Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Demi Kebaikan.


__ADS_3

"Bagaimana Diego tidak emosi, karena setelah melihat rekaman CCTV yang berada di pos keamanan tempat Raisa mengikuti Kelas Ibu Hamil tersebut ternyata ada yang sengaja membocorkan ban mobil yang ditumpangi oleh Raisa. Di saat itu terlihat Bodyguard yang sedang menunggu Raisa di depan kelas dan tidak melihat ke arah mobil. Tentu saja semua itu sudah direncanakan, pantas saja jika di saat Aron menghentikan mobilnya di tepi jalan, langsung saja ia dihampiri oleh para preman yang memang sudah mengikuti mereka sejak awal.


Meskipun Aron adalah Bodyguard yang sangat bisa diandalkan karena dia benar-benar melindungi Raisa, tak peduli apa yang terjadi pada dirinya tetapi saat ini kondisi Aron cukup memprihatinkan. Karena ia telah melawan 4 preman dengan tangan kosong dan tentu saja para preman tersebut juga super kuat, sehingga Aron pun harus dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu.


_____


"Ramzi, kita ke kantor polisi sekarang!" Titah Diego saat mereka kembali melanjutkan perjalanan.


"Baik Tuan. Tapi Tuan apa tidak sebaiknya Tuan menghubungi Tuan Sastro? Bukankah Tuan Sastro sudah meminta jika ada apa-apa kita harus menghubunginya," kata Ramzi.


"Aku tidak bisa memberitahu Ayah melalui telepon, lebih baik setelah dari kantor polisi saja baru kita ke rumah Ayah untuk menyampaikan tentang hal ini," ujar Diego.


"Baik Tuan," jawab Ramzi yang menambah kecepatan mobil dan menuju ke Kantor Polisi.


_____


Saat berada di Kantor Polisi, Diego pun langsung saja memberikan laporan kepada polisi, berikut memberikan rekaman CCTV kepada sebagai bukti, agar semakin mempermudah polisi menangani kasus ini.


Setelah itu, kini Diego dan Ramzi pun menuju ke kediaman Sastro untuk memberitahu apa yang terjadi.


*****

__ADS_1


Kebetulan di saat itu Sastro sedang berada di rumah, ia juga merasa perasaannya tidak enak dan terus memikirkan anaknya. Tetapi baru saja Sastro menghubungi Raisa dan anaknya itu mengatakan bahwa tidak ada yang terjadi dan dia baik-baik saja, sehingga Sastro tampak leh dan tak menaruh curiga apapun.


Akan tetapi saat ini ia cukup terkejut dengan kedatangan menantunya tersebut, yang sudah pasti ada sesuatu hal penting yang ingin disampaikannya secara langsung.


"Ada apa Diego, apakah kau mendapatkan informasi yang penting? Apakah ini mengenai Erros?" Tanya Sastro.


"Iya Ayah, tadi siang saat Raisa baru saja pulang mengikuti Kelas Ibu hamil, tiba-tiba ada para 4 preman yang menghalangi mereka dan langsung menghajar Aron, Bodyguard yang mengantar dan menjaga Raisa. Untung saja Aron bisa menghajar mereka sehingga Raisa selamat, tapi saat ini Aron berada di rumah sakit karena lukanya cukup serius," terang Diego.


"Benar-benar bang sat! Ternyata Erros sudah bertindak jauh dan ini tidak bisa dibiarkan lagi. Ayah harus menemui pria itu dan berbicara 4 mata dengannya, jika dia ingin mengajak Ayah baku hantam Ayah juga sudah siap. Asalkan dia tidak lagi menyakiti Anak atau keluarga Ayah," tukas Sastro dengan tatapan tajam seperti harimau lapar yang hendak menerkam mangsanya.


Sastro benar-benar merasa sangat emosi setelah mendengar penjelasan dari Diego, berikut juga dengan rekaman CCTV di jalan maupun di tempat Raisa mengikuti Kelas Ibu Hamil.


"Tapi Ayah, kita tidak tahu bagaimana kondisi di sana. Bisa saja Erros mengumpulkan anak buah yang sangat banyak di kediamannya, aku takut nantinya malah Ayah yang celaka dan Raisa pasti akan sangat marah padaku. Jika aku ikut Ayah, serta mengerahkan semua Bodyguard ku, semua itu juga belum tentu cukup. Yang ada kita berdua akan celaka dan itu akan menambah kekhawatiran Raisa. Apalagi kondisi Ayah juga tidak stabil, jadi menurutku jangan bertindak sekarang Yah, kita harus meminta bantuan Polisi karena sekarang Polisi juga sedang menyelidikinya," ucap Diego.


"Aku mengerti Ayah, aku juga tidak mau terjadi sesuatu dengan istri serta Anakku. Mungkin jalan satu-satunya sekarang yang terbaik untuk Raisa, Mamaku dan Denis, mereka semuanya cukup berada di rumah saja, jangan ke mana-mana dulu. Tentang sekolah Denis, aku akan meminta gurunya untuk melakukan les khusus di rumah supaya tidak ada yang keluar rumah. Ini semua demi menjaga keamanan sampai kita benar-benar bisa mempunyai bukti-bukti kejahatan Erros dan menangkapnya. Apa Ayah setuju?" Diego meminta pendapat tentang usulnya.


"Usulmu bisa diterima, tetapi Erros adalah orang yang sangat licik, tidak akan semudah itu untuk kita menangkapnya atau mendapatkan bukti," kata Sastro.


"Jika dia bisa bermain cantik, maka kita juga harus bermain cantik Ayah," kata Diego.


"Tapi kalau semua berada di dalam rumah bersembunyi, itu malah akan membuat Erros merasa curiga, kondisi keluarga kita akan semakin terancam. Jadi menurut Ayah lebih baik kita pura-pura tidak tahu apapun," ucap Sastro, yang itu artinya mereka benar-benar harus memikirkan suatu cara yang sangat matang untuk mengelabui musuh yang sangat licik.

__ADS_1


*****


"Sayang, demi keamananmu aku minta kau tidak perlu lagi mengikuti Kelas Ibu Hamil di lokasi. Aku akan meminta Nyonya Renata langsung datang ke sini untuk melatihmu serta memberi materi secara langsung khusus untukmu. Semua ini demi kebaikanmu, aku harap kau mengikuti perintahku," ucap Diego.


"Tapi kalau aku mengikuti kelas di rumah itu artinya akan sangat membosankan Kak. Aku tidak bisa bertemu dengan teman-temanku," ucap Raisa.


"Raisa, aku mohon kau mengerti. Kandunganmu sudah semakin membesar, sebentar lagi Anak kita akan lahir, aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu-"


"Dan Anak kita, iya 'kan? Itu 'kan yang ingin kau katakan? Aku sudah bosan mendengarnya, karena itu terus yang kau ucapkan, sehari entah berapa kali kau mengatakannya. Aku tahu kau sangat khawatir denganku, tapi kau juga tidak bisa dong Kak mengekangku di rumah seperti itu," ucap Raisa yang menyela ucapan Diego begitu saja.


"Jadi kau mau apa? Kau mau berkeliaran di luar sana? Apa kau lupa dengan kejadian yang baru saja menimpamu tadi siang, bahkan sedang bersama Bodyguard tapi tetap saja ada yang ingin mencelakaimu," kata Diego.


"Iya aku tahu Kak, tapi kapan aku bisa hidup bebas? Aku tidak bisa hidup seperti ini terus. Sebenarnya apa sih masalahnya, kenapa tiba-tiba saja ada orang yang ingin menyakitiku, apa salahku? Sebenarnya ini perbuatan siapa Kak," tanya Raisa yang sangat ingin mengetahuinya.


"Kau benar-benar ingin tahu ini ulah siapa?" Tanya Diego.


"Iya Kak, aku ingin tahu supaya aku bisa bertanya dengan orangnya langsung. Apa maksud dari semua ini, kenapa dia sangat ingin mencelakaiku," ujar Raisa.


"Ini semua adalah perbuatan Erros, pria yang kau anggap baik yang ingin kau satukan lagi dengan Ayahmu untuk menjadi sahabat. Jadi ini semua ulahnya Raisa, dia melakukan ini semua karena tidak ingin melihat Ayahmu bahagia karena sudah bertemu dengan anaknya. Erros melakukan ini semua karena sangat sulit untuk menyakiti Ayahmu dari dulu, bahkan untuk bersaing dalam dunia bisnis dengan Ayah saja dia tidak pernah menang. Jadi jalan satu-satunya Erros akan terus mengincarmu, karena dia tahu jika Ayah sangat mencintaimu dan sudah pasti Ayah akan merasa sangat terpuruk jika terjadi sesuatu denganmu. Apa kau paham itu!" Bentak Diego yang rasanya sudah sangat emosi sekali menghadapi istrinya tersebut. Ia terpaksa berbicara dengan suara lantang, berharap agar istrinya tersebut mau mengerti.


Sementara itu Raisa tersentak dan dibuat bungkam, karena baru kali ini ia melihat Diego begitu marah padanya.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2