Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Memulai Rencana.


__ADS_3

"Kak, apa itu benar-benar suara Clarissa dan Kak Darrel?" Tanya Raisa yang masih tak mempercayainya setelah mendengar suara rekaman di ponsel Diego.


"Ya benar lah Sayang, lalu kau pikir ini suara siapa lagi," sahut Diego.


"Benar-benar keterlaluan ya Darrel dan Clarissa. Jadi ternyata memang mereka berdua yang sudah merencanakan kejahatan untuk menjebak dan menyakiti Raisa, ini bukan bercanda tapi ini adalah tindakan kriminal. Mama tidak menyangka dan Mama sangat menyesal karena waktu itu telah mempercayainya, bahkan Mama malah tidak percaya dengan ucapan Raisa karen wanita licik itu. Pada kenyataannya Clarissa itu wanita yang sangat jahat dan dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Diego, salah satunya dengan cara menyingkirkan Raisa," ucap Siska tak habis pikir.


"Ya seperti itulah Clarissa Ma. Maka itu aku tidak pernah percaya padanya, bahkan sejak pertama kali kami kenal ternyata dia itu sudah banyak membohongiku. Aku juga tidak menyangka kenapa aku bisa menikahi wanita licik seperti Clarissa, aku juga baru mengetahui semua itu sejak Clarissa lebih memilih karirnya daripada aku dan Denis waktu itu," ujar Diego.


"Raisa, Mama benar-benar minta maaf ya. Mama sudah menyakitimu selama ini. Mama malah lebih percaya dengan wanita licik itu, padahal sudah jelas-jelas dia yang sudah banyak berbuat kesalahan tapi Mama malah memberikannya kesempatan. Sedangkan kau, kau yang benar-benar sangat baik, tulus dan Mama sudah mengenalmu malah baru kali ini Mama memberikanmu kesempatan lagi. Maafkan Mama Raisa," ucap Siska dengan menatap penuh penyesalan.


"Mama, aku 'kan sudah bilang Mama tidak perlu minta maaf. Mama bersikap seperti itu wajar saja karena Mama ingin melindungi Anak Mama, Mama tidak mau jika Kak Diego mempunyai pilihan yang salah. Tapi aku lega karena pada akhirnya Mama bisa mengetahui hal yang sebenarnya," ucap Raisa.


Lalu Raisa dan Siska pun saling berpelukan, membuat Diego benar-benar merasa sangat senang. Lalu ia ikut memeluk kedua wanita yang sangat dicintainya tersebut. melihat hal tersebut Denis yang di saat itu sedang mengerjakan PR pun ikut beranjak dan meminta untuk dipeluk juga, sehingga keluarga tersebut tersenyum dan merasakan kebahagiaan yang tiada tara.


"Ma, Sayang, kalian 'kan sekarang sudah tahu tentang hal ini. Saat ini aku minta kalian berdua tetap tenang ya dan tolong jangan beritahu hal ini kepada siapapun, termasuk kau juga Denis. Biar aku yang akan memberitahukan Ayah langsung, karena sebelumnya Ayah juga sudah tahu tentang kecurigaanku terhadap 2 pengkhianat itu. Aku ingin segera bertindak dan segera menangkap Darrel dan Clarissa, dengan semua bukti-bukti yang sudah aku miliki aku tidak akan mungkin membiarkan mereka tenang dan berkeliaran begitu saja," ucap Diego.


"Tapi kau harus tetap hati-hati ya, Darrel dan Clarissa itu benar-benar sangat licik. Mama tidak mau jika nantinya kau malah kenapa-napa," ucap Siska.


"Bener kata Mama Kak. Lagipula sebenarnya aku sekarang sudah baik-baik saja, aku tidak masalah kok kalau mereka memang melakukan kejahatan itu padaku. Asalkan jangan orang-orang yang aku cintai," ucap Raisa.


"Sayang, tidak bisa seperti itu lah. Oke sekarang kau baik-baik saja, tapi kita tidak tahu bagaimana nantinya kejahatan-kejahatan itu pasti akan terus ada karena Clarissa tidak pernah puas. Dia benar-benar sangat ingin menghancurkan hubungan rumah tangga kita. Apalagi sekarang Mama juga sudah merestui hubungan kita kembali, pastinya itu semua membuat Clarissa merasa sangat kesal. Bisa saja sekarang Mama juga menjadi incarannya, aku tidak mau hal itu terjadi. Untuk itu aku harus mencegahnya sebelum mereka berdua akan berbuat yang lebih nekat lagi," ucap Diego sehingga membuat Raisa pun terdiam sejenak dan tampak berpikir.

__ADS_1


"Ya sudah Kak kalau begitu, tapi kau tetap harus hati-hati ya. Jangan lupa dan selalu memberiku kabar," ucap Raisa.


"Iya Sayang, yang penting kau juga di rumah baik-baik saja bersama Mama, Denis dan calon anak kita," ucap Diego.


"Iya Kak," jawab Raisa.


Setelah berpamitan kepada ibu dan istrinya itu, Diego pun segera saja pergi menuju ke kediaman Sastro terlebih dulu untuk mengatakan semuanya serta rencana yang akan ia jalani.


*****


Saat ini Diego dan Sastro sedang berada di dalam perjalanan. Setelah Diego menceritakan semuanya kepada ayah mertuanya tersebut, tentu saja membuat Sastro pun merasa sangat murka dan tak ingin menundanya lagi. Ia ingin memberikan pelajaran untuk Darrel dan Clarissa yang sudah terang-terangan menyakiti anaknya. Bahkan Raisa hampir saja celaka karena ulah 2 orang tersebut.


Sastro dan Diego pun sudah merencanakan hal yang benar-benar matang untuk menjebak keduanya dan tentunya sama sekali tidak pernah Darrel dan Clarissa bayangkan sebelumnya. Hingga kini mereka telah tiba di sebuah hotel yang begitu mewah, Sastro bahkan memesan ruangan khusus untuk melancarkan rencana mereka.


"Baik Ayah, sekarang juga aku akan langsung menghubungi wanita itu di depan Ayah. Supaya Ayah juga tahu kalau aku memang semata-mata melakukan hal ini karena untuk menangkap mereka, bukan karena aku masih memiliki perasaan apapun terhadap wanita itu," ucap Diego.


"Iya Diego, Ayah percaya padamu.


*****


Sementara itu, Clarissa dan Darrel yang di saat itu tampak sedang menghabiskan waktu bersama di dalam apartemen, merasa sangat terkejut karena tiba-tiba saja Clarissa mendapatkan telepon dari Diego.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya Darrel merasa sangat tidak menyukai akan hal itu, tetapi karena merasa sangat penasaran pada akhirnya ia pun membiarkan Clarissa menjawab teleponnya dan tentunya hal tersebut membuat Clarissa merasa sangat senang karena setelah sekian lama, baru kali ini Diego menghubunginya kembali. Apalagi Diego juga sudah memblokir kontaknya dan itu artinya Diego telah membukanya saat ini.


"Halo Diego, ada apa?"


"Hah, kau serius? Kau ingin aku datang ke restoran itu?"


"Bukan, tapi aku hanya terkejut saja. Memangnya ada apa?"


"Oh … oke aku akan datang. Aku pasti datang tepat waktu."


"Iya, aku yakin aku tidak akan terlambat. Terima kasih ya Diego."


Clarissa merasa sangat bahagia, rasanya seperti mimpi karena ia baru saja mendapatkan ajakan makan malam dari Diego. Apalagi Diego juga berbicara dengannya dengan begitu sangat lembut, tidak seperti biasanya yang selalu dengan emosi.


Setelah telepon itu terputus, Clarissa memeluk ponselnya tersebut dengan perasaan yang berbunga-bunga seperti sedang jatuh cinta.


"Kau kenapa? Sepertinya kau sangat bahagia setelah mendapat telepon dari Diego," tegur Darrel.


"Tentu saja. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba Diego mengajakku bertemu sekaligus makan malam di sebuah restoran dan apa kau tahu itu adalah restoran yang sangat mewah. Aku tidak menyangka Diego mau mengajakku makan malam ke sana, katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakannya juga padaku," ucap Clarissa.


"Dan kau percaya begitu saja? Bisa saja ini adalah sebuah jebakan Clarissa," ucap Darrel, sehingga membuat Clarissa pun terdiam dan tampak berpikir.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2