
Tok … tok … tok …
Terdengar Darrel mengetuk pintu ruangan Diego dan langsung saja ia masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Tuan Diego, apakah hari ini aku harus lembur?" Tanya Darrel.
"Sepertinya tidak perlu. Jika pekerjaanmu sudah selesai, lebih baik kau pulang saja," ucap Darrel.
"Tapi sepertinya Tuan Diego masih banyak pekerjaan, apa ada yang perlu aku bantu dulu?" Tanya Darrel.
"Oh tidak ada, ini aku hanya sedang memeriksa beberapa berkas yang tadi kau berikan sekaligus menandatanganinya. Jadi kalau kau mau pulang tidak apa-apa kau pulang saja, sebentar lagi aku juga akan pulang," ujar Diego.
"Apa benar seperti itu Tuan, apa sama sekali tidak masalah?" Tanya Darrel.
"Darrel, memangnya sejak kapan aku mempermasalahkan hal seperti ini. Ini sama sekali bukan masalah. Ya sudah lebih baik kau pulang sekarang atau kau mau aku berubah pikiran," ucap Diego.
"Oke, baik Tuan. Aku pulang sekarang," ucap Darrel yang langsung saja berpamitan kepada Diego dan langsung pergi meninggalkan ruang Direktur Utama.
Di saat Darrel tak terlihat lagi dari pandangan matanya, Diego pun meraih ponsel di atas meja kerjanya dan menghubungi seseorang.
"Sebentar lagi kau harus segera menjalankan tugasmu. Pastikan jika Darrel sama sekali tidak terlepas dari pandangan matamu, kau harus segera menemukan bukti itu. Jika kau berhasil, sesuai janjiku seluruh biaya pengobatan rumah sakit Ibumu maka akulah yang akan menanggungnya."
Setelah berbicara dengan seseorang lewat telepon, Diego pun langsung saja memutuskan panggilan telepon tersebut.
_____
Sementara itu Darrel yang baru saja keluar dari perusahaan, diikuti oleh seseorang secara diam-diam tanpa Darrel ketahui sedikit pun ataupun menaruh curiga.
"Bos, target sedang mampir ke toko bunga. Sepertinya sedang membelikan bunga untuk sang kekasih," ucap sang mata-mata yang langsung menghubungi Diego.
"Baik, saya mengerti Tuan."
Beberapa menit kemudian, terlihat Darrel yang keluar dari toko bunga dengan membawa satu buket bunga mawar dan sedang melangkahkan kakinya hendak masuk ke dalam mobil dengan wajah tersenyum bahagia. Lalu ia pun kembali melanjutkan perjalanan dengan sang mata-mata yang terus mengikutinya.
__ADS_1
Darrel melaju melaju dengan kecepatan tinggi hingga kini ia telah tiba di sebuah apartemen, Darrel pun turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju salah satu unit apartemen milik sang kekasih.
Ting … tung …
Darrel menekan bel apartemen dan tidak berapa lama kemudian terlihat seorang wanita yang langsung saja membukakan pintu tersebut untuknya. Darrel dan wanita itu saling berpelukan, lalu Darrel memberikan bunga tersebut kepada wanitanya yang tak lain adalah Clarissa.
"Kenapa kau harus menekan bel, bukankah kau sudah mengetahui password-nya?" Tanya Clarissa.
"Ya, tapi aku ingin kau yang membuka pintu untukku. Memangnya salah?" Ucap Darrel.
"Tidak, sama sekali tidak salah. Lalu ada apa kau datang ke sini?" Tanya Clarissa.
"Yang pertama sudah pasti karena aku merindukanmu dan yang kedua apa kita tidak bisa berbicara di dalam saja?" Tanya Darrel pula.
"Oh tentu saja, akan lebih aman jika kita berbicara di dalam," ucap Clarissa yang langsung mengajak Darrel untuk masuk ke dalam apartemen.
Sementara itu, sang mata-mata yang telah mendapatkan beberapa foto Darrel dan Clarissa langsung saja mengirimnya ke Diego melalui pesan WhatsApp
Tidak salah lagi, ternyata benar dugaanku. Tunggu saja, aku akan memberikan kalian berdua kejutan yang begitu besar," gumam Diego setelah melihat foto-foto yang dikirim oleh sang mata-mata yang telah diutusnya itu.
Lalu Diego pun kembali menghubungi sang mata-mata untuk memberikan perintah selanjutnya
"Bagus sekali, kau sudah bekerja dengan sangat baik. Tapi sekarang yang ingin aku ketahui apakah benar jika mereka berdua telah bersekongkol untuk menyakiti istriku, apakah itu memang kerjaan Darrel atas permintaan wanita itu dan aku tidak mau tahu kau harus segera mengetahuinya."
Setelah dirasa cukup memberikan perintah kepada sang mata-mata, Diego pun mengakhiri telepon itu dan bersiap-siap untuk pergi meninggalkan perusahaan.
*****
Diego pulang ke rumah dengan perasaannya yang begitu sangat lega, karena pada akhirnya ia mendapatkan titik terang tentang hubungan Darrel dan Clarissa yang baru-baru ini ia curigai. Ia juga berniat akan memberitahunya langsung kepada ibu dan istrinya yang juga merasa sangat penasaran.
Sehingga saat tiba di rumah, Diego pun langsung saja menghampiri Siska dan Raisa yang di saat itu berada di ruang keluarga seperti biasa menemani Denis bermain ataupun mengerjakan PR.
"Kau sudah pulang Kak?" Ujar Raisa yang langsung saja menyambut kepulangan suaminya itu seperti biasa, begitu juga dengan Diego yang tak pernah lupa dengan kewajibannya.
__ADS_1
"Iya Sayang. Oh ya Ma, Sayang, seperti yang aku katakan tadi pagi tentang kecurigaanku dengan hubungan Darrel dan Clarissa tapi aku masih belum yakin karena aku belum memiliki buktinya. Kali ini aku sudah sangat yakin dan kalian boleh melihatnya langsung, kalian juga bisa mempercayai ucapanku," ujar Diego.
"Kenapa Kak, apa kau sudah memiliki bukti yang bisa kami lihat?" Tanya Raisa.
"Ya tentu saja," jawab Diego lalu meraih ponselnya dan ia pun menunjukkan foto-foto yang tadi telah dikirim dari sang mata-mata kepada ibu dan istrinya tersebut.
"Wah … ini benar-benar Clarissa dan Kak Darrel. Ternyata mereka berdua romantis juga ya dan mereka berdua ini benar-benar pasangan yang sangat cocok," ucap Raisa.
"Raisa kau ini bagaimana sih. Kali ini Mama tidak mendukungmu, kau tahu sendiri 'kan Clarissa itu wanita yang tidak baik, dia sangat licik. Sedangkan Darrel, kau juga tahu dia adalah pria yang sangat baik, dia sudah lama sekali bekerja dengan Diego dan sangat setia dengan Diego. Jadi Mama kasihan jika Darrel harus mendapatkan wanita seperti Clarissa. Lagipula Mama heran, bagaimana bisa sih Darrel itu kenal dengan Clarissa, apa mungkin itu semua karena Darrel sudah mengenal Clarissa saat kalian dulu belum menikah, Diego?" Tukas Siska.
"Aku juga tidak tahu Ma karena aku juga baru mengetahuinya sekarang dan aku tidak tahu sejak kapan mereka kenal, mereka saling mencintai dan menjalin hubungan seperti itu," ucap Diego.
"Lalu apa kau akan berbicara soal ini dengan Darrel?" Tanya Siska.
"Ma, Kak, kenapa juga sih kita harus mengusik hubungan mereka. Mungkin saja dengan berhubungan, Kak Darrel akan membawa pengaruh baik untuk Clarissa. Bisa saja 'kan Kak Darrel akan menuntun Clarissa untuk menjadi wanita yang lebih baik," ujar Raisa.
"Tapi itu tidak mungkin, justru sekarang aku yakin jika Darrel banyak melakukan kejahatan dan itu semua karena perintah Clarissa," ujar Diego yang membuat Raisa dan Siska langsung menatap ke arahnya.
"Maksud Kakak apa?" Tanya Raisa yang mewakili rasa bingung Siska juga.
"Maksudku … ." Diego pun menceritakan semuanya, tentang perbuatan-perbuatan Darrel yang telah dilakukannya dengan sengaja.
"Jadi kecurigaanmu terhadap Kak Darrel waktu itu benar adanya Kak dan sekarang kau menyimpulkan jika semua yang Kak Darrel lakukan itu semua karena permintaan Clarissa, karena Clarissa yang tidak menyukaiku?" Ujar Raisa.
"Benar-benar keterlaluan ya Darrel. Jika memang seperti itu Mama tidak akan pernah memaafkannya. Diego, siapapun Darrel, mau dia adalah orang yang sangat dekat denganmu sekalipun. Namanya dia sudah pernah membuat kesalahan, apalagi itu hanya demi orang yang jelas-jelas sangat ingin mencelakai keluarga kita, kau harus menghukumnya supaya dia jera. Jangan sampai kau melepaskannya," ucap Siska.
"Iya Ma, tapi sekarang aku belum mempunyai bukti kalau mereka berdua memang bekerja sama, meskipun aku sangat yakin. Tapi tenang saja, mata-mataku masih bekerja dan aku yakin sebentar lagi dia pasti akan menemukan bukti itu.
Ting …
Di saat itupun terdapat pesan masuk di ponsel Diego dan segera saja ia membuka pesan tersebut yang merupakan sebuah rekaman suara dan sebuah Video. Kini Diego pun membuka rekaman suara tersebut yang langsung didengar oleh Siska dan Raisa juga, membuat ketiganya sama-sama terkejut mendengar suara itu.
Bersambung …
__ADS_1