Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Tidak Menemukan Apapun.


__ADS_3

Seluruh ruangan yang berada di rumah tua tersebut telah didobrak oleh Diego, Ramzi dan juga beberapa anak buahnya tetapi mereka tidak menemukan apapun di sana.


"Brengsek, apa Suster itu telah membohongiku," umpat Diego yang merasa emosi.


"Tuan sepertinya ada yang mencurigakan," kata Ramzi.


Diego melirik bodyguard-nya itu, lalu Ramzi berbisik tentang kecurigaannya tersebut.


"Oh … ternyata dia ingin bermain-main denganku," gumam Diego.


Karena tidak berhasil menemukan apa yang mereka inginkan di sana, Diego, Ramzi dan berapa anak buahnya itu pun segera saja pergi meninggalkan bangunan tua tersebut.


_____


Saat di dalam perjalanan, Diego merogoh ponsel di dalam saku celananya dan terlihat menghubungi seseorang.


"Kelvin, kau ada di mana?" Tanya Diego yang menghubungi kakak angkat istrinya tersebut.


"Aku sedang berada di perjalanan menuju ke jalan X," jawab Kelvin dari seberang telepon.


"Apa kau menemukan sesuatu di sana?" Tanya Diego.


"Ya, tadi aku sudah memeriksa nomor plat mobil yang kau katakan dan sekarang aku menemukan alamatnya," jawab Kelvin.


"Kau tidak pergi sendirian 'kan ke sana?" Tanya Diego lagi karena merasa khawatir, mengingat bahwa mereka saat ini bukanlah orang sembarangan.


"Kau tenang saja Diego, aku tahu lawan kita kali ini tidak bisa kita anggap remeh. Ayah juga sudah berpesan padaku jika kita harus berhati-hati, jadi aku tidak mungkin bertindak sendirian," jawab Kelvin.


"Apa Ayah juga ikut bersamamu?" Tanya Diego.


"Tentu saja tidak. Apalagi Ayah sedang tidak enak badan, kalau terjadi apa-apa sudah pasti istrimu itu akan membunuhku. Kau sendiri sekarang berada di mana, apa kau sudah menemukan orang itu?" jawab Kelvin dan bertanya.


"Bagus jika kau tahu itu. Aku juga sedang di perjalanan menuju ke suatu tempat, sepertinya orang itu sengaja ingin bermain-main denganku karena aku tidak menemukan apapun di rumah tua itu," jawab Diego.


"Semoga saja kali ini kita benar-benar bisa menangkapnya. Meskipun tidak bergerak langsung tapi Ayah tetap mengawasi kita dari kejauhan, Ayah juga mengutus beberapa anak buah untuk membantu kita. Kau tenang saja, orang kita ada banyak dan berada di mana-mana, jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan. Kau hati-hati, aku akan melanjutkan perjalananku," ucap Kelvin.


"Ya aku juga tahu itu. Kau juga berhati-hati," ucap Diego dan mengakhiri telepon tersebut.


"Bergerak lebih cepat," titah Diego.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab Ramzi lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


*****


Tut … tut … tut …


Setelah beberapa kali tidak bisa dihubungi dan kali ini tersambung tetapi Diego tak juga menjawab teleponnya, membuat Raisa pun benar-benar merasa sangat khawatir. Ia memang belum mendapatkan kabar apapun dari Diego semenjak suaminya itu pergi tadi siang. Mungkin karena kesibukannya hari ini sehingga Diego pun lupa untuk mengabari istrinya atau mungkin memang belum sempat.


"Ada apa Raisa?" Tanya Siska yang melihat kegundahan menantunya tersebut.


Saat ini Raisa sedang berada di kamar Siska bersama kedua anaknya juga.


"Aku sudah mencoba menghubungi Kak Diego beberapa kali tetapi tidak ada jawabannya Ma. Ini sudah mau malam tapi Kak Diego belum juga pulang," jawab Raisa cemas.


"Mungkin Diego masih ada kesibukan jadi belum sempat untuk menghubungimu. Jangan berpikiran yang bukan-bukan ya Sayang, percayalah jika Diego akan baik-baik saja," ucap Siska.


"Iya Ma," jawab Raisa.


Meskipun Siska juga merasa khawatir terhadap Diego. tetapi ia percaya jika anaknya itu pasti bisa segera menyelesaikan masalah.


*****


Tanpa angin, tanpa hujan tiba-tiba saja terlihat wanita paruh baya itu mendekati Clarissa yang di saat itu sedang duduk termenung dan bersandar ke dinding.


"Heh wanita muda, apa kau tidak ada pekerjaan lain selain melamun. Pijat aku sekarang, Badanku capek," titah wanita tersebut, karena tadi mereka habis melakukan gotong royong bersih-bersih di sekitar rutan.


"Ck, aku tidak mau. Memangnya kau siapa? Apa kau pikir aku tidak capek," bantah Clarissa, meskipun terkadang ia menuruti apa keinginan wanita itu.


"Kau ini masih punya nyali juga ya, sudah aku katakan berapa kali jangan pernah membantahku tapi kau selalu saja membantah. Cepat pijat badanku sekarang atau aku akan menyakitimu lagi, cepat!" Bentak wanita tersebut.


"Aku tidak takut, kau mau menyakiti aku seperti apa pun tidak akan membuatku menuruti perintahmu lagi. Kita itu sama-sama tahanan di sini, jadi tidak usah belagak menjadi ketua," tukas Clarissa.


"Kurang ajar!" umpat wanita tersebut.


Plak!


Wanita itu juga menampar Clarissa dengan sangat kuat, sehingga membuat Clarissa pun tak terima dan langsung berdiri lalu menjambak rambut wanita itu. Wanita itu tak tinggal diam dengan membalas perlakuan Clarissa hingga terjadilah perkelahian di antara mereka. Beberapa para tahanan lain yang merupakan anak buah dari wanita tersebut juga ikut serta mengeroyok Clarissa, ada yang memukul wajah Clarissa dan mencakar tangannya.


"Akh … sakit bang sat! Lepaskan aku. Jangan beraninya main keroyokan kalian. Lepaskan … !" Teriak Clarissa.

__ADS_1


Hingga di saat itu pun suara Clarissa terdengar oleh sipir yang berjaga dan langsung saja datang menghampiri mereka. Sipir membuka pintu sel tahanan lalu melerai perkelahian.


"Apa yang kalian lakukan? Baru ditinggal sebentar saja sudah membuat keributan," kata sipir yang tadi memang pergi sebentar karena dipanggil oleh Kepala Sipir.


"Wanita ini yang memulai duluan menarik rambutku," kata wanita tersebut yang menunjuk ke arah Clarissa.


"Kau yang suka membuat masalah selama ini, malah menuduhku. Kalian yang menyerangku secara keroyokan sampai aku terluka seperti ini," hardik Clarissa.


"Kalau kau tidak menjambak rambutku, mana mungkin ini terjadi," kata wanita itu membela diri.


"Diam! Memang kau yang selama ini selalu membuat masalah, selalu membuat onar terhadap tahanan baru. Pantas saja kau tidak keluar-keluar dari sini," kata sipir yang memarahi wanita tersebut. "Ayo kau ikut saya, luka di wajahmu cukup banyak, harus segera diobati," ucapnya yang meminta Clarissa keluar dan membawanya ke klinik yang berada di rutan tersebut.


"Diego, Raisa Ini semua karena kalian yang telah mencobloskanku ke sini. Hidupku benar-benar hancur dan sangat menderita karena kalian berdua, lihat saja setelah aku bebas dari sini, aku pasti akan membalas perbuatan kalian," batin Clarissa dengan penuh rasa dendam.


*****


Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam di perjalanan, kini Kelvin pun telah tiba di tempat tujuannya. Di saat itu ia melihat sebuah mobil dengan ciri-ciri yang dikatakan oleh Diego, baik dari merk-nya serta plat nomornya tersebut. Sehingga ia sangat yakin jika memang mobil tersebutlah yang digunakan oleh mata-mata.


Kelvin memutuskan turun dari mobil untuk menemui sang pemilik, sementara anak buah yang mengikutinya itu hanya berada di luar saja untuk berjaga-jaga.


"Maaf Tuan Anda mencari siapa? Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya satpam yang langsung saja menyambut Kelvin saat hendak masuk ke kawasan bangunan minimalis tapi Elite tersebut.


"Saya mau bertemu dengan pemilik mobil ini, apakah ada di rumah ini?" Tanya Kevin yang menunjuk mobil.


"Ada di dalam Tuan, tapi Tuan saya baru saja membeli mobil ini dari seseorang, jadi sudah pasti pemilik yang Anda cari bukan Tuan rumah ini. Mungkin pemilik mobil sebelumnya," kata satpam yang membuat Kelvin cukup terkejut.


"Oh … jadi seperti itu. Ya Anda benar, yang saya cari adalah pemilik mobil yang lama. Ya sudah terima kasih banyak, saya permisi," ucap Kelvin, lalu ia pun membalikkan badan dan melangkahkan kakinya menuju ke mobil.


Saat berada di dalam mobil, Kelvin langsung menghubungi Diego untuk memberitahu apa yang baru saja terjadi.


"Benar apa katamu, mereka memang sedang mencoba mempermainkan kita."


"Ya untuk sekarang aku pura-pura mengiyakannya saja dulu, tapi kau tenang saja aku tidak bodoh."


Kelvin tersenyum smirk dan mengakhiri teleponnya. Setelah itu, ia pun pergi meninggalkan lokasi tersebut.


Meskipun saat ini Kelvin dan Diego belum mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi setidaknya mereka telah mendapatkan petunjuk dan keduanya juga sudah merencanakan sesuatu hal untuk rencana berikutnya.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2