Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Tidak Sebodoh Itu.


__ADS_3

Raisa mencoba menjauhkan dirinya dari Diego yang di saat itu malah terlihat semakin rakus melahap serta me lu mat bibirnya. Akan tetapi semakin Raisa mencoba untuk menjauh semakin Diego tak mau melepaskannya, Diego malah menarik tengkuk Raisandan memperdalam ciu mannya. Sehingga semakin lama membuat Raisa terlena dan terlihat menikmatinya, serta ikut membalas me lu mat bibir kekasihnya tersebut.


Karena mendapatkan pembalasan dari sang kekasih, membuat Diego merasa senang dan ingin melakukan hal lebih, terlihat dari tangannya yang di saat itu ingin berpetualang di balik pakaian yang digunakan oleh Raisa. Tetapi tiba-tiba saja Raisa menghentikannya, serta ciu man panas yang sedang mereka lakukan juga terhenti begitu saja.


"Kenapa?" Tanya Diego.


"Kak, sebentar lagi 'kan kita akan menikah. Lebih baik setelah kita menikah saja ya," pinta Raisa yang sudah tahu bagaimana akhirnya jika mereka melanjutkan permainan ini, sehingga membuat Diego pun mengerti.


"Oh iya, aku minta maaf ya Sayang. Aku terlalu bersemangat jika sedang bersamamu," ucap Diego.


"Tidak perlu minta maaf Kak, kau tidak salah. Kau sudah lama sampainya?" Tanya Raisa sembari duduk di tepi ranjang.


"Baru saja. Tadi aku sudah mencoba membangunkanmu, tetapi karena kau tidak bangun. Maka itu aku menciummu," ucap Diego.


"Tidak seperti itu juga lah Kak cara membangunkannya. Bilang saja kau memang mencari kesempatan dalam kesempitan," cibir Raisa.


"Nah itu kau tahu," ucap Diego yang menunjukkan cengir kuda sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ya sudah lebih baik sekarang kita ke bawah saja Kak. Takut nanti Ayah melihatnya, aku tidak mau Ayah berpikiran macam-macam," ucap Raisa.


"Ayahmu sedang tidak ada di rumah, Bibi bilang Ayahmu ada urusan. Tapi aku membangunkanmu juga izin kok dengan Bi Rahmi, Bibi juga katanya mau membuatkan minuman dan cemilan untuk aku," ucap Diego.


"Oh ya? Kalau begitu pasti sekarang Bibi sudah membuatkan minumannya dan menunggu kita. Jadi lebih baik kita turun sekarang," ajak Raisa.


"Ya sudah yuk. Tapi bagaimana keadaanmu sekarang? Apa mau aku gendong?" Tanya Diego.


"Nggak usah Kak. Keadaanku sudah baik-baik saja kok, hanya tangan ini saja yang masih sedikit nyeri," jawab Raisa sembari menunjuk tangannya yang diperban.

__ADS_1


"Kau harus hati-hati, jangan melakukan banyak pergerakan dulu di tangan kirimu atau nanti akan terluka lagi," ucap Diego.


"Siap Pak Dokter," jawab Raisa tersenyum.


Lalu keduanya pun melangkahkan kaki keluar dari kamar dan menuju ke ruang depan.


_____


Keduanya pun langsung menikmati minuman serta cemilan yang tadi dibuatkan oleh Bi Rahmi.


"Oh iya, ini aku bawakan kau buah-buahan kesukaanmu. Aku juga membeli rujak, bukankah tadi malam kau sangat menginginkannya," ujar Diego seraya menunjukkan beberapa kantong plastik yang diletakkan di atas meja.


"Rujak? Wah terima kasih ya kak, kau baik banget. Ya meskipun aku sudah tidak terlalu menginginkannya lagi, tetapi okelah pasti akan memakannya," ucap Raisa.


"Itu harus. Apa kau mau makan sekarang?" Tanya Diego dan tanggapi anggukkan kepala oleh Raisa


Sehingga Diego langsung saja membuka bungkusan rujak tersebut dan memberinya kepada Raisa, bahkan Diego pun menyuapi Raisa yang terlihat begitu romantis. Para pelayan yang tidak sengaja melihat akan hal tersebut pun merasa iri melihat kemesraan Nona dan calon suaminya itu.


*****


Digo juga menceritakan tentang kecurigaannya terhadap Darrel asistennya yang mencelakai Raisa, bahkan dia juga sudah sempat curiga di saat dulu pria itu pernah menyabotase uang perusahaan.


"Kak, kenapa kau baru menceritakan soal ini padaku? Apa kau yakin jika ini adalah perbuatannya Kak Darrel?" Tanya Raisa.


"Maaf Sayang, aku tidak bermaksud ingin menyembunyikan apapun darimu, hanya saja aku masih tidak yakin. Entahlah ini hanya kecurigaanku saja, tetapi dari gerak-geriknya itu membuat aku semakin yakin. Bahkan sejak saat kemarin dia menyabotase uang perusahaanku sebenarnya aku tidak sebodoh itu yang langsung mempercayainya saja, aku sudah mencari tahu tentang keluarganya di kampung ternyata itu sama sekali tidak benar. Tetapi aku sengaja melupakan masalah itu, mungkin Darrel memang sedang membutuhkan uang tetapi dia tidak bisa menceritakannya padaku, sehingga terpaksa harus mengambil uang perusahaan. Aku sudah memaafkannya asalkan dia tidak mengulangi hal itu lagi. Tetapi seandainya masalah ini benar, aku tidak akan pernah memaafkannya karena dia telah menyakiti orang yang aku cintai," ucap Diego.


"Kak, kau 'kan mengenal Kak Darrel sudah lama, kau tahu siapa Darrel. Apa kau sekarang benar-benar yakin jika Kak Darrel tega mengkhianatimu seperti itu?" Tanya Raisa.

__ADS_1


"Sebenarnya hati kecil ini juga sulit untuk menerimanya, sangat menentang, tetapi untuk saat ini banyak sekali perubahan sikap Darrel yang membuat aku semakin mencurigainya. Ada suatu bukti yang mengarah padanya dan aku hanya bisa menyelidikinya sendiri," ucap Diego.


"Jadi Itu alasanmu tidak ingin polisi terlibat mencari tahu tentang orang yang kau curigai itu, karena orang itu adalah Darrel, orang kepercayaanmu?" Tanya Sastro.


"Iya Yah, Ayah benar. Seandainya kecurigaanku ini benar, aku ingin menghukumnya dulu sendiri. Aku ingin mencari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi seandainya memang Darrel sengaja mengkhianati dengan menyakiti Raisa atau orang-orang yang aku cintai, aku pastikan dia akan masuk ke dalam penjara," Tukas Diego menatap serius.


"Sebenarnya ada satu hal yang ingin Ayah katakan padamu Diego," ucap Sastro.


"Ada apa Yah?" Tanya Diego.


"Waktu itu Ayah pernah melihat Darrel sedang bersama Clarissa, mantan istrimu itu. Mereka tampak bahagia jalan bersama, berbelanja dan juga makan bersama. Ayah tidak sengaja melihatnya karena waktu itu Ayah ada meeting dengan klien di restoran. Kenapa ayah bisa mengatakan jika mereka jalan dan belanja bersama, karena waktu itu mereka membawa banyak baper bag yang sudah pasti isinya adalah barang belanjaan, bahkan Clarissa sendiri membukanya saat di meja makan. Mereka terlihat begitu bahagia saat pertama kali masuk ke restoran dan Clarissa menggandeng mesra tangan Darrel, lalu keduanya pun duduk di kursi uang tidak jauh dari Ayah berada. Tetapi mereka tidak melihat Ayah sama sekali. Apa sebenarnya hubungan Darrel dengan Clarissa?" Tanya Sastro yang membuat Diego pun kebingungan, tidak tahu harus menjawab apa.


"Aku benar-benar tidak tahu apa hubungan Carissa dan Darrel, apalagi kalau sampai dikatakan mereka mempunyai hubungan khusus. Karena yang aku tahu mereka saling mengenal itu ya karena aku, bahkan jika di depanku Darrel itu terlihat biasa saja terhadap Clarissa. Meskipun waktu itu aku pernah melihat mereka mengobrol seperti layaknya orang yang sudah lama kenal, tetapi aku tidak pernah memikirkan apapun, tidak pernah berpikir jauh dan seandainya memang mereka berdua mempunyai hubungan, itu sama sekali bukan urusanku," jawab Diego.


"Tapi bisa saja semua ini ada hubungannya Diego. Bisa saja jika Darrel memang mengkhianatimu, itu semua dia lakukan karena Clarissa. Karena Wanita itu terlalu berambisi untuk mendapatkanmu tetapi kau malah memilih Raisa, sehingga membuatnya sakit hati dan ingin membalas dendam dengan bantuan Darrel" ujar Sastro.


Diego tampak berpikir sejenak memikirkan dan mencerna setiap ucapan calon mertuanya itu memang tidak salah.


Diego berjanji pada dirinya sendiri, Raisa dan Sastro bahwa ia akan mencari tahu hal ini lagi sampai benar-benar tuntas.


Hingga tidak terasa waktu pun telah sore, kini Diego berpamitan untuk pulang ke kediamannya tanpa harus ke perusahaan lagi. Karena untuk hari ini ia juga sudah tidak mempunyai pekerjaan di perusahaannya.


*****


Wajah bahagia Diego setelah bertemu dengan Raisa tiba-tiba berubah menjadi tampak murka di saat ia melihat seseorang yang di saat itu berdiri di depan rumahnya, serta tampak tersenyum kepadanya tetapi Diego malah membalasnya dengan tatapan tajam.


Lalu ia pun langsung saja melangkahkan kakinya mendekati orang tersebut dan bersiap untuk mencaci dan memaki orang itu.

__ADS_1


"Untuk apa kau berada di sini hah!" Bentak Diego.


Bersambung …


__ADS_2