Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Sebutan Mama.


__ADS_3

Diego hanya terkekeh melihat istrinya yang saat itu terlihat sangat kesal karena permintaannya. Raisa pun buru-buru menyisir rambutnya lalu melangkahkan kaki hendak keluar dari kamar, daripada suaminya itu akan meminta hal yang macam-macam.


"Sayang, kau mau ke mana? Apa kau sengaja ingin menghindariku?" Tanya Diego.


"Kau jangan berprasangka buruk Kak. Aku mau menyiapkan makan malam, ini 'kan sudah waktunya makan malam," sahut Raisa beralasan.


"Tidak usah, 'kan sudah ada Bibi. Sebentar lagi saja kita turun, nanti kalau kau sibuk di dapur Mama akan memarahimu lagi. Apa kau lupa?" Tukas Diego, sehingga membuat Raisa pun terdiam dan membenarkan ucapan suaminya tersebut.


"Kau bener juga. Tapi aku akan tetap keluar karena aku mau bermain dengan Anakku dulu," tukas Raisa lalu melanjutkan langkah kakinya.


Segera saja Diego beranjak dari tempat tidur, lalu mengikuti istrinya tersebut dari belakang hingga Raisa tiba di ruang keluarga dan melihat Denis yang di saat itu sedang bermain dengan sang nenek.


"Malam Ma, Denis," ucap Raisa, lalu disusul oleh Diego yang mengucapkan hal yang sama.


"Malam Raisa, Diego," balas Siska.


"Malam Ma, Pa," balas Denis yang sudah tak lupa lagi untuk memanggil Raisa dengan sebutan Mama, membuat Raisa dan Diego pun merasa sangat senang.


"Denis, siapa yang mau ngajarimu memanggil Kak Raisa dengan sebutan Mama?" Tanya Siska.


"Papa Oma. Bukankah Kak Raisa sekarang sudah menjadi Ibuku?" Anak kecil itu malah balik bertanya.


"Iya, kau bener juga. Tapi Oma tidak menyangka jika kau bisa secepat itu untuk menghafalnya," ucap Siska.


"Ya bagus dong Ma, itu artinya Denis anak yang sangat penurut dan dia juga merupakan anak yang cerdas karena cukup diberitahu 1 atau 2 kali saja Denis langsung mengingatnya," timpal Diego, sedangkan Raisa hanya terlihat diam saja.


Lalu Diego pun duduk di samping ibunya tersebut, sementara Raisa menemani anak tirinya bermain. Raisa dan Denis tampak tertawa bersama di saat keduanya sedang bermain robot-robotan, membuat Diego merasa sangat bahagia melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat ini. Berbeda dengan Siska yang terlihat datar menatap ke arah menantu dan cucunya tersebut.

__ADS_1


"Ma, Mama kenapa? Apa Mama masih tidak yakin dengan Raisa? Ini baru beberapa hari Ma, aku yakin kok suatu saat nanti Mama akan bisa yakin jika Raisa tidak seburuk yang Mama pikirkan, Mama pasti akan percaya jika Raisa adalah menantu pilihan Mama yang terbaik seperti saat pertama kali Mama mengenalnya," ucap Diego seraya menggenggam erat tangan ibunya tanpa didengar oleh Raisa dan Denis, karena mereka kini sedikit menjauh dan sedang asyik bermain.


"Entahlah Diego, Mama masih sedikit ragu. Tetapi mudah-mudahan saja ya apa yang kau katakan itu benar-benar bisa terjadi," ucap Siska.


Hingga saat itu pun pelayan menghampiri mereka dan mengatakan jika makan malam telah selesai. Sehingga Siska, Diego, Raisa dan Denis segera menuju ke ruang makan dan menikmati makan malam bersama.


*****


Setelah beberapa minggu tidak bertemu dengan sang ayah, Raisa yang mendadak merindukan ayahnya tersebut pun berniat akan berkunjung ke kediaman ayahnya sendirian. Tapi tentunya ia juga sudah izin kepada suaminya terlebih dulu dan Diego mengizinkannya asal Raisa pergi diantar oleh supir.


Setelah bersiap-siap, Raisa langsung saja berpamitan kepada ibu mertuanya yang saat itu berada di ruang televisi terlihat sedang menonton.


"Kau yakin akan pergi sendiri ke rumah ayahmu?" Tanya Siska.


"Iya Ma aku yakin, lagipula aku juga diantar oleh supir, jadi Mama tidak usah khawatir ya. Nanti Kak Diego bilang dia yang akan menjemputku, jadi aku pasti akan baik-baik saja," ucap Siska.


"Iya Ma, aku pergi dulu ya," pamit Raisa yang menyalami serta mencium punggung telapak tangan Siska.


Setelah itu segera saja Raisa pergi dengan diantar sang supir menuju ke kediaman Sastro, karena saat ini Sastro memang sedang berada di rumah dan mengerjakan urusan pekerjaannya di rumah. Hanya kelvin yang bolak-balik ke perusahaan seperti biasanya.


*****


Saat sedang dalam perjalanan, tiba-tiba supir merasakan jika ban mobil terasa sedikit berbeda, sehingga ia pun memberhentikan mobil tersebut di arah kiri jalan.


"Ada apa Pak?" Tanya Raisa.


"Sepertinya ban mobilnya bermasalah Nyonya, saya periksa dulu ya," ucap supir yang langsung saja turun dari mobil dan memeriksa keadaan.

__ADS_1


Benar saja ternyata di saat itu ban mobil belakang terlihat kempes dan semakin lama anginnya juga semakin berkurang.


"Saya minta maaf Nyonya, bannya kempes dan saya harus menggantinya dulu," ucap supir.


"Oh iya Pak tidak apa-apa kok. Tapi ban serepnya ada 'kan?" Tanya Raisa.


"Iya, ada Nyonya," jawab supir.


"Ya sudah kalau begitu saya tunggu di seberang jalan sana ya Pak. Kebetulan ada warung, di sini juga panas. Saya mau sekalian beli minuman, nanti saya akan belikan juga untuk Bapak," ucap Raisa sembari menunjuk sebuah warung kecil di tepi jalan.


"Iya Nyonya, terima kasih," ucap supir.


Raisa pun segera menyeberangi jalan raya dan melangkahkan kakinya menuju ke sebuah warung yang ia maksud tadi. Ia membeli minuman dingin dan langsung meminumnya di tempat. Tak lupa pula Raisa membelikan minuman untuk sang supir dan nanti akan ia berikan padanya. Raisa memilih istirahat sejenak karena merasa sedikit lelah dengan membawa perutnya yang saat ini usia kandungnya sudah memasuki usia 5 bulan. Ia memutuskan untuk duduk warung tersebut sampai supirnya itu sudah selesai memasang ban mobil.


Tidak berapa lama kemudian, terlihat sang supir yang sudah selesai memasang ban mobil. Lalu Raisa pun beranjak dari tempat duduknya dan hendak menyeberangi jalan untuk menghampiri supirnya tersebut. Akan tetapi tiba-tiba saja ada 2 jambret yang menggunakan sepeda motor dan yang dibonceng hendak mengambil tas milik Raisa.


"Jangan … jangan ambil tas-ku. Tolong ada jambret … !" Raisa berteriak dan melakukan perlawanan untuk menyelamatkan tas-nya tersebut.


"Lepaskan tanganmu dan cepat berikan tas-nya," titah jambret tetapi Raisa tak mau melepaskannya.


"Tolong … tolong …!" Raisa kembali berteriak hingga mengundang orang-orang yang berada tidak jauh dari jalan tersebut, termasuk sang supir yang langsung melihat ke arah nyonya-nya tersebut.


"Nyonya Raisa," ucap supir yang bergegas berlari untuk menolong Raisa.


Terlihat juga beberapa orang yang mendengar teriakan tersebut berlarian menghampiri Raisa, sehingga membuat penjambret pun kelabakan dan langsung mendorong tubuh Raisa dengan kuat. Meskipun tas tidak dapat diraih, tetapi Raisa terjatuh sehingga ia merasakan perutnya begitu sakit.


"Akh … !" Rintih Raisa menahan rasa sakit yang luar biasa.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2