Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Dalam Masalah.


__ADS_3

Saat ini Diego beserta sekretarisnya itu sedang berada di ruang CCTV untuk melihat siapa orang yang sudah berani mencuri berkas penting di dalam brankasnya.


Brankas tersebut terlihat masih utuh, tidak ada kerusakan sama sekali yang itu artinya orang tersebut sudah hafal dan mengetahui kode brankasnya itu. Membuat Diego pun bertanya-tanya siapa orang yang sudah melakukannya, karena yang ia tahu tidak ada satupun orang yang mengetahui kode brankas itu kecuali dirinya sendiri. Tetapi mungkin saja jika orang tersebut adalah orang terdekatnya yang tidak sengaja melihat dan menghafalnya.


Ternyata rekaman CCTV yang diminta oleh Diego dari kemarin sore sampai tadi pagi tidak ada, sudah sangat jelas jika orang tersebut sangat hafal lekuk-lekuk perusahaan sehingga ia melewati setiap sudut yang tidak terdapat rekaman CCTV dan setelah diperiksa ternyata CCTV yang terdapat di luar ruangan Diego terlihat rusak. Sudah dipastikan jika orang itu juga lah yang telah merusaknya.


Sedangkan di dalam ruangan Direktur memang tidak dipasang rekaman CCTV yang sama karena ia tidak mau jika apa yang dilakukannya di dalam ruangannya itu akan dilihat oleh orang lain. Tetapi Diego juga bukan orang yang bodoh, tentunya ia telah memasang rekaman CCTV tersembunyi dan sama sekali tidak ada yang mengetahui akan hal itu, termasuk Darrel sewaktu masih menjadi asistennya.


Sehingga segera saja Diego melihat rekaman CCTV tersebut dari ponselnya dan di sana terlihat ada seseorang yang menggunakan pakaian serba hitam serta wajahnya yang ditutupi oleh topeng masuk ke dalam ruangannya, lalu membuka brankas dengan sangat mudah.


"Ba ji ngan! Sudah jelas ini adalah ulah orang-orang terdekatku," umpat Diego.


"Tuan Diego, meskipun saya sekretaris Tuan dan saya juga sering keluar masuk ke ruangan Anda, tapi saya benar-benar tidak tahu. Bahkan saya tidak pernah melihat Tuan membuka brankas itu," ucap sekretaris Diego yang bernama Indri.


"Aku tidak menyalahkanmu dan aku juga sama sekali tidak curiga denganmu, karena aku sudah ada seseorang yang aku curigai," kata Diego. "Aku harus pergi sekarang dan kau Indri, pastikan jika setelah aku kembali ke perusahaan CCTV itu harus sudah benar. Cepat hubungi operator CCTV!" Titahnya.


"Baik Tuan," jawab Indri.


Lalu Diego pun segera menuju ke parkiran mobil dan pergi meninggalkan perusahaan.


*****

__ADS_1


Diego melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, ia terlihat begitu murka dan rasanya sudah tak sabar lagi ingin menemui seseorang yang dicurigainya telah memberikan informasi kepada orang lain hingga orang tersebut bisa membobol brankasnya.


Orang yang paling Diego curigai tentu saja mantan asistennya itu, Darrel. Ya siapa lagi yang tahu kalau bukan Darrel, karena ia memang begitu percaya dan tidak pernah merahasiakan soal perusahaan kepada Darrel. Memang Diego tidak pernah memberi tahu Darrel soal password brankasnya kepada Darrel, tetapi karena mereka begitu dekat dan Darrel lah yang selalu melihat ketika Diego membuka brankas, tentunya membuat Diego sangat yakin jika memang Darrel yang telah membocorkan kepada orang yang sengaja ingin mencuri berkas-berkas perusahaannya tersebut.


_____


Setibanya Rumah Tahanan, Diego pun segera masuk ke dalam dan mengikuti prosedur untuk menemui narapidana. Setelah itu ia menunggu di ruang kunjungan hingga terlihat sipir yang membawa Darrel di hadapannya.


Kini keduanya saling berhadapan, Darrel terlihat menatap Diego dengan tatapan penuh Kebencian. Akan tetapi Diego tak peduli, bahkan saat ini ia terlihat lebih murka dan ingin rasanya segera menghabisi pria tersebut. Tetapi dengan kondisi saat ini membuat Diego pun mencoba untuk bersabar.


"Ada apa? Kenapa kau datang ke sini menemuiku?" Tanya Darrel.


"Cih, kau tidak perlu berpura-pura Darrel. Katakan padaku siapa orang yang telah kau beri tahu tentang password brankas perusahaanku?" Tanya Diego tanpa berbasa-basi.


"Jangan bersandiwara Darrel, hanya kau yang selama ini dekat denganku, hanya kau orang yang melihat aku membuka brankas yang berisi lekas-berkas penting termasuk dokumen rahasia perusahaan. Kau juga pasti tahu 'kan jika tadi malam perusahaanku kemalingan dan ada seseorang yang membobol brankasku dengan sangat bersih. Tidak ada kerusakan sama sekali yang itu artinya dia membukanya dengan password, padahal selama ini aku tidak pernah memberi password itu kepada siapapun termasuk kau. Tapi kau selalu bersamaku, kau selalu melihat disaat aku membuka brankas itu dan aku yakin hanya kaulah satu-satunya orang yang tahu. Kau mengingat password tersebut dan kau memberitahunya kepada orang lain," ucap Diego dengan sangat yakin.


"Atas dasar apa kau menuduhku, apa kau punya bukti?" Tanya Darrel dengan santainya.


"Saat ini aku memang tidak mempunyai bukti, tapi aku yakin jika itu adalah perbuatanmu Darrel," hardik Diego.


"Jangan mentang-mentang aku pernah membuat kesalahan denganmu lalu kau menuduh semua apa yang terjadi di dalam hidupmu adalah kesalahanku Diego! Seharusnya kau sadar jika semua itu adalah karma untukmu. Jika saat ini ada seseorang yang membencimu, ingin menghancurkan perusahaanmu, menghancurkan kau dan juga keluargamu, itu semua karena kesombongan dirimu sendiri. Seharusnya kau berkaca apa kesalahanmu itu, bukan malah menyalahkan orang lain," ucap Darrel masih dengan nada santai tetapi kata-katanya yang begitu tajam.

__ADS_1


"Kurang ajar! Aku tidak menyangka jika kau adalah pria brengsek. Aku sangat menyesal karena pernah mempercayaimu waktu itu. Kalau aku tahu kau hanyalah manusia yang tidak tahu balas budi, dari pertama kali kau telah mencuri uang perusahaanku, aku sudah melaporkanmu ke Polisi. Aku pikir dengan kau berada di sini sekarang akan berubah, ternyata sifatmu semakin menjadi. Ternyata berada di sini adalah pilihan yang tepat untukmu, semoga saja nantinya kau akan jera," ucap Diego.


"Aku tidak akan pernah jera Diego, justru aku menunggu keluar dari sini karena pembalasan dendamku pasti akan berlanjut," ucap Darrel.


Diego sama sekali tak peduli, hingga di saat itu jam kunjungan telah habis dan Digo segera pergi meninggalkan rutan.


"Ba ji ngan! Apa maksud Darrel berkata seperti itu. Apa dia sengaja ingin menakut-nakutiku? Aku tidak akan mungkin pernah membiarkan siapapun menghancurkan perusahaanku ataupun keluargaku. Sudah aku katakan sampai ke dalam lubang semut pun aku pasti akan mencari siapa orang yang sudah melakukan hal ini," umpat Diego saat sedang berada di perjalanan.


*****


Hari ini Diego benar-benar dibuat pusing dan sibuk karena perusahaannya dalam masalah. Ia tampak mondar-mandir untuk mengurusi perusahaannya, mencoba untuk mencari tahu siapa yang sudah melakukannya dan juga mencoba untuk mencegah masalah-masalah yang kemungkinan akan terjadi. Sehingga membuat Diego pun sampai lupa untuk mengabari istrinya hingga siang hari. Bahkan saat Raisa menghubunginya dan mengirim pesan, Diego juga sama sekali tidak menjawab atau membalasnya.


_____


"Bagaimana Raisa? Apa kau sudah mendapat kabar dari Diego?" Tanya Siska yang melihat Raisa mondar-mandir memegang ponselnya di depan TV, tepatnya di ruang keluarga.


"Belum Ma. Kak Diego di mana sih, kenapa sama sekali tidak bisa dihubungi. Aku sudah menelpon sekretarisnya dan katanya Kak Diego tidak berada di perusahaan Ma," jawab Raisa.


"Mama juga sudah menghubungi Diego tetapi tidak ada jawabannya juga. Semoga Diego baik-baik saja," ucap Siska yang terlihat begitu cemas.


Baik Siska maupun Raisa sama-sama merasa sangat khawatir, takut terjadi sesuatu dengan Diego di luar sana.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2