
Setelah memarahi Clarissa dan wanita itu tampak takut terhadap Darrel, kini Darrel pun mengantar wanita tersebut ke tempat tujuan yang dimintanya. Setelah itu barulah ia akan kembali ke perusahaan sesuai perintah Diego tadi.
"Aku minta maaf jika aku masih suka kasar terhadapmu. Tapi itu sebenarnya hanya karena semata-mata aku mencintaimu," ucap Darrel.
"Sudah aku katakan kau tidak perlu lagi menyimpan perasaan itu Darrel. Aku berterima kasih karena waktu itu kau telah menolongku, karena kau telah menyembunyikanku sehingga Diego tidak bisa menemukanku. Tapi sudah berkali-kali juga aku katakan bagaimanapun juga kau mencintaiku, aku tidak bisa membalas perasaan itu. Aku tetap mencintai Diego dan aku ingin kembali padanya. Bukankah kau bilang karena cintamu itu, kau merelakanku bahagia, kau akan membiarkanku untuk mengejar Diego kembali?" Tukas Clarissa.
"Ya kau benar, tapi aku tidak rela jika melihat Diego terus menyakitimu. Diego tidak pernah menghargai perasaanmu sedikitpun, dia tidak pernah menginginkanmu Cla. Apakah tidak ada sedikitpun perasaanmu untukku, barang secuil pun setelah apa yang kita lakukan? Kau bahkan rela menyerahkan tubuhmu untukku. Aku bisa saja mengatakan soal ini kepada Tante Siska dan sudah pasti Tante Siska tidak akan mungkin membiarkanmu untuk mendekati anaknya lagi," ucap Darrel yang membuat Clarissa pun tampak murka.
"Kenapa kau harus membahas soal itu hah! Apa kau lupa dengan apa yang sudah kau lakukan dengan perusahaan Diego? Kau telah mencuri dana perusahaannya hanya untuk kepentingan pribadimu, tapi kau malah mengatakan jika itu untuk keluarganya. Bagaimana jika Diego mengetahui jika asisten kesayangannya ini telah membohonginya, aku yakin bukan hanya dipecat oleh Diego tetapi kau tidak akan mungkin mendapatkan pekerjaan di perusahaan manapun lagi. Ya bisa saja Diego malah memasukkanmu ke dalam penjara. Lagi pula aku mau melakukannya itu juga karena terpaksa Darrel, kau mengurungku di rumah itu, kau mengancamku dan kau tidak segan-segan untuk berbuat kasar padaku jika aku membantah ucapanmu. Bahkan pertama kali kau menamparku hingga aku pingsan, lalu kau menjamahi tubuhku. Apa menurutmu aku bisa mengelak," tukas Clarissa dengan sangat emosi.
Chit …
Sehingga membuat Darrel langsung saja memberhentikan mobilnya secara mendadak. Bukan ingin memarahi Clarissa seperti yang biasa ia lakukan, tetapi di saat itu Darrel terlihat menahan emosinya dan mencoba untuk menetralisir perasaannya tersebut.
"Turun!" Titah Darrel.
"Tapi ini di mana? Kau ingin aku keluar sementara tempat tujuanku masih jauh. Apalagi ini jalanannya cukup sepi, pasti sangat sulit mencari kendaraan umum di sini," ujar Clarissa.
"Aku tidak peduli, turun sekarang!" Darrel mengulangi ucapannya.
Sehingga dengan sangat kesal, Clarissa pun turun dari mobil lalu menutup pintu mobil tersebut dengan sangat kasar. Setelah itu Darrel kembali melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan.
"Argh … brengsek! Bagaimana bisa aku mencintai wanita seperti dia. Wanita yang sama sekali tidak pantas untuk aku cintai," teriak Darrel sembari memukul-mukul setir mobil berulang kali.
Sementara itu Clarissa yang terlihat sangat murka pun segera saja berjalan kaki ke tempat dimana ia bisa mencari kendaraan umum, di sana ia juga kesulitan untuk mencari taksi online di sana.
*****
__ADS_1
Huek … huek …
Seperti biasa Lea akan merasakan mual karena kehamilannya itu. Tidak bisa ditentukan kapan ia akan mengalami hal tersebut, bisa saja di pagi hari, siang hari, terkadang sore atau bisa juga malam hari, malah bisa jadi setiap saat ia merasakan mual. Setelah mengeluarkan seluruh isi yang ada di dalam perutnya, perutnya itu akan terasa perih dan wajahnya juga tampak pucat karena ia memang hanya bisa menelan sedikit makanan. Itulah yang menyebabkan perutnya terasa perih, bahkan dadanya juga terasa sesak setelah sehabis muntah.
Setelah itu suster akan langsung memberikannya vitamin dan juga buah-buahan untuk memulihkan kondisinya kembali.
Tok … tok … tok …
Terdengar suara ketukan pintu dan terlihat Sastro yang baru saja tiba di rumah, masuk ke dalam kamar anaknya tersebut.
"Sayang, kau muntah lagi?" Tanya Sastro yang terlihat begitu cemas.
"Nona Raisa tidak apa-apa Tuan, ini sudah sangat biasa. Justru ini menandakan jika janin di dalam kandungannya itu aktif dan sehat, jadi anda tidak perlu mencemaskannya. Ini juga tidak akan lama lagi, mungkin sekitar 1 bulan lagi Nona Raisa akan kembali normal," ujar suster.
"1 bulan lagi itu terasa sangat lama Sus, sedangkan sekarang saja saya sudah tidak tega melihat keadaan Anak saya seperti ini," ungkap Sastro.
"Tuan tenang, ini akan baik-baik saja," ucap suster meyakinkan.
"Ayah, Ayah sudah pulang? Kenapa Ayah menangis, aku baik-baik saja Yah," ucap Raisa yang menatap wajah ayahnya tersebut.
"Tidak apa-apa Sayang, Ayah hanya hanya mengkhawatirkan keadaanmu aja. Ini ada bunga lily untukmu, semoga kau suka ya," ucap Lucas menyerahkan bunga tersebut.
"Bunganya sangat indah, terima kasih Ayah," ucap Raisa setelah menerimanya.
"Iya sayang. Ya sudah setelah makan buah kau berbaring saja lagi, istirahat supaya rasa mual itu berkurang.
"Iya Ayah, Ayah juga ya sehabis makan Ayah harus istirahat karena baru saja pulang dari luar kota. Pasti Bibi juga sudah menyiapkan makan siang untuk Ayah," ujar Raisa.
__ADS_1
"Iya Sayang kau tenang saja," jawab Sastro. "Sus titip Anak saya ya. Jika ada apa-apa langsung kabari saya," pintanya.
"Baik Tuan," jawab Suster.
Lalu Sastro pun keluar dari kamar anaknya tersebut.
"Apakah aku harus memberitahu Raisa tentang keadaan Siska saat ini? Tapi bagaimana jika dia kepikiran dan kondisinya akan memburuk. Bukankah Raisa tidak boleh terlalu banyak pikiran, apalagi dia sedang mengalami morning* *sickness. Sudahlah, lebih baik aku tidak usah mengatakan apa-apa. Lagipula bukankah Nyonya Siska juga tidak menyukai Raisa," gumam Sastro saat sedang melangkahkan kaki menuju ke kamarnya.
******
Setelah melewati trimester pertama usia kehamilannya tersebut, kini Raisa pun diminta datang ke rumah sakit untuk melakukan USG. morning sickness yang dirasakan oleh Raisa juga sudah mulai berkurang, sehingga ia sudah bisa berjalan untuk menuju ke rumah sakit sendirian.
Suster yang dipekerjakan untuk merawat Raisa juga sudah tidak bekerja lagi karena saat ini Raisa sudah mulai bisa beraktivitas sendiri dan Raisa sendirilah yang memintanya, karena menurutnya ia bukanlah orang sakit yang harus dijaga 24 jam oleh suster.
"Sayang, Ayah minta maaf ya karena tidak bisa mengantarmu kontrol kandunganmu. Ayah ada rapat penting dan harus hadir di sana, tidak bisa diwakilkan oleh Kelvin. Tapi Kelvin lah yang akan mengantarmu ke rumah sakit, kau tidak keberatan 'kan?" Ucap Sastro.
"Tidak apa-apa Ayah. Lebih baik Ayah meeting saja, itu juga 'kan sangat penting untuk perusahaan Ayah. Dan Kak Kelvin juga tidak perlu mengantarku, lebih baik kak Kevin ikut Ayah saja," kata Raisa.
"Oh tidak, Kelvin tidak perlu ikut Ayah rapat hari ini. Tapi dia harus mengantarmu ke rumah sakit, Kelvin harus senantiasa menjagamu dan juga memberi kabar tentang apapun yang terjadi nanti kepada Ayah, jadi Ayah harap kau tidak menolaknya. ini semua demi kebaikanmu dan Ayah juga akan tenang saat rapat nanti," kata Sastro sehingga Raisa dan kelvin pun menyetujuinya.
Sehingga segera saja Kelvin mengantar Raisa menuju ke rumah sakit.
------
Setibanya di rumah sakit, baru saja keluar dari mobil tiba-tiba Raisa memegangi kepalanya karena merasa sangat pusing. Sehingga dengan reflek Kelvin pun meraih tubuh Raisa hingga keduanya terlihat begitu intim.
Bertepatan di saat itu, Diego yang baru saja keluar dari rumah sakit setelah mengambil obat untuk ibunya, tidak sengaja ia melihat keduanya begitu mesra karena Kelvin terlihat sedang merangkul mantan kekasihnya itu. Sehingga membuat Diego pun merasa terbakar api cemburu.
__ADS_1
"Raisa? Jadi sekarang kau sudah mempunyai hubungan dengan Kelvin? Ternyata ini alasan sebenarnya kau membatalkan pernikahan kita, kau sudah menyukai pria lain. Ternyata hanya di situ saja batas rasa cintamu untukku Raisa," batin Diego yang menatap dengan tajam.
Bersambung …