
Sastro benar-benar sangat terkejut, ia masih tak mempercayai dengan apa yang dilihat di depan matanya di mana ada sebuah nama di batu nisan dan terpampang dengan sangat jelas.
Di saat itu pun Siska melirik Sastro dan ia dapat melihat jelas bagaimana reaksi Sastro saat ini, yang membuatnya langsung membalikkan badan dan menatap ke arah pria tersebut.
"Ada apa Tuan Sastro? Kenapa sepertinya kau begitu terkejut?" Tanya Siska dengan sengaja.
Raisa dan Diego yang awalnya tidak menyadari akan hal itu pun kini ikut menatap ke arah ayah Raisa.
"Nyonya, saya tidak mungkin salah melihat atau membacanya 'kan? Camelia Sekar Ayu Ningrum, tidak mungkin di dunia ini ada nama yang sama persis. Mungkin jika ada hanya sekedar Camelia itu wajar, tetapi ini nama panjangnya juga sama dan meskipun saya sudah tua tapi saya mengingat tanggal lahir Camelia. Apakah dia-"
"Ya benar, Camelia adalah keluarga saya. Lebih tepatnya dia Adik saya," jawab Siska tanpa menunggu Sastro selesai bertanya karena ia sudah tahu pasti itulah tujuannya.
"Tidak, ini tidak mungkin," ucap Sastro yang menggelengkan kepalanya, tak mempercayai dengan apa yang ia dengar.
"Apa? Jadi Tante Sekar ini adalah wanita di masa lalunya Ayah?" Tanya Diego.
"Iya, benar Diego. Maaf jika selama ini Mama merahasiakannya, tapi Mama juga baru mengetahuinya waktu itu," jawab Siska.
"Ayah, jadi ternyata wanita yang dulu pernah Ayah cintai itu adalah Adiknya Mama Siska?" Tanya Raisa pula.
"Ayah tidak tahu Raisa, Ayah sendiri baru mengetahuinya," jawab Sastro.
Diego dan Raisa merasa kebingungan dan juga terkejut. Mereka sempat mendengar nama Camelia saat perdebatan Sastro dan Erros sewaktu di persidangan Darrel dan Clarissa waktu itu, tetapi keduanya sama sekali tak menyadarinya. Padahal Diego cukup dekat dengan Tantenya sewaktu masih hidup yang biasa ia sapa dengan nama Tante Sekar, sementara Raisa sudah beberapa kali diajak oleh ibu mertuanya ke pemakaman almarhum adiknya tersebut.
__ADS_1
"Terserah kau mau mempercayainya atau tidak Tuan, tapi itulah kenyataannya. Camelia Sekar Ayu Ningrum, dia Adik Saya. Tetapi jika di dalam keluarga biasanya dia dipanggil dengan nama Sekar, kami hanya dua bersaudara dan Sekar meninggal saat Diego masih berusia 6 tahun. Dia meninggal karena sakit dan dalam status lajang, karena hanya kaulah cinta pertama dan terakhirnya Tuan," terang Siska.
Sastro tak dapat menjawab apapun, yang pasti mendengar penjelasan Siska membuatnya merasa sangat sedih dan bersalah terhadap Camelia, hingga meneteskan air mata.
"Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, apa kau sama sekali tidak pernah mengenaliku? Waktu itu kita pernah bertemu sekali saat kau terlambat untuk menemui Adikku dengan alasan mendadak ada keperluan lain, tapi ternyata kau sengaja tidak datang karena merasa tidak enak dengan Erros. Kau baru menyadari jika sahabatmu itu ternyata juga mencintai kekasihmu, kau telah membuat Sekar sedih sampai akhirnya saya mengusirmu," ucap Siska yang membuat Sastro pun mengingat kenangan di masa lalunya tersebut.
"Maafkan saya Nyonya Siska, saya ingat jika Camelia memiliki seorang kakak tapi saya tidak menyadari dan tidak ingat bahwa itu adalah Nyonya Siska. Saya benar-benar minta maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan, saya minta maaf Nyonya. Saya tahu jika saya salah, untuk itulah saya memperjuangkan cinta saya kembali tetapi Camelia memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan alasan dia sudah memilih pria lain. Saya pikir itu adalah Erros tapi ternyata bukan," ucap Sastro.
"Itu karena Sekar sudah mulai merasakan sakitnya, dia hanya tidak mau kau sedih di saat dia pergi untuk selama-lamanya. Untuk itulah dia memilih untuk mengakhiri hubungan kalian," imbuh Siska.
"Jadi Nyonya sudah tahu jika wanita yang memiliki hubungan di masa lalu dengan saya dan membuat Erros sangat membenci saya itu adalah Camelia Adik Nyonya, tetapi kenapa waktu itu Nyonya tidak mengatakannya? Padahal saya sudah menceritakan semuanya, masalah yang terjadi diantara saya dengan Erros yang menyebabkan kesalahpahaman," tukas Sastro
"Untuk apa? Adik saya juga sudah pergi dan tidak akan mungkin kembali lagi. Dari situ saya tahu bahwa sikap Anda sangat keras kepala, tidak ada bedanya dengan Erros. Hanya bedanya kau tidak seegois Erros. Sudahlah, itu semua hanya masa lalu. Sekarang Tuan sudah tahu di mana keberadaan Camelia. Sebenarnya aku ingin menunjukkan di mana Camelia sekarang berada yaitu di sini kepada kau dan Erros jika di antara kalian masih saja terus berdebat karena kesalahpahaman, tapi saat ini Erros sudah berada di dalam penjara. Seandainya kau ingin memberitahu Erros di mana Camelia sekarang tidak masalah, saya sudah ikhlas menerima kepergian Adik saya. Kalian juga harus ikhlas, sudah saatnya semuanya berdamai. Jangan terus mempermasalahkan Sekar, kasihan dia tidak bisa tenang karena ulah kalian. Sekarang ini udah saatnya kalian tahu," ucap Siska.
Setelah dari pemakaman kini mereka semua pun kembali pulang ke kediaman Abimana, Sastro juga mampir sebentar untuk melihat cucunya tetapi tetap saja perasaannya tidak tenang mengingat apa yang baru saja diketahui olehnya.
*****
Beberapa hari setelah mengetahui kenyataan bahwa wanita yang selama ini telah membuat Erros salah paham dengan Sastro bahkan membencinya dan membuat kejahatan-kejahatan yang telah terjadi, pada akhirnya Sastro memutuskan pergi ke rutan untuk membesuk Erros dengan ditemani oleh Diego.
Sastro menceritakan kepada Erros tentang semuanya, tentang apa yang terjadi sebenarnya dan di mana keberadaan Camelia saat ini. Meskipun awalnya Erros sangat marah dan tak mempercayai akan hal itu, tetapi pada akhirnya hatinya luluh juga dan keduanya pun tampak berdamai. Tentunya itu semua juga berkat bantuan Diego yang ikut menjelaskan, bahkan ia menunjukkan foto makam tantenya tersebut yang sengaja ia ambil untuk keperluan seperti saat ini.
"Terima kasih banyak Erros, akhirnya kau bisa memaafkanku dan mempercayai kata-kataku. Aku minta maaf karena aku kau sudah berada di sini," ucap Sastro.
__ADS_1
"Sudahlah Sastro, kau jangan merasa bersalah seperti itu. Aku yang seharusnya minta maaf, seandainya waktu bisa diulang kembali kemungkinan hal ini tidak akan terjadi. Tetapi semuanya sudah terlanjur, bertahun-tahun aku membencimu karena kesalahpahaman dan aku telah banyak membuat kejahatan dengan menyakitimu serta keluargamu yang sama sekali tidak tahu apa-apa. Lagi pula aku juga sudah berbuat kesalahan dengan menjalankan bisnis ilegal, padahal dari dulu kau sudah pernah melarangku rapi aku tidak pernah mendengar apa katamu. Ini adalah balasan untukku Sastro, sudah sepantasnya aku berada di sini. Asalkan kau harus sering-sering datang untuk menjengukku karena aku tidak memiliki siapapun," ucap Erros dengan tatapan sendu.
"Kau tenang saja Erros, dari dulu meskipun kau membenciku tapi aku tidak pernah menganggapmu sebagai musuhku, kau tetaplah sahabatku," ucap Sastro.
Lalu kedua pria paruh baya itu pun berdiri dan saling berpelukan sejenak diiringi air mata yang sudah tidak dapat untuk dibendung lagi.
"Ayah, Om Erros, aku senang karena akhirnya kalian berdua bisa berdamai seperti ini. Semoga saja kita bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini dan menjalani hidup yang lebih baik lagi," ucap Diego.
"Terima kasih banyak Diego, ini semua juga berkat bantuanmu karena telah membantu Ayah menjelaskan kepada Erros," ucap Sastro.
"Terima kasih Diego, Om juga mau minta maaf padamu dan Raisa karena sudah banyak berbuat kesalahan yang tidak bisa Om sebutkan satu persatu," ucap Erros yang terlihat sangat tulus.
"Aku dan Raisa sudah memaafkan Om Erros, tidak perlu mengingat itu lagi ya Om. Aku harap dengan berada di sini Om bisa merenungi semua kesalahan Om dan tidak akan pernah melakukannya lagi," ucap Diego yang juga berpelukan erat sejenak dengan Erros.
"Kau berhak bahagia Sastro, aku ikut senang karena kau bisa menemukan Anak kandungmu. Kau sangat beruntung memiliki anak sebaik Raisa dan juga menantu seperti Diego," ucap Erros.
"Ya aku memang beruntung memiliki mereka, tapi kau juga berhak bahagia, mungkin hanya belum waktunya saja. Oh ya soal Anak kandungmu, bagaimana jika aku yang akan membantu untuk mencarinya," ucap Sastro.
"Terima kasih untuk tawaranmu Sastro, tapi aku sudah mengetahui jika Anakku sudah lama meninggal dunia," ucap Eros yang menjadi sedih kembali.
"Kau yang sabar ya," ucap Sastro.
Karena jam besuk sudah habis dan urusan Sastro juga sudah selesai, kini ia dan menantunya itu pun pergi meninggalkan rutan.
__ADS_1
Bersambung …