Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Sudah Direncanakan.


__ADS_3

Raisa merasa semakin ketakutan di saat orang tersebut semakin mendekatinya. Ia pun kembali berusaha membuka pintu meskipun hasilnya nihil.


"Sapa kau? Aku mohon tolong jangan sakiti aku, apa maumu?" Tanya Raisa meskipun sama sekali tak ada jawaban dari orang tersebut.


Tok … tok … tok …


"Siapapun yang ada di luar, tolong … tolong aku … !" Raisa terus berteriak sembari mengetuk pintu, meminta pertolongan.


Akan tetapi saat ini kondisi restoran sudah sepi karena sebentar lagi akan ditutup, ditambah lagi letak toilet yang ada di sudut ruangan, sehingga sangat sulit untuk didengar orang lain jika tidak ada orang yang memang mau pergi ke sana.


_____


Sementara itu, baik Diego maupun Sastro tampak risau karena sudah setengah jam lamanya Raisa belum juga kembali.


"Ini Raisa kemana sih, memangnya dia tidak tahu jika restoran akan segera tutup dan kita harus segera pulang," gerutu Siska


"Ayah, Ma, biar aku susul Raisa ke toilet ya. Aku jadi khawatir takut terjadi apa-apa dengan Raisa," ujar Diego.


"Ya sudah cepat kau pergi saja, bisa-bisa Raisa tertinggal di toilet," tukas Siska.


"Iya Diego, cepat kau susul Raisa. Ayah juga takut terjadi sesuatu dengan Raisa," jawab Sastro.


Lalu Diego pun segera saja pergi untuk mencari Raisa. Akan tetapi toilet yang biasa digunakan di restoran tersebut ternyata ada pemberitahuan sedang rusak di depan pintunya, sehingga Diego pun segera saja pergi ke toilet yang berada di sudut ruangan sesuai arahan pelayan yang bekerja di restoran tersebut.


_____


"Siapa kau? Aku mohon tolong jangan sakiti aku dan anak dalam perutku. Aku mohon," pinta Raisa dengan air matanya yang tampak menetes.


Orang tersebut tak peduli, ia malah terlihat sengaja menakut-nakuti Raisa dengan senjata tajam yang dipegangnya.


Kini Diego pun telah tiba di toilet sudut ruangan dan lagi-lagi ia melihat tulisan yang tertempel pada pintu bahwa toilet tersebut tidak dapat digunakan dan juga dalam keadaan sepi. Diego terlihat putus asa, akan tetapi di saat ia membalikkan tubuhnya dan hendak pergi, tiba-tiba saja …


"Tolong … tolong … ! Aku mohon jangan sakiti aku."


Diego mendengar suara teriakan calon istrinya tersebut dan segera saja ia menghampiri tempat di mana arah sumber suara itu berada.


Tok … tok … tok …


"Sayang, apa kau ada di dalam?" Terdengar suara ketukan pintu dan juga suara Diego yang membuat Raisa pun tersentak.


"Kak Diego? Tolong aku Kak Diego, aku terkunci di sini dan ada orang jahat yang mau menyakitiku Kak," teriak Raisa.


Sementara orang yang berada di dalam bersama Raisa itu pun merasa kebingungan karena tidak menyangka akan ada orang yang dengan cepat menemukan Raisa, sehingga ia tidak tahu harus melakukan apa. Karena Raisa terus saja berteriak, orang itu pun angsung saja membekap mulut Raisa dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius yang memang sudah disiapkan olehnya.

__ADS_1


"Empht … ." Raisa terus pemberontak, hingga akhirnya ia pun jatuh pingsan dan tergeletak di lantai.


Sedangkan Diego masih berusaha untuk mendobrak pintu toilet dan di saat pintu itu terbuka, orang misterius itu langsung saja keluar dan mendorong tubuh Diego hingga tubuhnya terhuyung dan tidak sempat untuk melawannya.


"Heh mau kemana kau!" Teriak Diego yang hendak mengejar orang tersebut, tetapi ia mengurungkan niatnya karena memikirkan Raisa.


Lalu Diego pun langsung saja masuk ke dalam dan melihat Raisa yang di saat itu tidak sadarkan diri tergeletak di atas lantai, dengan kondisi tangannya yang berdarah seperti disayat pisau. Siapa lagi yang melakukannya kalau bukan orang misterius yang tadi keluar dari dalam toilet.


"Sayang … bangun Sayang, aku mohon bangun… !" Teriak Diego sembari mengguncang tubuh Raisa.


Karena Raisa tak juga bangun, Diego pun menggendong tubuh Raisa dan segera membawanya keluar.


Seketika restoran dibuat riuh karena kasus yang terjadi dan menimpa Raisa. Baik sastro maupun Siska yang melihat akan hal itu pun merasa terkejut dan langsung menghampiri Diego yang setengah berlari menggendong Raisa.


"Diego, ada apa dengan Raisa?" Tanya Sastro yang terlihat begitu khawatir.


"Ayah, aku menemukan Raisa di toilet dalam kondisi seperti ini. Tapi tadi ada orang yang keluar dari sana dan sudah jelas dia sengaja melakukan hal ini pada pada Raisa," terang Diego.


"Sudah, sudah. Ayo sekarang kita bawa Raisa ke rumah sakit, Raisa bisa kehilangan banyak darah jika terus menundanya," ucap Siska yang tak bisa menyembunyikan rasa kekhawatirannya itu, bahkan ia pun langsung saja memberikan sapu tangan seadanya untuk mengikat tangan Raisa agar darahnya tidak terus mengalir.


Lalu segera saja mereka keluar dari restoran. Sedangkan Kelvin yang berada di mobil pun langsung keluar dan sangat terkejut melihat Diego tampak terburu-buru membawa Raisa dalam kondisi yang memprihatinkan.


"Apa yang terjadi dengan Raisa, Tuan?" Tanya Kelvin.


"Kelvin, ayo sekarang kita bawa Raisa ke rumah sakit. Tolong bukakan pintu mobil Diego!" Titah Sastro.


Lalu mereka segera membawa Raisa dengan menggunakan mobil Diego, sedangkan Kelvin tetap menggunakan mobil Sastro dan mengikutinya dari belakang menuju ke rumah sakit.


*****


Setibanya di rumah sakit, Raisa langsung ditangani oleh dokter. Sementara yang lain tampak menunggu dengan wajah-wajah tegang karena merasa sangat khawatir dengan kondisi Raisa, tak terkecuali Siska.


"Bagaimana kronologi kejadian sebenarnya?" Tanya polisi yang di saat itu datang ke rumah sakit setelah mendapatkan informasi dari pihak restoran.


Lalu Diego pun menceritakan kronologi kejadiannya dimulai dari toilet yang rusak, padahal sebenarnya toilet tersebut tidak rusak hingga pada akhirnya ia menemukan Raisa di toilet lain dengan kondisi yang sama dan keadaan Raisa sudah sangat memprihatinkan. Jadi polisi dapat menyimpulkan seperti dugaan Diego dan Sastro bahwa hal ini sudah direncanakan dengan sengaja dan yang melakukan hal tersebut tidak satu orang, tentunya ada yang sengaja mengunci Raisa di dalam toilet tersebut bersama orang yang berada di dalam untuk melanjutkan aksi mereka yaitu mencelakai Raisa.


"Terima kasih banyak atas informasinya Tuan, pihak kepolisian pasti akan menangani kasus ini lebih lanjut," ucap polisi.


"Sama-sama Pak, mohon bantuannya," ucap Diego pula.


"Baiklah Tuan Diego, Tuan Sastro, Nyonya siska dan Tuan Kelvin, kami permisi dulu," pamit polisi.


"Terima kasih Pak, mohon ditindaklanjuti segera dan jika pelakunya sudah ditemukan tolong kabari saya langsung," ucap Sastro.

__ADS_1


"Baik Tuan. Kami pasti akan bertindak lebih cepat," jawab salah satu di antara 3 polisi yang datang, lalu mereka pun segera saja meninggalkan rumah sakit.


"Sudah jelas ini adalah kesengajaan dan sudah direncanakan, lagi-lagi ada orang yang mau menyakiti Raisa. Siapa dia?" Tukas Sastro yang merasa sangat emosi.


"Iya Yah, ini semua salahku karena tadi aku tidak menemani Raisa. Tapi aku janji tidak akan pernah melepaskan orang tersebut dan aku juga akan menuntut restoran itu karena tidak memperketat keamanannya," ucap Diego.


"Sudahlah Diego, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Lagipula bagaimana sih, restoran mahal tetapi keamanannya tidak ketat. Kok bisa sampai ada orang masuk yang membawa senjata tajam lolos seperti itu," tukas Siska.


"Aku tidak akan tinggal diam, aku pasti akan mencari tahu soal ini dan aku pastikan siapapun orangnya beserta yang terlibat, tidak akan diberi ampun," ucap Diego dengan tatapan tajam.


"Iya, Ayah juga akan mengusut masalah ini sampai tuntas," timpal Sastro.


"Tuan, Tuan tenang saja, aku pasti akan langsung mencari tahu tentang hal ini, malam ini juga. Aku pamit Tuan," ucap Kelvin.


"Ya, tapi kau tetap berhati-hati Kelvin. Aku tidak mau jika nantinya malah kau yang akan menjadi sasarannya, atau biarkan saja polisi yang bertindak," ucap Sastro.


"Tenang saja Tuan, aku akan menjaga diriku," ucap Kelvin.


Setelah berpamitan juga dengan Diego dan Siska, Kelvin pun langsung saja pergi meninggalkan rumah sakit.


_____


Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan langsung menghampiri Sastro, Diego dan Siska.


"Bagaimana keadaan Anak saya Dokter?" Tanya Sastro.


"Saat ini kondisi Nyonya Raisa sudah lebih baik. Untung saja Nyonya Raisa cepat dibawa ke rumah sakit, kalau tidak beliau akan kehilangan banyak darah dan kondisinya pasti akan sangat fatal," ucap dokter.


"Syukurlah. Lalu bagaimana dengan kandungannya Dok?" Tanya Siska pula.


"Kandungannya juga baik-baik saja Nyonya. Nyonya Raisa dan anak di dalam kandungannya sangat kuat meskipun beliau sempat terjatuh dan terhentak. Tetapi untuk kedepannya, saya harap Nyonya Raisa harus dijaga baik-baik oleh suami maupun keluarganya," pesan dokter.


"Baik Dokter, terima kasih banyak. Saya janji akan menjaga istri saya nantinya dengan baik," ucap Diego.


"Oh ya satu lagi, Nyonya Raisa harus tetap di rawat terlebih dulu. Apalagi ini sudah malam dan keluarga boleh menemuinya nanti karena beliau akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap," ucap dokter.


"Baik Dok, lakukan saja yang terbaik untuk Anak saya," jawab Sastro.


Lalu dokter pun pergi meninggalkan ruang pemeriksaan dan tidak lama kemudian suster keluar dari ruangan tersebut, membawa Raisa yang akan dipindahkan ke ruang rawat inap.


_____


"Sayang, bagaimana keadaanmu sekarang? Maafkan aku ya, ini semua salahku. Jika tadi aku memaksamu untuk ikut ke toilet, pasti ini tidak akan terjadi," ucap Diego yang merasa sangat menyesal sembari menggenggam tangan calon istrinya tersebut.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Kak dan ini bukan kesalahanmu. Tapi siapa orang itu, kenapa dia mau menyakitiku, apa salahku Kak?" Ucap Raisa yang terlihat begitu sedih dan masih tersimpan rasa trauma di dalam hatinya jika mengingat kejadian yang dialaminya.


Bersambung …


__ADS_2