
Setelah dua minggu ditahan di Kantor Polisi, kiri Carlos pun ditetapkan sebagai tersangka karena sudah terbukti ia banyak melakukan kejahatan-kejahatan dari bukti-bukti yang telah Sastro kumpulkan sejak lama juga tentunya.
Polisi di kota tersebut juga sudah menghubungi polisi di luar negeri dan ternyata memang benar jika Carlos merupakan buronan yang selama ini sedang diincar, tetapi sama sekali tidak ada yang mengetahui bahwa dialah orangnya yang merupakan mafia kelas kakap karena terlalu pintar dan juga licik. Akan tetapi berkat kerjasama seluruh kepolisian yang berada di beberapa negara, pihak yang bersangkutan mencari tahu dan menemukan bukti bahwa Carlos memang telah banyak melakukan kejahatan yang sudah banyak merugikan masyarakat maupun negara tempat di mana ia berada dengan bisnis ilegal yang dijalaninya.
Akan tetapi Carlos tetap saja melakukan pembelaan dan saat ini ia juga sudah menyewa pengacara terhebat untuk membelanya saat persidangan nanti. Bukan hanya Carlos saja tetapi Sastro dan Diego juga sudah menyiapkan pengacara terbaik mereka untuk melawan pengacara Carlos nanti.
_____
Rasanya aku sudah tidak sabar lagi ingin menghadiri sidang itu Ayah, aku ingin Carlos segera dijebloskan ke dalam penjara seumur hidupnya," tukas Diego yang menghampiri ayah mertuanya tersebut di kediamannya.
"Bersabar sedikit Diego, sebentar lagi pria itu pasti akan masuk ke dalam penjara. Kau tidak perlu khawatir," ucap Sastro.
"Iya Yah, aku benar-benar tidak tenang. Bahkan di saat Carlos berada di dalam penjara pun anak buahnya masih bertebaran di mana-mana. Apa ayah tahu dua hari yang lalu Suster Ayumi dan neneknya diancam dan diberi peringatan untuk tidak bermacam-macam, bahkan mereka sudah menyodorkan senjata tajam. Untungnya Suster Ayumi langsung berteriak sehingga banyak para warga yang datang, sekarang mereka ada di rumahku yang menurutku lebih aman. Lagi pula itu juga karena Suster Ayumi yang saat ini berada di pihakku, sehingga membuat Carlos menjadi murka," kata Diego.
"Ayah sudah mendengarnya dari Raisa. Tapi memang lebih saat ini mereka ada di sana dulu, apalagi di kediaman Abimana juga lebih ketat penjagaannya. Selalu ada orang di sana, jadi sudah pasti mereka akan baik-baik saja," ucap Sastro.
"Tapi sekarang Ayah yang tidak aman. Kemarin saja Ayah sudah hampir celaka karena mereka, padahal ada orang di rumah. Mereka bahkan menghabisi Satpam dengan sangat mudah. Lebih baik Ayah ikut saja ya pindah ke rumahku dulu sampai keadaannya sudah benar-benar aman, Kelvin juga boleh ikut. Masih ada kamar kosong di rumah. Raisa juga pasti akan lebih tenang jika Ayah berada di rumah bersama kami," ucap Diego yang merasa khawatir.
"Tidak perlu Diego, lebih baik Ayah di rumah ini saja bersama Kelvin. Kejadian waktu itu hanya karena Ayah saja yang kurang berhati-hati. Ayah nekat keluar rumah sendiri tanpa membangunkan Kelvin terlebih dulu, ya namanya juga sudah panik dan ingin menolong Pak Satpam. Tapi kau tenang saja Diego, sekarang sudah ada dua Bodyguard yang akan bergantian menjaga keamanan di sini, siang dan malam dan menemani Satpam di depan. Mereka adalah anak buah Kelvin, Ayah yakin mereka juga tidak akan berani macam-macam lagi. Apalagi dengan keadaan Carlos sekarang yang berada di lapas, pastinya mereka sudah tidak akan berani bertindak, karena memang Carlos lah dalang dibalik ini semua," ucap Sastro dan lagi-lagi menolak permintaan Diego agar ia mau tinggal di kediaman Abimana.
"Ya sudah kalau memang seperti itu, uang penting kalau ada apa-apa Ayah harus selalu mengabariku atau Raisa. Aku juga yakin seperti itu, jika mereka semua tahu Carlos sudah dijebloskan ke dalam penjara, pasti tidak akan ada lagi yang berani mengganggu keluarga kita karena sudah tahu bahwa keluarga kita sama sekali tidak bisa dianggap remeh," tukas Diego.
"Kau benar Diego, untuk itu kau tidak perlu takut," kata Sastro.
"Iya Yah, tapi aku mohon Ayah harus tetap berhati-hati. Ayah baru saja pulang dari rumah sakit, aku tidak mau jika terjadi sesuatu lagi dengan Ayah dan aku tidak mau melihat istriku sedih," ucap Diego.
__ADS_1
Sekarang kau bisa lihat sendiri 'kan Diego, Ayah baik-baik saja, kalian tidak perlu mengkhawatirkan Ayah. Ayah juga bisa menjaga diri," tukas Sastro.
"Ya aku yakin Ayah bisa menjaga diri dan mudah-mudahan saja para Bodyguard di depan itu bisa diandalkan dan menjaga Ayah. Tapi sepertinya harus ada satu Bodyguard lagi supaya mereka bisa bekerja semaksimal mungkin dan bergantian Ayah, nanti aku akan mencari satu lagi untuk menjaga di sini. Sekarang aku pergi dulu ya Yah, sebentar lagi aku ada meeting dengan klien," ucap Diego sekaligus berpamitan.
"Ya terserah kau saja Diego, Ayah akan menurutinya asalkan kalian tidak khawatir lagi dengan kondisi Ayah, kau hati-hati Diego. Jangan terlalu kebut-kebutan membawa mobil di jalanan," pesan Sastro.
"Iya Yah," jawab Diego yang langsung saja pergi meninggalkan kediaman Wijaya.
*****
Perusahaan Abimana Group yang sempat ditutup sementara selama 2 minggu karena adanya ancaman dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, saat ini sudah kembali beroperasi. Para pegawai juga sudah jauh lebih tenang setelah mereka diberi waktu untuk berdiam diri di rumah, bahkan ada juga yang merasa sangat bosan dan ingin cepat-cepat kembali bekerja. Akan tetapi Diego tetap akan membayar para pegawainya itu meskipun tidak bekerja selama 2 Minggu. Anggap saja mereka semua hanya mengambil cuti.
Banyak sekali pekerjaan yang tertunda karena masalah yang terjadi waktu itu dan juga tuntutan para klien. Untungnya Diego dapat mengatasi itu semua, tetapi resikonya akhir-akhir ini selain mengurusi masalah Carlos, Diego tampak sibuk berada di perusahaan. Begitu juga dengan para pegawainya yang bergantian untuk lembur.
Melihat Diego yang begitu sibuk, tentunya membuat Raisa merasa khawatir karena suaminya itu terkadang sampai lupa waktu karena pekerjaannya. Untungnya saat ini Suster Ayumi sang pengasuh anaknya itu sudah tinggal di kediaman Abimana, sehingga Raisa pun bisa keluar dengan diantar oleh bodyguard-nya hanya untuk sekedar mengantar makan siang sang suami ke perusahaan. Karena terlalu sibuk bekerja terkadang Diego sampai lupa untuk makan meskipun sudah tidak diingatkan oleh sang istri, bahkan pulang hingga larut malam dan membuatnya sudah tidak berselera lagi untuk makan jika tidak dipaksa oleh Raisa.
_____
"Iya Ma, tenang saja ya. Saat ini Carlos sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah pasti para anak buahnya juga sudah mendengar dan mereka tidak mungkin bisa bermacam-macam lagi Ma. Polisi juga sudah mengincar mereka semua, pasti mereka takut untuk berkeliaran. Lagi pula aku juga tidak pergi sendiri kok, seperti biasa aku pasti akan meminta salah satu Bodyguard untuk mengantarku Ma," ucap Raisa.
"Ya, itu memang lebih baik. Tapi kau sudah makan 'kan Sayang?" Tanya Siska.
"Sudah Ma, aku baru saja selesai makan. Baby Diesa juga sudah minum susu dan sekarang ada di kamarnya dengan Suster Ayumi dan Nenek Rima," jawab Raisa.
"Ya sudah kalau memang seperti itu, lalu Kak Denis ada di mana?" Tanya Siska karena sedari tadi ia memang belum melihat cucu laki-lakinya itu, jika sudah pulang pasti Denis akan selalu ke kamarnya terlebih dulu.
__ADS_1
"Sedang dijemput Kak Jason Ma, mungkin sebentar lagi sampai di rumah," jawab Raisa. "Sus, aku titip Mama ya, dan nanti tolong lihat-lihat baby Diesa juga ya kalau seandainya Suster Ayumi sedang ada urusan lain yang mendadak misalnya ke toilet," ucapnya kepada Suster Maira.
"Baik Nyonya, Nyonya hati-hati ya," jawab Maira.
Raisa menganggukkan kepalanya, lalu ia pun menyalami ibu mertuanya tersebut dan keluar dari kamarnya.
Saat ia hendak keluar dari rumah, bertepatan dengan sang anak yang baru saja pulang sekolah.
"Mama … ," panggil Denis yang langsung saja menghamburkan pelukan di tubuh sang ibu.
"Anak laki-laki kesayangan Mama baru pulang sekolah ya, sini sayang Mama dulu. Aduh … bau asam, ganti baju sana gih. Setelah itu makan sama Bibi ya, Mama mau keluar dulu sebentar," kata Raisa.
"Tadi aku main bola Ma di sekolah, makanya keringat aku bau asam. Oh iya Mama mau ke mana?" Tanya Denis.
"Oh … begitu ya. Ya tidak apa-apa kok, yang penting kalau sampai di rumah itu harus langsung ganti baju ya. Mama mau antar makan siang dulu untuk Papa, Kak Denis nanti kalau sudah makan tolong lihat Adik Diesa di kamarnya ya, kalau Adiknya bangun ajak main," ucap Raisa.
"Siap Bos, Mama hati-hati ya. Salam untuk Papa Ma, aku merindukan Papa," ucap Denis yang memang sudah beberapa hari tidak bertemu ayahnya, karena saat ayahnya pergi Denis belum bangun dan di saat ayahnya pulang Denis sudah tidur.
"Iya Sayang, nanti Mama sampaikan ya. Mama minta Papa mengusahakan pulang cepat hari ini supaya bisa ketemu dengan Kak Denis," ucap Raisa.
Cup!
Tiba-tiba Denis mencium pipi Raisa yang memang sudah biasa dilakukannya, akan tetapi kali ini ada yang berbeda.
"Ma aku titip cium pipi ini ya untuk Papa, Mama harus menyampaikannya secra langsung," ucap Denis yang membuat Raisa tersenyum gemas melihat kelakuan anaknya tersebut, entah siapa yang mengajarinya.
__ADS_1
Bersambung …