
Waktu berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa kandungan Raisa saat ini sudah memasuki usia 28 minggu atau 7 bulan, di mana perut Raisa terlihat semakin membesar tetapi membuatnya terlihat semakin cantik. Di saat itu pula Diego semakin ekstra untuk menjaga istrinya tersebut, ia tidak memperbolehkan Raisa pergi ke mana-mana sendiri tanpa Bodyguard yang ia jadikan sebagai supir pribadi Raisa dan juga keluarganya. Hal ini untuk melindungi keluarganya dari orang-orang jahat yang ingin menyakiti mereka.
Pasalnya pernah waktu itu di saat Raisa pergi sendirian ada seseorang yang membuntutinya, untungnya Raisa cepat sadar dan ia cepat menghindar sehingga selamat dari bahaya. Tetapi setelah ia menceritakannya kepada Diego, sejak itu pula suaminya itu melarangnya untuk pergi tanpa dirinya atau pengawal, itu pun jika memang mengharuskan Raisa keluar rumah. Jika tidak Raisa harus tetap berada di rumah, tempat yang lebih aman.
"Ayah, aku yakin ini semua adalah perbuatan Erros karena semakin hari ada saja kejadian-kejadian aneh seperti sengaja yang menghampiri Raisa," ujar Diego.
"Ya kau benar Diego. Hal yang Ayah takutkan ternyata terjadi juga. Sudah Ayah katakan Erros tidak mungkin tinggal diam, dia pasti akan melakukan sesuatu terhadap keluarga Ayah karena dari dulu dia memang tidak pernah bisa menyakiti Ayah secara langsung. Sekarang ini adalah kesempatannya untuk membuat Ayah jatuh yaitu lewat Raisa karena Raisa adalah Anak Ayah, anak yang Ayah cintai," ucap Sastro yang terlihat begitu khawatir.
"Ayah, Ayah tenang saja ya. Raisa bukan hanya anak Ayah tetapi Raisa juga istriku, istri yang sangat aku cintai. Aku tidak akan pernah membiarkan satu orang pun menyakiti istriku," ucap Diego.
"Iya, Ayah percaya padamu Diego dan saran Ayah jangan hanya mengerahkan 1 Bodyguard saja sebagai supir, tetapi pengamanan di rumahmu juga harus diperketat. Itu bukan hanya untuk melindungi Raisa tetapi juga Ibu dan Anak kalian," ujar Sastro.
"Ya Ayah, aku juga berencana akan mencari Bodyguard lagi atau Ayah punya rekomendasinya?" Tanya Diego.
"Tidak ada, Ayah percayakan semuanya padamu. Kau pasti bisa melakukan yang terbaik," ucap Sastro.
"Iya Ayah, terima kasih banyak," ucap Diego.
*****
Setelah keluar dari perusahaan milik Sastro, kini Diego pun melanjutkan perjalanan untuk menuju ke perusahaannya sendiri. Memang tadi sebelum ke perusahaannya, Diego menyempatkan waktu untuk mampir ke perusahaan ayah mertuanya tersebut karena Sastro mengatakan jika hari ini ia pergi ke kantor dan karena Diego ingin bertemu dengannya sehingga Sastro pun meminta menantunya tersebut untuk langsung menuju ke perusahaannya tersebut.
Tiba-tiba saja ponsel Diego berdering, ada panggilan masuk dari Raisa. Sehingga segera saja Diego memasang headset bluetooth dan menjawab telepon istrinya itu.
"Halo Sayang, ada apa?" Tanya Diego.
"Kak, ku masih berada di perjalanan ya? Kenapa belum sampai ke kantor?" Tanya Raisa dari seberang telepon dan mendengar bisingnya suara kendaraan di jalanan.
__ADS_1
"Oh tadi aku ada perlu jadi aku ke kantor klien dulu dan ini aku baru mau ke kantor. Ada apa Sayang?" Terang Diego dan mengulangi pertanyaannya.
"Oh … kalau begitu nyetir saja dulu Kak, nanti kalau sudah tiba di kantor kabari aku ya," ucap Raisa**.
"Tidak apa-apa Sayang, aku juga tetap menyetir kok sambil teleponan sama kamu, aku 'kan pakai headset. Memangnya ada apa?" Tanya Diego lagi.
"Hari ini aku ada Kelas Ibu Hamil jam 10.00 pagi, lagipula aku merasa lebih rileks berada di sana Kak, lebih asik karena bertemu dengan ibu-ibu hamil juga, bisa sharing. Kak Diego 'kan tahu sendiri kalau aku tidak mempunyai sahabat atau teman dekat, jadi aku merasa bosan. Aku boleh ya pergi ke Kelas Ibu Hamil hari ini?" Pinta Raisa.
"Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi Sayang, 'kan aku bisa mengantarmu," ucap Diego.
"Aku juga baru ingat Kak. Lagipula 'kan ada supir yang bisa mengantar dan menjaga aku saat di sana. Apa gunanya supir sekaligus Bodyguard itu, bukankah kau mengatakan tugasnya untuk mengantarku ke manapun aku pergi?" Tukas Raisa.
"Hm … ya sudah kalau memang seperti itu, tapi tetap hati-hati ya dan kalau ada apa-apa langsung kabari aku," ucap Diego.
"Iya Sayang, terima kasih ya. Sekarang aku mau siap-siap dan kau hati-hati juga. Selamat bekerja, i love you much," ucap Raisa.
"Iya Sayang sama-sama. I love you more," balas Diego dan mengakhiri telepon tersebut.
Tak lupa pula Diego menghubungi Bodyguard yang akan mengantar Raisa agar senantiasa menjaga istrinya dan memberi kabar ke manapun dan di manapun ia pergi. Agar Diego bisa bekerja dengan lebih tenang.
*****
Saat ini Raisa pun sudah berada di tempat ia mengikuti Kelas Ibu Hamil dengan seminggu 2 kali pertemuan. Mulai dari mengikuti senam ibu hamil sampai mendapatkan materi seputaran tentang kehamilan. Karena mengikuti kegiatan ini, Raisa jadi memiliki banyak teman yang tentunya juga sedang hamil sama seperti dirinya, bahkan ada yang sebentar lagi sudah siap untuk melahirkan. Salah satu diantara ibu-ibu hamil tersebut ada yang sudah begitu dekat dengan Raisa, bahkan umur mereka hanya berjarak 1 tahun saja yaitu Raisa yang saat ini berusia 26 tahun sedangkan temannya tersebut berusia 27 tahun, usia kandungan mereka bahkan sama-sama berusia 7 bulan.
"Raisa, kenapa akhir-akhir ini kau selalu ditemani oleh Bodyguard?" Tanya wanita yang bernama Sena itu.
"Iya Sen, itu karena suamiku takut terjadi sesuatu denganku. 'Kan sekarang aku sedang hamil, dia hanya tidak mau aku kenapa-napa. Kau lihat sendiri 'kan jika suamiku ada waktu pasti dia yang akan mengantarku langsung, tapi karena ada tugas kantor yang tidak bisa ditinggal jadi dia memutuskan Bodyguard untuk mengantar dan menjagaku," jawab Raisa.
__ADS_1
"Hm … iya juga sih. Tapi memangnya kau tidak risih ya? Soalnya Bodyguard itu bukan hanya mengantarmu saja tapi dia juga mengawasimu terus, lihat tuh dia sampai menunggu di depan pintu bahkan mengintip ke sini untuk memastikan keadaanmu," tanya Sena lagi sembari menunjuk ke arah Bodyguard Raisa.
"Awalnya sih aku risih ya karena kemana-mana harus didampingi seperti itu, apalagi bagaimanapun juga dia itu 'kan laki-laki tapi bukan suamiku sendiri. Tapi lama-lama aku sudah mulai terbiasa kok, lagipula apapun yang suami aku lakukan itu 'kan untuk kebaikanku, jadi tidak masalah," ucap Raisa.
"Ya, ya kau benar juga dan kau sangat beruntung ya Raisa, mempunyai suami yang begitu perhatian padamu sampai berbuat seperti itu agar kau baik-baik saja," ucap Raisa.
"Bukankah kita semua termasuk istri yang beruntung? Kau sendiri juga pasti mempunyai suami yang sangat baik dan perhatian padamu 'kan," ujar Raisa.
"Iya benar Raisa. Tapi aku hanya dari keluarga yang biasa saja, suamiku hanya bekerja sebagai karyawan biasa jadi dia tidak mungkin mampu jika harus menyewa Bodyguard atau seperti apa yang kau sekarang hadapi lah. Aku juga bolak-balik ke sini hanya menggunakan taksi online karena hanya ada 1 mobil itu pun mobil dari kantor yang suamiku gunakan untuk bekerja," ucap Sena.
"Sen, justru menjadi orang biasa itu yang lebih enak. Dulu sebelum aku mengenal suamiku, sebelum aku tahu siapa Ayahku, aku malah merasa hidupku lebih aman, tidak seperti sekarang yang sedikit-sedikit selalu saja ada ancaman yang datang. Ya paling masalah yang aku hadapi saat dulu masih tinggal bersama Nenek hanya uang, karena memang kami orang susah. Dan sekarang di saat aku memiliki banyak uang, aku juga tidak terlalu menikmatinya Sen. Intinya kita itu harus selalu bersyukur atas apa yang kita punya," ucap Raisa.
Memang sedikit banyaknya Raisa dan Sena sudah saling bercerita tentang hidup mereka. Raisa dan Sena merasa jika mereka berdua cocok meskipun keduanya datang dari kelas yang berbeda. Dalam berteman, Raisa sama sekali tidak pernah menganggap akan hal itu, membedakan harta, tahta atau apapun. Apalagi Raisa ingat betul jika dulu hidupnya juga pernah susah, bahkan lebih susah dari yang Sena alami saat ini. Yang terpenting bagi Raisa ia mempunyai teman yang sefrekuensi atau nyambung dengannya, yang membuatnya nyaman, sudah membuat Raisa benar-benar merasa bahagia.
_____
Tidak berapa lama kemudian, Kelas Ibu Hamil pun telah selesai. Seperti biasa Raisa langsung saja di sambut oleh Bodyguard yang menunggu di depan pintu dan mengiringinya untuk masuk ke dalam mobil serta membukakan pintu mobil tersebut untuknya.
Sedangkan Sena langsung saja naik ke dalam taksi online yang sudah dipesannya, padahal Raisa sudah menawarkan ingin mengantarnya pulang tetapi Sena tidak mau merepotkan Raisa. Meskipun keduanya sudah berteman lumayan lama, sejak pertama kali Raisa mengikuti Kelas Ibu Hamil yaitu saat usia kandungan Raisa masih berusia 4 bulan, sedangkan Sena sudah mengikuti kelas tersebut 2 Minggu sebelum Raisa, tetap saja Sena masih suka merasa segan dengan temannya itu.
*****
Saat di dalam perjalanan, tiba-tiba saja supir atau Bodyguard Raisa itu merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada ban mobilnya. Sehingga ia pun memberhentikan mobilnya tersebut di tepi jalan.
"Ada apa kak?" Tanya Raisa, karena memang umur Bodyguard-nya tersebut terbilang masih muda, kurang lebih dengan umur suaminya saja.
"Maaf Nona Raisa, saya merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan ban mobilnya. Saya turun dulu sebentar untuk memeriksanya," ucap Bodyguard lalu segera saja turun dari mobil.
__ADS_1
Akan tetapi di saat itu tiba-tiba saja ada beberapa orang yang datang dan langsung menghajar Bodyguard tersebut, membuat Raisa membelalakkan matanya dan merasa ketakutan.
Bersambung …