
Setelah berunding, bahkan Siska sendiri sudah tahu mengenai masalah ini, pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk menahan Ayumi di kediaman Abimana terlebih dulu. Ayumi sendiri menyetujuinya asalkan ia tidak dijebloskan ke dalam penjara. Diego dan Raisa juga berniat akan mengunjungi Panti Jompo tempat di mana Nenek Ayumi berada, tentu saja mereka tidak akan mungkin percaya begitu saja tanpa bukti.
"Saya benar-benar tidak menyangka, kenapa tega sekali Suster berbuat jahat seperti itu. Apa salah kami Suster, padahal kami memperlakukan Suster dengan sangat baik di sini," ucap Siska yang merasa sangat kecewa.
"Saya benar-benar minta maaf Nyonya, saya terpaksa melakukannya," ucap Ayumi.
"Apa kau pikir dengan maaf maka masalah bisa selesai begitu saja. Dengar baik-baik dan kau camkan ini, sekarang aku memang belum melakukan apapun karena kau masih dalam tahap penyelidikan. Tapi jika semua yang kau katakan itu adalah dusta, jangan salahkan aku jika aku akan memberikanmu hukuman yang lebih berat lagi," ujar Diego.
Sementara itu Raisa sedang berada di kamar Diesa, memberikan ASI kepada bayinya itu. Sedari tadi Diesa juga tampak rewel, mungkin karena ia bisa merasakan atau mengetahui apa yang sedang terjadi dengan pengasuhnya saat ini.
Setelah anaknya tertidur, Raisa pun menitipkan bayinya tersebut kepada Maira lalu segera pergi ke ruang keluarga menghampiri Diego, Siska dan Ayumi di sana.
"Tadi aku sudah tanyakan langsung dengan Suster Maira di dalam, Suster Maira mengatakan bahwa dia pernah beberapa kali merasa curiga kepada Suster Ayumi mau melakukan sesuatu tetapi dia mencoba untuk menepis rasa itu karena tidak mau berpikir negatif terhadap orang lain. Apa ini yang menyebabkan kau tidak menyukai Suster Maira, apa kau takut jika aksi jahatmu itu akan ketahuan oleh Suster Maira dan dia akan menggagalkan semua rencanamu untuk menyakiti Anakku?" Tanya Raisa karena memang sedari tadi Maira berada di dalam kamar sang bayi bersamanya.
"Ya memang itu penyebabnya Nyonya dan satu lagi aku juga tidak suka dengannya karena tiba-tiba saja Suster Maira datang ke rumah ini, baik Nyonya Siska maupun Nyonya Raisa juga tampak begitu dekat dengannya, padahal aku dulu yang bekerja di sini. Bahkan Nyonya juga membiarkan Maira tinggal di sini," kata Ayumi.
"Sebenarnya aku sudah tahu masalah ini Sus, masalah keirianmu itu yang hanya salah paham. Tadinya aku sempat ingin menegurmu tapi aku masih sabar, karena aku juga ingin melihat sampai di mana kau bersikap seperti itu. Aku juga memilih diam saja dan tidak menceritakan hal ini kepada suamiku, karena aku yakin kalau suamiku tahu dia pasti akan langsung menegurmu," kata Raisa.
"Sayang, kenapa kau tidak menceritakan masalah ini padaku?" Tanya Diego.
__ADS_1
"Karena menurutku lebih baik aku saja yang berbicara dengan Suster yang bekerja di rumah ini Kak, kau sudah terlalu banyak masalah di perusahaan jadi biar aku saja yang menangani masalah di rumah. Tapi karena sekarang kita sudah mengetahui apa niat busuk Suster ini, jadi lebih baik aku bongkar saja semuanya di sini," jawab Raisa. "Apa kau tahu Sus aku, Mama, Kak Diego sama sekali tidak ada yang pernah membeda-bedakan pekerja di sini. Kau boleh tanyakan kepada para pelayan yang ada di sini, bodyguard, satpam, semuanya kami perlakukan dengan baik dan adil. Bukankah waktu itu aku sudah menawarkanmu untuk tinggal di sini juga supaya kau tidak capek bolak-balik, tapi kau sendiri yang menolaknya. Kau mengatakan jika kau masih mempunyai keluarga yang harus kau tanggung, harus kau siapkan sarapannya setiap pagi. Apa itu maksudnya Nenekmu, tapi bukankah Nenekmu itu ada di Panti?" Tanyanya kepada Ayumi.
"Benar Nyonya, Nenekku memang ada di Panti. Tapi aku memang selalu mengunjunginya, kalau sempat setiap hari sebelum pergi bekerja ataupun pulang kerja aku menyempatkan waktu membuatkan makanan untuk Nenek," jawab Ayumi.
"Kalau begitu kenapa kau harus iri dengan Suster Maira? Seharusnya kau tidak boleh iri dengannya Sus. Yang aku lihat Suster Maira selalu bersikap baik denganmu, dia sangat ingin menjadi temanmu meskipun kau selalu saja mengabaikannya. Suster Maira juga tidak pernah mengatakan hal ini sebelumnya padaku, tapi karena tadi aku yang memaksanya dan karena kau sendiri yang mengatakan jika beberapa kali aksimu gagal karena selalu dipergoki oleh Suster Maira, akhirnya dia mau bercerita dan mengakuinya," tukas Raisa.
"Maafkan aku Nyonya, Tuan, aku benar-benar minta maaf. Tidak tahu harus berkata apa lagi selain kata maaf," ucap Ayumi yang menundukkan kepalanya karena merasa sangat bersalah.
*****
Sore harinya, Diego, Raisa bersama pengasuh anak mereka itu mengunjungi panti jompo tempat di mana Ayumi mengatakan jika neneknya berada di sana. Di saat itu pun mereka langsung saja menemui pengurus panti tersebut dan ternyata benar jika memang Ayumi memiliki nenek yang sedang sakit tumor ganas, bahkan di saat itu terlihat neneknya tersebut sangat senang karena dikunjungi oleh sang cucu.
"Maaf, Tuan dan nyonya ini siapa ya? Apakah majikannya Ayumi?" Tanya pengurus panti.
"Iya Bu benar, perkenalkan saya Raisa dan ini adalah suami saya Diego. Oh ya apa boleh saya bertanya, sudah berapa lama neneknya Suster Ayumi tinggal di sini dan terkena penyakit tumor ganas?" Tanya Raisa.
"Nenek Rima berada di Panti Jompo ini Baru 3 bulan, sedangkan soal penyakitnya saya mendengarnya dari Ayumi yang mengatakan sudah cukup lama, kira-kira sekitar 6 bulan belakangan ini yang semakin parah. Awalnya Ayumi dan Nenek Rima hanya menganggap jika penyakit itu hanya penyakit biasa, tidak tahu jika penyakitnya adalah penyakit tumor ganas dan jika tidak segera diobati maka akan semakin parah dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Tapi jujur kami belum memiliki uang yang cukup untuk mengobati Nenek Rima, hanya saja saat ini kami sedang mengusahakannya," terang pengurus panti.
"Saya yang akan menanggung semua pengobatan Nenek Risma. Ibu urus aja semuanya, masalah biaya jangan dipikirkan," ucap Diego yang membuat Raisa pun sangat terkejut dan tentu saja ia juga menyetujuinya.
__ADS_1
"Tuan, apa Tuan serius?" Tanya pengurus Panti.
"Tentu saja saya serius, bukan hanya Nenek Rima tapi jika memang ada orang tua lain yang sakit di Panti Jompo ini dan memerlukan pengobatan, katakan saja kepada saya Bu. Mulai hari ini saya juga akan menjadi donatur tetap di Panti Jompo ini," ucap Diego yang lagi-lagi membuat Raisa terkejut sekaligus merasa senang akan keputusan suaminya itu.
Pengurus panti juga merasa sangat senang karena tiba-tiba saja Panti Jompo tersebut mendapatkan donatur baru yang begitu royal, bahkan langsung menawarkan bantuan yang begitu besar.
"Terima kasih banyak Tuan Diego, Nyonya Raisa, kalian berdua seperti malaikat yang tiba-tiba saja datang untuk menyelamatkan orang-orang yang berada di panti ini. Baiklah kalau memang Tuan mau menjadi donatur di sini, sekarang Tuan dan Nyonya ikut saya ya," kata pengurus panti yang tidak dapat membendung air matanya karena merasa sangat terharu.
"Kak Diego, terima kasih banyak ya Sayang. Kau benar-benar hebat dan membuatku semakin mencintaimu," ucap Raisa.
"Nanti malam saja ya mengucapkan terima kasihnya," bisik Diego yang masih sempat-sempatnya menggoda sang istri.
"Ih … Kak Diego."
"Akh … ." Spontan Diego berteriak karena Raisa mencubit perutnya seperti biasa.
"Ada apa Tuan?"
Bersambung …
__ADS_1