Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Membongkar Masa Lalu Raisa.


__ADS_3

Digo benar-benar tak menyangka jika ia bisa melihat Clarissa, wanita yang sudah dicarinya selama ini karena tiba-tiba saja muncul lagi mengganggu Raisa dan saat ini muncul dengan sendirinya di hadapannya langsung.


"Bang sat! Setelah Apa yang kau lakukan terhadap Raisa dan kabur begitu saja, beraninya sekarang kau muncul di hadapanku," tukas Diego yang menatap penuh amarah.


"Clarissa, apa maksudmu dan kau datang bersama siapa?" Tanya Siska yang merasa kebingungan.


Sedangkan Diego sudah beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri kedua wanita tersebut yang merupakan mantan istrinya dan juga seorang mucikari yaitu Sheila.


"Untuk apa kalian datang ke sini hah? Siapa yang mengizinkan kalian masuk. Dan kau, untuk apa lagi kau datang ke sini, bukankah kita sudah tidak ada urusan apapun lagi?" Bentak Diego yang menatap tajam ke arah keduanya secara bergantian.


"Apa ini maksudnya? Ada apa?" Tanya Siska tak mengerti.


"Tante, jadi aku datang ke sini ingin membongkar masa lalu Raisa yang belum Tante ketahui dan selama ini sudah ditutupi oleh Diego. Aku tidak mau jika nantinya Tante menyesal karena sudah salah menjadikan Raisa sebagai menantu Tante," kata Clarissa.


"Omong kosong apa ini, pergi Kalian dari sini!" Usir Diego dengan sangat murka.


"Diego stop! Lebih baik kau diam saja. Biarkan mereka di sini, Mama ingin mendengar apa yang mereka akan bicarakan," kata Siska.


"Tapi Ma, mereka ini hanya pendusta. Mereka datang ke sini sengaja ingin menghancurkan hubunganku dengan Raisa dan aku yakin pasti mereka juga yang telah mengirim berkas-berkas omong kosong itu kepada Mama," tukas Diego.


"Seandainya apa yang ada di dalam amplop itu tidak benar, hanya omong kosong, seharusnya kau tidak perlu takut dan biarkan saja mereka ada di sini," ujar Siska.


"Saya setuju. Apa yang dikatakan oleh Nyonya Siska itu benar, jika kau tidak merasa bahwa Raisa itu bukan wanita yang tidak baik, kenapa kau harus takut, Diego. Kenapa kau tidak membiarkan kami tetap berada di sini," ucap Sheila dengan sangat santai


"Brengsek kalian semua! Lihat saja jika kalian berani mengatakan hal yang tidak-tidak tentang Raisa kepada Mama, aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan kalian!" Ancam Diego.


"Uu … takut," ledek Sheila sembari menutup mulutnya, yang membuat Diego semakin murka.

__ADS_1


"Sudah Diego cukup! Kita dengarkan dulu mereka mau berbicara apa. Sekarang kau bawa mereka duduk di sini," titah Siska.


Sehingga Clarissa dan Sheila pun langsung saja melenggangkan kakinya melewati Diego dan menghampiri Siska.


------


Kini Clarissa dan Sheila pun duduk dan berhadapan langsung dengan Siska dan juga Diego.


"Jadi apa yang ingin kalian bicarakan?" Tanya Siska tak ingin membuang-buang waktu.


"Tante, aku tahu pasti Tante sudah menerima berkas yang aku kirimkan mengenai Raisa 'kan?" Tanya Clarissa.


"Jadi itu kau yang mengirimnya, kenapa kau tidak langsung mengirimkannya kepadaku?" Ujar Siska.


"Aku hanya takut Tante tidak mau membukanya jika tahu berkas itu dariku. Tapi sekarang 'kan Tante sudah mengetahuinya, jadi aku akan menjelaskannya secara detail," ucap Clarissa.


"Itu semua benar adanya Nyonya Siska. Karena foto-foto tersebut diambil langsung oleh anak buah saya sebagai dokumentasi dan laporan kepada saya," ujar Sheila yang merasa jika saat ini adalah gilirannya untuk berbicara.


"Maksudnya apa dan Anda ini siapa?" Tanya Siska.


"Oh iya, perkenalkan saya Mami Sheila dan saya adalah seorang mucikari yang memperkerjakan Raisa waktu itu. Apa yang ada di dalam berkas tersebut adalah benar adanya, karena Tuan Diego ini adalah klien saya yang memesan Raisa waktu itu. Jadi memang sangat benar bahwa Raisa adalah wanita penghibur yang kebetulan menemani Tuan Diego," terang Sheila.


"Brengsek! Apa yang kau katakan ini. Tutup mulutmu!" Bentak Diego yang terlihat sangat emosi.


Rasanya ia sangat ingin menghajar Sheila saat itu juga, akan tetapi ia berusaha untuk menahannya sekuat tenaga karena tidak mau jika ibunya malah merasa semakin syok karena ulahnya.


"Diam! Kau yang harus tutup mulut Diego, jangan berbicara lagi atau Mama akan mengusirmu dari sini," bentak Siska yang membuat Clarissa pun tersenyum smirk, merasa sangat puas.

__ADS_1


"Ma, jangan dengarkan perkataan 2 orang ini. Mereka hanya asal bicara saja karena mereka tidak tahu apa-apa tentang Raisa. Aku tahu siapa Raisa sebenarnya dan Mama juga tahu 'kan kalau Raisa bukan wanita yang seperti itu," ujar Diego tapi sama sekali tak digubris oleh ibunya.


"Mami Sheila, tolong dilanjutkan lagi," pinta Siska.


"Baik Nyonya, jadi benar waktu itu memang saya yang memerintahkan Raisa untuk menemui klien dan kebetulan klien tersebut adalah Tuan Diego. Saya menyuruh Raisa untuk datang ke sebuah hotel yang ditentukan oleh Tuan Diego sendiri, fotonya juga sudah saya berikan kepada Clarissa untuk dikirimkan kepada Nyonya Siska," ucap Sheila. "Oh iya, jika Nyonya masih tidak percaya ini ada rekaman di mana waktu itu Raisa memohon, meminta pekerjaan dari saya," ucap Sheila yang menunjukkan sebuah video pada ponselnya.


Dan di situ terlihat jelas bagaimana pertemuan Raisa pertama kali dengan Mami Sheila. Meskipun tak terdengar jelas percakapan mereka tetapi membuat Siska benar-benar yakin jika Raisa memang wanita penghibur dan tidak sengaja bertemu Diego karena Diego merupakan pelanggannya.


Sementara itu Diego yang sedari tadi menahan emosinya itu pun sudah tak tahan lagi mendengar 2 orang di hadapannya terus menjelek-jelekkan calon istrinya, membuat emosi Diego kini telah mencapai ke puncak ubun-ubun. Sehingga dengan sangat kasar ia menarik tangan dan mengusir kedua wanita tersebut keluar dari rumahnya.


"Ba ji ngan kalian berdua! Aku tidak akan melupakan hari ini, jika sampai pernikahanku dan Raisa gagal aku akan membuat perhitungan kepada kalian!" Ancam Diego yang menatap tajam seperti binatang buas yang sudah siap menerkam mangsanya.


Clarissa dan Sheila sama sekali tak perduli, mereka tampak tersenyum puas lalu pergi meninggalkan kediaman Abimana.


------


Sementara itu Siska terlihat sangat syok dan memegangi dadanya, sehingga membuat Diego pun merasa sangat khawatir.


"Ma, Mama baik-baik saja 'kan Ma? Itu semua tidak seperti yang Mama dengar, Raisa tidak mungkin seperti itu Ma. Mama tahu sendiri bagaimana Clarissa, Clarissa itu tidak suka jika aku menikah dengan Raisa sehingga dia mencoba melakukan segala cara agar pernikahan kami batal. Sedangkan Mama juga tahu 'kan bagaimana Raisa, Raisa tidak seperti itu Ma. Tolong dengarkan penjelasan aku dulu, memang benar Raisa sempat mau menjadi wanita penghibur, tetapi itu semua karena terpaksa hingga akhirnya ia bertemu dengan pelanggan pertamanya yaitu aku sehingga ia pun tidak menjadi wanita penghibur. Untuk itu aku menolongnya menjadi pengasuh Denis supaya Raisa tak perlu melakukan pekerjaan kotor," ucap Diego yang mencoba untuk menjelaskan.


"Cukup! cukup Diego, Mama tidak mau mendengarkan penjelasan apapun darimu. Sekarang juga kau harus membatalkan pernikahanmu dengan Raisa, Mama tidak sudi mempunyai menantu dengan masa lalunya yang buruk seperti itu," ujar Siska yang membuat Diego pun sontak terkejut.


Di Saat itu pula ternyata Raisa sudah tiba di kediaman Abimana dan tidak sengaja mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Siska, membuat Raisa benar-benar sangat terkejut hingga tubuhnya pun lemas seketika.


"Sayang," ucap Diego yang melihat Raisa di saat itu tampak menangis.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2