
Setelah berpikir dan menimbang, pada akhirnya Clarissa pun memutuskan untuk pergi menemui Diego. Ia terlihat menggunakan gaun yang begitu indah dan saat ini sedang merias dirinya di depan cermin.
"Cla, sudah aku katakan lebih baik kau tidak usah pergi. Bagaimana kalau ternyata sebenarnya Diego itu sedang merencanakan sesuatu? Coba saja kau pikirkan, kenapa tiba-tiba dia mengajakmu untuk bertemu. Memangnya ada apa, apakah kau begitu spesial sedangkan Diego sangat menjaga perasaan istrinya," ujar Darrel.
"Apa yang kau katakan itu masuk akal sih, tapi mungkin saja memang ada sesuatu yang ingin Diego sampaikan padaku. Lagipula mana aku tahu karena aku belum menemui Diego. Jadi lebih baik sekarang aku menemui Diego dulu supaya aku tahu kenapa dia mengajakku untuk bertemu, aku yakin tujuannya pasti baik. Kalau tidak untuk apa harus sampai makan malam segala," ucap Carissa.
"Sudahlah, terserah kau saja. Tapi aku tetap tidak rela jika kau kembali menjalin hubungan dengannya, karena bagaimanapun juga saat ini kau sudah memiliki hubungan denganku," ucap Darrel.
Sehingga Clarissa yang di saat itu sedang menata rambutnya itu pun berhenti sejenak dan menatap ke arah kekasihnya itu.
"Ya ampun, jadi dari tadi kau uring-uringan seperti itu dan mencegahku untuk pergi hanya karena kau khawatir jika aku akan menjalin hubungan kembali dengan Diego? Kau tenang saja Darrel, sudah aku katakan aku sudah tidak berniat menjalin hubungan dengannya lagi. Aku hanya ingin membalas dendam, aku ingin memisahkan Raisa dan Diego, hanya itu tujuanku," ucap Clarissa.
"Oh ya? Kalau memang seperti itu aku akan ikut dan akan mengawasimu dari jarak jauh," ucap Darrel.
"Jangan gila dong Darrel. Bagaimana kalau Diego curiga dan dia malah akan mengetahui jika kau mengikutiku," ucap Clarissa.
"Itu tidak akan mungkin. Sudah aku katakan aku akan mengawasimu dari jarak jauh dan aku juga akan menyamar, jadi aku yakin Diego tidak mungkin mengenaliku," ucap Darrel.
"Terserah kau saja, yang penting aku tidak mau jika kau mengganggu acara makan malamku dengan Diego," ucap Clarissa.
Hingga di saat itu pun terdengar suara ponsel Darrel yang berdering, ternyata ada panggilan masuk dari Diego. Sehingga Darrel pun menjawab telepon tersebut di depan Clarissa langsung.
"Halo Tuan Diego."
"Darrel, kau sedang berada di mana?" Tanya Diego dari seberang telepon.
"Aku sedang berada di rumah temanku, ada apa Tuan?" Sahut Diego dan bertanya balik.
"Oh jadi begini, nanti malam aku mengajak Clarissa untuk bertemu di sebuah restoran karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya. Bagaimana jika kau ikut? Kau 'kan tahu sendiri kalau aku tidak bisa hanya makan malam berdua saja dengan wanita lain, karena bagaimanapun juga itu artinya aku telah mengkhianati istriku. Tapi benar-benar ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada Clarissa. Aku juga sengaja memesan restoran khusus supaya Clarissa mau membantuku. Apakah kau bisa menemaniku?" Tanya Diego.
__ADS_1
"Jadi ternyata Diego memang ingin menyampaikan sesuatu kepada Clarissa, lebih tepatnya ingin meminta tolong. Berarti ini memang bukan jebakan, buktinya Diego saja mengajakku," batin Darrel.
"Darrel kenapa kau diam saja, kau mau atau tidak?" Diego mengulangi pertanyaannya, membuat Darrel pun tersadar dari lamunannya.
"Oh iya Tuan, tentu saja aku bisa. Memangnya jam berapa?" Tanya Darrel.
"Jam 20.00 WIB kau sudah harus berada di sana. Kau tidak perlu menjemputku, kita bertemu saja di sana," jawab Diego.
"Baik Tuan, kalau begitu aku akan segera siap-siap," ucap Darrel karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB.
Setelah Diego menutup teleponnya, Darrel tampak bengong dan kebingungan.
"Kau kenapa, apa Diego memintamu untuk ikut hadir di acara makan malam bersamaku nanti?" Tanya Clarissa.
"Ya kau benar, seperti yang aku katakan bahwa Diego sangat menghargai istrinya, jadi dia tidak ingin jika hanya makan malam berdua denganmu saja. Tapi memang ada hal penting juga yang ingin disampaikan padamu dan dia ingin aku ikut," terang Darrel.
"Oke, kalau begitu kita pergi. Jadi aku juga bisa lebih tenang karena aku selalu berada di sampingmu," tukas Darrel.
"Ya terserah kau saja," ucap Clarissa.
"Oke, tidak masalah meskipun malam ini kita harus makan malam bertiga. Yang penting ini adalah awal Diego mulai dekat denganku lagi, bahkan dia sudah membuka blokiran nomor ponselku. Bukankah itu artinya baik? Jadi aku tidak akan mencari masalah," batin Clarissa.
Setelah Darrel dan Clarissa telah selesai dan rapi, kini Clarissa pun tampak pergi terlebih dulu menggunakan taksi online, karena kalau mereka pergi bersama tentunya akan menimbulkan kecurigaan Diego.
15 menit kemudian setelah Clarissa pergi, giliran Darrel yang melajukan mobilnya menuju ke restoran yang sudah ditentukan oleh Diego.
*****
"Diego, terima kasih ya. Aku benar-benar masih tidak menyangka karena akhirnya kau mau menghubungiku lagi dan mengajakku makan malam di sini. Aku benar-benar sangat senang," ucap Clarissa yang sudah tiba di restoran dan saat ini sedang bersama dengan Diego. Hanya berdua saja karena memang Darrel belum tiba di lokasi.
__ADS_1
"Iya sama-sama Cla, aku minta maaf ya karena tiba-tiba saja aku mengajakmu datang ke sini. Pasti kau merasa heran dan penasaran 'kan kenapa aku mengajakmu untuk makan malam? Sebenarnya aku ingin meminta tolong denganmu Clarissa," ucap Diego.
"Apapun alasannya aku tidak peduli dan jika kau memerlukan bantuanku, pasti aku akan membantumu, yang penting aku bisa bersama denganmu itu sudah membuatku merasa bahagia," ucap Clarissa.
"Tuan Diego, maaf aku terlambat," ucap Darrel yang baru saja tiba.
"Diego, jadi kau mengajak Darrel juga?" Tanya Clarissa berpura-pura tidak tahu.
"Maaf Nyonya Clarissa, tapi memang Tuan Diego juga yang memintaku untuk datang ke sini," ucap Darrel.
"Terus saja berpura-pura, aku ingin lihat sampai di mana kalian bisa bersandiwara di depanku," batin Diego menatap ke arah keduanya secara bergantian.
"Maaf Clarissa, seperti yang kau tahu aku 'kan sudah memiliki istri, aku hanya tidak enak saja jika harus makan malam berdua denganmu, takutnya kau yang akan merasa tidak nyaman. Untuk itu aku mengajak Darrel, tidak masalah 'kan?" Ucap Diego.
"Oh seperti itu, iya tidak apa-apa. Lalu sebenarnya ada apa kau mengajakku bertemu?" Tanya Clarissa.
"Ada yang ingin aku katakan dan aku mau Darrel di sini juga menjadi saksinya," ujar Diego.
"Saksi? Wah … jangan-jangan Diego ingin mengajakku rujuk," batin Clarissa yang membuat detak jantungnya pun berdebar tak karuan.
"Apa sih yang mau disampaikan Diego sebenarnya, kenapa harus ada saksi segala? Apa maksud Diego dia ingin memadu Raisa dengan mengajak Clarissa untuk menikah lagi," batin Darrel yang berpikir sampai ke arah sana.
"Lebih baik kita nikmati saja dulu makanan minumannya, nanti setelah selesai baru aku akan bicara," ucap Diego karena di saat itu terlihat pelayan yang mengantarkan makanan untuk mereka.
Sehingga langsung saja ketiganya menikmati makanan tersebut dengan sangat lahap.
Akan tetapi tiba-tiba saja makan malam terhenti, karena terlihat pintu ruangan terbuka dan ada beberapa polisi yang masuk ke dalam ruangan tersebut. Membuat Clarissa dan Darrel pun merasa sangat terkejut dan sangat yakin bahwa ini semua adalah jebakan yang telah direncanakan oleh Diego untuk mereka berdua.
Bersambung …
__ADS_1