Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Peringatan.


__ADS_3

Tok … tok … tok …


Raisa mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali, sehingga di saat itu Diego yang sedang menggunakan shampo di kepalanya menghentikan aktivitas itu, lalu membuka pintu.


"Akh … !" Teriak Raisa saat melihat sesuatu yang tampak berdiri tegak.


"Sayang, kau kenapa?" Tanya Diego.


"Kak Diego, kenapa itu tidak ditutup dulu sih," kata Raisa sembari menunjuk dibawah sana dan juga menutup matanya, membuat Diego yang tadinya panik kini malah tersenyum.


"Oh ini, maaf Sayang. 'Kan tadi kau tiba-tiba saja mengetuk pintu dan membuat aku khawatir, jadi aku tidak sempat lagi untuk menutupinya. Kau lihat sendiri bahkan rambut dan tubuhku saja masih dipenuhi dengan sabun," ujar Diego.


"Ya sudah sekarang ditutup dong Kak," kata Raisa.


"Untuk apa juga ditutup, aku belum selesai mandi. Kau tidak usah menutup mata seperti itu, kau juga 'kan sudah sering melihatnya atau kau mau ikut mandi bersamaku maka itu kau mengetuk pintu. Dengan senang hati aku menerimanya, ayo kita mandi sama-sama. Kau juga belum mandi 'kan," kata Diego yang menarik tangan istrinya tersebut.


"Duh … bukan itu Kak Diego, aku mengetuk pintu kamar mandi karena ada hal yang gawat," kata Raisa yang mengingat tujuan utamanya, ia juga sudah membuka matanya tak peduli lagi dengan tubuh polos Diego saat ini.


"Ada apa Sayang?" Tanya Diego yang kini tampak serius.


Lalu Raisa pun menceritakan tentang telepon yang baru saja ia terima dari Ayumi, membuat Diego juga ikut merasa khawatir. Ia sangat yakin jika ini semua pasti ada hubungan dengannya.


"Sebentar, aku akan membilas tubuhku dulu," kata Digo yang langsung saja membilas tubuhnya ala kadar, lalu segera keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya.


"Kak, aku benar-benar tidak tenang. Aku takut terjadi sesuatu dengan Suster Ayumi dan Neneknya," ucap Raisa.


"Tenang ya Sayang, sekarang juga aku akan pergi ke sana bersama salah satu Bodyguard kita," ucap Diego.


"Aku ikut ya Kak," pinta Raisa.


"Jangan Sayang, kita ini baru saja pulang. Apa kau melupakan anak kita? Lagi pula Suster Maira itu juga butuh istirahat 'kan. Kau juga Sayang, lebih baik kau di rumah saja istirahat dengan baby Diesa. Tunggu kabar dariku," ucap Diego.


"Ya sudah Kak, tapi kau hati-hati ya," ucap Raisa yang terlihat sangat cemas.

__ADS_1


"Iya Sayang, aku pasti akan baik-baik saja," jawab Diego.


Meskipun tidak ikut Diego pergi, tetapi Raisa mengantar suaminya itu sampai ke depan rumah. Hingga mobil yang dinaiki oleh Diego dan Aron sudah tak terlihat lagi dari pandangan mata, barulah Raisa masuk ke dalam rumah.


Raisa langsung saja menuju ke kamarnya dan mandi secepat kilat, setelah itu ia pun mengambil baby Diesa yang masih berada di kamar neneknya itu.


*****


"Aku yakin ini semua pasti ada hubungannya dengan Carlos," kata Diego saat berada di perjalanan.


"Saya juga berpikiran seperti itu Tuan, mungkin saja karena tidak terima Suster Ayumi sudah membongkar semuanya jadi sekarang dia memberi peringatan kepada Suster Ayumi melalui anak buahnya," kata Aron.


"Ya kau benar. Lebih cepat lagi, kita harus segera sampai di sana," titah Diego.


"Baik Tuan," jawab Aron, lalu menambah kecepatan mobilnya.


_____


Hingga tidak lama kemudian, Diego dan Aron pun telah tiba di rumah kontrakan sederhana tempat Ayumi dan neneknya itu tinggal. Di saat itu terlihat pintu rumah itu terbuka lebar dan ada beberapa warga di sana.


"Nek, syukur lah Nenek tidak apa-apa. Maafkan aku Nek. Aku benar-benar takut," ucap Ayumi.


"Sudahlah Ayumi jangan menangis lagi. Nenek tidak apa-apa, Nenek baik-baik saja," kata Nenek Rima.


"Ayumi, ada apa ini?" Tanya Diego.


Di saat itu beberapa warga yang tadi berkumpul di sana pun tampak bubar dan kini hanya tinggal Ayumi, Nenek Rima, Diego dan Aron saja.


"Apa yang terjadi Suster?" Tanya Aron pula.


"Kak Aron, Tuan Diego, tadi ada dua orang preman yang datang ke sini dan mengacak-ngacak rumahku. Lalu mereka juga menyergap serta mengancam akan membunuh Nenek, bahkan tadi sudah sempat menyodorkan senjata tajam. Tapi untungnya setelah aku berteriak ada warga yang cepat datang sehingga preman itu kabur. Tapi mereka memberikan peringatan bahwa aku tidak akan mungkin bisa hidup tenang karena telah bersekongkol dengan Tuan Diego, karena aku telah membongkar semuanya kepada Tuan Diego," ucap Ayumi berterus terang dengan air matanya yang tampak mengalir.


"Sudahlah Ayumi, yang penting 'kan Nenek baik-baik saja. Lagi pula apa yang kau lakukan itu benar, justru Nenek akan merasa sangat kecewa dan sedih jika kau tetap berada di jalan yang salah. Apalagi Tuan Diego, Nyonya Raisa dan keluarganya adalah orang-orang yang sangat baik terhadap kita," kata Nenek Rima.

__ADS_1


"Iya Nek, tapi aku benar-benar sangat takut jika preman tadi datang lagi dan akan benar-benar mencelakai Nenek," kata Ayumi.


"Bang sat! Ternyata benar dugaanku," umpat Diego dengan emosi. "Suster Ayumi, Nenek tenang saja ya, aku janji itu tidak akan terjadi. Lagi pula orang yang berada di balik ini semua sudah ditangkap Polisi, itu pasti hanya sisa-sisa anak buahnya saja dan mereka semua sebentar lagi juga pasti akan ditangkap oleh Polisi. Kalian jangan khawatir dan untuk keamanan kalian, lebih baik kalian berdua malam ini ikut aku dan Aron pulang ke rumah ya. Di sana akan lebih aman," ucap Diego.


"Jangan Tuan Diego, terima kasih atas tawarannya. Tapi saya tidak mau menyusahkan Tuan Diego dan keluarga Tuan nantinya," tolak Nenek Rima.


"Iya Tuan, kami juga sudah banyak menyusahkan Tuan. Saya tidak mau menyusahkan Tuan terus." Ayumi menimpali.


"Tidak apa-apa Sus, Nek Rima. Raisa itu juga mengkhawatirkan kalian saat tadi Suster Ayumi menelepon. Jika aku membawa kalian berdua pasti dia akan merasa lebih tenang, untuk ke depannya nanti akan aku pikirkan lagi. Yang penting kalian berdua malam ini aman," ucap Diego.


"Benar apa yang dikatakan Tuan Diego, Sus, Nek, memang lebih baik kalian ikut kami pulang ke rumah Tuan Diego saja. Kalian pasti akan lebih aman dan bisa tidur nyenyak," pujuk Aron.


Hingga pada akhirnya Ayumi dan neneknya itu pun menyetujuinya demi keselamatan mereka, lagi pula Ayumi benar-benar merasa tidak tenang berada di dalam rumah kontrakannya saat ini.


*****


Benar apa yang dikatakan oleh Diego, saat ini Raisa merasa sangat khawatir dengan kondisi Ayumi dan neneknya. Kekhawatirannya pun bertambah karena menunggu kepulangan suaminya yang tak kunjung tiba. Ia tampak mondar-mandir di kamar bahkan tidak berselera makan sebelum mendapatkan kabar dari suaminya.


Sudah beberapa kali Raisa menghubungi Diego tetapi ternyata ponselnya tertinggal di rumah, mungkin karena tadi suaminya itu terburu-buru sehingga lupa untuk membawanya. Ia juga mencoba menghubungi Aron tetapi bodyguard-nya itu sama saja tidak menjawab, mungkin karena saat ini ia sedang mengemudi.


Berapa menit kemudian, Raisa mencoba menghubungi Aron kembali dan kali ini membuahkan hasil karena ada yang menjawab teleponnya.


"Halo Sayang," terdengar suara Diego dari seberang telepon.


"Halo Kak, kalian sekarang ada di mana? Kenapa tidak mengabariku sama sekali?" Tanya Raisa.


"Maaf Sayang, tadi keadaannya cukup runyam jadi aku tidak sempat untuk mengabarimu. Ponselku juga ketinggalan di rumah. Tapi kau tenang saja ya, saat ini semua sudah baik-baik saja dan sekarang aku sedang berada di perjalanan pulang, sebentar lagi akan sampai di rumah," ucap Diego.


"Ya sudah Kak, hati-hati ya. Aku tunggu di rumah," ucap Raisa mengakhiri telepon tersebut.


_____


Tidak lama kemudian setelah telepon berakhir, Raisa melihat dari jendela kamar jika saat itu mobil Diego telah kembali. Ia pun segera turun dengan menggendong Diesa untuk langsung bertemu dengan suaminya. Dan di saat Raisa sudah berada di depan rumahnya, ia begitu terkejut sekaligus merasa senang karena Diego dan Aron pulang membawa Ayumi beserta neneknya itu.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2