
Karena hari sudah malam, Nada pun berpamitan kepada Siska, Raisa dan juga Diego bahwa ia akan kembali ke kediamannya. Ia merasa sangat tidak enak jika harus berlama-lama berada di rumah Diego, apalagi dengan kondisi Raisa saat ini pastinya ia sudah sangat ingin beristirahat.
"Nad, ini sudah malam loh. Kenapa kau tidak menginap saja di sini?" Ujar Raisa.
"Tidak Raisa, terima kasih atas tawaranmu. Tapi Lebih baik aku pulang saja, tidak masalah kok. Lagi pula aku itu bukan anak kecil lagi, ini 'kan masih jam 21.00 WIB, masih ramai di luaran sana,' kata Nada.
"Nada, lebih baik kau diantar oleh supir saja ya supaya lebih aman. Kau belum memesan taksi Online 'kan?" Kata Siska.
"Belum Tante, api aku mau memesannya sekarang. Jadi tidak perlu repot-repot," tolak Nada.
"Tidak ada yang repot. Jangan menolaknya ya, akan lebih aman jika kau pulang diantar oleh supir saja," ujar Siska.
"Iya Nada kalau kau memang benar-benar ingin pulang, ya sudah biar supir saja ya yang mengantarmu pulang. Aku tidak mau kalau nanti terjadi sesuatu denganmu dan ingat jika nanti ada apa-apa kau harus langsung mengabariku," kata Raisa.
"Supir yang mengantarmu pulang itu juga merupakan Bodyguard yang bekerja di sini, jadi kau pasti akan aman sampai di rumah. Meskipun nanti mantan suamimu sudah menunggumu di sana, aku pastikan bodyguard itu akan menghajar mantan suamimu itu habis-habisan," kata Diego.
"Terima kasih banyak Tuan Diego, Nyonya Siska, Raisa, atas bantuan kalian. Aku tidak tahu harus berkata apa dan aku merasa sangat bersyukur karena hari ini bisa bertemu dengan orang-orang baik seperti kalian," ucap Nada.
"Nada jangan berbicara seperti itu, kau itu teman baikku, dulu kau sering sekali membantuku. Jadi tidak ada salahnya 'kan jika aku juga berbuat baik padamu," ucap Raisa.
"Terima kasih banyak ya Sa," ucap Nada sekali lagi, lalu ia pun memeluk sahabatnya itu sejenak.
Setelah itu Nada menyalami tangan Siska dan kembali berpamitan kepada Raisa dan Diego. Lalu mereka bertiga mengantar Nada sampai ke depan rumah, hingga wanita itu masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kediaman Abimana.
"Raisa, Diego, ayo kita masuk. Raisa kau harus segera beristirahat, ingat jangan tidur terlalu malam karena tidak baik untuk kondisi kesehatan anak di dalam kandunganmu," pesan Siska
"Iya Ma," jawab Raisa.
Diego merangkul tubuh istrinya tersebut, menuntunnya masuk ke dalam rumah. Begitu juga dengan Siska yang ikut masuk ke dalam dan menutup pintu dengan rapat, lalu mereka menuju ke kamar masing-masing.
_____
__ADS_1
"Sayang, bagaimana perasaanmu setelah bertemu dengan teman lamamu itu?" Tanya Diego saat mereka sudah berada di kamar dan berbaring di atas tempat tidur.
"Tentunya aku merasa sangat senang Kak. Kakak tahu sendiri 'kan jika selama ini aku tidak memiliki teman dekat, aku hanya punya kau, Mama, Denis, Ayah, Kak Kelvin dan aku hanya mengenal orang lain seperti pelayan yang bekerja di rumah ini dan rumah Ayah, Satpam, supir dan juga Bodyguard yang baru saja kau pekerjakan. Tentu saja aku merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan lamaku. Tapi aku kasihan dengan nasib Nada sekarang," ujar Raisa.
"Sayang, setiap orang itu pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Roda terus berputar dan aku yakin kok pasti Nada bisa menghadapi masalahnya," kata Diego.
"Iya Kak aku juga yakin. Tapi Kak bagaimana kalau nanti tiba-tiba saja mantan suaminya itu datang dan menyakitinya lagi? Apalagi setelah tadi kita menolongnya, aku yakin Kak pasti mantan suaminya itu akan sangat marah," kata Raisa.
"Kau tenang saja Sayang, bukankah sudah aku katakan bahwa aku akan membereskan masalah ini. Aku sudah meminta anak buatku untuk melaporkan hal ini ke Kantor Polisi, aku yakin Polisi pasti sedang mencari keberadaannya melalui foto yang tadi dikirim oleh Nada. Kau tenang saja ya, jangan khawatir, temanmu itu pasti akan baik-baik saja," ucap Diego meyakinkan.
"Iya Kak, terima kasih banyak ya Kak. Kau benar-benar sangat baik," ucap Raisa lalu memeluk tubuh suaminya itu.
"Sama-sama Sayang. Aku akan selalu berusaha menjadi suami yang paling baik untuk istriku tercinta dan aku akan melakukan apapun yang penting kau bahagia, karena aku sangat mencintaimu," ucap Diego.
"I love you too Kak," balas Raisa lalu menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik suaminya itu.
Diego tersenyum bahagia, ia mencium rambut Raisa yang begitu harum semerbak. Lalu karena dilihat Raisa yang sudah memejamkan mata, kini Diego pun ikut memejamkan mata dan membalas pelukan dari istrinya tersebut. Hingga keduanya terlelap dan terbangun keesokan harinya.
*****
"Ada apa kak?" Tanya Raisa yang ikut terkejut karena di saat itu ia baru saja dari keluar dari kamar mandi dan melihat Diego yang tampak panik.
"Ada masalah di perusahaan Sayang, aku harus pergi sekarang," ujar Diego.
"Tapi kau belum sarapan Kak," tukas Raisa.
"Aku bisa sarapan di mana saja, yang penting sekarang aku harus pergi dan menyelesaikan masalah di perusahaan. Aku harap kau mengerti ya Sayang. Aku pergi dulu dan kau tidak perlu mengantarku," ucap Diego lalu mencium kening istrinya tersebut dengan lembut.
Setelah itu Diego pun menyambar tas kerjanya, lalu keluar dari kamar. Ia memasang langkah kaki seribu, sangat terburu-buru menuruni tangga. Hingga saat tiba di lantai dasar, Diego bertemu dengan Siska dan Denis yang hendak menuju ke ruang makan.
Melihat tingkah laku anaknya itu tentu saja membuat Siska pun merasa kebingungan dan juga bertanya-tanya.
__ADS_1
"Diego, kenapa kau terburu-buru sekali? Ada apa?" Tanya Siska.
"Iya Ma, aku sangat terburu-buru karena ada masalah di kantor yang harus aku selesaikan. Aku pergi dulu ya Ma, pamit Diego yang menyalami tangan ibunya tersebut, begitu juga dengan Denis yang menyalami tangan ayahnya. Setelah itu segera saja Diego keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil, lalu pergi menuju ke perusahaan.
Sedangkan Raisa masih tampak berjalan pelan menuruni tangga hingga kini ia telah tiba menghampiri ibu dan anaknya yang sengaja menunggunya.
"Raisa, apa dengan Diego? Kenapa dia terburu-buru sekali," Tanya Siska.
"Kak Diego hanya mengatakan ada masalah di kantor Ma, aku juga tidak tahu apa masalahnya," jawab Raisa apa adanya.
"Diego juga berkata seperti itu kepada Mama, mungkin ada masalah pekerjaan. Ya sudah kita berdoa saja semoga Diego bisa menyelesaikan masalahnya," ucap Siska.
"Iya Ma, aku hanya merasa khawatir. Tiba-tiba saja Kak Diego mendapatkan kabar dari sekretarisnya kalau ada masalah di perusahaan, terus dia langsung pergi terburu-buru padahal belum sarapan," kata Raisa.
"Raisa, namanya terburu-buru sudah pasti Diego tidak memikirkan apapun. Lagi pula kalau soal sarapan itu gampang, nanti Diego bisa sarapan di kantor. Lebih baik sekarang kita saja yang sarapan, sebentar lagi Denis harus pergi ke sekolah," kata Siska.
Raisa menganggukkan kepalanya, lalu mereka bertiga pun melangkahkan kaki menuju ke ruang makan.
*****
Diego yang baru saja tiba di Perusahaan Abimana Grup, langsung berlari masuk ke dalam perusahaannya itu. Setelah mendapat kabar dari sekretarisnya bahwa brankas di dalam ruangannya telah dibobol serta data-data penting di dalamnya telah hilang, membuat Diego pun merasa sangat murka.
Sekretarisnya itu mengetahui kabar tersebut dari cleaning service yang setiap pagi selalu membersihkan ruangan Direktur sebelum digunakan dan melihat brankas yang sudah terbuka.
"Brengsek! Siapa yang melakukan hal ini, aku pastikan aku pasti akan menemukannya sampai ke lobang semut pun," ucap Diego dengan sangat emosi dan tatapan yang begitu tajam.
Diego tahu jika perusahaannya saat ini sedang dalam masalah besar jika sampai berkas-berkas tersebut jatuh ke tangan orang yang salah. Apalagi juga terdapat berkas penting yang bisa dikatakan sebagai dokumen rahasia perusahaan dalam bentuk berkas dan tidak boleh ketahui oleh orang sembarangan.
"Argh … !" Teriak Diego sembari mengobrak-abrik apa saja yang ada di atas meja kerjanya.
Bersambung …
__ADS_1