Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Unek-Unek Darrel.


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari Diego, kini Raisa dan Siska pun mengerti. Lalu mereka melangkahkan kaki menghampiri Sastro, setelah itu baru lah mereka berempat masuk dalam kantor polisi dan langsung saja bertemu dengan Darrel dan juga Clarissa.


"Kak Darrel, aku benar-benar tidak menyangka ternyata kau bekerja sama dengan wanita ini untuk menyakitiku. Memang aku punya salah apa Kak dengan kalian?" Tanya Raisa.


"Memangnya kenapa Raisa. Diego sendiri saja karena mencintaimu dia rela melakukan apapun demi orang yang dia cintai, begitu juga denganku," ucap Darrel beralasan.


"Kau mencintai Clarissa? Sejak kapan?" Tanya Raisa.


"Sudah lama, bahkan semenjak Diego belum menikah dengannya karena akulah yang menjadi mak comblang mereka. Aku yang selalu mengantar ke manapun mereka pergi berkencan, sejak saat itu aku sudah menaruh hati kepada Clarissa tapi aku rela dia bersama Diego asalkan dia bahagia. Aku cukup terkejut saat mendengar Clarissa berpisah dengan Diego dan dia pergi ke luar negeri, tapi setelah dia kembali lagi menurutku itu adalah kesempatanku untuk mendapatkan Clarissa. Jadi apa aku salah jika aku melakukan apa yang menjadi permintaan wanita yang aku cintai?" Tukas Darrel.


"Jelas saja kau salah karena kau telah menyakiti orang lain, apalagi dia adalah istriku, aku tidak akan tinggal diam. Kalau kau mencintai seorang wanita, itu adalah hakmu, aku juga tidak bisa melarangmu untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi seharusnya kau itu bisa menuntunnya untuk menjadi wanita yang lebih baik, bukan malah kau yang ikut-ikutan menjadi laki-laki yang tidak benar seperti ini," ucap Darrel.


"Tidak usah merasa kaulah yang paling benar, kau tidak pernah sadar bagaimana kelakuanmu selama ini kepadaku," cibir Darrel.


"Darrel, apa maksudmu berkata seperti itu. Apa ada sikap Diego selama ini yang membuatmu sakit hati, sampai membuatmu dendam seperti itu kepada Diego, tanpa Diego ketahui sampai kau menjadikan Raisa sasarannya. Yang Tante tahu Diego selalu bersikap baik denganmu, Diego selalu membantumu dalam hal apa pun, tapi kenapa kau begitu tega dan jahat padanya," ucap Siska.


"Itu hanya di mata Tante karena memang Diego ini selalu mencari pencitraan di depan orang banyak, membantuku dengan uang atau yang lainnya. Apa dia pikir dengan uang itu semuanya bisa dibeli? Kemana waktuku selama ini, Diego selalu saja memaksaku untuk bekerja, tidak kenal waktu, tidak pernah menanyakan aku ini sedang ada kesibukan lain atau tidak, apakah aku ini lelah, sudah makan atau belum? Tahunya hanya memerintah saja sesuka hatinya dan itu harus. Jika ada kesalahan, semua itu adalah salahku tanpa mencari tahu dulu. Memangnya dia pikir aku ini kacung, aku juga manusia biasa yang punya batas kesabaran. Aku tidak bisa di perintah ini itu sesuka hati apalagi di luar jam kerjaku," ucap Darrel yang akhirnya membongkar unek-uneknya selama ia bekerja dengan Diego, membuat Diego pun sangat terkejut.


"Jadi selama ini kau marah padaku, kau dendam padaku karena hal itu, iya? Tapi kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku Darrel. Tapi apa pun alasanmu aku tidak bisa memaafkanmu lagi. Waktu pertama kali kau menyabotase perusahaan dan mengambil uang perusahaanku sampai ku hampir rugi, aku juga tahu kau membeli segala kebutuhanmu dan Clarissa, tapi aku tidak membahasnya lagi, apalagi itu hanya soal uang. Asal kau tahu aku sudah mengetahui bagaimana kondisi keluargamu, kau tidak memiliki keluarga lagi di kampung, siapapun itu. Aku tahu kau berbohong, tapi aku memaafkanmu. Tetapi untuk kali ini tidak bisa dimaafkan, karena itu semua sudah menyangkut nyawa istriku. Kau dan wanitamu ini harus tetap menerima hukumannya," ucap Diego yang tak habis pikir dengan alasan asistennya tersebut.


"Benar apa yang dikatakan Diego, meskipun Raisa memaafkan kalian tapi aku tidak. Aku akan tetap menghukum kalian berdua, silahkan kalian kerahkan pengacara terhebat untuk membela kalian supaya bisa menang dipersidangan nanti," timpal Sastra yang sedari tadi hanya diam.


"Tuan Sastro, Diego, Raisa, Tante Siska, aku benar-benar minta maaf. Tolong jangan masukkan aku ke dalam penjara, aku tidak mau di penjara. Ini semua aku lakukan karena aku dendam terhadap Diego, karena waktu itu Diego terang-terangan menolakku dan dia malah memilih Raisa," ucap Clarissa.


"Kenapa kau harus marah dan dendam terhadap Diego karena Diego telah memilih wanita lain? Apa kau lupa jika dulu kau yang sudah meninggalkan Diego, kau meninggalkan Denis tanpa perasaan, padahal Denis masih sangat membutuhkan kasih sayangmu. Kau tahu bagaimana Denis hidup waktu itu? Dia menangis setiap hari karena mencari sosok ibunya, sampai saya dan Diego siang dan malam tidak bisa tidur untuk membujuk Denis. Hingga pada akhirnya dalam waktu 1 bulan, 1 bulan bukan waktu yang cepat Clarissa, Denis baru bisa tidur dengan nyenyak dan mulai melupakan sosok ibunya dengan berulang kali mengganti Baby Sister. Untunglah Denis juga selalu mengerti jika bersama dengan ayahnya, Denis tumbuh menjadi anak yang baik meskipun tanpa seorang ibu dan sekarang Raisa lah yang berada di samping Denis, menggantikan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah Denis dapatkan. Denis sangat menyayangi Raisa, bahkan saat Raisa masih menjadi pengasuhnya. Jangan kau pikir kau bisa merusak itu semua, kau tidak akan bisa merusak kebahagiaan Denis lagi, saya tidak akan pernah membiarkannya," tegas Siska menatap serius.


"Oke, sekarang nikmatilah kebahagiaan kalian, aku tidak akan pernah mengganggunya lagi. Tapi tolong lepaskan aku, aku tidak mau masuk penjara," ucap Clarissa.


"Jangan pernah bermimpi, seperti yang Ayah mertuaku katakan tadi kalau kalian mau bebas dari sini, maka kerahkan pengacara terbaik kalian. Kalau tidak bersiap-siaplah untuk segera mendekam dan sekarang kalian harus tetap berada di sini sampai sidang nanti. Semua bukti sudah jelas, karena memang kalian berdua lah yang melakukannya waktu itu. Kalian tidak lupa 'kan bagaimana kalian menyakiti istriku saat di toilet? Pembalasan akan lebih kejam dari apa yang telah kalian lakukan," hardik Diego.

__ADS_1


"Raisa, aku mohon Raisa. Kita sama-sama seorang wanita, pasti kau mengerti 'kan apa yang sudah aku lakukan itu semata-mata karena aku hanya ingin mempertahankan keutuhan keluargaku, aku hanya ingin kembali dengan Diego karena aku ingin memberikan orang tua yang lengkap untuk Denis. Pasti aku mengerti 'kan Raisa, jadi tolong maafkan aku Raisa," ucap Clarissa.


"Aku mengerti, tapi sayangnya perbuatanmu itu sudah keterlaluan. Kalau aku menjadi kau, aku tidak akan mungkin pernah merusak kebahagiaan orang-orang yang dulu pernah aku sakiti, aku akan membiarkan mereka bahagia dengan pilihannya saat ini. Oh iya satu lagi, kau tidak perlu lagi repot-repot memberikan orang tua yang lengkap untuk Denis, karena saat ini Denis sudah mempunyai orang tua yang lengkap yaitu aku dan Kak Diego," ucap Raisa yang membuat Diego, Siska dan Sastro begitu sangat senang mendengarnya.


_____


Setelah itu, Clarissa dan Darrel kembali dimasukkan ke dalam sel tahanan sampai masa sidang nanti. Sedangkan Raisa dan keluarganya itu pun segera keluar dari Kantor Polisi.


"Ayah, Ayah mau langsung pulang atau mau mampir kemana dulu?" Tanya Raisa.


"Ayah mau langsung pulang," jawab Sastro.


"Oh … kalau begitu biar kita antar Ayah dulu ya pulang ke rumah," tawar Raisa.


"Tidak perlu Raisa, Kelvin sudah di dalam perjalanan menuju ke sini," ucap Sastro.


Ya memang Siska mengatakan kepada Raisa bahwa ia akan pergi ke rumah sanak saudaranya yang berada di Bandung selama 1 minggu.


"Oh iya, silahkan. Kapanpun kalian mau datang ke rumah, pintu rumah akan selalu terbuka lebar. Rumah Ayah itu rumahmu juga Raisa," ucap Sastro.


Hingga di saat itu pun terlihat mobil kelvin yang datang, lalu pria itu keluar dari mobil dan menghampiri keluarga tersebut.


"Maafkan saya Tuan Sastro, saya terlambat," ucap Kelvin.


"Sama sekali tidak Kelvin. Kami juga baru saja keluar," jawab Sastro.


"Kak Kelvin apa kabar?" Tanya Raisa.


"Aku baik, kau sendiri bagaimana keadaannya?" Tanya Kevin pula, rasanya sangat gugup karena sudah lama tidak bertemu dengan Raisa.

__ADS_1


"Iya, aku juga baik Kak. Hati-hati ya Kak bawa Ayah pulang, aku titip Ayahku," pesan Raisa.


"Ya kau juga berhati-hati," ucap Kelvin.


Setelah saling berpamitan, kini mereka pun berpisah untuk kembali ke kediaman masing-masing.


_____


"Ma, Sayang, kita mampir sebentar ya ke toko mainan. Tadi 'kan aku sudah berjanji ingin membelikan Denis oleh-oleh, kasihan Denis sudahlah di tinggal sendiri di rumah hari libur seperti ini, pasti dia sangat bosan," ucap Diego.


"Oh iya, boleh juga Kak, ide bagus," ucap Raisa.


Karena Siska juga menyetujuinya, mereka pun mampir ke sebuah mall untuk membelikan mainan Denis terlebih dulu dan setelah itu segera saja mereka melanjutkan perjalanan kembali menuju ke kediaman Abimana.


*****


"Sastro Wijaya, kita akan bertemu lagi setelah sekian lama kau menjadi pesaingku di luar negeri dan saat ini kau juga akan menjadi pesaingku di Sini. Apa kau pikir dengan kau lari ke tanah air maka kau bisa menghindar dariku, itu tidak akan bisa Sastro. Selama ini aku sudah mencarimu dan akhirnya bertemu juga. Yang aku dengar kau sudah menemukan putrimu, kau sangat beruntung sekali. Sedangkan aku, sampai sekarang aku belum juga menemui di mana keberadaan Anakku," ucap seorang pria berbadan kekar, kira-kira berusia 55 tahun.


"Bagaimana Tuan? Apakah Tuan merasa puas dengan kerja saya kali ini?" Tanya Karen yang merupakan asisten pria tersebut.


Meskipun Karen adalah seorang wanita, tetapi ia mempunyai seni bela diri yang cukup tinggi dan juga cara kerja yang sangat bagus, sehingga membuat pria bernama Erros Anderson itu begitu puas dengan pekerjaan asistennya tersebut.


"Sangat bagus, tidak sia-sia aku memperkerjakanmu selama 15 tahun ini dan sekarang kau boleh beristirahat, pasti kau sangat lelah setelah perjalanan dari luar negeri," ucap Erros.


"Baik Tuan, terima kasih banyak. Aku permisi!" Ucap Karen yang langsung saja meninggalkan ruangan tuannya tersebut.


Erros tampak memandangi foto dan juga berkas yang dipegangnya saat ini. Selain pulang ke Indonesia karena ingin mencari keberadaan Sastro yang merupakan saingan bisnisnya sejak lama serta balas dendamnya di masa lalu, Erros juga mempunyai tujuan lain yang harus segera ia selesaikan.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2