Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Sidik Jari.


__ADS_3

Diego dan Raisa masih tak percaya karena ibunya membentak Raisa hanya masalah sepele, bahkan bagi mereka itu bukanlah suatu masalah. Bukan hanya mereka saja, Denis juga cukup terkejut karena mendengar suara bentakan omanya itu.


"Ma, Mama ini kenapa sih? Hanya gara-gara ini saja Mama marah dan membentak Raisa. Niat Raisa itu baik hanya ingin menyiapkan sarapan untuk keluarga kita, kenapa Mama malah marah-marah," ucap Diego tak terima.


Sudah Kak, sudah. Dan Mama aku minta maaf ya, aku tidak bermaksud untuk membuat Mama marah. Lain kali aku tidak akan membantah lagi Ma," ucap Raisa yang merasa sangat bersalah dan menjadi tak enak hati.


"Raisa, Diego, Mama benar-benar minta maaf. Mama tidak sengaja membentak Raisa karena niat Mama baik, Mama hanya tidak mau Raisa kecapean. Apalagi saat ini 'kan Raisa sedang mengandung, jadi lebih baik Raisa istirahat saja. Lagipula sudah ada ART di rumah ini, biarkan saja pelayan yang menyiapkan semuanya. Kau itu menantu Mama Raisa, bukan pelayan di sini," ucap Siska yang membuat mereka pun tampak lega, serta Diego yang menjadi merasa bersalah karena sudah salah paham dengan ibunya.


"Aku juga minta maaf ya Ma, aku tadi terlanjur emosi karena mendengar Mama membentuk istriku. Jadi ternyata itu semua karena perhatian Mama terhadap Raisa, aku benar-benar minta maaf ya Ma," ucap Diego dengan tatapan mendamba.


"Iya Diego tidak apa-apa, Mama yang salah cara menunjukkan perhatian Mama. Ya sudah kalian lanjutkan saja sarapannya, setelah itu hati-hati saat beraktivitas. Raisa, selesai sarapan tidak usah dikemas ya mejanya. Biar saja pelayan yang mengemasinya, kau langsung kembali ke kamar dan beristirahat." Siska mewanti-wanti menantunya itu.


"Mama mau ke mana?" Tanya Raisa yang melihat Siska hendak pergi.


"Mama mau istirahat lagi, kepala Mama sedikit pusing," jawab Siska.


"Mama sudah minum obat?" Tanya Raisa lagi.


"Nanti Mama akan meminumnya di kamar," jawab Siska masih dengan nada datar, lalu ia pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju ke kamar.


"Kak, seharusnya kau itu tidak marah-marah seperti itu terhadap Mama. Pasti sekarang Mama merasa tidak enak hati," ucap Raisa.


"Aku tahu Sayang, tapi aku juga spontan karena aku tidak terima Mama tiba-tiba saja membentakmu seperti itu," ucap Diego.


"Oma kenapa Pa, Kak? Kenapa Oma tadi marah?" Tanya Denis yang akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


"Denis, Oma tidak marah kok. Itu tadi hanya salah paham saja. Ayo Cepat selesaikan sarapannya biar sekalian Papa antar kau ke sekolah," ucap Diego.

__ADS_1


"Iya Pa," sahut Denis.


"Oh iya, tadi kau memanggil istri Papa apa, Kak? Denis, kau lupa ya sudah Papa katakan jangan memanggilnya dengan sebutan Kak lagi. Sekarang Kak Raisa-mu ini sudah menjadi istri Papa, berarti dia adalah Mamamu. Jadi panggil dengan sebutan Mama," ucap Diego mengingatkan.


"Oh iya aku lupa Pa. Tadi aku memanggil Kak Raisa, Kak Raisa juga tidak protes, jadi aku lupa," beo Denis dengan sangat pintar.


"Ya sudah tidak apa-apa, mulai sekarang kau harus terbiasa memanggilnya dengan sebutan Mama, oke," ucap Diego.


"Oke, Mama Raisa," panggil Denis untuk pertama kali, yang membuat Raisa pun tersenyum serta hatinya terasa hangat.


Setelah selesai sarapan, Diego dan Denis pergi untuk melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Sedangkan Raisa mengemasi piring-piring yang berada di atas meja bekas sarapan mereka tanpa mencucinya, lalu menghampiri Siska di kamarnya.


_____


Tok … tok … tok …


"Ma, apa boleh aku berbicara sebentar dengan Mama?" Tanya Raisa setelah ia mengetuk pintu kamar.


"Apa yang ingin kau bicarakan Raisa?" Tanya Siska saat sudah berdiri di hadapan Raisa.


"Mama mau keluar atau aku boleh masuk?" Tanya Raisa lagi.


"Masuk saja," ucap Siska lalu Raisa pun mengikuti ibu mertuanya tersebut dan duduk di pinggir ranjang.


"Ma, aku tahu jika saat ini Mama masih tidak terlalu mempercayaiku. Mama merestui hubungan kami karena Kak Diego yang memintanya, tetapi aku janji Ma kalau aku akan membuktikan kepada Mama bahwa apa yang dikatakan oleh Clarissa dan Mami Sheila itu semuanya bohong. Aku tidak pernah melakukan apapun, apalagi menjadi wanita penghibur sebelumnya. Aku benar-benar bertemu dengan kak Diego untuk pertama kalinya Ma, itu semua terpaksa karena aku hanya ingin menyelamatkan Nenekku yang sedang sakit waktu itu. Kak Diego juga pertama kalinya memesan wanita karena waktu itu dia hanya ingin menghibur dirinya, kami berdua seperti memang ditakdirkan untuk bertemu sehingga kesalahan yang ingin kami lakukan itu tidak terjadi. Pada akhirnya Kak Diego menolongku, dia membantu seluruh pengobatan Nenek dan memperkerjakan aku menjadi pengasuh Denis. Sungguh Ma, aku tidak bohong," ucap Raisa seraya menggenggam tangan Siska.


"Sudahlah Raisa, Mama tidak mau membahas soal ini lagi. Kalau kau memang yakin dengan ucapanmu itu ya sudah buktikan saja. Sekarang lebih baik kau naik ke kamarmu dan istirahat. Mama juga mau beristirahat, Mama tidak mau jika kau kecapean nantinya dan Diego akan menyalahkan Mama. Terutama Ayahmu, bukankah Ayahmu meminta Mama untuk menjagamu baik-baik di sini," ucap Siska yang masih saja bersikap tak biasa terhadap Raisa.

__ADS_1


"Ya sudah aku minta maaf ya Ma jika aku mengganggu Mama. Kalau Mama butuh apa-apa, Mama bilang saja ya ke aku. Aku di sini juga mau menjaga Mama," ucap Raisa.


Siska tak menjawab apapun, sehingga segera saja Raisa keluar dari kamar ibu mertuanya itu dengan perasaan yang sedih karena sampai sekarang belum mendapatkan kepercayaan lagi dari Siska.


Sedangkan Siska terlihat menghela nafas panjang, lalu menghembuskannya lagi secara perlahan.


"Maafkan Mama Raisa, Mama sangat ingin mempercayaimu seperti dulu tapi entah kenapa rasanya sangat sulit. Kalau memang apa yang kau katakan itu benar, semoga suatu saat nanti kau bisa membuktikan ucapanmu itu," gumam Siska.


*****


Setelah terus menyelidiki meskipun kemarin sempat tertunda karena pernikahannya, kini Diego pun sudah menemukan bukti yang sudah sangat jelas jika memang orang yang ingin mencelakai istrinya tersebut adalah Darrel, asistennya. Salah satu bukti ia dapatkan dari pelayan restoran yang tidak sengaja menemukan gelang Darrel di dalam toilet dan setelah diselidiki melalui sidik jari, ternyata memang pemiliknya adalah Darrel. Karena Diego yang selalu bersama dengan Darrel, tentunya sangat mudah untuk mendapatkan sidik jari Darrel dan terbukti jika memang dia lah yang sengaja ingin mencelakai Raisa.


Setelah mengetahui hal itu, tentunya membuat Diego merasa sangat emosi. Tetapi ia tidak mau untuk bertindak gegabah dengan langsung melabrak pria tersebut, takutnya malah Darrel akan lari. Sehingga ia pun membiarkan saja karena sudah mempunyai rencana lain. Di saat semua pegawai perusahaan sudah pulang dari kantor, kini hanya tinggal Darrel dan Diego saja, Diego pun memerintahkan Darrel untuk segera pulang ke rumah.


"Tuan, apa tidak masalah jika aku pulang terlebih dulu sedangkan Tuan masih berada di sini?" Tanya Darrel.


"Ya, tidak masalah karena aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan," jawab Diego.


"Ya sudah kalau begitu aku permisi Tuan," ucap Darrel yang bergegas pergi meninggalkan ruangan Diego.


_____


Diam-diam tanpa sepengetahuan Darrel, Diego pun mengikuti asistennya itu karena ia ingin menyelidiki sesuatu hal yang lebih penting. Karena sudah mengetahui jika pria itu adalah orang yang dengan sengaja ingin mencelakai istrinya, kini Diego berencana mencari tahu siapa dalang dibalik ini semua. Apa benar jika Darrel melakukan hal tersebut karena keinginannya sendiri dan seandainya benar paling tidak ia harus tahu apa yang menyebabkan Darrel melakukannya. Padahal selama ini Diego sudah bersikap baik padanya dan Raisa sendiri juga tidak mempunyai masalah apapun dengan Darrel. Karena satu hal lagi, jauh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam Diego masih tak mempercayai jika itu adalah perbuatan Darrel. Sehingga ia harus mengorek informasi ini dengan sangat jelas dan sampai tuntas.


Digo sengaja menyewa taksi online agar gerak-geriknya tidak dicurigai oleh Darrel. Hingga tidak berapa lama kemudian, Darrel pun berhenti tepat di depan sebuah bangunan, di mana lagi kalau bukan kediamannya yang selama ini ia sembunyikan dari Diego. Sementara taksi yang ditumpangi oleh Diego sengaja berhenti sedikit menjauh dari bangunan tetapi masih dapat melihat jelas Darrel yang di saat itu turun dari mobil dan hendak masuk ke dalam rumah tersebut.


"Rumah siapa ini? Kenapa aku tidak pernah tahu jika Darrel memiliki rumah ataupun saudara di sini," batin Darrel.

__ADS_1


Disaat itu pula Diego melihat sebuah mobil yang juga berhenti di depan rumah itundan terlihat seorang wanita yang keluar dari mobil tersebut serta memanggil nama Darrel. Darrel menghentikan langkah kakinya, setelah wanita itu mendekat keduanya saling cipika-cipiki layaknya sepasang kekasih. Membuat Diego merasa sangat terkejut dan benar-benar tak percaya karena ia mengenal siapa wanita tersebut.


Bersambung …


__ADS_2