
Clarissa dan Darrel saling menatap, lalu keduanya pun beranjak dari tempat duduk dan berdiri di tempat. Clarissa tampak ketakutan bersembunyi di belakang Darrel, melihat para polisi yang di saat itu sedang menatap ke arah mereka dan salah satunya sedang berbicara dengan Diego.
"Darrel, bagaimana ini? Kita benar-benar sudah tidak bisa lari kemanapun lagi," bisik Clarissa.
"Sudah aku katakan ini semua pasti jebakan. Diego pasti sudah mengetahui semuanya, maka itu dia sengaja mengajak kita makan malam karena mau menangkap kita," ujar Darrel.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Rel?" Tukas Clarissa.
"Tenanglah Cla, aku juga tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Tapi kita juga tidak boleh terlihat ketakutan di depan Diego," ucap Darrel.
"Lalu kita harus bagaimana? Apa kita harus bahagia gitu," ujar Clarissa.
"Oh iya Pak, sesuai yang saya laporkan bahwa mereka berdua inilah orangnya. Jadi silakan saja ditangkap dan dibawa pergi dari sini," ucap Diego yang menunjuk ke arah Clarissa dan Darrel, sehingga pasangan kekasih itu pun tersentak.
"Tuan Darrel, apa maksud Tuan?" Tanya Darrel.
"Sudahlah Darrel, Clarissa, kalian berdua bisa menjelaskannya nanti di kantor polisi. Karena aku sudah sangat eneg untuk berbicara dengan kalian saat ini," tukas Diego.
"Diego, jadi tujuanmu mengajak kami makan malam di sini karena kau ingin menjebak kami?" Tanya Clarissa memberanikan diri.
"Ya, untuk menghadapi orang licik seperti kalian harus menggunakan cara licik juga. Bukankah kalian sudah senang menikmati makan malam yang aku berikan tadi? Tenang saja ini semua aku yang akan membayarnya, sekarang nikmati saja waktu kalian di dalam penjara setelah semua proses hukum berjalan. Aku pastikan kalian berdua akan mendekam di dalam sana dengan waktu yang sangat lama," ucap Diego.
"Tuan Diego, apa maksudmu Tuan? Memangnya apa yang sudah aku lakukan, kenapa Tuan mau menjebloskanku ke dalam penjara?" Tanya Darrel saat polisi sudah mulai memborgol tangannya.
"Diego … lepaskan aku Diego, aku tidak mau dipenjara. Lepaskan aku … !" Teriak Clarissa pula.
"Sudahlah, kalian berdua tidak perlu banyak bicara. Simpan saja energi kalian untuk menjelaskannya di kantor polisi," ujar Diego.
"Tuan Diego, kami permisi dulu. Jangan lupa besok pagi datang ke kantor agar 2 orang ini bisa langsung diproses," ucap Komandan Polisi.
"Baik Tuan, besok pagi saya akan datang ke Kantor Polisi bersama dengan istri saya. Terima kasih banyak Pak atas kerjasamanya," ucap Diego.
"Sama-sama Tuan," jawab Komandan Polisi.
Lalu segera saja para polisi itu pergi membawa Diego dan Clarissa keluar.
"Lepaskan aku Diego, lihat saja kau akan menyesal karena telah melakukan ini padaku," tukas Clarissa.
"Diego, aku tidak akan tinggal diam. Kau ya sudah memancingku menjadi seperti ini, aku pasti akan membalasnya," batin Darrel yang menatap begitu tajam.
__ADS_1
Saat mereka baru saja keluar dari ruangan tersebut, di saat itu mereka melihat Sastro yang berada di depan ruangan sedang menatap tajam ke arah keduanya.
"Jangan kalian berdua pikir aku diam selama ini karena aku tidak tahu apa-apa tentang kalian. Aku pastikan kalian berdua akan mendekam di penjara dengan waktu yang sangat lama, bila perlu seumur hidup. Aku akan memperjuangkan hak Anakku karena kalian berdua sudah sengaja menyakitinya, bahkan dengan sengaja mau membunuh Anakku. Darrel, aku tidak menyangka jika kau yang merupakan orang kepercayaan Diego malah tega menyakiti istri Tuanmu sendiri hanya demi wanita licik ini," tegas Sastro.
"Aku tidak melakukan apapun Tuan, yang melakukan semua ini adalah Darrel, kenapa aku juga ditangkap," hardik Clarissa.
Sedangkan Darrel hanya terlihat diam saja, serta menatap tajam penuh kebencian.
"Kami permisi dulu dulu Tuan Sastro," ucap Komandan Polisi.
"Ya, silahkan! Terima kasih Pak," ucap Sastro.
Lalu segera saja polisi melanjutkan perjalanannya dengan membawa Clarissa dan Darrel keluar dari restoran, setelah itu membawanya ke kantor polisi.
Sedangkan Diego dan Sastro juga keluar dari restoran, melihat mobil polisi yang di saat itu sudah menjauh pergi.
"Diego, bagaimana perasaanmu sekarang? Apa kau sudah lebih lega? Tanya Sastro.
"Iya Ayah, bukankah Ayah juga merasa seperti itu?" Jawab Diego dan bertanya balik.
"Ya tentu saja. Mudah-mudahan mereka bisa mendapatkan hukuman yang setimpal supaya menjadi efek jera dan tidak melakukan kejahatan seperti itu lagi," ucap Sastro.
Lalu Sastro pun masuk ke dalam mobil karena di sana sudah ada kelvin yang menunggunya. Begitu juga dengan Diego yang masuk ke dalam mobil miliknya sendiri dan keduanya pun pergi meninggalkan restoran.
*****
"Sayang, kau sudah selesai?" Tanya Diego saat melihat Raisa sudah rapi dengan pakaian dan riasan tipisnya, sedangkan Diego baru saja selesai mandi.
"Iya Kak, aku sudah selesai. Cepat pakai pakaianmu, aku akan menunggumu di bawah ya untuk sarapan," ucap Raisa.
"Tunggu dulu dong Sayang, kenapa harus terburu-buru sih. 'Kan sarapannya juga sudah dibuatkan oleh Bibi, kita tinggal menikmatinya saja. Masa kau mau meninggalkanku," protes Diego
"Iya deh iya. Kalau begitu aku tunggu ya," kata Raisa. "Oh ya Kak kita mau ke mana sebenarnya?"
Memang Diego belum memberitahu istrinya tersebut kemana mereka akan pergi, hanya memintanya untuk mandi dan segera bersiap-siap. Bahkan bukan hanya kepada istrinya saja, tetapi juga dengan ibunya.
"Aku hanya ingin memberikanmu satu kejutan, nantinya kau juga pasti akan tahu," jawab Diego.
"Kejutan? Lalu kita hanya pergi berdua saja?" Tanya Raisa lagi.
__ADS_1
"Tentu saja tidak, ada Mama dan Ayah juga," jawab Diego.
"Ini serius Kak? kejutan apa sih Kak, kenapa kau membuatku penasaran," ucap Raisa.
"Tidak perlu penasaran seperti itu Sayang, nanti juga kau akan tahu," ujar Diego yang kini pun telah selesai menggunakan pakaiannya.
Segera saja Diego dan Raisa menuju ke ruang makan, menghampiri Siska dan Denis yang di saat itu sudah menunggu mereka.
_____
"Raisa, Diego, ayo sini sarapan," ucap Siska.
"Iya Ma," jawab Raisa, lalu bersama sang suami duduk di sana bersama dengan anak dan ibunya tersebut.
"Denis hari ini Papa, Mama dan Omq ada keperluan, kau tidak apa-apa 'kan di tinggal di rumah bersama Bibi," ucap Diego.
"Iya Pa, tadi Oma juga sudah bilang. Katanya ini urusan orang tua, jadi aku tidak boleh ikut. Tidak masalah kok aku di rumah saja, lagipula aku ada PR yang belum aku kerjakan Pa," jawab Denis.
"Anak pintar. Ya sudah kerjakan PR-nya, nanti Papa akan membelikan oleh-oleh untukmu," ucap Diego.
"Iya Pa, terima kasih ya Pa," ucap Denis.
"Iya sama-sama Sayang, ya sudah lanjutkan sarapannya," titah Diego.
*****
Setelah selesai sarapan, kini Diego, Raisa dan Siska pun segera saja masuk ke dalam mobil, lalu pergi ke tempat tujuan ke mana Diego akan membawa mereka pergi. Baik Raisa maupun Siska tidak ada yang mengetahuinya, Diego benar-benar terlihat sangat misterius dan tetap kekeh tidak akan memberitahu sampai ke tempat tujuan.
Hingga tidak lama kemudian mereka telah tiba di suatu tempat yang membuat Raisa dan Siska merasa kebingungan. Terlihat Sastro yang di saat itu sudah tiba di sana terlebih dulu dan sedang menunggu mereka.
"Kantor Polisi? Untuk apa kita ke sini Kak?" Tanya Raisa.
"Iya Diego, apa maksudmu mengajak Mama dan Raisa ke Kantor Polisi?" Tanya Siska pula.
"Ini semua ada hubungannya dengan yang kemarin aku katakan," ucap Diego.
"Apa Clarissa dan Darrel ditangkap?" Tanya Siska.
"Iya Ma benar, sekarang mereka sudah ditangkap Polisi dan kita diminta datang untuk melanjutkan proses hukum mereka, karena sudah jelas mereka bersalah," terang Diego.
__ADS_1
Bersambung …