
Raisa menangis sejadi-jadinya, tak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Di satu sisi anak bayinya sedang sakit dan sangat membutuhkannya tetapi di sisi lain suaminya saat ini juga sedang celaka dan berada di rumah sakit Bandung.
Si penelepon dari kota Bandung mengabarkan jika saat ini Diego berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan. Pria tersebutlah yang menolong Diego dan supir dengan membawanya ke rumah sakit dan dibantu oleh beberapa orang lainnya, ia akan meninggalkan Diego jika salah satu keluarga Diego sudah ada yang datang karena saat ini barang berharga milik Diego seperti ponsel dan dompet ada di tangannya. Pria itu juga yang sedari tadi bolak-balik dimintai keterangan oleh polisi tentang kecelakaan tersebut.
Sedangkan Ken sudah kembali ke Jakarta sejak tadi pagi karena Diego sendirilah yang memintanya. Diego merasa jika tugas Ken di sana sudah selesai sehingga ia meminta asistennya itu untuk kembali ke perusahaan, karena perusahaan lebih membutuhkannya saat ini.
_____
Saat ini Raisa dan Ayumi baru saja tiba di rumah setelah memeriksa sang bayi ke dokter. Ia tidak tahu bagaimana caranya menyampaikan kepada Siska tentang kondisi Diego saat ini mengingat kondisi ibu mertuanya itu juga tidak baik-baik saja, sehingga ia pun berniat tidak akan mengatakan hal ini dulu kepadanya.
"Sus, tolong bawa Diesa ke kamarnya ya," ucap Raisa karena di saat itu anak bungsunya sedang tidur.
"Baik Nyonya," jawab Ayumi yang langsung saja menggendong Diesa dan membawanya ke kamar.
Sedangkan Raisa tampak mengobrol dengan ketiga bodyguard-nya yang sedang berjaga di depan rumah. Aron yang sudah diberitahu oleh Raisa itu pun juga sudah menceritakan kepada dua temannya tentang kabar Diego yang baru mereka terima.
"Aku minta tolong jangan memberitahu masalah ini kepada Mama dulu, kalian tahu 'kan bagaimana kondisi Mama. Dan tolong salah satu di antara kalian harus ada yang ke Bandung saat ini juga, kalian harus memastikan jika Kak Diego baik-baik saja. Aku benar-benar tidak tenang, tapi aku tidak bisa melakukan apapun," ucap Raisa yang merasa sangat cemas.
"Nyonya Raisa tenang ya, sekarang juga saya akan pergi ke Bandung," jawab Ramzi.
"Terima kasih Kak, tolong ya Kak dan tolong kabari aku terus," kata Raisa. "Kak Jason atau Kak Aron bisa 'kan antar Kak Ramzi ke Bandara sekarang," kata Raisa.
"Baik Nyonya Raisa, biar saya yang mengantar Ramzi ke Bandara," jawab Jason karena Aron sendiri baru pulang setelah mengantar Raisa tadi ke rumah sakit.
"Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati ya Kak," terima kasih banyak," ucap Raisa, lalu ia pun masuk ke dalam rumah dengan perasaannya yang sangat was-was.
Raisa juga mengabari Sastro dan Kelvin tentang kondisi Diego dan Kelvin juga berniat akan langsung pergi ke Bandung bersama dengan Ramzi untuk memastikan kondisi Diego. Sastro juga setuju, karena urusan perusahaan juga tidak terlalu banyak. Apalagi Kelvin hanya pergi sebentar dan esok hari dia akan kembali lagi.
_____
"Kak, aku minta tolong kalau bisa Kak Diego dibawa pulang saja ke Jakarta, tidak usah di Bandung. Aku tidak bisa melihatnya kalau dia berada di sana Kak," ucap Raisa saat Kelvin menghubunginya dan mengabarkan jika saat ini sudah berada di Bandara.
"Iya Raisa, kau tenang saja ya. Nanti akan aku bicarakan dulu dengan Dokter di sana, semoga semuanya aman dan Diego juga bisa dibawa pulang ke Jakarta," kata kelvin dari seberang telepon.
"Terima kasih banyak Kak. Oh ya apa kau sudah bertemu dengan Kak Ramzi?" Tanya Raisa.
"Iya, itu aku sudah melihat Ramzi. Sebentar lagi pesawat akan take off, aku tutup dulu ya teleponnya. Doakan aku selamat sampai tujuan dan nanti kalau sudah sampai di Bandung aku akan mengabarimu," kata Kelvin.
"Iya Kak, aku pasti mendoakanmu. Hati-hati ya Kak dan aku menunggu kabar itu," ucap Raisa mengakhiri telepon tersebut.
__ADS_1
Kelvin dan Ramzi memang memilih menggunakan pesawat agar lebih cepat sampai dibandingkan mereka harus membawa mobil sendiri.
*****
Setengah jam telah berlalu, Raisa tampak mondar-mandir di dalam kamar sembari memegangi ponselnya, berharap jika ada orang yang menghubungi dan mengabari tentang kondisi Diego saat ini.
Tok … tok … tok …
Di saat itu pun terdengar suara ketukan pintu, lalu Raisa membuka pintu kamarnya untuk melihat siapa yang datang.
"Ada apa Sus?" Tanya Raisa yang melihat Maira berdiri di hadapannya.
"Nyonya, saya sudah mendengar kabarnya dari Suster Ayumi. Saya turut prihatin dan semoga Tuan Diego baik-baik saja," ucap Ayumi.
"Terima kasih banyak ya Sus dan tolong ya jangan katakan ini kepada Mama dulu. Suster yang lebih tahu bagaimana kondisi Mama, aku takut Mama malah drop lagi," ucap Raisa di dalam kekhawatirannya.
"Baik Nyonya saya mengerti. Tapi lebih baik sekarang Nyonya Raisa ke kamar Nyonya Siska, saya ke sini karena diperintahkan oleh Nyonya Siska untuk memanggil Nyonya Raisa," ucap Maira.
"Ya sudah ayo sekarang kita ke kamar Mama," jawab Raisa yang bergegas menuju ke kamar Siska bersama Maira.
_____
"Raisa bagaimana keadaan Diesa, apa Diesa baik-baik saja, sudah turun panasnya? Tanya Siska.
"Iya sudah Ma, sekarang Diesa sedang tidur di kamar dengan Suster Ayumi," jawab Raisa.
"Syukurlah, lalu kenapa kau dari tadi tidak ke kamar Mama memberi kabar. Kau dari mana?" Tanya Siska.
"Aku di kamar Ma, tadi aku hanya tidak tahan lagi mau ke toilet. Setelah itu aku baring sebentar tapi malah ketiduran, maaf ya Ma," ucap Raisa beralasan.
Akan tetapi Siska dapat melihat jika ada yang aneh dengan Raisa dan merasa jika menantunya itu sedang menyembunyikan sesuatu.
"Raisa ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan Diesa?" Tanya Siska.
"Tidak ada apa-apa Ma, Diesa baik-baik saja. Nanti setelah Diesa bangun aku akan membawanya ke sini ya," jawab Raisa.
"Kau yakin baik-baik saja, tidak ada yang sedang kau tutupi dari Mama?" Tanya Siska menatap curiga.
"Iya Ma semua baik-baik saja dan memang tidak ada apa-apa. Aku permisi dulu ya Ma, aku mau makan karena tadi aku belum sempat makan," ucap Raisa dan membalikkan badannya hendak pergi.
__ADS_1
Raisa mencari alasan agar ia bisa menghindar dari Siska, padahal tentu saja ia sama sekali tidak berselera untuk makan karena terus memikirkan suaminya. Tetapi jika ia terus berada di dekat Siska, sudah pasti mertuanya itu akan melihat kekhawatirannya saat ini.
"Oh ya Raisa, kapan Diego akan pulang? Bukankah dia pulang hari ini, sudah sampai di mana?" Tanya Siska tiba-tiba, yang membuat Raisa tersentak dan langkah kakinya pun terhenti.
*****
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam di perjalanan dari Jakarta menuju ke Bandung hingga saat ini mereka sudah berada di rumah sakit, Kelvin dan Ramzi langsung menuju ke tempat di mana Diego berada sesuai informasi yang diberikan oleh orang yang memegang ponsel pria tersebut.
Setelah mereka tiba, orang yang membantu Diego itu pun mengembalikan barang-barang milik Diego dan segera pergi meninggalkan rumah sakit. Sedangkan Kelvin dan Ramzi langsung saja masuk ke dalam ruangan tempat Diego ditangani oleh Dokter.
"Tuan, bagaimana kabar Anda sekarang?" Tanya Ramzi..
"Diego, apa yang terjadi? Kenapa kau bisa menjadi seperti ini?" Tanya Kelvin pula.
"Ramzi, Kelvin, kenapa kalian bisa berada di sini?" Tanya Diego kebingungan, ia baru saja sadar dari pingsannya dan langsung melihat keberadaan bodyguard serta kakak angkat istrinya tersebut.
"Yang pasti kita berdua ada di sini untuk memastikan keadaanmu dan kau tahu 'kan ini karena Raisa juga sangat mengkhawatirkanmu," jawab Kelvin.
Lalu Diego pun menceritakan apa yang terjadi hingga akhirnya ia mengalami kecelakaan.
"Di mana supir yang membawaku tadi, apakah dia baik-baik saja?" Tanya Diego.
Sedangkan Diego mengalami luka-luka luar yang cukup parah tetapi dokter mengatakan tidak ada yang terlalu serius, hanya perlu dirawat beberapa hari di rumah sakit maka kondisi Diego akan kembali pulih.
"Tenang Diego, pikirkan juga keadaanmu sekarang," kata Kelvin.
"Bagaimana aku bisa tenang, kau lihat sendiri aku baik-baik saja Kelvin. Sekarang aku ingin tahu bagaimana kondisi supir itu," ucap Diego dengan emosi.
"Aku juga belum tahu, tapi aku akan mencari tahu sekarang. Kau tetap tenang di sini," kata Kelvin.
"Tuan Kelvin, biar saya saja yang mencari tahu," kata Ramzi dan bergegas pergi.
_____
Tidak lama kemudian, Ramzi pun telah kembali menemui Diego dan Kelvin serta memberitahu kabar tentang sang supir yang membuat Diego benar-benar sangat terkejut.
"Apa???"
Bersambung …
__ADS_1