Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
H-3.


__ADS_3

Hari-hari pun telah berlalu, tidak terasa hari pernikahan Raisa dan Deigo sudah berada di depan mata, hanya tinggal 3 hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Semua persiapan telah selesai dari WO berikut dekorasinya, katering, gedung dan undangan pun telah disebar. Hanya tinggal menunggu waktunya saja, yang membuat calon kedua mempelai rasanya benar-benar gerogi dan tak mempercayainya.


Karena sampai saat ini Raisa tak juga menemukan ayahnya, pada akhirnya mereka pun akan menikah tanpa restu dari sang ayah yang dianggap sudah tiada. Karena bagaimanapun ia berusaha untuk mencari, pada kenyataannya ia sama sekali tidak menemukan ayahnya tersebut. Hingga terakhir kalinya Raisa menitipkan surat untuk ayahnya melalui satpam, yang pasti isi surat tersebut Raisa memberitahu bahwa ia akan menikah, kapan dan di mana semua sudah Raisa jelaskan di dalam surat tersebut.


 


Saat sedang duduk santai di ruang keluarga menemani sang cucu bermain, karena Raisa sudah tak lagi bekerja sebagai pengasuh Denis hingga nanti Raisa dan Diego telah menikah dan Raisa sudah menetap tinggal di kediaman Abimana, sehingga Siska lah yang menemani hari-hari Dennis selama satu minggu terakhir ini, tiba-tiba seorang satpam yang menjaga kediaman Abimana masuk dan menemui nyonya-nya tersebut.


"Maaf Nyonya saya mengganggu," ucap satpam.


"Ada apa Pak?" Tanya Siska.


"Ini Nyonya tadi ada yang mengantar sebuah berkas tapi tidak mau langsung mengantar masuk, hanya menitipkannya kepada saya dan meminta tolong agar saya memberikannya kepada Nyonya segera," ucap satpam seraya memberikan sebuah amplop coklat besar kepada Siska.


"Siapa ya Pak pengirimnya? Apa dia tidak menyebut namanya?" Tanya Siska, karena pada amplop tersebut juga tidak tertera siapa nama pengirimnya.


"Tidak Nyonya, sepertinya yang mengantar berkas ini bukan pengirimnya langsung tetapi sejenis jasa pengirim seperti Ojol Nyonya. Dia tidak menyebutkan siapa pengirimnya karena katanya hanya diperintahkan untuk mengantar ke sini saja," terang satpam.


"Oh … begitu. Ya sudah kalau memang begitu, terima kasih ya Pak," ucap Siska.


"Iya sama-sama Nyonya. Saya permisi dulu," ucap satpam dan berlalu.


Sedangkan Siska merasa sangat penasaran dengan isi dari amplop tersebut pun langsung saja membukanya di saat Denis terlihat sedang asik bermain. Betapa terkejutnya Siska melihat apa saja isi yang ada di dalam amplop tersebut, membuatnya benar-benar tak menyangka dan tak mempercayainya.


*****


Sementara itu Raisa merasa sangat bosan karena sudah hampir seminggu tidak melakukan aktivitas apapun, hari ini ia berniat akan ke supermarket untuk mencari bahan-bahan kue karena ingin membuat kue yang nantinya akan dikirimkannya untuk keluarga Abimana.

__ADS_1


Akan tetapi baru saja membuka pintu, di saat itu Raisa menemukan sebuah amplop coklat kecil yang berada di depan pintu rumahnya tersebut. Sehingga segera saja Raisa meraihnya dan langsung membuka serta melihat isi di dalam amplop tersebut.


"Kau jangan senang dulu, lihat saja apa yang akan terjadi Nanti. Kau tidak akan mungkin bisa menikah dengan Diego."


Raisa sangat terkejut membaca tulisan yang ada di atas kertas dalam amplop yang baru saja diterimanya. Sehingga ia pun membawanya masuk dan mengunci pintunya rapat-rapat, mengurungkan niatnya untuk pergi berbelanja.


"Apa maksudnya ini, siapa yang memberikan ancaman seperti ini? Apa mungkin ini kerjaannya Clarissa, ya hanya dia yang tidak suka aku menikah dengan Diego," gumam Raisa dengan sangat yakin.


Tiba-tiba Raisa teringat bahwa Diego mengatakan seandainya Clarissa datang untuk mengancamnya lagi, maka ia harus segera memberitahu Diego karena bagaimanapun juga Diego akan menjadi suaminya, sehingga Raisa pun tak mau menutupi apapun lagi. Ia juga sudah mengatakan kepada calon suaminya itu jika Clarissa pernah menghampirinya waktu itu, hanya saja sampai saat ini Diego belum juga berhasil menemukan di mana keberadaan Clarissa yang dinyatakan hilang sejak hari dimana ia menyandera wanita tersebut. Hingga di saat itu pun Raisa meraih ponselnya dan menghubungi Diego.


Tut … tut … tut …


Bunyi telepon tersambung beberapa kali, tetapi Diego tak juga menjawab teleponnya tersebut.


"kak Diego, duh … angkat dong Kak. Ini ada hal yang penting," gumam Raisa di dalam kepanikannya.


*****


Ternyata Diego meninggalkan ponselnya di atas tempat tidur, sementara ia menghampiri ibu dan anaknya yang di saat itu sedang berada di ruang keluarga.


"Ada apa Ma? Sepertinya ada hal yang sangat penting," tanya Diego, karena memang ART mengatakan bahwa Siska memanggilnya dan mengatakan ada yang hendak disampaikan.


"Iya Diego memang ada hal penting yang mau Mama sampaikan," ujar Siska.


"Mau membicarakan masalah apa Ma, jangan buat aku penasaran dong Ma," kata Diego.


"Mama mau tanya, sebenarnya dari mana kau mengenal Raisa waktu itu? Kenapa tiba-tiba saja Raisa bisa masuk ke dalam keluarga kita, menjadi pengasuh Denis, padahal dia itu bukan seorang Suster," tanya Siska yang membuat Diego tersentak. Jika ibunya bertanya seperti itu, sudah pasti karena telah mengetahui sesuatu.

__ADS_1


"Ada apa Ma? Raisa sudah lama bekerja dengan kita, bahkan Raisa akan menjadi istriku. Denis sangat cocok dengannya, Mama juga menyukainya, kenapa sekarang Mama menanyakan hal ini. Bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku menemukan Raisa itu dengan tidak sengaja, karena Raisa orangnya baik dan aku lihat dia juga penyayang karena hanya tinggal berdua dengan neneknya saja, maka itu aku membantunya. Karena dia membutuhkan pekerjaan untuk berobat neneknya dan kebetulan aku juga membutuhkan jasanya untuk merawat Denis. Jadi itu deal 'kan," ujar Diego.


"Jangan membohongi Mama, apa benar kau menemukan Raisa di sebuah klub malam? Kau bisa mengenalnya karena dia merupakan wanita penghibur yang menemanimu tidur," ucap Siska langsung saja dan lagi-lagi membuat Diego pun merasa sangat terkejut.


"Mama, kenapa Mama berbicara seperti itu? Siapa yang mengatakan hak konyol seperti ini Ma. Mama lebih percaya dengan omongan yang orang yang tidak jelas dibandingkan Anak mama sendiri, iya?" Tukas Diego yang terlihat emosi.


"Kalau itu tidak benar, kenapa kau marah dengan Mama? Lagipula Mama tidak asal bicara, Mama mempunyai bukti yang cukup kuat Diego," ucap Siska.


"Apa buktinya Ma?" Tanya Diego.


"Oma, Papa, kenapa kalian berdua bertengkar?" Tanya Denis yang cukup ketakutan.


"Denis, kau ke kamar saja sekarang," titah Diego.


"Iya Pa," jawab Denis yang menuruti perintah ayahnya tersebut untuk langsung masuk ke dalam kamar.


"Cepat katakan bukti apa yang Mama punya," pinta Diego.


Lalu Siska pun menunjukkan isi yang ada di dalam amplop coklat besar yang tadi diterimanya, yaitu di mana ada foto-foto Raisa saat berada di klub malam, saat Raisa mengunjungi hotel untuk menemui Diego, lalu di mana Raisa bertemu dengan Mami Sheila yang merupakan mucikari. Serta sebuah surat perjanjian dimana Raisa menandatangani surat tersebut, bahwa ia bersedia untuk bekerja dengan Mami Sheila sebagai wanita penghibur dan DP juga sudah diterimanya terlebih dulu. Ada juga selembar kertas yang tertulis jika Raisa adalah perempuan yang tidak baik, karena dia merupakan wanita penghibur.


"Omong kosong apa ini, Mama jangan percaya Ma. Mama seharusnya percaya denganku dan Raisa, hanya aku yang tahu siapa Raisa Ma dan tidak seperti apa yang Mama lihat ini. Ini semua hanya omong kosong belaka," ucap Diego.


"Siapa bilang itu hanya omong kosong belaka, aku punya bukti yang lebih akurat lagi kok," ucap seseorang yang di saat itu tiba-tiba saja muncul.


Bahkan dia tidak datang sendirian melainkan ada 2 orang yang sudah sangat dikenal oleh Diego. Membuat Diego pun merasa sangat murka menatap kedua orang tersebut.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2