
Karena sudah membuktikannya langsung, saat ini Diego, Raisa dan Siska pun memberi kesempatan lagi kepada Ayumi untuk tetap bekerja di kediamannya. Apalagi Raisa juga sudah merasa cocok dengan kinerja pengasuh anaknya itu meskipun tidak bisa dipungkiri jika ia juga merasa kecewa kepadanya. Apalagi Raisa memang sangat membutuhkan Baby Sitter karena ia juga memiliki kesibukan lain, misalnya terkadang suka ikut andil dalam mengurus anak sulungnya atau berpergian karena ada urusan penting. Bukan karena itu saja, Raisa merasa tidak tega di saat Ayumi memohon untuk tetap bekerja di sana. Ayumi sangat membutuhkan pekerjaan itu untuk menghidupi neneknya.
Akan tetapi Diego memberi kesempatan kepadanya dengan syarat yang sudah tertulis di surat perjanjian dan harus di tandatangani oleh Ayumi, yang isinya adalah jika wanita itu ketahuan mau mencelakai atau bahkan sudah membuat anaknya mereka celaka, maka Diego tidak akan pernah mengampuninya atau memberikannya kesempatan lagi untuk menghirup udara bebas.
Bukan hanya memberi kesempatan Ayumi saja, tetapi Diego juga menepati janjinya dengan membiayai seluruh pengobatan Nenek Rima yang saat ini sudah ditangani oleh dokter. Diego juga meminta pelayanan terbaik untuk neneknya itu, setelah dioperasi Nenek Rima juga akan kembali ke kediamannya sesuai permintaan Ayumi. Ayumi akan mempekerjakan seseorang untuk menjaga neneknya di saat ia bekerja, sehingga Ayumi bisa bekerja dengan tenang. Untuk itu juga lah ia masih sangat membutuhkan pekerjaan.
"Terima kasih banyak Tuan Diego dan Nyonya Raisa, saya baru saja mendapat kabar jika operasi Nenek berjalan dengan lancar. Semua ini karena kebaikan dan kemurahan hati Tuan dan Nyonya, saya benar-benar menyesal karena sudah berniat jahat. Kalian dengan sangat tulus membantu saya meskipun saya bukan orang baik dan saya nekat membantu orang jahat karena dendam yang salah demi mendapatkan uang, tapi pada kenyataannya mereka sama sekali tidak berniat membantu saya, mereka hanya memanfaatkan saya saja," ucap Ayumi dengan penuh penyesalan.
"Penyesalan memang selalu datang belakangan, namun apa gunanya dengan penyesalan itu sekarang? Semua sudah terlanjur, nasi telah menjadi bubur. Lebih baik jadikan saja pelajaran untukmu," tukas Raisa.
"Iya, Nyonya benar. Saya janji tidak akan pernah melakukan hal jahat lagi. Jika saat ini kalian membutuhkan bantuan, saya siap untuk membantu. Saya tahu di mana keberadaan Tuan Carlos, Tuan Diego juga bisa menyelidikinya karena waktu itu saya sempat mendengar beberapa rahasia saat Roy sedang berbicara dengan pria tua itu," ucap Ayumi.
"Kau serius?" Tanya Diego.
"Ya saya serius Tuan, saya akan memberitahu Tuan untuk menemlbus semua kesalahan yang telah saya lakukan dan juga rasa terima kekasih atas kebaikan keluarga Tuan Diego terhadap saya," ucap Ayumi.
"Ya sudah kalau begitu katakan. Tapi ingat jika aku tahu kau membohongiku maka jangan harap kau akan bebas dariku," tegas Diego.
"Iya Tuan aku janji. Tuan boleh memegang janjiku," ucap Ayumi, lalu segera saja ia memberitahu Diego dan Raisa apa yang ia ketahui tentang Carlos.
"Bagus, kau benar-benar bisa diandalkan," ucap Diego. "Sayang, aku pergi dulu ya. Ingat kau tetap berada di rumah menjaga Anak-Anak kita dengan baik," pamitnya kepada sang istri.
"Memangnya kau mau ke mana Kak?" Tanya Raisa.
"Ada urusan yang harus aku selesaikan. Kau tenang saja ya, aku tidak pergi sendirian, aku akan mengajak Ramzi," kata Diego yang tahu istrinya itu pasti merasa khawatir.
"Ya itu memang lebih baik," jawab Raisa.
__ADS_1
"Iya Sayang, ini semua juga demi perusahaan. Aku tidak mungkin menutup perusahaanku terlalu lama karena bagaimanapun juga aku memiliki banyak pekerjaan di sana. Bagaimana nasib para klien dan pegawai jika perusahaan tidak berjalan," kata Diego.
"Iya Kak aku mengerti kok. Yang penting kau tetap hati-hati ya," ucap Raisa.
Diego menganggukkan kepalanya lalu mencium kening sang istri, serta mencium kening anak bayinya itu. Setelah itu segera saja ia pergi meninggalkan rumah.
_____
"Nyonya Raisa, apa sekarang Nyonya Raisa percaya kepada saya jika saya masih mau merawat baby Diesa?" Tanya Ayumi saat Diego sudah tak terlihat.
"Iya Sus aku percaya kok, kalau tidak percaya mana mungkin aku tetap membiarkanmu berada di sini. Bagaimanapun juga Diesa sangat tenang bersamamu dan sepertinya dia sangat menyayangimu Suster, karena beberapa hari ini dia rewel terus saat tidak bertemu denganmu. Sepertinya dia tahu sesuatu, mungkin kau pernah berniat jahat dengannya tapi Diesa juga tahu jika kau melakukan itu semua karena terpaksa," ucap Raisa.
"Terima kasih banyak Nyonya Raisa," ucap Ayumi yang meneteskan air matanya, tak tahu harus mengucap kata apa lagi.
"Sudah ya Sus tidak usah menangis. Oh ya satu lagi, apa aku boleh minta tolong padamu," ucap Raisa.
"Tapi sebenarnya ini juga harus dari hati Suster sendiri ya bersedia apa tidak, apa kau mau berdamai dan berteman dengan Suster Maira? Suster Maira itu sangat ingin berteman denganmu Sus," ucap Raisa.
"Apakah setelah kejadian ini Suster Maira masih ingin menjadi temanku Nyonya? Justru aku yang malu untuk berteman dengan Suster Maira yang sudah begitu baik tapi aku malah menjahatinya. Aku juga berniat akan meminta maaf padanya Nyonya," ucap Ayumi.
"Tuh orangnya," ucap Raisa sembari menunjuk Maira yang di saat itu berdiri dekat pintu ruang keluarga dan menatap ke arah mereka dengan senyuman yang mengambang di sudut bibirnya.
Lalu Maira pun melangkahkan kakinya mendekati mereka.
"Suster Maira dan Suster Ayumi kalian berdua berbicara saja ya, aku mau ke kamar dulu bawa Diesa. Setelah berbicara Suster Ayumi pulang saja, pasti mau langsung ke rumah sakit 'kan," kata Raisa.
"Iya Nyonya," jawab Maira.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Nyonya," jawab Ayumi pula.
*****
Saat ini Diego dan Ramzi sedang berada di Kantor Polisi. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut polisi menemukan bukti jika Roy memang bersalah tetapi memang tidak ada dalam dibalik ini semua, karena memang Roy sendiri mengakui jika ia memang bertindak sendiri. Saat ini juga Roy sudah ditangkap setelah kemarin sempat dibebaskan sementara.
Setelah penyidikan kini telah masuk tahap persidangan, yang itu artinya Roy pun akan mengikuti sidang dan ia juga telah mengutus pengacara untuk mendampinginya nanti. Akan tetapi Diego memastikan jika Roy akan tetap terkena hukuman seberat-beratnya karena ia tidak akan terima jika Roy bebas begitu saja dengan apa yang sudah dilakukannya, sehingga Diego sendiri juga mengutus pengacara terbaiknya yaitu kenalan Sastro yang sudah sangat lama berprofesi sebagai pengacara dan sangat terkenal di negaranya. Tidak ada satupun pengacara yang berhasil melawan pengacara tersebut di saat persidangan. Tentunya Diego juga membayar pengacara itu dengan sangat mahal.
"Kau tidak akan pernah menang Roy, karena semua bukti-bukti kejahatanmu sudah terkumpul. Silahkan minta pengacaramu itu untuk mencari bukti lain agar bisa membelamu, aku rasa itu semua tidak akan berhasil. Oh iya aku juga ingin memberitahumu satu hal, aku sudah tahu jika kau adalah keponakan Carlos yang sangat dicintainya itu," ucap Diego dengan nada meledek.
"Dari mana kau tahu soal itu?" Tanya Roy.
"Aku sudah tahu semuanya Roy dan kau tidak perlu tahu aku mengetahuinya dari mana, tapi yang pasti tidak lama lagi aku pasti akan menjebloskan Om-mu itu juga ke dalam penjara. Ya mungkin sekarang belum waktunya saja karena dia cukup licik dan sangat pandai menyimpan bukti-bukti," ucap Diego.
"Sudahlah Diego kau tidak perlu mengancamku, aku sama sekali tidak takut," hardik Roy.
"Ya aku juga tahu itu, jika kau takut mana mungkin kau melakukan kejahatan dengan alasan yang tidak masuk di akal. Kau tahu siapa aku dari dulu Roy, aku juga bisa melakukan apapun kepada orang yang berbuat jahat denganku tapi jika orang itu yang memulai duluan dan kau sama saja telah membangunkan harimau yang sedang tidur, jadi jangan salahkan aku jika saat ini aku akan melakukan apapun untuk menghancurkan orang-orang yang telah menyakiti keluargaku, termasuk kau!" Ucap Diego dengan tatapan tajam.
Di saat itu pun Diego langsung saja beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Roy. Ia menghampiri bodyguard-nya yang berada di luar dan mengajaknya pergi ke suatu tempat yang akan mereka kunjungi selanjutnya.
Saat hendak masuk ke dalam mobil, dari kejauhan tidak sengaja Diego melihat seseorang yang memperhatikan mereka dan Diego sangat yakin jika orang tersebut adalah mata-mata yang dikirim untuk mengawasi gerak-geriknya.
"Ramzi, cepat kejar orang itu," titah Diego sembari memberi isyarat, sehingga segera saja Ramzi berlari ke tempat di mana arah mata tuannya itu.
Akan tetapi mata-mata tersebut menyadarinya, sehingga segera saja ia melarikan diri dan masuk ke dalam mobil lalu melaju dengan kecepatan tinggi.
Bersambung …
__ADS_1