
Di tengah ketakutan Raisa, ia pun mencoba untuk meraih ponselnya lalu menghubungi Diego. Tetapi sudah beberapa kali Raisa menghubunginya, suaminya itu tidak menjawab, mungkin karena pekerjaannya yang sangat banyak karena sampai saat ini ia belum memiliki asisten baru, sehingga membuat pekerjaannya pun begitu menumpuk dan harus ditanganinya hanya berdua dengan sekretarisnya saja. Sangat berbeda sekali jika ada asisten yang ikut membantu pekerjaannya itu.
Di saat itu pun karena di sana ada 4 orang preman dan 3 orangnya sedang melawan Bodyguard Raisa, kini terlihat salah satunya berjalan menghampiri Raisa. Akan tetapi Raisa menutup pintu mobil dengan sangat rapat karena ia tidak mau ada yang menyakiti anak di dalam kandungannya.
Tok … tok … tok …
"Buka pintunya! Jangan bersembunyi di dalam sana atau aku akan menabrak pintu ini," teriak preman sembari terus mengetuk kaca mobil.
Raisa terlihat semakin ketakutan, bahkan ponsel yang dipegangnya saat itu pun terjatuh entah ke mana. Karena Raisa tak juga membukakan pintu, terlihat preman hendak memecahkan kaca mobil. Untungnya Bodyguard dengan cepat mengalahkan 3 orang yang tadi telah mengeroyoknya, lalu ia pun mendekati preman itu dan menghajarnya habis-habisan.
Setelah semua para preman tumbang, meskipun pada tubuh Bodyguard juga terlihat banyak luka dan ia juga terlihat sudah lemah tetapi Bodyguard tersebut berusaha untuk tetap kuat dan langsung saja membuka pintu mobil, lalu membawa Raisa keluar dari sana.
"Kak, kau tidak apa-apa?" Tanya Raisa.
"Nona Raisa tidak perlu memikirkan keadaan saya, yang penting Nona baik-baik saja. Ayo Nona sekarang kita pergi dari sini," ucap Bodyguard.
Sang Bodyguard mengambil kunci mobil lalu mengajak Raisa untuk pergi, kebetulan ada taksi yang lewat sehingga ia pun memberhentikan taksi tersebut dan membawa Raisa pergi dari tempat yang sangat membahayakan itu.
*****
Sementara itu Diego yang baru saja kembali ke ruangannya dan langsung melihat ponsel, mendapati ada beberapa panggilan tak terjawab dari sang istri, membuatnya merasa sangat khawatir dan langsung saja mencoba menghubungi istrinya tersebut tetapi tidak ada jawabannya. Ya karena ponsel Raisa tadi terjatuh di bawah kursi mobil dan belum sempat Raisa ambil, sehingga ia pun tidak membawa ponsel saat ini. Lalu Diego menghubungi Bodyguard yang mengantar Raisa dan pun langsung saja Bodyguard-nya itu menjawab telepon tersebut.
"Halo Tuan Diego," ucap Bodyguard yang bernama Aron.
"Halo, sekarang kau ada di mana, apa istriku ada bersamamu?" Tanya Diego.
"Iya Tuan, saat ini saya sedang di perjalanan pulang bersama Nona Raisa," jawab Aron.
"Apa yang terjadi? Kenapa istriku menghubungiku beberapa kali tapi aku menghubunginya kembali tidak dijawab," tanya Diego.
"Kak Diego, ini aku." Terdengar suara Raisa karena Aron memberikan ponselnya tersebut kepadanya.
"Sayang, apa kau baik-baik saja?" Tanya Diego yang begitu khawatir.
__ADS_1
"Kak, tadi tiba-tiba saja ada 4 orang preman yang mengeroyok Kak Aron, untung saja Kak Aron bisa melawannya. Aku baik-baik saja, tapi Kak Aron yang terluka Kak dan sekarang kami sedang di dalam perjalanan menuju pulang ke rumah," ucap Raisa.
"Kenapa bisa sampai seperti itu, memang kejadiannya seperti apa?" Tanya Diego.
Lalu Raisa pun menceritakan bagaimana kejadiannya hingga tiba-tiba ada 4 orang preman yang mendekati mereka dan langsung menyerang Aron.
"Ya sudah, yang penting kau selamat. Aku akan pulang ke rumah sekarang juga," kata Diego.
"Iya Kak, kau hati-hati ya," ucap Raisa.
"Iya Sayang," jawab Diego mengakhiri telepon tersebut.
Meskipun sangat banyak sekali pekerjaan yang harus ditanganinya saat ini, tetapi Diego tidak akan mungkin bisa tenang sebelum ia melihat langsung bagaimana keadaan istrinya tersebut. Sehingga ia pun segera saja meninggalkan pekerjaannya itu dan pulang ke kediamannya.
*****
"Kak, apa kau yakin tidak mau pergi ke rumah sakit?" Tanya Raisa yang cukup ngeri melihat luka-luka pada wajah Aron.
"Tidak perlu Nona, kita pulang ke rumah saja," jawab Aron.
Sedangkan Raisa saat ini sudah berada di ruang keluarga dalam kondisi tampak cemas setelah ia menceritakan tentang kejadian yang baru saja menimpanya kepada ibu mertuanya.
"Raisa, untunglah kau baik-baik saja. Mama sangat khawatir dengan kandunganmu Raisa. Siapa lagi sih mereka, padahal 2 orang jahat sudah dimasukkan ke dalam penjara, kenapa ada penjahat lain lagi," kata Siska.
"Aku juga tidak tahu kenapa selalu saja ada orang-orang jahat, padahal aku tidak pernah membuat kesalahan apapun terhadap mereka Ma," ucap Raisa.
"Mama tahu kau memang tidak pernah membuat masalah dengan orang lain, tapi mungkin karena kesalahan orang-orang terdekatmu yang menjadikanmu sebagai sasaran," ujar Siska.
"Tapi siapa Ma orang terdekatku yang suka membuat masalah, Ayah? Kak Diego? Tidak mungkin mereka. Aku hanya ingin Anakku baik-baik saja Ma," ucap Raisa.
Diego yang baru tiba di rumah langsung saja menuju ke ruang keluarga setelah mengetahui dari salah satu pelayan jika istrinya berada di sana bersama ibu dan anaknya.
"Sayang," panggil Diego dengan langkah kaki yang terburu-buru.
__ADS_1
"Kak Diego," ucap Raisa
Lalu Diego pun memeluk tubuh istrinya tersebut dengan sangat erat.
"Sayang, kau baik-baik saja 'kan?" Tanya Diego.
"Iya aku baik-baik saja Kak, tapi kasihan Kak Aron sekarang, dia terluka dan tidak mau dibawa ke rumah sakit," jawab Raisa.
"Kau tenang saja, aku akan menghubungi Dokter, biar Dokter yang datang ke sini untuk mengobati Aron," kata Diego.
"Iya Kak," jawab Raisa.
*****
Setelah apa yang menimpa istrinya tersebut, tentu saja membuat Diego pun tak tinggal diam. Ia langsung saja menuju ke Kantor Polisi untuk melaporkan kejadian itu dan sebelumnya ia juga sudah mencari tahu tentang siapa para preman yang sudah menyerang Aron melalui rekaman CCTV yang berada di jalan, karena lokasinya memang tidak terlalu jauh dengan lampu lalu lintas. Akan tetapi meskipun terlihat jelas memang ada 4 orang yang datang dan dengan sengaja ingin mengeroyok Aron, tetapi tetap saja tidak bisa terlihat jelas siapa orang-orang tersebut, apalagi untuk mengetahui dari mana mereka berasal. Membuat polisi kesulitan untuk mengetahui identitas mereka dengan cepat.
Hingga akhirnya Diego pun berpikir untuk menuju ke lokasi Kelas Ibu Hamil di mana Raisa mengikutinya. Tanpa sepengetahuan Raisa, kini Diego yang ditemani oleh Bodyguard yang lain sebut saja namanya Ramzi sedang berada di perjalanan menuju ke lokasi tersebut.
_____
"Maaf Tuan Diego, apa Tuan mau menjemput Nona Raisa? Tapi sepertinya Nona Raisa sudah pulang karena memang mengikuti kelas pagi hari ini," tukas Renita, pelatih Kelas Ibu Hamil yang memang sudah mengenali Diego karena sering bolak-balik mengantar jemput istrinya.
"Oh tidak Nyonya Renita, saya ada perlu dengan Anda," ucap Diego.
"Ada apa Tuan?" Tanya Renita.
"Saya ingin melihat CCTV yang ada di luar ruangan ini, apakah boleh?" Tanya Diego.
"Sebenarnya ini sangat privasi Tuan, tapi kalau memang ada sesuatu yang penting bisa dibicarakan dan lebih baik sekarang kita langsung ke pos Scurity saja," kata Renita.
Lalu Renita bersama Diego dan Ramzi langsung saja menuju ke pos keamanan. Meskipun awalnya satpam tidak mengizinkan, tetapi setelah Diego menceritakan apa masalahnya, akhirnya satpam tersebut pun setuju dengan permintaan Diego.
"Kurang ajar," umpat Diego yang merasa sangat emosi setelah melihat rekaman CCTV tersebut.
__ADS_1
Bersambung …