
"Tidak usah terlalu banyak bicara, buktikan saja. Aku sama sekali tidak membutuhkan janji tetapi bukti," tegas Erros.
"Om tenang saja. Tapi sepertinya kita tidak bisa bertindak gerabah Om, apalagi Om Erros sendiri yang mengatakan jika mereka itu sangat teliti. Setelah apa yang terjadi, aku yakin pasti mereka akan memperketat penjagaan, tidak mungkin memberi celah sedikitpun untuk orang lain masuk atau mendekati keluarga mereka. Jadi menurutku sekarang ini aku harus memberikan mereka waktu untuk tenang, sambil mencari cara rencana apa yang akan aku jalani. Aku harus mengubah rencanaku, perlahan tapi pasti mereka semua akan hancur di tanganku," ucap Roy.
"Ya kau benar. Untuk itulah aku tidak mau bertindak gegabah, tapi kau yang mengatakan jika rencanamu itu pasti akan berhasil, kenyataannya semua berantakan," hardik Erros.
"Sekali lagi aku minta maaf Om. Tapi dengan adanya kejadian ini, aku bisa belajar dan aku lebih mengetahui siapa itu Sastro dan Diego sekarang," ucap Roy.
"Ya sudah, terserah kau saja. Kau lakukan dengan caramu sendiri dan aku akan juga akan melakukan dengan caraku sendiri. Jangan pernah ikut campur," ucap Erros.
"Iya Om, kalau begitu aku permisi dulu. Aku masih ada urusan lain," ucap Roy.
"Hm," jawab Erros singkat, lalu segera saja pergi meninggalkan kediaman Erros.
_____
"Kenapa Om Erros tidak mau bekerja sama denganku, padahal kita memiliki musuh yang sama. Bukankah bekerja sama itu lebih mudah? Kalau aku sudah berhasil menghancurkan Diego dan Sastro, memangnya apa lagi yang mau Om Erros lakukan. Apa ini maksudnya dia meremehkanku? Lihat saja Om Erros, jangankan Diego dan Sastro, bahkan kau saja bisa aku hancurkan," umpat Roy saat di dalam perjalanan
*****
"Siapa sebenarnya orang itu? Kenapa masalah 1 belum selesai sudah muncul masalah baru. Aku sangat mendengar jelas jika suara itu bukanlah suara Erros, tetapi suara seorang pria yang lebih muda. Tetapi kenapa dia mengenalku dan Diego dan kenapa orang itu harus menangkap aku dan Diego, bahkan ingin membuat kami menderita? Apa dia juga orang suruhan Erros? Tapi yang aku heran kenapa dia harus membenciku dan menantuku juga?" Tanya Sastro yang sudah berada di rumah dan saat ini ia sedang bersama sang asisten, Kelvin.
"Kalau menurutku bisa saja pria itu memang orang suruhan Erros, sehingga dia mengetahui semua cerita dari Erros dan bisa saja jika Erros menambah cerita yang mengada-ngada, sehingga membuat pria itu ikut membenci Tuan Sastro dan juga Tuan Diego," ujar Kelvin
"Tapi siapa dia? Kenapa dia harus membantu Erros? Sastro semakin penasaran.
__ADS_1
"Bisa saja dia adalah anak Erros, keponakan atau hanya anak buah," tebak Kelvin.
"Ya kau benar juga Kelvin, bisa saja seperti itu. Tapi kalau anak, sepertinya bukan. Karena setahuku Erros hanya pernah sekali menikah dan anaknya itu perempuan," ucap Sastro.
"Jadi apa rencana Tuan selanjutnya?" Tanya Kelvin.
"Tentu saja mencari tahu siapa dalang di balik ini semua melalui para preman yang sudah tertangkap. Nanti sore Polisi memintaku untuk datang ke kantor polisi guna meminta keterangan lebih lanjut. Ini adalah kesempatanku untuk bertanya kepada preman-preman tersebut, karena sampai sekarang mereka belum mengakuinya juga di depan Polisi," ujar Sastro.
"Menurut keterangan para preman, mereka memang tidak mengenali siapa pria itu. Mereka hanya memanggilnya dengan sebutan Tuan tanpa mengetahui siapa namanya," ujar Kelvin.
"Paling tidak mereka pasti tahu ciri-ciri dan di mana tempat tinggalnya. Itu semua harus dikorek sampai tuntas, aku harus tahu siapa orang itu dan apa maksudnya melakukan hal ini semua. Kau tahu 'kan Kelvin aku tidak mau jika keluargaku terancam. Raisa adalah Anak kandungku satu-satunya, saat ini kondisinya sedang hamil besar dan sebentar lagi dia juga akan melahirkan. Aku tidak mau jika Anak dan cucuku celaka. Tentunya aku juga tidak mau menantu dan keluarganya celaka karena masalahku. Jika memang ini semua ulah dan Erros yang mempunyai masalah denganku, aku akan segera menyelesaikan masalah itu, aku akan mencoba mengikuti apapun permintaan Erros, yang terpenting dia tidak mengganggu keluargaku lagi," ucap Sastro dengan sangat yakin.
"Jangan Tuan, sudah pasti permintaan Erros akan sangat merugikan Tuan dan juga orang banyak. Aku tidak mau jika Tuan kenapa-napa, aku tidak mau Tuan celaka karena menyerahkan diri kepada Erros," ucap Kelvin yang terlihat sangat sedih.
"Terima kasih banyak Kelvin karena kau telah banyak membantuku dari dulu. Dari di luar negeri kau juga lah yang selalu setia berada di sampingku, kau menghabiskan masa mudamu hanya untuk bekerja denganku. Aku benar-benar salut denganmu Kelvin, kau selalu bisa diandalkan. Untuk itu jika aku mati di tangan Erros, mungkin itu akan menjadi kebebasanmu dan juga kebebasan untuk keluargaku karena hidup mereka tidak akan terancam lagi," ucap Sastro.
"Kalau kau memang menganggapku sebagai Ayahmu, kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan Tuan," kata Sastro.
"Maksud Tuan?" Tanya Kelvin kebingungan.
"Kelvin … Kelvin, aku juga sudah menganggapmu seperti Anakku sendiri, jadi lebih baik mulai sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan ayah. Kalau kau merasa canggung dan butuh penyesuaian diri, kau boleh memanggilku dengan sebutan Tuan di depan klien ataupun saat di kantor. Tapi tidak saat di rumah atau di depan keluarga, kau harus kembali memanggilku dengan sebutan ayah," ucap Sastro, yang membuat Kelvin merasa sangat terkejut.
"Tuan, apa Tuan serius mengizinkanku memanggil Tuan dengan sebutan ayah?" Tanya Kelvin.
"Iya, tentu saja. Kenapa tidak?" Jawab Sastro.
__ADS_1
"Ayah."
Setelah sekian lama, untuk pertama kalinya Kelvin memanggil seseorang dengan sebutan ayah dan tentu saja itu membuatnya merasa sangat terharu bahagia. Lalu keduanya pun kembali berpelukan sejenak.
*****
Saat ini Jason terlihat sedang mengemasi barang-barang Diego karena tuannya itu akan kembali ke kediamannya. Setelah dokter memeriksa kembali dan mengatakan jika kondisi Diego sudah lebih baik lagi, ia pun diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Akan tetapi harus tetap banyak beristirahat dan tidak boleh terlalu kelelahan.
Selain Raisa, Siska dan Denis juga berada di rumah sakit untuk menjemput Diego dan membawanya pulang ke rumah.
"Syukurlah, akhirnya Kak Diego benar-benar sudah boleh pulang. Aku merasa sangat lega," ucap Raisa.
"Iya, Mama juga lega. Diego, kau benar-benar sudah sehat 'kan?" Tanya Siska.
"Sudah Ma, Mama ini sama saja ya dengan Raisa, sudah jelas-jelas Dokter sendiri yang mengatakan aku sudah sembuh dan boleh pulang. Itu artinya akau memang sudah baik-baik saja, kalau belum mana mungkin sih Dokter mengizinkan aku pulang," ujar Diego.
"Ya bener juga," ucap Siska.
Di tengah perbincangan antara mertua dan suaminya itu, tiba-tiba saja Raisa merasakan perutnya begitu sakit yang luar biasa. Sehingga ia memegangi perutnya, sebisa mungkin berusaha untuk tetap menahannya agar keluarganya tersebut tidak khawatir. Akan tetapi semakin lama asanya semakin sakit, sehingga ia pun tidak kuat lagi untuk menahannya.
"Akh … !" Teriak Raisa.
Di saat itu juga tubuh Raisa terhuyung. Untungnya ada kursi di dekatnya, sehingga ia pun mendudukkan dirinya di atas kursi tersebut dan terus saja merintih kesakitan.
"Sayang … kau kenapa?"
__ADS_1
Bersambung …