berlalu, entah apa yang menuntunnya saat ini begitu kekeh ingin pergi ke perusahaan milik Sastro. Diego masih tak mempercayai jika Raisa adalah anak dari pria tersebut, ia merasa jika semua itu adalah sandiwara yang dibuat oleh Sastro untuk membalas dendam kepada mereka.Ya karena dari awal Diego tahu jika Sastro memang begitu dekat dengan Raisa, bahkan mengatakan jika sudah menganggapnya sebagai anak sendiri. Sehingga membuat Diego pun merasa sangat penasaran dan ingin menanyakan langsung hal yang sebenarnya, tentang kebenarannya.
------
Sementara itu, Raisa yang baru saja tiba di perusahaan sang ayah langsung menuju ke ruangannya dan saat ini sedang duduk di sofa bersama ayah dan asisten ayahnya itu.
"Ayah, sebenarnya ada apa? Apa yang ingin Ayah bicarakan sampai Ayah memintaku untuk datang ke perusahaan dan dijemput sama Kak Kelvin?" Tanya Raisa.
"Raisa, ada hal penting yang ingin Ayah sampaikan padamu. Saat ini kandunganmu semakin membesar, tidak terasa usia kandunganmu akan semakin bertambah dan kau akan segera melahirkan. Apa kau sama sekali tidak ingin mempunyai pendamping? Bagaimanapun juga anakmu itu butuh sosok ayah, Raisa," ucap Sastro.
"Kenapa Ayah tiba-tiba berbicara seperti itu? Ayah sendiri 'kan tahu bagaimana kondisiku saat ini. Ayah dari Anakku saja tidak tahu jika saat ini aku sedang mengandung anaknya, lalu apa Ayah kira semudah itu untuk mencari pendamping yang mau menerima keadaanku sedang hamil seperti ini? Apa ada pria yang mau menerimaku apa adanya? Itu tidak mungkin," tukas Raisa.
"Tentu saja ada dan Ayah sangat yakin jika pria itu pasti akan sangat bersedia. Benar 'kan Kelvin?" Ucap Sastro yang membuat Raisa dan Kelvin tersentak dan langsung menatap ke arah Sastro.
__ADS_1
Bersambung …