Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Melamar.


__ADS_3

Raisa dan Diego merasa sangat terkejut dan tak menyangka jika Siska saat ini berada di hadapan mereka bersama Clarissa. Ya siapa lagi kalau bukan Clarissa yang menghubungi Siska dan mengajaknya untuk langsung menemui Diego dan mengatakan jika saat ini anaknya itu sedang bersama Raisa.


"Mama, kenapa Mama bisa ada di sini?" Tanya Diego.


"Keluar kau Diego!" Titah Siska sembari menarik tangan anaknya tersebut.


Sedangkan Raisa hanya terlihat menunduk karena merasa kebingungan, tidak berani untuk menatap tajamnya mata seorang ibu yang dulu sangat menyayanginya, tidak tahu harus melakukan dan mengatakan apa saat ini.


"Ada apa ini Ma, kenapa Mama bisa ada di sini?" Diego mengulangi pertanyaannya.


"Seharusnya Mama yang bertanya padamu, kenapa kau bisa berada di sini dengan wanita ini. Bukankah sudah jelas wanita ini sudah menikah dengan pria lain, bahkan dia sedang mengandung anak pria itu. Kenapa kau malah bersama dengannya? Apa yang kalian lakukan berdua di sini Diego? Tolong jangan gila Diego, apakah tidak ada wanita lain yang bisa kau dapatkan selain mengambil istri orang," ucap Siska yang terlihat begitu murka.


Lalu Diego pun menjauhi Ibunya dan kembali berada di samping Raisa, serta merangkul tubuh wanita itu.


"Dia adalah wanitaku Ma, aku mencintainya. Asal Mama tahu anak yang berada di dalam kandungan Raisa ini bukan anak Kelvin, Raisa juga belum menikah dengan pria itu. Tapi anak ini adalah Anakku, cucu Mama," terang Diego yang membuat Siska begitu terkejut.


Tetapi tidak dengan Clarissa, karena ia sudah mendengarnya dari Darrel.


"Tidak! Bagaimana mungkin anak yang dikandung oleh Raisa adalah Anakmu sementara kau sendiri yang mengatakan jika waktu itu kau sama sekali tidak melakukan apapun dengan Raisa. Kau jangan coba-coba untuk melindunginya Diego," tukas Siska yang tak mempercayainya.


"Tapi itu kenyataannya Ma, aku dan Raisa telah melakukannya karena waktu itu Raisa dijebak dan tidak sengaja kami melakukannya," ungkap Diego.


"Apa?"


Siska terlihat sangat syok dan tiba-tiba saja ia memegang dadanya yang terasa sangat sakit, sehingga tubuhnya pun terhuyung. Tetapi Clarissa yang berada di sampingnya itu pun dengan cepat menangkap tubuhnya tersebut.


"Ma, Mama kenapa Ma?" Tanya Clarissa yang terlihat panik.


"Mama … !" Pekik Raisa yang merasa sangat khawatir dan langsung mendekati Siska.


Begitu juga dengan Diego yang langsung menghampiri Siska dan menepis tangan Clarissa, meminta wanita itu untuk menjauhi ibunya.


"Ma, Mama kenapa?" Tanya Diego.


"Jangan mendekatiku, kalian berdua benar-benar keterlaluan! Clarissa, tolong bawa saya pergi dari sini," ucap Siska.


"Tapi Ma-"

__ADS_1


"Kau mau membawa saya pergi sekarang atau saya akan pergi sendiri," ucap Siska yang memotong ucapan Clarissa begitu saja.


Hingga akhirnya Clarissa pun terpaksa menuruti keinginan ibunya Diego, meskipun ia merasa sangat kesal.


"Benar-benar menyebalkan, aku membawamu ke sini ingin melabrak mereka, ingin memisahkan mereka, tetapi kenapa malah kita pergi begitu saja sih," gerutu Clarissa di dalam hatinya.


Lalu mereka pun segera saja pergi meninggalkan Diego dan Raisa yang masih tampak terdiam di depan pintu apartemen.


"Kak, kenapa kau tidak menyusul Mama? Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan ibumu?" Tanya Raisa.


"Aku yakin Mama akan baik-baik saja, lagipula sudah ada Clarissa di sampingnya. Mama hanya butuh istirahat, karena Mama sudah terbiasa seperti itu jika mendengar hal yang tidak diinginkannya. Tapi Mama harus tahu tentang hubungan kita dan apa yang terjadi dengan kita di masa lalu, supaya Mama tidak bisa terus menyalahkanmu Sayang," ucap Diego.


"Tapi kak, aku takut kalau Mama akan semakin membenciku," ujar Raisa.


"Kau tenang saja, itu tidak akan terjadi. Mau tidak mau, suka atau tidak suka Mama harus merestui hubungan kita," ucap Diego lalu meraih tubuh Raisa ke dalam dekapannya.


"Terima kasih ya Kak, aku percaya padamu dan aku mencintaimu Kak," ucap Raisa.


"Hah apa? Kau bilang apa tadi?" Tanya Diego yang menatap ke arah Raisa.


"Ih kau ini, tidak ada pengulangan kata," hardik Raisa.


"Ini pertama kalinya kau mengatakan seperti itu terlebih dulu. Please ulangi lagi," pinta Diego seperti anak kecil yang merengek meminta dibelikan permen oleh sang ibu.


"Aku mencintaimu kak Diego," ucap Raisa yang membuat Diego pun tersenyum bahagia.


"Aku juga mencintaimu, untuk itu aku akan memperjuangkan hubungan kita. Kali ini aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi," ucap Diego dengan sangat serius, lalu memeluk Raisa begitu erat.


Beberapa saat kemudian, keduanya melepaskan pelukan dan segera saja pergi meninggalkan apartemen. Diego akan mengantar Raisa pulang ke rumahnya terlebih dulu.


*****


Bugh!


Sebuah pukulan langsung mendarat di pipi Diego saat ia berada di depan kediaman Sastro.


Meskipun Sastro percaya terhadap Diego dan saat ini juga ia melihat keadaan anaknya baik-baik saja diantar pulang oleh pria tersebut, tetapi tetap saja Sastro merasa sangat kesal karena setelah membawa anaknya pergi begitu saja, Diego sama sekali tak memberi kabar yang membuat Sastro begitu merasa sangat khawatir dan memberikan pukulan itu sebagai bentuk rasa kekesalannya.

__ADS_1


"Ayah, kenapa yah memukul kak Diego?" Tanya Raisa yang merasa sangat terkejut.


"Diam! Kau tidak perlu ikut campur, ini adalah urusan laki-laki," ucap Sastro yang membuat Raisa pun terdiam.


"Aku minta maaf Tuan. Aku tahu aku salah karena baru mengantar Raisa pulang sekarang, tetapi Raisa baik-baik saja, aku sama sekali tidak menyakitinya," ucap Diego.


"Kau menyadari kesalahanmu dan sekarang dengan gampangnya kau meminta maaf. Kau sudah membawa kabur anak perempuanku dan kau sama sekali tidak mengabariku, apa kau sama sekali tidak menghargaiku sebagai orang tuanya Raisa hah!" Bentak Sastro.


"Aku benar-benar minta maaf Tuan, aku tidak bermaksud seperti itu," ucap Diego.


"Yah sudah Yah, tadi aku dan Kak Diego hanya pergi menyelesaikan masalah kita saja. Sekarang Kak Diego sudah mengantarku pulang dan juga ada sesuatu juga yang ingin kita bicarakan Yah," kata Raisa yang ikut angkat bicara, meskipun tadi Sastro memintanya untuk diam.


Sastro mencoba untuk menetralisir perasaannya, bagaimanapun juga ia sudah berniat akan menerima Diego seandainya itu sudah menjadi pilihan Raisa.


"Ya sudah sekarang kita masuk. Diego, kau juga ikut masuk," ajak Sastro.


"Terima kasih Tuan," ucap Diego yang mengikuti Sastro dan Raisa masuk ke dalam rumah.


Lalu mereka pun duduk di ruang tamu yang begitu megah bak istana.


"Katakan apa yang ingin kalian bicarakan padaku," ucap Sastro.


"Tuan, aku ingin melamar Raisa untuk menjadi istriku segera. Karena bagaimanapun juga saat ini Raisa telah mengandung Anakku, aku harus bertanggung jawab dan itu semua juga karena rasa cintaku terhadap Raisa yang tidak pernah pudar. Selama Raisa menghilang aku selalu berusaha mencarinya, aku sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangannya lagi Tuan. Apakah Tuan mau merestui hubungan kami?" Ucap Diego langsung saja.


"Bagaimana denganmu Raisa? Apakah kau setuju untuk menikah dengan Diego?" Tanya Sastro.


"Iya Ayah, aku setuju. Aku sudah sepakat dengan Kak Diego bahwa kami akan menikah, bukan hanya karena rasa cinta saja tetapi ini juga demi buah hati yang saat ini sedang aku kandung. Ayah sendiri juga tahu selama ini aku berusaha untuk mempertahankannya karena ini merupakan buah cintaku dan Kak Diego. Meskipun awalnya kami melakukan karena ketidaksengajaan dan itu karena sebuah kesalahan, tetapi bagaimanapun juga tidak bisa dipungkiri jika kami berdua saling mencintai. Tolong restui hubungan kami Ayah," pinta Raisa.


Sastro tampak menghela nafas panjang lalu menghembuskannya lagi secara kasar.


"Ayah akan merestui hubungan kalian, apalagi ini juga sudah merupakan pilihan Raisa. Ayah ingin melakukan apapun asal Anak Ayah bahagia. Tetapi bagaimana dengan orang tuamu Diego?" Tanya Sastro.


"Soal Ibuku, aku pasti akan berbicara padanya. Mau tidak mau, suka tidak suka, ibuku pasti akan menerima karena Raisa telah mengandung Anakku. Aku berharap setelah aku bicara nanti Mama akan bisa menerimanya dan merestui hubungan kami, jika tidak pun tanpa restunya aku akan tetap menikah dengan Raisa. Bukankah sebagai seorang laki-laki aku tetap bisa menikah tanpa Restu Ibuku dan aku harus bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan, jadi aku pasti akan tetap menikahi Raisa. Aku tidak akan mengingkari janjiku," ucap Diego.


Prang …


Tiba-tiba saja terdengar suara gelas yang terjatuh serta pecah berkeping-keping di atas lantai, membuat Raisa, Diego dan Sastro langsung menatap ke arah seseorang yang membawa gelas tersebut dan tidak sengaja menjatuhkannya karena mendengar Raisa dan Diego akan menikah.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2